Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Siapa Kau Sebenarnya?


__ADS_3

Trisha tak memiliki pilihan lain selain kabur dari sana. Trisha melepas sepatu hak tingginya dan berlari sekencang yang dia bisa.


"Cepat kejar dia!" teriak seorang pria hingga beberapa pria lain berlarian mengejar Trisha.


"Ah, sial! Jumlah mereka lumayan banyak. Aku tidak akan bisa melawan mereka dengan memakai gaun malam ini. Tahu begini harusnya aku tidak memakai gaun seperti ini!" Trisha merutuki dirinya sendiri sambil terus berlari.


Sementara itu, Zeeko kembali ke hotel setelah urusan pekerjaannya selesai. Max mengantar Zeeko hingga di depan kamar hotelnya.


Zeeko mengerutkan kening saat melihat pintu kamar hotelnya tidak tertutup rapat.


"Max!" panggil Zeeko sambil melirik kearah pintu.


"Tuan, menyingkirlah dulu! Biar aku periksa dulu keadaan di dalam. Bukankah Nona Trisha ada di dalam?"


Zeeko mengangguk. Seketika hatinya merasa tak tenang karena takut terjadi sesuatu dengan Trisha. Tapi hati kecilnya juga bicara jika Trisha pasti baik-baik saja mengingat kelihaian gadis itu dalam berkelahi.


Max kembali keluar kamar dengan wajah panik.


"Tuan, Nona Trisha tidak ada didalam!" seru Max.


Zeeko hanya diam. Dalam hatinya masih menimang-nimang apakah Trisha memang sengaja mengerjainya atau memang terjadi sesuatu dengannya.


"Cepat cek rekaman kamera pengawas hotel!" putus Zeeko kemudian.


Max segera berjalan cepat menuju ke kontrol room diikuti Zeeko. Mereka meminta memeriksa video rekaman setelah Zeeko pergi meninggalkan hotel.


"Tuan!" Max menunjuk ke arah layar dimana Trisha juga ikut keluar dan mengikuti mobil Zeeko.


"Sial! Jadi gadis itu mengikutiku? Apa dia melihat semuanya tadi?"


"Tuan, apa yang harus kulakukan?"


Zeeko menatap tajam Max. "Kau tidak perlu bertanya, Max. Kau tahu apa yang harus kau lakukan!" ucap Zeeko dengan penuh penekanan.


Max pamit undur diri dan menghubungi beberapa orang. Zeeko ikut keluar dari ruangan itu dan meminta kunci mobil pada supirnya.


"Tuan, Anda mau kemana?" tanya Max.


"Kita berpencar, Max. Aku akan mencarinya juga!" Zeeko berlalu dari hadapan Max.


Max juga langsung bergerak untuk kembali ke gudang tua dimana tadi transaksi jual beli terjadi.


Di sisi Trisha, ia mulai kelelahan karena terus berlari menghindari kejaran pria-pria berpakaian serba hitam. Trisha memilih berhenti sejenak.


"Haaah haaahh, siapa sebenarnya mereka? Apa mereka akan membunuhku jika sampai menemukanku?" Trisha mengatur napasnya.


Trisha mendengar derap langkah kaki yang mulai mendekat.

__ADS_1


"Ah, sialan! Kenapa lari mereka cepat sekali sih? Sekarang aku harus bagaimana?" Trisha memutar otaknya.


"Oke, sepertinya aku harus melawan mereka semua." Trisha sudah bertekad dalam hati untuk melawan pria-pria yang mengejarnya tadi.


Trisha memutar tubuhnya dan memasang kuda-kuda.


"Hyaaaa!" Trisha melayangkan tendangan pada sosok yang berdiri di depannya.


Namun ternyata dengan cepat sosok itu menghalau tendangan Trisha.


"Zeeko?!" pekik Trisha.


"Apa yang kau lakukan? Kau ingin menghajar suamimu sendiri hah?!" kesal Zeeko.


"Kau! Bagaimana bisa kau menemukanku?"


Sebenarnya Zeeko tak sengaja melihat Trisha yang berlarian karena dikejar beberapa pria. Zeeko turun dari mobil dan menghampiri Trisha. Tak disangkan respon Trisha sangatlah bagus. Trisha selalu bersikap waspada dan mengandalkan kekuatannya meski dalam kondisi terdesak sekalipun.


"Jangan berisik! Orang-orang itu masih mengejarmu!" Zeeko membungkam mulut Trisha dan bersembunyi ke semak-semak yang gelap.


Jantung Trisha berdegup tak beraturan karena begitu dekat dengan Zeeko. Bahkan dirinya bisa merasakan hembusan napas Zeeko menerpa wajahnya.


