
Trisha tercengang mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Zeeko. Begitu mudahnya bagi seorang Zeeko mengatakan tentang perpisahan di depan Trisha.
"Bagaimana? Apa kau sudah tidak tahan?" Zeeko kembali bertanya pada Trisha.
"Tidak! Aku tidak akan menyerah dengan pernikahan ini. Kau tahu kan siapa aku? Aku Trisha Johanson. Dan aku bukan gadis sembarangan yang bisa kau remehkan, Tuan Zeeko Howard!" tegas Trisha dengan menatap tajam Zeeko.
Zeeko menelan ludah melihat tatapan sengit yang diperlihatkan Trisha padanya. Setelahnya Zeeko memilih pergi meninggalkan Trisha.
Zeeko meminta Max untuk tidak mengikutinya. Zeeko perlu waktu untuk sendiri. Max kini dilema karena dihadapkan dengan dua majikannya yang susah ditebak.
"Astaga! Kenapa aku harus mengalami situasi yang sulit ini?" gumam Max.
Sementara itu di dalam kamar, Trisha mengatur napas usai mengobrak-abrik kamar hotel itu. Sepertinya perangai asli Trisha mulai terlihat.
Ya, Trisha memang tak selembut yang terlihat. Trisha dibesarkan tanpa sentuhan seorang ibu. Tentu saja Trisha menjadi sosok yang sulit untuk diatur.
Namun di depan Anthony, Trisha bersikap sangat lugu dan manis. Trisha melakukan itu agar ayahnya membebaskan dirinya. Trisha tak ingin hidup dalam banyak aturan. Makanya ia membuktikan pada Anthony jika dirinya adalah gadis yang baik.
Terbukti kini Trisha bisa hidup sesuka hati tanpa harus diawasi oleh Anthony. Karena Trisha sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari ayahnya itu.
#
#
#
Ponsel Zeeko bergetar. Sebuah panggilan dari Max. Saat ini Zeeko sedang berada di klub malam. Zeeko menyendiri dan hanya ditemani sebotol wine.
"Halo, Max. Ada apa?" tanya Zeeko sambil memijat pelipisnya.
"Maaf Tuan. Aku hanya ingin memberitahu soal Nona Trisha."
"Hmm katakan saja. Apa lagi yang dia lakukan?"
"Nona Trisha menghancurkan kamar hotel kalian."
Zeeko memejamkan matanya. "Ya sudah. Kau urus saja dengan pihak hotel. Berapa biaya kerusakannya, kau bayar saja!"
"Baik, Tuan."
Zeeko memutus panggilan. Ia meneguk segelas wine ditangannya.
"Trisha... Apa lagi yang kau inginkan?"
Zeeko yang ingin menenangkan diri nyatanya tak bisa tenang setelah mendapat telepon dari Max. Zeeko memilih pergi dari klub dan kembali ke hotel.
Sesampainya di kamar hotel yang baru, Zeeko melihat Trisha sudah tertidur diatas ranjang. Zeeko menghela napas panjang.
"Andai saja kau setenang ini, Trish. Mungkin saja aku sudah jatuh padamu. Aku hanya... Terlalu takut. Kau terlalu polos untukku. Aku tidak pantas untukmu, Trish. Aku terlalu brengsek!"
Zeeko mengusap wajahnya kasar. Lalu ia menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri.
__ADS_1
Trisha membuka matanya. Sebenarnya ia tak benar-benar tidur tadi. Ia hanya ingin melihat reaksi Zeeko karena dirinya sudah menghancurkan kamar hotel yang mereka tempati.
"Tenanglah, Zee. Aku akan membuatmu menjadi pria baik. Karena sebenarnya kau adalah pria yang baik."
#
#
#
Keributan yang terjadi di klub malam miliknya membuat Madame Linda akhirnya turun tangan dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Madame Linda keluar dan melihat dua pria security di klubnya terkapar di lantai.
"Astaga, apa yang terjadi disini?" tanya Madame Linda yang masih dengan santainya menghisap rokoknya.
"Apa kau yang bernama Madame Linda?" tanya seorang gadis muda dengan tampilan tomboynya. Celana jeans robek dan kaus yang terbalut jaket kulit melekat di tubuhnya.
Madame Linda menelan ludahnya dengan susah payah. Ia mengenali siapa gadis yang sudah mengacau di klubnya ini.
"I-iya, aku Madame Linda. Ada apa?" tanya Linda mencoba tenang.
"Aku ingin bicara denganmu!" ucap gadis itu dengan dingin dan tatapan membunuh.
