Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Memilih Pergi


__ADS_3

Trisha masuk ke dalam kamar dan mulai membereskan barang-barangnya. Hatinya sakit karena tuduhan yang dialamatkan Zeeko padanya.


"Memang apa salahnya aku mengenal kak Ellea? Kami hanya berteman apakah itu salah?"


Dengan air mata yang mengalir Trisha memilih untuk pergi. Setidaknya sampai Zeeko mau menyadari kesalahan dan perasaannya.


"Ternyata semuanya masih sulit, Kak. Aku tetap tidak bisa menggantikan posisi kak Ellea di hati Zeeko."


Trisha menunggu saat yang tepat untuk pergi dari rumah. Ya, bagaimana pun juga, ia tak mau lagi bicara baik-baik dengan Zeeko. Rasanya percuma saja.


Pagi-pagi sekali Trisha melangkah pergi meninggalkan rumah. Sebelumnya ia menghubungi Leon dan meminta bantuannya.


"Trish!" Panggil Leon yang tiba di ujung gang rumah Trisha.


"Leon! Kau sudah datang?" Trisha berjalan menuju mobil Leon.


"Kau yakin akan melakukan ini?" Tanya Leon sekali lagi.


"Iya, aku sudah sangat yakin. Untuk apa aku tinggal bersama pria yang masih mengenang masa lalunya." Trisha masuk ke dalam mobil.


"Penerbangan ke Belanda pukul lima pagi nanti. Ini tiketmu. Kau bawa paspormu?"


Trisha mengangguk. "Terima kasih banyak, Leon. Jika kau ada waktu, kunjungi aku disana ya!"


Leon tersenyum kecut. "Ya, setidaknya aku harus menunggu hingga suamimu tidak mencurigaiku lagi."


Trisha meringis. "Kau benar, Zeeko pasti akan mengejarmu."


Mobil Leon akhirnya melaju. Meninggalkan kenangan yang pernah Trisha dan Zeeko buat di kota ini.


"Selamat tinggal, Zee. Semoga kau bahagia dengan hidupmu dan juga kenangan masa lalumu."


"Daddy... Maafkan aku karena aku harus pergi dengan cara begini. Jika hatiku sudah tenang, aku pasti akan menghubungimu dan memintamu untuk datang ke Belanda."


"Mommy Emilia... Terima kasih atas cinta yang kau berikan padaku selama ini. Maaf jika aku tidak bisa menjadi menantu yang baik untukmu..."


"Trish! Sudah sampai!" Suara Leon membuyarkan lamunan Trisha.


"Eh? Sudah sampai ya! Kalau begitu, aku turun dulu ya, Leon. Sekali lagi terima kasih karena sudah membantuku."


Leon menghela napas. "Sebenarnya aku masih tidak setuju dengan keputusanmu ini, Trish. Tapi... Karena kau ingin menenangkan hati dan dirimu, apa boleh buat! Pergilah! Raih kebahagiaanmu yang tidak ada Zeeko disana."

__ADS_1


Trisha memeluk Leon. "Aku tidak akan pernah melupakanmu, Leon."


#


#


#


Pagi hari di rumah Zeeko,


Esme terkejut saat membuka pintu kamar Trisha saat hendak membersihkannya.


"Nona Trisha!" Pekik Esme. Ia mengira kamar itu kosong karena Trisha tidur di kamar Zeeko.


Ternyata apa yang Esme lihat adalah kebalikannya. Esme melihat lemari Trisha yang terbuka dan kosong.


"Tuan Zeeko!"


Esme segera berlari menuju kamar Zeeko. Esme mengetuk pintu. Lebih tepatnya menggedornya.


"Tuan! Ini gawat, Tuan! Nona Trisha, Tuan!"


"Astaga, Esme! Ini masih pagi dan kau sudah berteriak!"


Zeeko membuka pintu dan memberikan tatapan maut pada Esme.


"Tuan, maaf. Ini soal Nona Trisha!"


"Ada apa lagi dengannya?" Zeeko mengacak rambutnya.


"Nona Trisha hilang, Tuan."


"Apa maksudmu menghilang?" Zeeko melotot.


"Sebaiknya Tuan ikut dengan saya saja!" Esme meminta Zeeko untuk ikut dengannya ke kamar Trisha.


Tiba di kamar Trisha, kamar itu nampak sunyi dan dingin.


"Lihat, Tuan! Semua barang-barang Nona Trisha tidak ada. Sepertinya dia..."


"Sialan! Dia kabur!" Zeeko mengumpat dan menendang lemari milik Trisha.

__ADS_1


"Bagaimana ini, Tuan?" Esme ikut takut dengan reaksi yang diberikan Zeeko.


Zeeko melangkah keluar dari kamar Trisha. Ia mengambil ponsel dan menghubungi Trisha.


"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar servis area."


Zeeko makin kesal karena nomor ponsel Trisha tidak bisa dihubungi.


"Arrgghh! Kemana lagi kau, Trish?" Zeeko mengusap wajahnya kasar.


#


#


#


Zeeko menuju ke rumah Anthony untuk menanyakan keberadaan istrinya itu. Tapi sayangnya, disana ia juga tidak mendapatkan apapun.


"Jika kalian punya masalah, harusnya kalian selesaikan dengan baik-baik. Maafkan atas sikap Trisha ya Nak Zeeko."


Anthony hanya bisa meminta maaf pada Zeeko atas kelakuan putrinya itu.


Tak kehilangan akal, Zeeko juga mendatangi Leon. Benar saja, Leon adalah tertuduh utama dalam kasus menghilangnya Trisha.


Zeeko meminta Max untuk memeriksa rekaman kamera pengawas yang ada di mobil Leon.


"Hei, kau sangat tidak sopan, Bung!" Leon berontak. Namun apa daya, ia tidak bisa mencegah Max ataupun Zeeko.


Max memeriksa rekaman video kamera CCTV mobil Leon. Sebenarnya Leon panik karena takut Zeeko mengetahui jika Leon membantu Trisha.


"Tidak ada apapun, Tuan," Lapor Max.


Leon tersenyum penuh makna. Sebelumnya Leon telah mengganti rekaman video kamera pengawas miliknya dengan rekaman yang lain.


"Lihat kan? Aku tidak membantu istrimu. Jika harus melakukannya, maka akan aku lakukan sejak dulu!" Sarkas Leon.


Karena tak mendapatkan apapun di resto milik Leon, Zeeko memilih pergi dari sana. Mungkin Zeeko akan memakai jasa anak buahnya untuk mencari Trisha.


Sepeninggal Zeeko, Leon menatap kepergian Zeeko dengan senyum seringai.


"Kita lihat saja! Aku pasti akan membuat Trisha berpisah denganmu! Dan aku akan mendapatkan hati Trisha!" Tekad Leon dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2