ISALAMMU ADALAH MAHARKU

ISALAMMU ADALAH MAHARKU
Porak-poranda


__ADS_3

" Kamu belum makan kan?


ayo ikut bersama saya makan dan juga prof Altan , ajakan aras kepada adinka yg masih tak bergeming menatap professornya itu lekat, seolah mata itu mencari sesuatu yg tersembunyi di balik mata prof Aras yg terlihat tajam bak kilat menyambar."


" aku bingung mau menjawab apa?


hati kecilku begitu senang dengan ajakan nya namun ternyata restoran yg di maksud prof aras sama dengan restoran yg ingin aku tuju bersama Fatimah."


" saya dan Fatimah teman saya juga akan ke restoran yg itu jawabku singkat, ". ku lihat ekspresi prof Aras begitu senang mendengar jwaban dari ku, kemudian aku memutuskan permisi segera ke toilet dulu sebelumnya."


Setelah selesai dan keluar dari toilet aku mendapati fatimah sudah berkumpul dengan prof Altan dan prof Aras, mereka bertiga nampak berbincang entah apa yg mereka bicarakan, aku menghampiri mereka


kemudian kami ber empat memutuskan ke restoran tersebut dengan mobil prof Aras.


setibanya di resto kami mengambil meja dekat dengan sebuah vas bunga mawar yg tumbuh dan berbunga ranum.


aku duduk bersebelahan dengan Fatimah dan berhadapan Dengan prof aras, sedikit tidak nyaman padahal tapi tidak ada pilihan lain.


sedangkan prof Altan cuma tersenyum melihat ku."


aku memesan daging cincang dan salad sayur,tanpa nasi


sedangkan prof altan dan Fatimah memesan nasi goreng khas restoran itu. dan menu prof aras adalah mie kuah dengan di tambah ayam suir .kami menikmati makanan yg kami psan sambil bercengkrama pelan.


" Adinka , kapan kamu akan kembali ke Istanbul Turki , Aras membuka suara".


" Malam ini prof, saya bersama fatimah akan ke Turki bersama, karena Fathimah ingin ke mesjid agung mardin, dan bermalam disana ,


ada perkumpulan muslim Indonesia yg sedang mengadakan lomba , dan fatimah merupakan perwakilan dari bursa, aku menjelaskan ."


" Kalau begitu pulang lah bersama saya, tawar nya".

__ADS_1


"terimakasih prof, saya akan kembali bersam Fatimah dengan bus atau kereta saja tolaknya lembut."


" Apa kamu tidak tau, setia kali hujan di Bursa maka halte-halte di tutup karena banjir, terlebih lagi kereta, tidak akan beroperasi apa lagi cuaca masih gerimis seperti ini jelas aras kembali."


" benarkah prof tanyaku tidak percaya".


" Benar nak, Bursa memang sering banjir bila hujan seperti ini , prof Altan meyakinkan mata beliau yg tegas namun sifat kebapaanya meluluhkan keraguan ku"


pulang lah bersama prof Aras agar kalian aman."


" Baiklah prof , aku mengakhiri kalimat ku dan menghabiskan sisa makanan ku, begitu pun Fatimah juga sudah selesai makan,


prof Altan pamit karena sudah di jemput sopir nya.


" aku berjabat tangan dan mengucap kan terimakasih kepada prof Altan, sesaat aku memeluk beliau, Masih sangat jelas hangat nya pelukan beliau yg menenangkan ku saat siang tadi di rumah beliau"


🌺🌺🌺🌺


seperti biasa aku di tawarkan Duduk di kursi depan di samping prof aras yg mengemudi, dan seperti biasa aku Selalu menolak nya ramah,.


mobil melaju membelah jalanan yg masih basah, rintik masih terlihat membasahi kaca depan mobil prof Aras, tidak ada pembicaraan di antara kami, hanya terdengar music yg di putar prof aras sepanjang perjalanan kami.


ku lirik Fatimah yg bersandar penuh pada kursi mobil dengan mata yg terpejam.


seperti nya hawa dingin dan kelelahan menghampirinya.


" Apakah kamu masih ingat lagu ini dinka?


pertanyaan prof aras menyadarkan aku dari lamunanku, mataku yg tadinya menatap keluar kaca mobil kini ku tarik, dan menatap punggung prof aras yg masih fokus mengemudi."


" Saya masih ingat prof, tapi bisakah jangan membahas hal ini lagi pintaku, dadaku tiba-tiba sesak hatiku seeakan terhimpit, mataku kembali berkaca-kaca setelah mendengar pertanyaan dari prof aras."

__ADS_1


" Saya tidak ingin membahasnya, tapi lirik lagu ini mengingat kan saya kepada kamu, saya tidak ingin membohongi perasaan saya, bahwa saya masih menyimpan perasaan kepada mu, dan ada harapan masih ingin bisa bersama mu tuturnya."


" tapi jangan membahasnya lagi prof, itu membuat perasaan saya tidak nyaman."


" saya ingin tahu, apakah perkataan mu dulu masih saya bisa pegang dinka?


apakah jika saya menjadi islam kamu mau menikah dengan ku.??


Aku tersekat mendengar penuturan nya, air mata yg sedari tadi ku tahan kini mulai mengalir membasahi pipiku, aku berkata pelan menyembunyikan isak ku agar prof aras tidak melihat kelemahan ku."


" Tentu prof, saya adalah orang yg menjunjung tinggi sebuah janji dan perkataan.lirihku sembari menepis air mata yg belum mau menyurut .".


" Terimakasih adinka, maafkan saya jika membuat mu kembali tidak nyaman dengan pertanyaan saya"


" aku terdiam,, tidak menjawab lagi .


sepertinya prof aras tau aku sedang menangis, dia menyodorkan kotak tissue ke arahku tanpa menatap ku.


aku menerimanya , sungguh lemah sekali hatiku ini ya ALLAH,, aku beristighfar dalam


jauh di dalam hatiku semua rasa berkumpul menjadi satu, rasa bahagia karena di cintai prof aras, rasa kecewa dan rasa sedih memporak-porandakan hatiku.


"Apakah kau akan ber islam prof, _ batinku.


heyy.....para readers.


sebentar lagi author akan menamatkan cerita ini,.


tapi kalian akan tetap like dan vote kan?


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2