
Tiba di rumah, Trisha memikirkan apa yang dikatakan oleh Mila tadi.
"𝘌𝘭𝘭𝘦𝘯𝘢? 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘬 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘒𝘢𝘬 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳?"
Di saat hati Trisha terus mempertanyakan siapa wanita yang dilihatnya tadi, Mercy mengejutkan Trisha dengan menepuk pundak ibu hamil itu.
"Jangan melamun, Trish!"
"Kak Mercy! Kau mengejutkanku!" Trisha mengelus dadanya.
"Ada apa? Apa ada yang kau pikirkan? Jika tentang Zeeko, kau tenang saja! Zeeko tidak akan mengkhianatimu. Dia sangat mencintaimu, Trish. Percayalah!"
Trisha tersenyum kecut. Kalau masalah perasaan Zeeko, Trisha tidak khawatir. Trisha percaya pada Zeeko. Hingga akhirnya Trisha ingat jika Mercy dan Zeeko berteman sejak SMA bersama dengan Ellea juga.
"Kak! Apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Astaga! Kau ganti mengejutkanku, Trish. Mau tanya apa? Sepertinya serius sekali."
"Hehehe, maaf. Ini tentang... Kak Ellea."
"Eh? Ellea? Ada apa dengannya?" Mercy mulai merasa aneh dengan apa yang akan dibicarakan oleh Trisha. "𝘐𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘦𝘩, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘛𝘳𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘡𝘦𝘦𝘬𝘰 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘳𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘢?"
"Kak! Kenapa melamun?" Trisha menepuk bahu Mercy.
"Eh? Ah, tidak. Aku hanya... Heran saja. Kau dan Zeeko sama-sama bicara tentang Ellea. Saat itu, saat kalian memergoki kami bicara dipagi buta. Itu... Zeeko sedang memikirkan Ellea."
"Memikirkan Ellea?"
"Iya. Zeeko bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Ellea. Apakah kau juga begitu?"
Trisha mengangguk cepat. "Iya, Kak. Apa mungkin..."
"Ellea memang kembar. Dia memiliki saudara kembar bernama Ellena."
"𝘈𝘱𝘢?! 𝘑𝘢𝘥𝘪, 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘔𝘪𝘭𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳. 𝘞𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘯𝘢. 𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘵𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪? 𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪?"
...***...
__ADS_1
Malam harinya ketika bersama dengan Zeeko. Trisha menyiapkan diri untuk bicara mengenai Ellena dengan Zeeko. Agak aneh karena tiba-tiba Ellena muncul di depan mereka. Padahal selama ini tidak ada yang tahu tentang kembaran Ellena itu.
"Zee..." panggil Trisha.
"Heemm." Zeeko hanya menjawab dengan dehaman karena masih fokus pada laptopnya.
"Zee, apa kau mengenal Ellena?"
𝘿𝙀𝙂
"Zee, apa kau tahu jika selama ini Kak Ellea memiliki saudara kembar?"
Zeeko masih bungkam. Zeeko ingin tahu kenapa Trisha membahas soal kembaran Ellea.
"Zee, aku melihat wanita yang mirip dengan Kak Ellea di rumah sakit. Dan Mila bilang, namanya Ellena. Aku tanya pada Kak Mercy, katanya itu adalah saudara kembar Kak Ellea. Apa ini tidak aneh?"
Zeeko menutup laptopnya dan menghampiri Trisha.
"Sayang, jangan berpikiran yang aneh-aneh. Mungkin hanya kebetulan saja wanita itu ada di kota ini."
Trisha nampak berpikir. "𝘉𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘡𝘦𝘦𝘬𝘰. 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘋𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘋𝘰𝘮, 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢."
Tiba-tiba Trisha memeluk Zeeko. "Aku mau tidur sambil memelukmu!" Trisha mengusakkan kepalanya di dada bidang Zeeko.
Zeeko terkekeh. "Kenapa tiba-tiba kau jadi manja?"
"Entahlah. Mungkin bawaan bayi." Trisha menghirup aroma tubuh suaminya dalam-dalam. "Peluk aku, Zee. Aku ingin kau menemaniku tidur."
Zeeko mengulas senyum melihat manjanya Trisha kepadanya.
"Baiklah, aku akan temani kau tidur."
Zeeko memposisikan diri berebah sambil memeluk Trisha.
"Apa kita hanya akan tidur, Zee..." Tangan jahil Trisha mulai menelusur dada Zeeko.
"Sayang, jangan mulai! Perutmu sudah semakin besar, kasihan anak kita."
__ADS_1
"Tapi... Anak kita mau ketemu sama Daddy-nya." Suara Trisha dibuat semanja mungkin.
"Hahaha, kau ini. Jangan memancingku, Trish."
"Aku tidak memancingmu! Aku hanya mengatakan keinginan anak kita saja!"
"Oke! Keinginan anak kita ya? Tapi, aku tidak akan melepaskan ibunya!"
Trisha tersenyum menang ketika Zeeko mulai mencium bibirnya. Zeeko tidak akan menyiakan malam ini.
"Pelan-pelan saja, Zee..."
"As you wish..."
...***...
Pagi ini Zeeko sudah bersiap untuk melakukan sesuatu, yaitu menemui Ellena dan menanyakan maksud kemunculan Ellena di depannya dan Trisha.
Berbekal informasi dari Max tentang tempat tinggal Ellena selama di Italia, Zeeko langsung mendatangi tempat itu. Tak ingin gegabah, Zeeko menunggu Ellena untuk keluar dari kamarnya.
"Tuan, apa Tuan yakin akan menemui wanita ini? Jika firasat Tuan salah, maka... Tuan akan sangat malu nantinya."
"Firasatku tidak pernah meleset, Max. Kau tenang saja! Kita akan ladeni apa maunya wanita ini!"
Setelah menunggu beberapa saat di depan lobi apartemen Ellena, akhirnya wanita cantik itu keluar dari dalam lift. Dilihat sekilas, Ellena dan Ellea memang sangat mirip. Tapi gaya berpakaian mereka sungguhlah berbeda.
Ellena selalu tampil glamor, sedang Ellea selalu tampil sederhana. Itulah yang Zeeko suka dari Ellea, gadis sederhana yang penuh dengan pesona.
Zeeko segera menghadang langkah Ellena.
"Nona Ellena Waldorf!"
Panggilan Zeeko membuat Ellena tersenyum menyeringai. "Tuan Zeeko Howard."
"Bisa kita bicara sebentar, Nona Ellena!"
Ellena menatap tajam Zeeko yang kini juga sedang menatapnya.
__ADS_1
"Baik! Mau bicara dimana?"