ISALAMMU ADALAH MAHARKU

ISALAMMU ADALAH MAHARKU
Light


__ADS_3

Aku sampai apartemen ku dengan tubuh lunglai tidak berdaya air mataku kembali mengalir deras bagai air terjun yang melompat dari atas gunung, ketidak berdayaanku membuat aku jatuh tersungkur di ruang tamu dengan tangan memegag dada ku yg begitu sesak, aku seperti ter iris pisau begitu sakit, sungguh perasaan apa yg sedang kurasakan ini tak dapat ku kontrol,


aku ambruk dalam posisi tengkurap,


rongga dadaku seakan-akan kehilangan oksigen untuk bernafas, hawa panas pada ruang AC yg begitu dingin membuat ku terus larut dalam kegelisahan entah apa itu, tak ku sadari mata ku terpejam, sungguh aku mengira akan mati hari ini, dan aku belum sempat mengucapkan kalimat sakral untuk memeluk agama Islam.


aku seperti ingin berteriak meminta tolong namun suaraku tercekat di tenggorokan,


Tuhan...lirih ku, izinkan aku mengenalmu sebelum aku mati.


aku berjalan di sebuah lorong yg tiada berujung, kemeja dan setelan jas dengan celana panjang yg ku pakai saat bertemu dengan prof hasan degar kini telah berganti,


aku memakai baju jubah terusan seperti yg di pakai oleh iman Mehmet, tapi warnanya putih,


aku berjalan tanpa alas kaki, tidak ada seorang pun di sana , hanya aku dan semua menjadi putih bersih.


'aku dimana??


aku meraba segala sesuatu yg ada di sana tapi tetap aku tidak kenal di mana tempat ini.


aku terus berjalan menyusuri tempat yg aku sendiri belum tau dimana.


kemudian aku melihat cahaya yg begitu menyilaukan mata ku, ada dua buah nama yg berada di antara cahaya itu, aku ingin membacanya namun silau membuat ku kesulitan, sambil ku angkat tangan ku berusaha menjangkau tulisan itu dengan mata redup ku.


ALLAH...


MUHAMMAD....

__ADS_1


ALLAH....


MUHAMMAD..


dua nama itu kemudian tersebar mengelilingi ku, tiba-tiba terdengar suara bahasa arab seperti pengingat sholat yg pernah ku dengan di mesjid agung mardin saat aku bertemu imam Mehmet untuk yg kedua kalinya.


tubuh ku bergetar hebat, aku seperti menerima panggilan Tuhan yg selama ini tidak pernah ku alami dalam hidup ku. air mataku kembali menyeruak aku menangis sejadinya saat panggilan itu begitu dekat dengan pendengaran ku.


perasaan rindu yg begitu dalam tak tau bersumber dari mana .


Temaram dari kejauhan ku lihat sosok wanita cantik wajah teduh memakai gaun putih senada dengan ku, dia membuka tangannya lebar seakan menanti kedatangan ku untuk menuju nya kesana.


tertatih aku melangkah kan kaki ku,


semakin dekat dengan wanita cantik itu dengan penutup kepala menjuntai panjang serta senyuman yg begitu damai,


Aa...Adinka, kata-kata lolos dari mulut ku yg tadinya terbungkam.


" Ayok Professor..ALLAH sudah menunggu mu di mesjidnnya, ada Muhammad utusan ALLAH yg juga sangat bahagia ketika kamu mempercayai nya .


ayooo Professor kemarilah,,


Senyuman yg begitu damai membuat ku ingin berlari menuju nya, sejenak aku terdiam langkah ku tertahan, seketika cahaya itu hilang bayangan adinka perlahan menjauh dari ku,.


aku berteriak-teriak memanggil nama adinka agar tetap di sini bersama ku.


Adinkaaaaa........teriakan ku menggema disertai air mata yg kembali merembes dari mata ku.

__ADS_1


Tubuh ku masih bergetar, mata ku mulai menggercap , perlahan ku buka


ternyata ini hanyalah sebuah mimpi


posisi ku masih tengkurap, namun mimpi ini begitu aneh, tangis ku di dalam mimpi tapi nyatanya wajah ku basah akan air mata yg masih mengalir disana.


Aku melihat jam tangan ku , menunjukkan waktu telah sore jam 4, ternyata aku tidur sangat lama,.


perlahan aku bangkit dan mendudukan tubuh ku di sofa, setelah beberapa saat ku putuskan untuk ke kamar menngganti pakaian ku,.


dan mengambil makanan,


karna aku sudah melawatkan jam makan siang ku.


Sambil menikmati makanan ku, hatiku kembali berdoa yg tidak pernah ku lakukan sepanjang hidup ku.


" Tuhan... bantulah aku untuk menemukan ke agungamu".


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung.


__ADS_2