Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Hanya Mirip?


__ADS_3

Setelah dua hari dirawat inap di rumah sakit, akhirnya Trisha diperbolehkan pulang oleh dokter. Zeeko sangat bahagia karena selama ini Trisha menjaga bayi mereka dengan baik.


"Jadi, kita akan tinggal disini untuk sementara?" tanya Trisha.


Zeeko mengangguk. "Aku harus mengurus bisnis yang dihancurkan oleh sahabatmu itu."


Trisha berdecak kesal. Jika mengingat tentang Leon, darah dalam tubuhnya langsung mendidih.


"Leon ada dimana sekarang? Kau tidak membunuhnya kan?"


Zeeko menatap lembut istrinya. "Sayang, aku tidak akan setega itu. Ya, meskipun sebenarnya aku sangat ingin. Leon sudah diserahkan ke pihak yang berwajib. Dia memiliki bisnis ilegal yang cukup merugikan negara. Mungkin dia akan dihukum berat."


Trisha mengangguk paham. "Baguslah. Semoga setelah ini dia menyadari kesalahannya."


Suara ketukan di pintu menghentikan obrolan Zeeko dan Trisha tentang Leon.


"Permisi! Apa pasien sudah siap? Ini saya bawakan kursi roda untuk membawa Nona Trisha." Perawat Mila yang kemarin dipermalukan oleh Trisha, kini berkata sopan padanya.


"Terima kasih. Dan ... Maaf ya soal kemarin." Trisha menepuk lengan Mila. Tidak kencang tapi Mila sedikit meringis kesakitan.


"Astaga! Sebenarnya siapa sih wanita ini? Tenaganya seperti pria!"


"Iya, Nona. Tidak apa. Saya juga minta maaf karena sudah membuat Anda kesal."


Zeeko membopong tubuh Trisha dan mendudukkannya di kursi roda.


"Suster, dia itu seorang guru karate. Maaf ya kalau dia menyakitimu!" bisik Zeeko hingga membuat Mila bergidik.


"Pantas saja! Dia benar-benar wanita luar biasa. Jika istrinya seperti dia, mana ada pelakor yang berani mendekati suaminya."


Mila mulai mendorong kursi roda keluar kamar. Mila banyak bertanya pada Trisha karena dirinya mengutarakan mengagumi sosok Trisha yang tangguh dan tidak mudah ditindas.


Trisha memberikan kiat-kiat khusus untuk Mila agar menjadi wanita yang tangguh dan tidak bisa dipermainkan pria. Mila hanya manggut-manggut dan mencerna dengan baik saran dari Trisha.


Tiba di lobi rumah sakit, mata Zeeko yang tadinya fokus pada gawai tiba-tiba beralih karena mendengar suara seseorang yang dikenalinya. Zeeko membulatkan mata melihat sosok yang sedang berjalan memasuki area rumah sakit. Sosok itu adalah wanita cantik tinggi semampai yang pernah Zeeko kenal. Lebih tepatnya, pernah hidup bersama dengannya.


"Tidak mungkin!"


Sekuat tenaga Zeeko mengalihkan perhatiannya dari sosok wanita cantik itu ketika Trisha memanggil namanya.

__ADS_1


"Zee! Zeeko!" panggil Trisha berulang kali.


"Eh? Ada apa?"


"Kau kenapa? Kita sudah lobi, dimana mobilmu?"


"Eh, ah iya. Aku akan menghubungi Max."


Zeeko meraih ponsel dan menghubungi asistennya itu. Sambil menelpon, mata Zeeko masih tak lepas dari sosok wanita tadi.


"Mungkin hanya mirip." Zeeko terus bergumam dalam hati.


Tak lama Max datang dengan mobil sedan hitam dan segera turun. Max membukakan pintu mobil dan mempersilakan kedua atasannya untuk masuk.


"Thanks, Max." Trisha mengulas senyum.


"Sama-sama, Nona."


Trisha berpamitan pada Mila dan bertukar nomor ponsel. Di negara ini setidaknya Trisha memiliki satu orang teman baru.


...***...


