Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Kedatangan Ariana


__ADS_3

Zeeko berangkat ke kantornya meski sedikit terlambat. Selama perjalanan menuju kantor, Max sesekali melirik kearah bosnya itu.


Ada yang berbeda yang Max lihat dalam diri Zeeko. Wajahnya terlihat lebih berseri. Meski Zeeko tak menunjukkannya dan tetap bersikap dingin pada Max dan sekarang malah sibuk dengan tab-nya berusaha untuk bekerja.


Ya, Zeeko berusaha berkonsentrasi pada pekerjaan, tapi sepertinya tidak bisa. Bayangan percintaan semalam dengan Trisha masih mengganggu pikirannya.


Suara desah Trisha yang amat ia sukai terus terngiang di telinganya. Apalagi Trisha menyerahkan hal berharga miliknya untuk Zeeko. Membuat pria itu merasa menang seakan mendapat piala kejuaraan.


"Tuan, sudah sampai!"


Suara Max membuat Zeeko tersadar.


"Astaga! Zee, apa yang kau lakukan? Kau harusnya bekerja, bukan malah memikirkan Trisha terus menerus. Sial! Gadis itu benar-benar membuatku gila!" Batin Zeeko berusaha menutupi lamunannya.


Zeeko keluar dari mobil dan berjalan menuju ruangannya.


"Bacakan agendaku hari ini, Sarah!" perintahnya pada Sarah, si sekretaris.


"Baik, Tuan. Hari ini Tuan ada rapat dengan... Bla bla bla..." Sarah bicara panjang lebar di depan Zeeko.


Pria itu hanya manggut-manggut. Setelah selesai, Sarah keluar dari ruangan Zeeko. Sarah berpapasan dengan Max yang masuk ke dalam ruangan.


Mata Max membola saat melihat penampilan Sarah yang kini tertutup. Biasanya gadis itu berpenampilan sedikit terbuka, tapi kali ini berbeda.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia berbeda?" Batin Max.


Max tidak ingin mencampuri urusan rekan kerjanya dan memilih untuk profesional dalam bekerja.


"Tuan, berkas rapat sudah siap. Mari kita berangkat!" Ucap Max menghadap Zeeko.


"Ya, mari!" Zeeko beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah Max.


#


#


#


Trisha tetap mengajar kelas karate di sekolah. Meski rasa nyaman masih menjalari tubuhnya yang seakan remuk karena ulah Zeeko semalam.


"Astaga! Kalau tahu begini, sebaiknya aku tidak memancing Zeeko. Dia benar-benar kuat di atas ranjang," Batin Trisha meringis.


"Miss Trisha!" Panggilan salah seorang muridnya membuat Trisha tersadar.


"Eh? Iya? Ada apa?"


"Hari ini power Anda terlihat kurang, Miss? Apa ada sesuatu?"


"Eh? Apakah begitu? Maaf ya, mungkin aku hanya kelelahan saja. Aku kurang minum vitamin!" Alasan Trisha yang membuat bocah bernama Joy itu mengerti.


Kelas telah usai, Trisha berniat kembali ke rumah saja dan beristirahat. Namun tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari sang ayah.


"Halo, Dad!"


"Sayang, kelasmu sudah selesai?"

__ADS_1


"Sudah, Dad."


"Datanglah ke rumah!"


"Daddy sudah pulang? Baiklah, aku akan segera kesana."


Panggilan berakhir. Trisha melajukan mobilnya keluar area sekolah lalu menuju ke rumah sang ayah.


Tiba di rumah, Anthony menyambut kedatangan putri semata wayangnya.


"Duduklah, Nak!"


Anthony terlihat serius. Wajahnya menyiratkan ingin mengatakan sesuatu yang penting pada Trisha.


"Ada apa, Dad? Apa terjadi sesuatu dengan perusahaan?"


Anthony menggeleng. "Bukan, Nak. Tapi..."


Anthony menghela napas terlebih dulu. Ia tak ingin Trisha terkejut dengan apa yang akan disampaikannya.


"Ibumu datang menemuiku."


DEG


Darah Trisha mendidih karena mendengar nama ibunya disebut.


"Mau apa wanita itu datang menemui Daddy?"


Anthony menggenggam tangan Trisha. "Dia ingin bertemu denganmu!"


"Tidak! Dia sudah membuang kita, Dad! Untuk apa dia kembali? Apa dia ingin menunjukkan pada kita betapa bahagianya dia dengan hidupnya yang baru? Apa dia sudah menemukan suami kaya yang baru?"


Anthony menggeleng. "Tidak bisakah kau memaafkan ibumu, Nak?"


