Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Misi Balas Dendam


__ADS_3

Dua insan yang baru saja memadu cinta kini sedang terengah sambil mengatur napas. Ellena menjeda beberapa menit sebelum akhirnya turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.


Sedangkan Dom masih mengatur napas usai pelepasannya tadi. Ellena selalu bisa membuatnya mabuk kepayang meski mereka jarang bertemu. Dom juga turun dari ranjang dan mengambil celana panjangnya.


Dengan bertelanjang dada, Dom meraih sebatang rokok lalu menyalakannya. Dom menuju balkon kamar dan berdiri menghadap langit malam. Menurut Dom, sangat menyenangkan merokok setelah bercinta.


Namun tidak bagi Ellena. Ia tak suka dengan kebiasaan Dom yang satu ini. Ellen langsung menghampiri Dom dan merebut rokok yang ada di tangannya.


"Hentikan kebiasaanmu, Dom! Aku tidak suka kau merokok setelah kita bercinta. Itu terlihat jika kau menyepelekanku!"


Dom meradang. "Oh come on, Ellena. Ini kebiasaanku setelah bercinta. Aku hanya ingin melepas penat saja."


"Bercinta denganku tak cukup untuk melepas penatmu? Keterlaluan sekali kau, Dom!"


Ellena yang kesal akhirnya pergi meninggalkan mansion mewah Dom.


"Aargghh! Selalu saja begini! Sampai kapan kau mengerti, Ellena!"

__ADS_1


Dom meninju udara di depannya. Padahal mereka baru saja melepas rindu, tapi semua harus kacau karena Ellena selalu mempermasalahkan hal yang sama.


"Terkadang aku bertanya, apa kau benar mencintaiku, Ellena? Kau tidak seperti mencintaiku dan hanya mempermainkanku saja," gumam Dom sambil mengusap kasar wajahnya.


...***...


Ellena yang sengaja memancing keributan dengan Dom kini malah menuju ke sebuah klub malam dan bertemu dengan seseorang.


"Halo, Baby... Kau datang terlambat." Seorang pria bertato menyapa Ellena.


Dengan malas wanita itu duduk disamping si pria.


"Hahahah, jangan khawatir, Baby. Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan, asalkan kau..." Pria itu melirik kearah tubuh seksi Ellena.


"Cih, otak kepala pria isinya hanya ranjang saja! Dengar, Ernest! Aku baru saja bercinta dengan Dom dan kini kau memintaku untuk melayanimu juga? Jangan sekarang! Aku sedang malas!"


Pria bernama Ernest ini tertawa keras mendengar ocehan Ellena. "Sejak kapan kau malas bercinta, Baby. Kau bahkan bisa menggelepar semalaman saat kau tidak bersama Dom. Kasihan sekali pria itu. Dia hanya dipermainkan olehmu!"

__ADS_1


"Diam kau! Aku membutuhkan Dom di hidupku karena dia bisa menunjang masa depanku kelak. Meski aku tidak mencintainya, tapi aku senang sudah mengerjai gadis bernama Mila itu. Melihat wajah bodohnya membuatku senang!"


Ernest menggeleng pelan. "Jadi bagaimana? Kau ingin membalas Mila atau kematian saudara kembarmu?"


Ellena melotot tajam kearah Ernest. "Tentu saja kematian Ellea lebih penting dari pada gadis rendahan itu. Jadi, kau sudah dapat semua info tentang Zeeko."


Ernest melempar sebuah map di depan Ellena. Dengan cepat Ellena membuka amplop itu dan membacanya.


"Sudah kuduga! Kecelakaan yang dialami Ellea bukanlah kecelakaan biasa. Ada dalang dibalik semua ini. Apakah ini ulah Zeeko?"


Ernest menyeringai. "Belum terbukti jika pria bernama Zeeko yang melakukannya. Lagi pula, bukankah dia adalah suami saudara kembarmu? Apa iya dia membunuh istrinya sendiri?"


Ellena mengepalkan tangan. "Mungkin saja! Karena setelah dua tahun kepergian Ellea, Zeeko malah menikah dengan gadis muda bernama Trisha Johanson. Apa kau sudah dapat info tentang gadis itu?"


Ernest melempar satu berkas lagi di depan Ellena. "Jangan panggil aku Ernest jika tidak bisa melakukan pekerjaan semacam ini."


Ellena mendelik lagi dan membaca satu berkas lagi yang diberikan Ernest.

__ADS_1


"Gadis itu sedang ada di kota ini. Aku bisa mengurusnya jika kau mau."


Ellena menyeringai. "Tidak! Kali ini biarkan aku sendiri yang mengurus gadis itu!"


__ADS_2