
Hallo readers...
jangan lupa dukungan untuk author yaa, pencet tombol like karena like itu gratis gk bayar apa lagi tambah Vote ❤️🤩🤩
happy reading..
🌺🌺🌺🌺🌺
Aku masih mendengar kan cerita prof Altan, semakin dalam cerita beliau semakin membuat ku tertarik, banyak pertanyaan di kepala ku namun aku tahan ,
aku tetap fokus sambil menatap beliau yg begitu serius menceritakan kisah beliau yg menentukan bahwa agama yg paling benar adalah islam.
" sejak saat itu pertanyaan bodoh selalu menghantuiku , dan saya memutuskan berkeliling ke berbagai negara untuk mencari agama yg paling benar. Agar pertanyaan saya dapat di jawab. Lanjut nya meneruskan ceritanya."
" saya kembali berinteraksi lagi dengan islam saat saya berumur 30 tahun, salah satu aktivis Nation of Islam .
di Inggris yg saya kunjungi memberikan saya salinan surah al-maidah beserta terjemahannya. saya membawa salinan itu ke rumah dan saya teringat akan Al-Qur'an pemberian sahabat kecil saya dulu."
" saya buka lemari buku tempat saya menyimpan Al-Quran itu , telah bertahun rasanya saya tidak pernah memegangnya lagi.
saya ambil dan kemudian saya baca lembar demi lembar, Anehnya saya menemukan ketenangan saat membacanya.
ketenangan yg jiwa saya rasakan, belum Pernah saya setenang ini saat sedang membaca Alquran itu. bahkan di beberapa titik kandungan Al-Qur'an yg saya baca, saya di buat merinding bahkan menetes kan air mata .
" Prof menangis ucap ku, aku terkesiap mendengar penuturan beliau, ku tatap beliau sekilas, mata beliau berkaca-kaca, sesaat beliau melepaskan kaca mata yg menggantung di hidungnya, kemudian mengucek matanya kilas, seolah cerita dulu begitu dalam dan membekas.
" Prof,,....saya juga merasakan hal yg sama saat saya membaca Alquran ucapku di sela keterdimananya."
__ADS_1
Beliau tersenyum, menghela nafas dan kemudian kembali berbicara"
" mungkin sekarang saatnya nak , kamu harus benar-benar menyadari bahwa Al-Quran adalah pesan Allah yg diberikan kepada umat manusia untuk menjadi orang yg baik di Dunia ini. Kamu pasti sudah mendapatkan kehangatan jiwa saat berinteraksi dengan Al-Qur'an bukan?? Balasannya."
" Aku tersekat mendengar perkataan beliau, lidah ku kelu seperti tersihir dengan cerita perjalanan beliau, Dadaku sesak susah untuk berbafas, dan rasanya ingin sekali aku menangis namun ku tahan karena malu saat masih berhadapan dengan Prof sekelas Prof Altan ."
" sejak saat itu beberapa hari setelah saya membaca Alqur'an , semangat saya tumbuh mencari tahu lebih lagi tentang islam.
berkat bantuan teman-teman mualaf, saya resmi masuk islam sejak 20 tahun lalu d umur saya yg ke 30, sebuah anugerah yg tidak yg tidak bisa aku lupakan seumur hidup."
" Aku terdiam seribu bahasa mendengar cerita beliau. Ada dorongan kuat dalam diriku agar segera memeluk islam sebagai agama ku. Terimakasih prof atas cerita yg menggugah tadi, saya seperti menemukan kalian yg selama ini saya cari, ini benar-benar mencerahkan sambungku lagi,"
Beliau lagi-lagi tersenyum mendengat jawaban ku,.
beliau berjalan menuju ujung ruangan mengahadap sebuah jendela kaca,.
" Nak Aras,.. lihat lah rintik hujan dan angin yg bergumul disana. bukankah hanya ALLAH sang MAHA PENGATUR?
kalau bukan ALLAH lalu siapa ?
jika itu manusia, bisakah mereka menghentikan hujan ini sekarang dan menghidupkan mu kembali jika kamu mati nanti?
Beliau memojokkan ku dengan pertanyaan yg penuh dengan perenungan.
" Bayangkan nak, seandainya Allah mencabut nyawa mu sekarang sebelum kamu berislam apa yg akan kamu pertanggung jawabkan di hadapanNYA? saya tidak menakuti mu, namun janji Al-Quran tentang orang yg mendustakan ajaran ALLAH, sudah begitu gamblang di cerita kan di sana.
jika tidak sekarang kapan lagi??
__ADS_1
apakah sampai ort yg kamu cintai meninggalkan mu?
atau sampai tiba kematian mu?..
Perkataan prof Altan begitu memporak-porandakan jiwaku , dan aku tak bisa menjawab nya sedikit pun.
tubuhku yg tadinya berdiri kokoh di samping prof Altan tiba-tiba goyah, lemah aku terduduk lunglai di sampingnya, aku menangis sejadinya . Pikiran ku mengembara kepada ayat Al-Qur'an yg ku baca beberapa hari ini.
prof Altan menyentuh bahuku dan kemudian memeluk ku hangat seperti pelukan seorang ayah kepada anaknya. hangatnya pelut beliau menambah deras air mataku yg mengalir.
" Lirih aku berkata, saya begitu hina prof, saya mendewa kan kecerdasan saya, menyisihkan segala sesuatu yg berkaitan dengan Tuhan dan agama yg saya Anggap memasung saya.
namun saya salah prof,
" saya begit salah, karena sebenarnya ada kekuatan dahsy yg mengontrol saya, yg mengei semua tindakan saya . Aku masih sesenggukan sambil masih merutuki diriku sendiri. dan prof Altan masih menenangkan ku dengan kalimat-kalimat penguat agar aku tidak boleh mundur semangatnya untuk berislam.
🌺
🌺
🌺
**bagaimana readers???
apakah cerita nya masih menegangkan?
semoga kalian suka yaa
__ADS_1
eehh jangan lupa tinggalkan like yaaa🤩**