"Apa Daddy sudah memaafkan dia? Wanita yang sudah meninggalkan Daddy dan aku dalam keterpurukan!"


Anthony memejamkan mata. "Untuk apa menyimpan dendam, Nak? Tidak ada gunanya. Daddy sudah menjalani hidup ini dengan baik, jadi Daddy tidak perlu menyimpan dendam kepadanya. Kau juga harus begitu, Nak!"


Trisha kadang berpikir, terbuat dari apa hati ayahnya ini. Ditinggal dan dicampakkan oleh Ariana, tapi masih saja bisa memaafkan.


"Kau harus hidup untuk masa depan, bukan untuk masa lalu. Datanglah ke rumah ibumu. Dia mengundangmu dan Zeeko untuk makan malam di rumahnya."


Anthony berusaha membujuk Trisha agar mau menemui ibunya dan berdamai. Sudah cukup belasan tahun mereka terpisah dan saling membenci. Ariana ingin berdamai dengan putrinya.


#


#


#


Pulang ke rumah, Trisha dikejutkan dengan kehadiran Zeeko.


"Kau sudah pulang?"


"Hmm," Jawab Zeeko datar.

__ADS_1


Trisha melewati tubuh Zeeko yang duduk di sofa ruang keluarga. Trisha tak punya semangat kali ini.


"Trish!"


Panggilan Zeeko membuat Trisha menoleh.


"Daddy Thony menghubungiku. Dia bilang kita dapat undangan dari Mommy Ariana. Kau mau datang kan?"


Pertanyaan Zeeko membuat Trisha menyipitkan mata.


"Kau bertanya padaku? Tentu saja tidak! Aku sudah bilang pada Daddy aku tidak akan menemui wanita itu lagi!"


Trisha melenggang pergi menuju kamarnya. Ya, kamarnya sendiri. Bukan kamar yang sudah merenggut kesuciannya.


"Trish!"


Tak disangka ternyata Zeeko mengekori Trisha dan mencekal lengannya.


"Kita harus pergi! Apapun yang kau alami bertahun lalu, kau sudah melewatinya. Jadi... Apa susahnya untuk berdamai?"


Trisha tak paham kenapa Zeeko membujuknya. Tapi, Trisha tidak akan bisa menolak karena keinginan Zeeko adalah sebuah keharusan.


#


#


#


Pukul delapan malam, Zeeko dan Trisha tiba di sebuah mansion mewah milik suami Ariana. Setelah bercerai dengan Anthony, Ariana sempat menjalin hubungan dengan beberapa pria.


Sebenarnya dulu Ariana hanya kurang kasih sayang karena Anthony sibuk bekerja. Dengan alasan itu, Ariana berselingkuh dengan kawan lamanya dan membuat rumah tangganya berantakan.


Setelahnya Ariana meninggalkan London, dan baru kembali beberapa bulan ini karena ingin memperbaiki hubungannya dengan Trisha. Putri satu-satunya buah cintanya dengan Anthony.


"Selamat datang!" Sambutan Ariana begitu hangat dan ramah.


Ariana menikah dengan pengusaha sukses berdarah Latin bernama Tom Sanchez. Ariana membeli rumah di London agar bisa dekat kembali dengan putrinya. Kebetulan Tom juga memiliki satu orang putri yang usianya 6 tahun diatas Trisha.


"Putriku! Kau sudah dewasa, Nak!" Ariana memeluk Trisha.


Ada keengganan dalam diri Trisha ketika bersentuhan dengan wanita yang sudah melahirkannya itu. Namun lagi-lagi tatapan Zeeko padanya membuat Trisha tak bisa berkutik. Sebegitu besarnya pengaruh Zeeko dalam hidup Trisha sekarang.


"Kau pasti Zeeko!" Ariana menyalami Zeeko.


"Iya, Mom. Salam kenal!" Zeeko bersikap ramah terhadap orang yang lebih tua. Begitulah Zeeko, pandai menutupi sifat asli dirinya.


"Ayo masuk, Daddy Tom dan kakakmu sudah menunggu!" Ariana menggamit lengan Trisha.


"Kakak? Sejak kapan aku punya kakak? Mengarang saja!" Batin Trisha kesal.


Tiba di sebuah ruang keluarga, kehadiran mereka disambut oleh pria paruh baya dan seorang gadis cantik tinggi semampai dengan riasan yang terlihat menor di mata Trisha. Maklum saja, Trisha memang tidak pandai berdandan.


"Zeeko! Jadi benar ini kau?"


Trisha mendelik ketika tahu jika kakak tirinya ini mengenal suaminya.

__ADS_1


__ADS_2