"Apa?!" tanya Zeeko melotot karena Trisha terus menatapnya.


Trisha menggeleng. Ia memilih diam dan menikmati momen ini. Ya meskipun keadaan juga sedang genting.


Zeeko dan Trisha bernapas lega karena orang-orang itu sudah pergi.


"Haaaah! Syukurlah mereka sudah pergi." Trisha keluar dari semak-semak.


Zeeko mengikuti Trisha dan nampak kesal pada gadis itu.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kenapa keluar dari hotel?" tanya Zeeko geram.


Trisha tak mau kalah dengan Zeeko. Trisha juga berkacak pinggang menatap Zeeko.


"Sebenarnya kau ini siapa? Kau melakukan transaksi jual beli senjata ilegal, hah?! Apa kau tidak tahu, itu melanggar hukum! Kau bisa dihukum kalau ketahuan!"


Zeeko menyeringai. "Mana ada yang berani menghukumku! Kau tidak tahu siapa aku! Jadi jangan ikut campur urusanku!"


Zeeko berjalan santai meninggalkan Trisha.


"Cepatlah! Aku sudah lelah ingin segera istirahat."


Karena tak ada pilihan lain, akhirnya Trisha mengikuti langkah Zeeko menuju ke mobilnya.


...****************...

__ADS_1


Tiba di kamar hotel, Zeeko melepas setelan jasnya dan hanya tidur menggunakan celana boxernya saja tanpa memakai atasan. Trisha melongo melihat tubuh atletis terpampang nyata di depannya.


"Kau mau berdiri disana terus? Ya sudah, aku mau tidur dulu!"


Tanpa berlama-lama lagi Zeeko segera memejamkan matanya. Setelahnya Trisha membersihkan diri terlebih dulu sebelum menuju ke tempat tidur.


Keesokan harinya, Trisha terbangun lebih dulu. Ia menggeliatkan tubuhnya dan melirik kearah samping. Zeeko masih terlelap dengan tenangnya.


Trisha memiringkan tubuhnya agar bisa menatap suaminya lebih dekat.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau penuh dengan misteri?" gumam Trisha dalam hati.


"Sepertinya bukan aku yang jatuh cinta lebih dulu tapi kau!" Zeeko membuka mata dan membuat Trisha terkejut.


"Kau? Kau sudah bangun? Ck, dasar menyebalkan! Kau sengaja ingin mengejekku ya?" Trisha bangkit dari ranjang namun dicekal oleh Zeeko.


"Aw! Apa yang kau lakukan?"


Zeeko memeluk Trisha dari belakang. "Kenapa kau memberikan syarat yang berat, Trish? Jika aku tidak bisa menahannya, lalu bagaimana?"


Trisha membulatkan mata.


"Kau sendiri tahu seperti apa sepak terjangku sebagai pria. Kau harusnya takut jika saja aku melanggar kesepakatan kita."


Zeeko menciumi lekuk leher Trisha. Tangannya pun mulai menyusup masuk ke piyama Trisha.


"Jangan macam-macam, Zee! Atau kau akan menerima akibatnya!"


Trisha berontak dan menepis tangan Zeeko. Trisha ingin mengulangi kejadian lampau dengan memutar tubuh Zeeko agar berada dibawahnya dan memelintir tangannya.


Namun keadaan berbanding terbalik. Trisha malah terjerembab dan berada di bawah tubuh Zeeko.


"Zeeko! Lepaskan!"


Zeeko mengunci pergerakan tubuh Trisha. Tangannya ia kunci diatas kepala. Dan kaki Trisha ia kunci dengan kakinya.


"Zeeko!" ronta Trisha.


"Jangan membangunkan singa jantan yang tertidur, Trish." Pergerakan yang dilakukan Trisha membut sesuatu yang lama berada dalam kandang, menyeruak meminta keluar.


"Berikan hakku, Trish!" Zeeko mencumbu leher Trisha dan memberikan jejak disana.


"Tidak! Sebelum kau katakan siapa dirimu yang sebenarnya! Apa pekerjaan yang kau lakukan semalam?" Trisha memejamkan mata menikmati sentuhan Zeeko. Ingin menolak pun tidak akan mampu.


"Kau akan mengetahuinya sendiri nanti!" Zeeko mulai menautkan bibirnya dengan bibir Trisha.


"Bibirmu manis, Trish. Dan aku suka wangimu!" Zeeko melanjutkan aksinya.

__ADS_1


"Oh ya Tuhan! Aku bisa gila! Zeeko, tolong hentikan!" batin Trisha menjerit ketika sentuhan Zeeko begitu membuatnya melayang.


__ADS_2