"Sayang! Syukurlah kau baik-baik saja." Ariana memeluk Trisha.


"Daddy!" Trisha beralih menatap Anthony yang juga terlihat berwajah cemas.


"Daddy pikir Daddy tidak akan bertemu lagi denganmu." Anthony memeluk Trisha.


"Jangan bicara begitu, Dad. Maafkan aku karena pergi tanpa pamit. Aku sudah berbaikan dengan Zeeko. Jadi kuharap Daddy juga mau memaafkanku."


"Tentu saja Daddy akan memaafkanmu."


"Bagaimana kandunganmu?" Ariana meminta Trisha untuk duduk terlebih dulu.


"Bayiku sangat kuat, Mom." Entah kenapa Trisha terlihat tidak membenci Ariana. Trisha malah senang bicara dengan Ariana tentang kehamilan. Trisha juga bertanya bagaimana dulu saat Trisha dalam kandungan Ariana.


"Mom, aku sangat tersiksa karena aku mengalami morning sickness." Zeeko ikut menyahut.


Gelegar tawa terdengar di ruangan itu. Anthony juga bercerita jika dulu dirinya juga mengalami hal yang sama dengan Zeeko.

__ADS_1


Di saat semua orang asyik berbagi cerita, sosok Mercy seakan tak terlihat bagi yang lain. Bahkan Zeeko hanya menatap sekilas dan tak menyapa. Bagi Zeeko tidak terjadi apapun dengan mereka di malam itu.


Karena pada kenyataannya Zeeko pulang ke rumah dengan selamat bersama Lexi. Mercy memilih pergi dari sana karena merasa tidak dianggap diantara keluarga itu.


Max yang melihat kepergian Mercy akhirnya menguntit kemana wanita itu pergi. Rupanya Mercy menuju ke taman samping mansion yang temaram.


"Kenapa kau disini?" Max berpura-pura tidak tahu apapun.


Mercy mendelik. "Kau sendiri kenapa kemari? Kau mengikuti aku kan?"


"Sudahlah, Nona. Kau jangan berharap pada Tuan Zeeko lagi. Dia hanya mencintai Nona Trisha, dan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi itu di hati Tuan Zeeko."


"Kau! Tahu apa kau soal aku?"


"Aku tahu semuanya, Nona. Bukankah aku sudah melihatnya? Se mu a nya!"


Mercy geram dengan sikap Max yang sengaja mengejeknya dan mengingatkannya pada malam panas mereka.


Di pintu utama mansion, Lexi baru saja tiba dan memasuki mansion. Langkah tegapnya ingin melaporkan perkembangan kasus Leon.


Namun ketika melintasi ruang tengah, Lexi sayup-sayup mendengar suara aneh dari arah taman samping. Lexi yang takut adanya penyusup langsung bergerak cepat.


Langkahnya terhenti ketika melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.


"Astaga! Max? Nona Mercy?"


Lexi menutup mulutnya tak percaya saat melihat Max dan Mercy sedang berciuman panas disana. Tubuh mereka yang sudah dikuasai hasrat panas membuat mereka harus mencari tempat untuk melampiaskan satu sama lain.


Max menarik tangan Mercy menuju ke sebuah kamar kosong di belakang mansion. Lexi hanya geleng-geleng kepala melihat kedua insan yang sedang dimabuk gairah itu.


"Hmm, jadi ini yang saat itu dilakukan Max bersama Nona Mercy?" Lexi hanya tersenyum karena akhirnya teman kerjanya itu memiliki pasangan juga.


...***...


Zeeko keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah rapi. Ia melihat ke arah Trisha yang sudah lebih dulu terlelap ke alam mimpi.


Zeeko ikut naik ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya. Matanya berusaha ia pejamkan, tapi bayangan sosok wanita di rumah sakit tadi malah menghantui pikirannya.


"Tidak! Tidak mungkin jika Ellea masih hidup! Pasti mereka hanya mirip saja. Ya, hanya mirip!"

__ADS_1


Zeeko memeluk tubuh Trisha agar tak lagi terbayang dengan sosok yang mirip dengan mendiang istrinya itu.


__ADS_2