
Zeeko amat murka ketika tahu jika Trisha berada di tangan Leon. Zeeko menyiapkan anak buah terbaik untuk misi pembebasan Trisha.
Baru saja Zeeko mendapat sebuah pesan masuk di ponselnya. Zeeko menggeram kesal karena di dalam pesan itu terdapat sebuah foto Trisha dalam kondisi tak sadarkan diri dengan tangan dan kaki yang terikat. Ditambah lagi mulut Trisha juga dibekap dengan lakban hingga tak bisa berteriak ataupun bicara.
"Kurang ajar kau, Leon. Lihat saja akibatnya karena sudah berani bermain-main denganku!" Zeeko mengeratkan kepalan tangannya. Ia harus membawa pulang Trisha hari ini juga. Begitulah tekad Zeeko hari ini.
"Max! Lexi! Siapkan anak buah terbaikmu! Kita akan kepung markas si brengsek Leon ini!" Perintah Zeeko.
"Baik, Tuan!" Jawab Max dan Lexi bersamaan.
***
Derap langkah kaki memasuki sebuah gudang tua di pinggiran kota Sisilia membuat orang-orang yang ada di dalamnya sudah siap siaga untuk memakai senjata yang ada di tangan mereka.
"Jangan bergerak sebelum aku memerintah!" Ucap Leon pada semua anak buahnya.
Hari ini Leon ingin bernegosiasi dengan Zeeko. Leon ingin tahu manakah yang akan Zeeko pilih. Bisnisnya? Atau istrinya?
Sepertinya Leon tertarik untuk mengulur waktu kali ini. Leon ingin Trisha terbangun dan melihat seperti apa pecundanganya seorang Zeeko.
Leon menyiram segelas air ke wajah Trisha. Sontak saja perbuatan Leon membuat Trisha tersadar. Leon juga melepas lakban yang membekap bibir Trisha.
"Kau! Lepaskan aku! Dasar brengsek! Aku tidak mengira kau sejahat ini, Leon! Kau pengecut! Kau bermain dari belakang! Sumpah demi apapun aku akan menghabisimu, Leon!"
Trisha meronta diatas kursi yang didudukinya. Sumpah serapah ia layangkan pada sahabatnya itu. Lebih tepatnya, mantan sahabat.
Ketika Trisha berusaha melepaskan diri dari jerat tali yang mengikat tubuhnya, rombongan Zeeko dan anak buahnya memasuki gudang tua itu.
"Zee!" teriak Trisha memanggil nama suaminya.
"Trisha! Brengsek kau, Leon! Cepat lepaskan istriku!" balas Zeeko dengan berteriak juga.
Leon menghentikan langkah Zeeko dengan mengarahkan sebuah pistol ke kepala Trisha.
__ADS_1
"Berhenti disitu atau dia akan mati!" ucap Leon datar namun penuh penekanan.
Trisha bergeming merasakan pistol yang menempel di pelipisnya. Trisha memejamkan mata dan merapal doa dalam hati. Semoga saja Zeeko bisa menyelamatkannya.
Zeeko berdecak kesal dengan ulah Leon yang seakan ingin mengujinya lebih dulu.
"Apa maumu?!"
Pertanyaan itulah yang ditunggu oleh Leon sejak tadi.
"Mudah saja, kau pilih salah satu. Serahkan semua bisnis dunia bawahmu atau kau pilih istrimu!"
Pilihan yang diajukan Leon membuat Zeeko mengepalkan tangan. Tentu saja Zeeko tidak bisa memilih salah satunya. Karena ia ingin memilih keduanya.
"Baiklah, jika kau memang ingin bermain. Aku akan meladenimu!"
Zeeko memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang. Begitu anak buah Zeeko menyerbu, Trisha yang duduk di kursi menyundul dada Leon dengan kepalanya hingga kursi yang didudukinya terjatuh. Leon tersungkur dan pistol di tangannya terlepas.
"Trish!" Zeeko segera menghampiri Trisha dan membantu melepaskan tali yang mengikat Trisha.
Trisha mengangguk. "Zee, aku..."
"Bicaranya nanti saja. Kita habisi dulu si keparat ini beserta anak buahnya!" Zeeko segera menarik tubuh Leon yang tersungkur itu.
"Bangun kau! Ayo kita bertarung satu lawan satu!" ucap Zeeko.
Trisha yang tak bisa tinggal diam akhirnya ikut membantu anak buah Zeeko dan berkelahi dengan anak buah Leon.
"Nona Trisha!" seru Max ikut khawatir dengan kondisi Trisha yang sedang hamil.
"Kau tenang saja, Max. Aku bisa atasi ini. Hiyaaaa!"
Trisha menendang, memukul dan membanting para pria yang kemarin sudah berani menyekapnya disini.
__ADS_1
"Rasakan kalian semua!"
Zeeko yang sudah berhasil mengatasi Leon kini beralih mencari sosok Trisha. Sungguh Zeeko tak percaya jika istrinya kini sedang dikeroyok oleh beberapa pria.
"Lexi, kau urus badjingan ini!" Zeeko menyerahkan tubuh Leon pada Lexi.
Zeeko berlari menghampiri Trisha yang sedang kepayahan melawan tiga pria sekaligus.
"Kau jangan gila, Trish! Kau sedang hamil!" seru Zeeko memperingati.
"Aku tahu! Kau jangan khawatir! Aku bisa atasi ini!"
Trisha kembali maju dan menggunakan segenap tenaganya untuk bisa menang. Zeeko hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat Trisha bertarung.
"Kau memang istriku yang bar-bar, Trish. Bagaimana bisa aku tidak mencintaimu? Kau sudah mengubah duniaku!"
"Trisha! Aku mencintaimu!"
Trisha menoleh saat dengan lantangnya Zeeko mengutarakan perasaannya.
"Hah?! Kau bilang apa barusan?"
"Aku mencintaimu! Aku sangat sangat sangat mencintaimu, Trisha Johanson!"
Trisha tersenyum lega mendengar pernyataan cinta Zeeko. Kakinya akan melangkah untuk memeluk Zeeko. Namun tiba-tiba...
"Akh! Perutku!"
Trisha memekik kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Trisha!" Zeeko berlari secepat kilat mendekati Trisha.
"Trish, kau tidak apa-apa?"
__ADS_1
"Zee, perutku sakit sekali!"
"Eh?!" Zeeko panik. Tanpa menunggu lagi Zeeko segera membawa tubuh Trisha keluar dari gudang dan menuju ke rumah sakit.