
Tiba di rumah sakit, Zeeko segera berteriak meminta perawat untuk menangani Trisha. Wajah panik dan dingin Zeeko membuat para perawat ketakutan dan langsung membawa brankar ke hadapan Zeeko.
Tubuh Trisha dibaringkan diatas brankar dan segera menuju ke ruang IGD.
"Aduh! Perutku! Perawat, apakah bayiku akan baik-baik saja?"
Pertanyaan Trisha membuat kedua perawat itu saling pandang.
"Bayi? Apa Anda sedang hamil, Nona?" tanya si perawat.
Trisha mengangguk dengan menahan sakit di perutnya.
"Dokter, cepat tangani ini!" panggil si perawat pada dokter yang berjaga.
Dokter pria itu dengan sigap memeriksa kondisi Trisha.
"Dokter Dom, ada pasien gawat yang sedang membutuhkan Anda!" Perawat lain datang dan menginterupsi.
"Baik, tunggu sebentar ya, Nona. Aku akan datang lagi!" ucap dokter pria bernama Dominique itu.
Trisha masih merintih kesakitan. Sungguh ia sangat takut jika buah hatinya bersama Zeeko sampai celaka. Dengan cepat Trisha mencengkeram tangan dokter Dom.
"Dokter! Kau harus memeriksaku lebih dulu!" ucap Trisha dengan penuh penekanan. Cengkraman tangannya makin ia eratkan di pergelangan Dokter Dom.
"Astaga! Siapa wanita ini? Tenaganya sungguh luar biasa!"
"Dokter cepat!" Perawat yang tadi kembali menginterupsi.
Dokter Dom bingung memilih siapa. Di satu sisi Trisha juga pasien, tapi di sisi lain ada pasien lebih gawat dari Trisha yang membutuhkan bantuannya.
"Dokter!" tekan Trisha.
Dokter Dom akhirnya mengalah. Ia memilih Trisha lebih dulu.
"Dokter Dom!" Perawat yang tadi masih saja menunggui Dokter Dom.
Trisha menatapnya tajam. Tangannya terulur menarik baju si perawat lalu menjambak rambutnya.
__ADS_1
"Kyaaaaa!" Teriakan si perawat membuat seisi ruang IGD jadi ricuh.
"Dasar wanita jahat! Aku sedang hamil, bodoh! Apa kau tidak tahu bagaimana penderitaanku, hah?! Jika terjadi sesuatu dengan bayiku, kalian semua akan kutuntut."
"Nona, lepaskan! Kasihan Suster Mila!" Dokter Dom ikut menengahi amarah Trisha yang tidak bisa dikontrol.
"Kyaaaaa, tolong lepaskan saya, Nona. Saya minta maaf!" Si perawat menghiba di depan Trisha.
Namun ibu hamil itu tetap bergeming dan pada mode menjambak rambut si perawat.
"Kau akan tahu akibatnya jika bermain-main denganku!"
Tak ingin membuat semua pasien di ruang IGD panik, akhirnya dokter Dom memberikan suntikan obat penenang untuk Trisha. Pastinya obat itu aman untuk wanita hamil sepertinya.
Tak lama setelahnya, tangan Trisha mulai mengendur karena efek obat sudah mulai bekerja. Mata Trisha mulai terasa berat. Hingga beberapa menit kemudian, Trisha sudah tidak sadarkan diri.
"Haaaah! Haaaah! Haaaah!" Perawat bernama Mila itu menghela napas lega setelah Trisha melepaskan tangannya dari rambut indahnya yang tadinya tersanggul tapi ke belakang. Kini penampilannya nampak berantakan.
"Kau rapikan dulu penampilanmu," ucap Dokter Dom.
Perawat Mila mengangguk dan segera pergi. Ia sangat malu karena ulah Trisha terhadapnya.
Saat perawat Mila melewati ruang tunggu, Zeeko sempat mendengar gumaman perawat itu.
"Hah?! Apa katanya? Ibu hamil bar-bar? Siapa yang dia maksud? Apakah itu Trisha?" gumam Zeeko bertanya pada dirinya sendiri.
...***...
Setelah melewati beberapa pemeriksaan, Trisha dan bayinya dinyatakan dalam kondisi baik. Kini Trisha sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP yang sudah dipesan Zeeko.
Trisha mulai membuka mata dan melihat Zeeko ada disampingnya.
"Zee...?"
"Iya, sayang. Ini aku. Bagaimana keadaanmu?" Zeeko membelai lembut puncak kepala Trisha.
"Anak kita?" Trisha menampakkan raut wajah khawatir.
__ADS_1
"Anak kita baik-baik saja."
Trisha memejamkan matanya. Rasa haru menyelimuti hatinya.
"Dia kuat seperti ibunya." Zeeko mengecup kening Trisha dengan lembut.
"Dia juga hebat seperti ayahnya," balas Trisha.
"Harusnya tadi kau tidak perlu ikut bertarung."
"Aku tidak bisa melihatmu terluka, Zee. Aku akan menyesal seumur hidup jika terjadi sesuatu padamu."
Zeeko mendelik. "Hei, harusnya aku yang berkata begitu!"
Trisha tersenyum. "Maafkan aku, Zee. Aku terlalu bodoh dengan meragukanmu."
Zeeko menggeleng. "Justru karena kau bodoh makanya kau kembali lagi padaku!" kelakar Zeeko yang membuat Trisha marah lalu mencubit perut rata Zeeko dengan kedua jarinya. Terasa sakit dan panas dirasa Zeeko.
"Aduh duh duh duh! Sakit, Trish!"
"Rasakan! Siapa suruh mengejekku!"
"Aku tidak mengejekmu! Astaga!"
Zeeko mengusap perutnya yang tampak memerah karena ulah Trisha.
"Benar apa kata perawat itu. Kau memang ibu hamil bar-bar!"
"Heh?! Apa katamu?!" Trisha kembali mendelik dan bersiap menyerang Zeeko.
Aaah, pasangan ini tak hentinya terus berdebat. Tapi itulah yang kadang mempererat hubungan antar dua manusia.
...***...
Note: Maaf kalau tidak bisa rajin Up, tapi akan diusahakan up beberapa hari sekali.
Mampir juga di "Kemilau Cinta Alzarin"
__ADS_1
Emak lagi sibuk disana soalnya, hehehe.