
kabar mengenai tak ditemukannya Trisha dimanapun akhirnya sampai juga ditelinga Zeeko. Setelah mengurus semua masalah bisnisnya di Italia, Zeeko pun kembali ke London.
Zeeko meminta Lexi untuk menghadap dirinya di kantor. Dengan perasaan was-was, Lexi berusaha melaporkan semua yang ia temukan ketika mencari Trisha.
Zeeko hanya diam. Ia pusing harus bagaimana lagi menghadapi Trisha. Jelas-jelas Zeeko tak pernah bermain wanita semenjak menikah. Tapi Trisha masih terlalu labil dan tak percaya padanya.
Tiba-tiba saja senyum seringai merekah di bibir Zeeko.
"Aku sudah mendapatkan cara untuk membuat Trisha kembali!" seru Zeeko yang membuat Max dan Lexi saling pandang.
"Kalian keluarlah! Aku akan menghubungi seseorang!"
Zeeko menghubungi Madame Linda untuk menyusun rencana bersama wanita itu. Tentu saja rencana Zeeko mendapat penolakan dari Madame Linda.
"Zee, kau jangan gila! Kau tahu kan seperti apa istrimu? Jika dia tahu soal ini... Dia akan menghancurkan tempat ini! Kau jangan gila, Zee!" Madame Linda tidak setuju dengan ide Zeeko.
Zeeko malah terkekeh. "Kau sendiri tidak tahu siapa aku? Aku Zeeko Howard, aku akan mengganti rugi semua yang dirusak oleh Trisha nanti. Kau tenang saja."
Zeeko berusaha merayu Linda. Hingga akhirnya mereka sepakat melakukan ini dengan dibantu oleh Mellanie. Sebenarnya Mellanie tak berperan banyak, hanya namanya saja yang dijadikan umpan untuk membuat Trisha kembali.
#
#
#
Malam itu, Zeeko sudah mengetahui keberadaan Trisha. Lexi yang sempat mencurigai Leon akhirnya meminta anak buahnya untuk menguntit mobil Leon. Ternyata benar jika Trisha bersembunyi di suatu tempat dengan bantuan Leon.
Dan di dalam kamar tepi pantainya, Trisha yang sudah bersiap untuk tidur, tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi ketukan pintu kamarnya.
"Nona, ada kiriman untuk Anda."
Itua adalah suara penjaga villa. Trisha dengan enggan membuka pintu dan melihat seorang kurir membawa paperbag.
"Apa ini?" tanya Trisha.
"Saya tidak tahu, Nona. Silakan Nona buka saja sendiri! Kalau begitu, saya permisi!"
Trisha kembali menutup pintu. Ia duduk di tepi ranjang dan membuka isi paperbag itu.
"Ponsel?" Trisha bingung karena kiriman yang ia terima adalah sebuah ponsel. Ada secarik kertas juga di sana.
"Silakan aktifkan ponsel ini dan Anda akan tahu isi pesannya."
Trisha mengaktifkan ponsel itu dan... ada sebuah pesan masuk disana.
"Pesan suara?" gumam Trisha lalu memutar isi pesan itu.
__ADS_1
Tangan Trisha terkepal sempurna. Yang ia dengar adalah suara ******* pria dan wanita yang sedang berbagi peluh. Trisha mengenali suara si pria. Itu adalah suara Zeeko dan... Si wanita adalah Mellanie.
"Trish, jika kau tidak datang, maka aku akan bermain dengan Mellanie semalaman."
"Kurang ajar! Berani sekali kalian bermain di belakangku!"
Trisha mengumpat, Trisha mengutuk dan ia membanting barang-barang yang ada di sekitar.
"Zeeko Howard! Awas saja kau, hah!"
Trisha segera pergi dari villa dan meminta tolong pada penjaga villa untuk mencarikan kendaraan untuknya. Ia harus pergi ke klub Madame Linda malam ini juga.
#
#
#
Setelah dua jam yang penuh ketegangan, karena Trisha terus saja meminta supir untuk ngebut, akhirnya Trisha tiba juga di klub malam milik Madame Linda.
Langkah Trisha yang lebar dengan sorot mata tajam membuat siapapun langsung menciut nyalinya ketika melihatnya. Napasnya memburu, darahnya mendidih.
Trisha seakan siap membunuh mangsa yang sudah dinantinya sejak dua jam yang lalu.
BRUAK!
