ISALAMMU ADALAH MAHARKU

ISALAMMU ADALAH MAHARKU
SHE IS MY FUTURE


__ADS_3

 


Aras sudah di tangani oleh beberapa perawat , sebelumnya kondisinya sudah di periksa dokter,


 


" Apakah anda istri nya? "


pertanyaan itu begitu mengagetkan ku,yg sejak tadi hanya diam dan sedikit melamun melihat prof Aras yg belum sadarkan diri.


" B..Bukan sus, jawabku gugup, saya adalah mahasiswa S2 dan beliau pembimbing saya. tadi saya bertemu beliau di kampus untuk berdiskusi, tetapi beliau tiba2 tidak sadarkan diri,


apakah prof aras baik-baik saja?


" oh begitu,, apakah anda bisa menghubungi keluarga pasien? untuk memberi tahu keadaan pasien , ucap salah seorang perawat . untuk kondisinya nanti akan di jelaskan oleh dokter,


Setelah memeriksa keadan aras, memeriksa cairan infus, perawat itu pamit kepada adinka untuk keluar dari kamar rawat inap itu.


Kini cuma ada adinka dan prof aras di dalam ruangan itu,


"


apa yg harus aku lakukan, aku tidak tau dimana keluarga prof aras, apa lagi nomor telponnya, aku sedikit menggerakkan jari2 ku yg terasa kaku, dan bingung harus berbuat apa, " untuk mengurangi rasa kebingungan ku, kemudian aku membaca sebuah do'a


bismillahirrahmanirrahim


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ س


ALLAHUMMA RABBAN NAAS MUDZHIBAL BA'SI ISYFI ANTASY-SYAAFII LAA SYAFIYA ILLAA ANTA SYIFAA'AN LAA YUGHAADIRU SAQOMAN.


Artinya:


“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi. ” (HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191)


Tiba2 ku lihat mata prof aras terbuka,


" Alhamdulillah prof sudah sadar, aku beranjak dari kursi yg ku duduki untuk mendekat kepadanya,


" Adinka,, lirihnya , dengan wajah yg masih sedikit pucat,


" syukurlah prof sudah bangun, aku akan segera memanggil kan dokter,


aku berbalik dan berjalan menuju pintu untuk mencari keberadaan dokter.


" Dok,, prof aras sudah bangun, bisakah anda memeriksanya ucap ku pada seorang dokter yg kebetulan melintas di dekat kamar prof aras.


" Baiklah jawabnya ramah , sambil berjalan menuju kamar Dimana prof aras di rawat,


Dokter itu seorang wanita cantik, bertubuh langsing dan tinggi berkisar 165 cm


dengan rambut lurus sebahu, dan kacamata, sangat cantik gumam ku.


" selamat pagi,, sapanya kepada prof Aras, karena jam masih menunjukkan pukul setengah 10 . nampak Prof Aras kaget dengan kedatangan dokter cantik itu.


" Apakah kau istrinya, ?


pertanyaan yg sama di ajukan dokter itu kepadaku,


" Yes..she is my future wife" jawab prof aras kepada dokter itu,


" No..i am student, saya adalah mahasiswa S2 beliau, ku jawab sambil menggeleng kan kepalaku.

__ADS_1


" Hahaahah...dokter cantik itu tertawa,


Hey Aras, kenapa kamu bisa ada di Rumah sakit? bukankah kamu seseorang yg sangat menjaga kesehatan?


Disusul dengan senyuman prof aras karena telah berhasil menggoda ku,.


aku lebih kaget lagi saat mendengar pembicaraan antara dokter dan prof aras seperti orang yg sudah kenal.


" Perkenalkan saya monica, dokter monica Casandra, dengan menjulurkan tangannya ke arah adinka,.


" saya adalah teman aras , kami bertemu di Amerika, saat saya sedang s3 di sana.


