Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Saudara Kembar?


__ADS_3

Dokter Dom keluar dari rumah sakit bersama dengan sosok wanita yang sangat dicintainya. Dengan mesra dokter Dom merangkul sang kekasih yang sudah menemaninya dua tahun terakhir.


"Aku pikir kau masih di Paris, sayang. Ternyata kau sudah kembali." Dokter Dom mengecup singkat pipi sang kekasih.


"Hmm, aku sengaja ingin memberikanmu kejutan, Baby. Bagaimana pekerjaanmu? Kau sepertinya sangat lelah. Kah harusnya tidak perlu bekerja keras seperti ini jika rumah sakit ini milik keluargamu."


Dokter Dom tertawa. "Kau tahu kan aku tidak suka berdiam diri di rumah dan hanya bersantai saja. Aku adalah seorang dokter, tentu saja aku harus mengabdi pada pasienku."


Wanita cantik itu memutar bola matanya malas.


"Ellena, berapa lama kau tinggal di Italia?"


Kini mereka telah tiba di parkiran khusus karyawan rumah sakit dan dokter.


"Hmm, entahlah. Tergantung apakah pekerjaanku disini banyak atau tidak. Memangnya kenapa sayang?" Ellena melingkarkan tangannya ke leher Dom.


"Kau selalu meninggalkanku sendiri. Terkadang aku berpikir, apakah kau benar mencintaiku atau tidak."


"Dominique! Tentu saja aku mencintaimu. Bahkan malam ini aku siap menghabiskan waktu bersamamu!" bisik Ellena dengan suara sensual sambil menatap sosok gadis yang sedang menatap mereka.


Dari kejauhan Mila melihat kemesraan antara Dom dan Ellena. Mila memalingkan wajah ketika Ellena dan Dom mulai berciuman.


Hati Mila merasa sakit karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Sekuat tenaga Mila berusaha untuk tidak terpengaruh pada pemandangan panas yang ada di depannya.


Mila tahu jika Ellena sengaja melakukannya. Mila dan Ellena adalah teman satu sekolah saat SMA. Ellena berhasil menjadi model terkenal, sedang dirinya berakhir menjadi perawat di rumah sakit Dominique karena rasa cinta yang ia miliki untuk pria itu.


"Hahh! Nasibku memang buruk! Aku tak secantik Ellena. Jadi, jangan harap aku bisa mendapatkan cinta dokter Dom."


Mila memilih pergi menaiki motor maticnya yang terparkir tak jauh dari mobil Dom. Sementara Ellena tersenyum puas setelah menunjukkan pada Mila jika Dom hanyalah miliknya.


"Sayang... Kita lanjutkan di mansionmu saja!" ajak Ellena.


Dom menyetujui ajakan Ellena. Tentu saja pria itu sudah tidak tahan untuk menghabiskan malam bersama kekasihnya itu.

__ADS_1


Dom adalah seorang duda tanpa anak. Ia bercerai dengan istrinya dan hingga kini ia belum menikah lagi. Bertemu dengan Ellena dan menjalin kasih adalah hal tak terduga bagi Dom. Inginnya ia segera memperistri Ellena, tapi karena Ellena seorang model terkenal, akhirnya Dom mengalah karena Ellena masih ingin mengejar karirnya.


...***...


Dua orang yang baru saja menuju puncak nirwana, kini sedang mengatur napasnya yang tadi sempat tak terkontrol. Permainan mereka kali ini cukup brutal karena mereka sama-sama dalam kondisi sadar.


"Kau selalu hebat, Max. Terima kasih." Mercy menyelimuti tubuh polosnya dengan selimut.


"Hanya itu saja?" Max tersenyum getir.


"Memangnya mau apa lagi? Kita melakukan ini dalam keadaan sadar. Dan tidak ada cinta diantara kita. Kita hanya... Sebatas ini saja." Ada nada keraguan dalam suara Mercy.


"Kau yakin hanya akan menganggapku sebagai partner diatas ranjangmu saja?"


"Me-memangnya apa lagi? Kau hanya pria rendahan! Dan aku seorang Nona. Mana mungkin aku memilih pria sepertimu sebagai suamiku?"


Max merasa sudah tidak bisa lagi berada di dekat wanita ini. Nyatanya dirinya hanya dijadikan pria pemuas hasratnya saja.


"Baiklah, Nona. Kalau begitu jangan pernah menyesal jika aku tidak bisa melakukannya lagi denganmu! Aku permisi!" Dengan cepat Max memakai kembali pakaiannya lalu keluar dari kamar di bagian belakang mansion itu.


...***...


Zeeko terbangun lebih awal karena tak bisa lelap memejamkan matanya.


"Sial! Ini semua gara-gara wanita itu! Kenapa dia sangat mirip dengan Ellea? Tidak mungkin kan itu Ellea? Aku sendiri yang mengubur jasadnya di dalam peti. Ellea tidak mungkin masih hidup. Tapi... Siapa wanita itu?"


"Zeeko!"


Tubuh Zeeko berjingkat kaget karena ada yang menepuk bahunya.


"Astaga! Mercy! Apa yang kau lakukan? Kau mengagetkanku saja!"


Mercy malah tertawa. "Ini masih jam 4 pagi, Zee. Kenapa kau sudah bangun?"

__ADS_1


Zeeko menghela napas kasar. "Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak bisa tidur. Kau sendiri? Kau dari mana?"


Mercy gelagapan mendengar pertanyaan Zeeko. Tidak mungkin Mercy bilang jika dirinya baru saja menghabiskan waktu dengan asisten Zeeko.


"Umm, aku juga sama denganmu. Aku tidak bisa tidur, hahahah." Suara tawa Mercy terdengar sumbang.


Zeeko malas meladeni Mercy. Ia ingin mengusir Mercy pergi. Namun... Sekilas ingatan masa lalu Zeeko tertuju pada Ellea dan Mercy.


"Mercy! Aku ingin bertanya padamu! Tolong dijawab ya!" Zeeko berusaha merayu Mercy.


"Ada apa? Sepertinya masalah serius." Mercy mulai memasang mode serius. Ia sangat paham jika Zeeko tidak suka jika dirinya akan bicara serius tapi orang yang diajak bicara malah mengira sebagai candaan.


"Apa mungkin jika Ellea masih hidup?"


"Eh?!" Mercy syok dan kaget. "Memangnya kenapa Zee? Apa kau melihat seseorang yang mirip dengan Ellea?"


"Heh?! Bagaimana kau tahu?"


"Ck! Zee! Aku tahu banyak tentangmu. Jadi benar? Kau melihat Ellea?"


Zeeko mengangguk. "Iya. Di rumah sakit."


Mercy nampak berpikir keras untuk memikirkan sebuah jalan keluar. Hingga akhirnya...


"Itu pasti Ellena, Zee. Dia adalah saudara kembar Ellea."


"Apa?! Saudara kembar?" Zeeko melongo.


"Iya. Aku ingat dulu Ellea pernah bercerita soal kembarannya. Tapi mereka hidup terpisah karena orang tua mereka bercerai."


"Ja-jadi... Bisa saja yang kulihat adalah saudara kembar Ellea?"


Mercy mengangguk. "Bisa jadi, Zee. Dilihat dari raut keterkejutanmu... Aku yakin jika wanita itu sangat mirip dengan Ellea."

__ADS_1


Zeeko mengangguk. "Iya. Mereka sangat mirip."


"Sedang apa kalian disini?!" Suara dari arah belakang mereka membuat keduanya menoleh bersama.


__ADS_2