Tendangan Trisha tepat mengenai pintu yang disinyalir ada Zeeko di dalamnya bersama dengan Mellanie. Tendangan yang cukup kuat membuat pintu itu terhempas dan terlepas dari engselnya.
"Hah?!"
Trisha menganga saat melihat Zeeko yang sedang duduk bersantai dengan meminum segelas wine di tangannya.
"Zeeko! Kau!" Trisha menunjuk Zeeko dengan amarah yang memuncak.
"Ternyata mudah sekali untuk membuatmu datang, Trish," ucap Zeeko dengan santainya.
Trisha baru sadar jika dirinya hanya sedang dikerjai oleh Zeeko.
"Brengsek kau! Kau sengaja menipuku, hah?!"
Trisha berbalik badan dan pergi dari kamar itu. Di depan klub, Trisha di hadang oleh Max dan Lexi.
"Masuklah, Nona!" ucap Max tenang. Ia meminta Trisha untuk masuk ke dalam mobil.
Trisha mendengus kesal. "Kalian! Minggir atau kalian kuhajar!" ancam Trisha.
"Masuklah, Nona! Percuma saja Nona mencoba kabur lagi."
__ADS_1
Trisha tahu saat ini ia sudah terjebak. Berusaha pergi pun rasanya tak akan bisa. Dengan menghela napas kasar Trisha masuk ke dalam mobil. Dengan sigap Lexi juga masuk dan duduk di jok sebelah supir.
Sementara itu, Zeeko juga keluar dari klub dan menemui Linda.
"Kau beruntung, hanya pintumu saja yang rusak, Lind. Aku pergi dulu!" Zeeko pamit undur diri.
Max menyambut kedatangan Zeeko.
"Nona Trisha sudah masuk ke dalam mobil, Tuan."
"Baguslah! Sekarang kita juga ikut pulang!"
Zeeko masuk ke dalam mobil yang akan membawanya kembali ke rumah.
#
#
#
Tiba di rumah, Trisha langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Hatinya masih amat kesal dengan Zeeko.
Trisha merebahkan diri di ranjang empuknya dan memukul bantal juga guling yang tak bersalah.
"Dasar brengsek! Berani sekali dia menipuku! Aku sudah sangat takut tapi dia dengan gampangnya mempermainkan perasaanku!"
Bulir bening itu tiba-tiba saja mengaliri wajah putih mulusnya. Ia sangat ketakutan jika Zeeko benar-benar mengkhianatinya. Ia takut jika Zeeko mempermainkan perasaan dan pernikahan mereka.
Setelah puas menangis, Trisha akhirnya tertidur karena kelelahan. Ia memeluk guling yang ia anggap seperti memeluk Zeeko.
Keesokan paginya, Zeeko masuk ke kamar Trisha dan melihat istrinya itu masih di terlelap. Zeeko duduk di tepi ranjang.
Zeeko memperhatikan wajah ayu Trisha yang nampak lembut bak malaikat. Zeeko membenahi anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
"Maaf karena harus melakukan ini padamu. Aku hanya ingin kau kembali padaku. Itu saja! Dan tolong percayalah padaku! Aku tidak akan mengkhianati pernikahan kita."
Zeeko mengusap lembut puncak kepala Trisha. Zeeko juga mengecup puncak kepala Trisha hingga membuat Trisha membuka matanya.
"Zeeko? Apa yang kau lakukan di kamarku?" Trisha terkesiap. Ia sontak bangun dan duduk bersandar di sandaran ranjang.
"Bagaimana kau bisa masuk kesini? Seingatku semalam aku menguncinya."
Zeeko tersenyum. "Ini rumahku, tentu saja aku punya semua kunci ruangan di rumah ini. Termasuk kamarmu."
Trisha berdecih. "Ck, percuma saja aku menguncinya. Lalu untuk apa kau datang kemari? Apa kau belum puas juga mengerjaiku?"
Zeeko menatap Trisha. "Aku tidak punya maksud apapun. Apa hari ini kau akan mengajar? Jika tidak kau istirahat saja di rumah. Dan itu, aku bawakan sarapan untukmu."
__ADS_1
Zeeko mengacak pelan rambut Trisha kemudian berlalu. Trisha menatap nampan yang berisi makanan dan susu yang ada diatas nakas.
"Apa-apaan dia? Kemarin mengerjaiku dan sekarang dia bersikap baik. Apa dia salah minum obat?"