" aku menjabat tangan dokter itu, " saya adinka Wiratama,


aku memaksa kan senyuman di tengah kebingungan ku,


" Kau ini,, monic kenapa tidak pura-pura tidak mengenali ku saja, ucap aras sambil tersenyum,


" hey..kau ini menyusahkan ku saja, untung saja ada mahasiswi mu yg cantik ini yg menemani di sini,


Prof aras cuma tersenyum, dan dokter monic segera memeriksa keadaanya.


" Dia baik2 saja, mungkin karena migrain nya yg terlalu parah dan kurang istirahat, anemia nya juga ada, ucap dokter monic kepada ku,


" jadi kau akan di rawat disini untuk sementara, ucap monic kepada aras,.


" aku sudah menuliskan resep obat, untukmu.


baiklah ku tinggalkan kalian, aku masih ada beberapa pasien yg akan ku periksa.


Dokter monica pamit da meninggalkan ruangan itu, sekarang cuma ada kami berdua,


aku kembali bingung apa yg harus ku lakukan.


" orang tuaku tidak ada di dekat sini, mereka di Antalya, sekitar 4 jam dari hospital ini,


kemudian aku mencari kontak ibuku, dan meminta bantuan adinka untuk menghubungi nya. karena aku merasa masih sedkit lemah .


📞 Tuuuut.........mulai menyambung kan.


📞 merhaba evet ne oldu oğlum aradın ??


Terdengar suara perempuan yg menjawab telpon ku,


📞 merhaba,,,....this adinka student master prof Aras aydin, jawabku, maaf Bu, saya menelepon dari hospital Turki, saat ini prof aras sedang sakit, apakah Ibu ingin berbicara kepadanya?


Aku memberikan handphone itu kepada prof aras,


📞 ,,,,,............😀 _Aras


📞,,,,,...................🤨_ emak aras


📞,,,,,,,,,,,,,,,🤦_emak aras


📞..............😀😎_ aras


Apa yg dibicarakan oleh ibu dan anak ini cuma mereka ,, dan juga author yang tahu hehehehhe


" Ibu ku akan segera kesini,jadi jangan khawatir,. " kulihat ada gurat kekhawatiran di wajah teduh adinka.


" syukurlah prof, kalau begitu.

__ADS_1


" apakah kau ingin kembali ke kampus?


seperti nya kamu tidak nyaman kalau hanya berduaan dengan ku?


" maafkan saya prof, seperti nya iya, saya masih ada yg dikerjakan, aku cuma menunduk tidak berani menatapnya.


" baiklah,,


tapi bolehkah saya bertanya satu hal sebelum kamu pergi?


" silahkan prof,


" ada hal apa yg ingin kamu diskusikan dengan ku pagi tadi?


" hmm...ku beri jeda pada kalimat ku, sebelum meneruskannya,


ku beranikan untuk menatap wajah prof Aras, dan ingin membaca ekspresi nya,


" saya hanya ingin meminta maaf atas ucapan saya kemarin malam, saya harap prof aras tidak marah kepada saya,


dia menatap ku ,,tapi raut wajahnya tidak bisa ku baca.


" Tidak apa-apa dinka,, saya mengerti, dan saya tidak marah kepada mu, tapi untuk pernyataan saya barusan my future wife, bagaimana pendapat mu hemm??


" prof jangan bercanda berlebihan , lebih baik prof aras banyak istirahat agar cepat sembuh.


" Baiklah, terimakasih sudah mengantarkan saya ke hospital ucapnya dengan penuh senyuman.


" Saya permisi, pamit ku,.


 


Dia berbalik dan keluar dari ruang perawatan ku, aku masih menatap punggung nya yg perlahan hilang di balik pintu.


 


aku tersenyum, " ternyata dia juga memiliki vs perasaan yg sama denganku".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers...


jangan lupa terus dukung author ya


Dengan like, comen positif dan vote kalian itu sangat berarti,

__ADS_1


agar author terus semangat 🔥🔥🎉🎉🎉


__ADS_2