
Malam di langit Turki begitu indah, Bintang beserta rembulan yg kala itu menambah Kilauan angkasa raya begitu membuktikan betapa mukjizat Tuhan itu ada, bahwa terjadinya siang dan malam adalah atas kuasa_NYA.
2 hari setelah pertemuan ku dengan prof Hasan degar, aku sudah bermimpi yg menurut ku sangat aneh, selama ini aku jarang sekali bermimpi , tapi setelah pertemuan itu aku merasa ada sedikit perubahan dalam hidup ku, entah apa itu tapi rasanya aku sedikit lebih tenang, semangat ku untuk belajar Islam semakin bertambah.
" Merhaba, ucap ku sambil memegang handphone yg ku letakkan di telinga ku, selama t malam, apakah benar ini Ankarian Yarem?
Aku menelpon terlebih dahalu sebelum bertemu dengan seorang mualaf ke dua dari nama yg d berikan oleh imam Mehmet.
"Merhaba,.iya benar,..saya adalah Ankarian Yarem,..siapa ini?
karena nomor tidak di kenal, ankar menanyakan indentitas penelpon tersebut.
" Maaf mengganggu anda malam-malam, perkenalkan saya adalah Prof Aras civilim, orang yg ingin bertemu dengan anda, saya mendapat recommendasi dari imam Mehmet agar bertemu dengan anda,. imbuh ku menjelaskan.
" Ohh..anda prof aras,. dosen termuda di kampus XX turki rupanya?
saya sudah mendengar kemarin imam sudah memberi tahu ,.baiklah
besok temui saya di Kampus SS Prof,.
__ADS_1
bagaimana , balasnya?
". Oke .. baiklah.
Percakapan kami berakhir, setelah menentukan dimana dan jam berapa kami bertemu. aku memutuskan untuk tidur lebih awal di kerenakan tidak terlalu banyak pekerjaan yg harus aku kerjakan.
*****
Jam 09.00 pagi aku sudah melesat menggunakan mobil pribadi ku menuju kampus SS untuk bertemu dnegan ankarian yarem, dia adalah seorang mahasiswa akhir di kampus nya, tubuh nya tinggi dan matanya sendu namun dia memiliki rahang yg tegas.dia adalah mahasiswa pintar di kampus nya,banyak informasi bahwa. dia adalah juara lomba diplomasi di kampusnya tingkat dunia,.
Tepat di halaman kampus, aku memarkirkan mobilku, setelah berkenalan singkat dengan ankarian Yarem ,kami memutuskan untuk menuju sebuah cafe di dekat kampus nya.
kami cuma berjalan kaki menuju cafe itu, karena aku memutuskan untuk meninggalkan mobil ku di kampus.
tak lupa cemilan untuk menemani kami mengobrol.
" Terimakasih sudah mau bertemu dengan saya,. ucap aras menatap mualaf itu dengan harapan semoga saja setelah bertemu dengan ankarian keyakinan nya terhadap Islam bertambah.
" Ankarian tersenyum,, nothing Prof,.
__ADS_1
saya malah senang bisa berbagi cerita dengan anda, apa lagi anda adalah orang yg di akui kejeniusan nya, mungkin saja nanti untuk Master saya akan masuk ke kampus XX agar bisa menjadi mahasiswa anda, balasnya.
Umur saya 22 tahun, maaf jika saya kurang sopan berbicara kepada anda tambahnya lagi.
" Tidak apa-apa, kamu seperti adik ku , tapi sayang sekali aku adalah anak tunggal, jawab aras ramah.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang, di bawa oleh pelayan,
sepert biasa aras memilih tempat duduk yg di pojok agar lebih leluasa untuk berbicara , walaupun cafe itu jam 9 pagi belum banyak di datangi pengunjung. Sesekali mereka berdua meminum coffe mereka sebelum memulai cerita.
" Saya masuk Islam sejak 3 tahun yg lalu, Ankar memulai cerita nya,.
Saya pergi ke Timur tengah, ingin belajar bahasa arab di sana, saya memang tertarik dengan bidang diplomasi. selain itu saya juga tertarik dengan suasana di sana .
.
.
.
__ADS_1
.
. Bersambung.