ISALAMMU ADALAH MAHARKU

ISALAMMU ADALAH MAHARKU
Mengutarakan 2


__ADS_3

☘️☘️☘️


"Bu...pak...."


kalau berkenan ada yg saya mau bicarakan kepada bapak dan ibu."


Arya menatap aras dengan tatapan serius juga, laki-laki yg bertitle Professor di sebuah kampus di Turki ini memang nampak sedang gugup, terlihat dari tadi dia memegang sarungnya sendiri dan dari dahinya yg sedikit berkeringat.


"Mas, jangan menatap nak aras seperti dia itu pencuri ucap Annisa kepada suaminya,


suasana yang tadinya tegang kini terlihat mencair, apa lagi tawa Dika terpingkal keras melihat kocaknya buk de nya.


"Hahahha....pak dek memang begitu buk de, sahut dika menambah suasana lucu." aras Hanya tersenyum.


"Ada apa nak aras? arya menepuk bahu aras pelan. bicaralah dengan santai anggap bapak ini bapak kamu, sebelumnya bapak mau mengucapkan terimakasih karena telah menjadi dosen tutor untuk adinka di Turki. bapak senang adinka terlihat baik2 saja di sana" wajah arya sedikit sendu karena memang dinka putri mereka semata wayang.


"Saya yg harusnya berterimakasih kepada ibu dan bapak yg telah melahirkan dan membesarkan seseorang seperti adinka." wajah aras nampak serius , sedang kan dika menjadi pendengar yg baik.


Arya sekilas meminum teh yg di buat kan Annisa.

__ADS_1


"Sebelum saya mengatakan suatu hal, saya ingin bercerita terlebih dulu pak, bu mulai aras lagi.


"silahkan nak, ucap arya."


aras membetulkan posisi duduk nya. menarik nafas dalam dan mulai bercerita.


"saya memang dulu adalah seorang atheis, saya tidak pernah mempercayai agama manapun, namun semenjak bertemu adinka dia merubah cara pandang saya, dia yg selalu lembut dan sabar menjawab semua pertanyaan saya tentang agama Islam, terkadang saya juga berucap sedikit kasar dan merendahkan agamanya, namun tak sekalipun dia marah, dia selalu menjelaskan dengan bahasa simple dan saya mudah mengerti. saya mulai tertarik kepada Islam dengan aturan-aturan nya yg mengatur kehidupan manusia.


walaupun dari adinka yg membuat saya tertarik kepada agama ini, tidak semerta-merta hanya karena adinka saya memeluk agama ini, saya hanya tertarik belum mempelajari. tapi saat saya tertarik kepada Islam hati saya sudah terlebih dahulu jatuh dan tertarik kepada Putri bapak.


Aras menarik nafas pelan, menahan rasa gugup dan desakan perasaan yg sangat ingin di keluarkan nya . Arya menatap aras dengan serius dan wajah kebapakannya yg ramah.


"sekitar empat bulan rasa ketertarikan saya kepada adinka berubah menjadi cinta, saya berkeinginan untuk memiliki nya dan menikahi nya, waktu itu liburan saya bersama tiga mahasiswa saya dan adinka bersama temannya ,kami melakukan perjalanan ke pantai untuk sekedar refreshing, saya berencana melamarnya dengan di bantu mahasiswa saya,


saya menyiapkan segala sesuatunya, dan melamarnya di dermaga di hadapan ke tiga. mahasiswa saya, namun ketika saya berharap banyak dan yakin tak ada yg bisa menolak say dengan segala kelebihan saya , adinka justru menolak mentah-mentah saya,


hati saya hancur berkeping bahkan saya melihat adinka juga menangis saat itu, dia meminta maaf kepada saya, karena tidak bisa menerima lamaran saya, karena agama kami berbeda, Adinka adalah mahasiswi saya yg saya akui kepintaran dan keunggulan nya, itu juga salah satu faktor yg membuat saya dengan mudah jatuh hati kepadanya.


namun saat itu, ada yg lebih tinggi dari apapun, yaitu ALLAH, dinka mengatas Allah di atas segalanya. dia selalu mengagungkan sang maha pencipta, bahkan saya tak berkutik saat dia mengatakan bahwa syarat untuk menjadi suaminya adalah orang yg seiman dengan nya.

__ADS_1


perkataan adinka di malam itu saya ingat sampai sekarang , bu..pak..


"Prof, jika anda ber Islam, islammu adalah mahaku" ucapnya sebelum pergi meninggalkan saya yg sudah hancur berkeping.


setelah kejadian itu, saya tiga bulan belajar tentang islam dari para mualaf di Turki.


saya ingin tahu seperti apa ALLAH yg di katakan adinka yg maha segalanya mengatur seluruh alam beserta isinya.


saya terus belajar tanpa sepengetahuan adinka, saat ini pun jujur saya belum mengatakan bahwa saya sudah berislam.


sekarang saya adalah seorang mualaf dan saya mempercayai ALLAH tuhan semesta alam dan Muhammad adalah kekasih ALLAH.


tak lupa saya juga mencintai Al-Qur'an.


Annisa tak tahan mulai menetes kan air mata, ternyata putrinya di sana merasakan kegalauan dan kegelisahan, tapi tak pernah sedikitpun bercerita kepada nya atau arya.


Lanjut...


TAPI LIKEE... LIKE..LIKE....DULUU YA ALL.

__ADS_1


🥰🥰🥰


__ADS_2