Madame Linda meminta gadis yang tak lain adalah Trisha untuk masuk ke dalam ruangannya. Ia memberi kode pada anak buahnya untuk membereskan kedua security yang sudah dipukul telak oleh Trisha.
Trisha duduk berhadapan dengan Madame Linda.
"Kau tahu kan siapa aku?" tanya Trisha.
"Bagus!" Trisha menyeringai. "Aku ingin minta tolong padamu!"
"Eh? Mi-minta tolong apa?"
Trisha risih dengan asap rokok yang dikebulkan oleh Madame Linda.
"Matikan dulu rokokmu! Aku tidak suka bicara sambil melihatmu merokok."
"Oh, iya iya, baiklah." Madame Linda langsung mematikan puntung rokoknya.
Trisha menyilangkan tangannya di depan dada. "Aku ingin kau menghubungiku jika suamiku pergi kemari dan memesan salah satu pelacurmu!"
Kalimat Trisha membuat Madame Linda mengerutkan kening.
"Jangan khawatir! Aku akan membayarmu mahal untuk ini!" Trisha menyodorkan sebuah cek pada Linda.
"Ah, iya Nona. Jangan khawatir. Setelah menikah, Zeeko tidak pernah bermain dengan salah satu pekerjaku."
"Ah ya? Benarkah?" Trisha merasa senang karena ternyata Zeeko berusaha berubah. Lalu yang di Birmingham kemarin? Apa karena dikuasai emosi makanya Zeeko bersikap begitu?
"Benar, Nona. Aku tidak berbohong."
Trisha manggut-manggut lalu berpamitan pada Linda. Namun sebelumnya Trisha kembali bertanya pada Linda.
__ADS_1
"Oh ya, pertemukan aku dengan wanita yang biasa menemani suamiku saat disini."
"Eh?!" Permintaan Trisha membuat Linda bingung. Haruskah ia memberitahu Trisha perihal Mellanie?
"Cepat beritahu aku!" Penekanan yang diucapkan Trisha membuat Linda tak bisa berkutik.
"Panggilkan Mellanie!" Ucap Linda melalui sambungan intercom.
Tak lama Mellanie datang ke ruangan Linda.
"Madame memanggilku? Ada apa?" Tanya Mellanie.
Trisha tak melakukan apapun dan hanya memperhatikan penampilan Mellanie dari atas sampai bawah. Sedangkan Linda sudah ketar ketir ketakutan karena was-was jika Trisha melakukan sesuatu pada Mellanie. Maklum saja, Mellanie adalah kembang di klub miliknya. Jika lecet sedikit maka hilanglah pundi-pundi uang yang didapatnya.
"Madame! Ada apa?" Tanya Mellanie lagi karena tak mendapat respon dari Linda.
"Kau yang bernama Mellanie?" Trisha mulai bersuara.
"Benar, ada apa Nona?"
Tak bisa dipungkiri jika Mellanie memang wanita yang cantik. Sayang sekali dia harus bekerja sebagai wanita penghibur.
"Berapa lama biasanya kau melayani Zeeko?"
"Zeeko? Maksudmu Tuan Zeeko Howard?"
"Hmm, benar dia. Berapa lama biasanya kalian bermain diatas ranjang?"
Madame Linda memegangi kepalanya yang terasa berdengung. Ia sudah sangat takut Trisha mengamuk lagi di klubnya. Dua orang penjaga bertubuh besar saja bisa dengan mudah dilumpuhkannya, bagaimana dengan Mellanie yang hanya wanita lemah.
"Hmm, berapa lama ya? Aku tidak menghitung. Tapi... Tuan Zeeko itu sangat kuat. Dia bisa berkali-kali bermain di atas ranjang dalam satu malam. Biasanya kami bermain sampai pagi."
Jawaban Mellanie membuat Trisha mengepalkan tangannya. Ia ingin menumpahkan segala kekesalannya pada Mellanie. Tapi ia juga sadar jika Mellanie hanyalah korban. Mellanie hanya bekerja disini.
"Baiklah, kau boleh pergi!"
Madame Linda bernapas lega karena Trisha melepaskan Mellanie. Setelahnya Trisha juga ikut pergi dari sana.
Sepeninggal Trisha, Mellanie mendatangi Linda dan bertanya.
"Madame, siapa sebenarnya gadis tadi? Kenapa dia bertanya tentang Tuan Zeeko?"
Madame Linda mendelik pada Mellanie.
"Apa kau tidak tahu siapa dia?"
Mellanie menggeleng.
"Dia adalah istri Zeeko!"
"Hah?! APA?!"
__ADS_1