Istri Bar-bar Duda Cassanova

Istri Bar-bar Duda Cassanova
Kekecewaan Zeeko


__ADS_3

Setelah mengetahui rencana Ellena, Zeeko akan mengikuti permainan sepasang kekasih itu. Ah entah seperti apa hubungan yang dijalani oleh Ellena dan Ernest. Zeeko tak peduli.


Ellena hanya meminta Zeeko untuk menunggu di sebuah lobi hotel. Hotel? Sebenarnya Zeeko agak ragu untuk datang. Tapi, mengingat ia sudah sepakat dengan Ellena, maka ia menurut saja.


"Tuan yakin rencana Nona Ellena berhasil?" Max masih ragu dengan keputusan bosnya.


"Yeah. Kurasa dia tidak berbohong, Max. Dia memang tahu sesuatu tentang kecelakaan Ellea."


"Apa Tuan tahu kenapa dulu Nona Ellea datang ke Italia?"


𝘿𝙀𝙂


Seketika Zeeko terdiam. Ellea memang mengalami kecelakaan di Italia. Zeeko bahkan tak tahu jika Ellea ada di Italia. Zeeko tak sempat mencari tahu karena dia terlalu sedih kehilangan istrinya.


"Aku bahkan tidak berpikir sampai sejauh itu. Seingatku mungkin saja dia menyusulku kemari kan?"


Ya, saat itu Zeeko memang sedang ada bisnis di Italia.


"Apa Tuan yakin Tuan memberitahu Nona Ellea jika Tuan sedang berbisnis di Italia?"


𝘿𝙀𝙂


Lagi dan lagi Zeeko tercenung diam. Ya, dia sama sekali tak memberitahu Ellea mengenai bisnis illegalnya di Italia. Zeeko makin berkeringat dingin memikirkan tentang kemungkinan terburuk.


𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶?


"Tuan!" Max menginterupsi lamunan Zeeko.


Zeeko menoleh dan mengikuti arah pandang Max.

__ADS_1


"Daddy? Apa yang Daddy lakukan disini?"


Zeeko melihat Brahm memasuki hotel. Brahm bahkan tak menoleh kearah manapun dan hanya sibuk menatap ke depan. Raut wajahnya terlihat cemas.


𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪? 𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘋𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘓𝘰𝘯𝘥𝘰𝘯?


Tak ingin berpikiran buruk tentang ayahnya, Zeeko memilih bermain ponsel dan menghubungi Trisha. Zeeko sangat merindukan Trisha karena mereka kini terpisah jarak.


𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘛𝘳𝘪𝘴𝘩. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘓𝘰𝘯𝘥𝘰𝘯.


...***...


Setelah satu jam, akhinya Ernest menghubungi Zeeko dan memintanya datang ke kamar hotel yang diberitahukan Ernest.


"Dia menyuruhku kesana, Max."


Zeeko dan Max gegas berjalan cepat menuju kamar hotel yang dimaksud Ernest.


"Masuklah!" perintah Ernest ketika mereka didepan sebuah kamar hotel.


Max yang ingin masuk lebih dulu dihalangi oleh Ernest.


"Tunggu! Biarkan Zeeko masuk sendiri. Kau tak perlu ikut masuk."


Zeeko memberi tanda pada Max jika dirinya akan baik-baik saja. Perlahan Zeeko memasuki kamar hotel yang tak terkunci pintunya. Ernest sudah membukanya tadi.


Zeeko melangkah masuk. Kamar itu terlihat temaram dengan cahaya lampu minim.


Mata Zeeko membulat sempurna ketika sayup-sayup mendengar sura rintihan seorang perempuan.

__ADS_1


𝘐𝘵𝘶... 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘌𝘭𝘭𝘦𝘯𝘢...


Zeeko melangkah makin dalam memasuki kamar. Rupanya suara-suara yang terdengar tak hanya dari bibir Ellena saja, tapi seorang pria juga terdengar.


Zeeko mengepalkan tangan ketika mengenali suara itu. Kakinya terhenti pada sebuah kamar yang temaram itu. Tangannya terkepal sempurna.


"DADDY!" seru Zeeko hingga mengejutkan dua orang yang sedang berada diatas ranjang.


"Zee?" Brahm langsung turun dari tubuh Ellena. Ia mengambil celana yang tergeletak dilantai lalu memakainya.


"Apa yang Daddy lakukan? Daddy mengkhianati Mommy?" tanya Zeeko masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Keharmonisan rumah tangga yang diperlihatkan Brahm dan Emilia hanyalah kepalsuan semata. Kecewa. Itulah yang dirasakan Zeeko saat ini.


Lampu kamar kembali benderang. Ellena sudah memakai jubah untuk menutupi tubuhnya. Lalu Max dan Ernest juga masuk ke dalam kamar.


"Tuan Brahm Howard! Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Kau sudah melenyapkan Ellea Waldorf!" seru Ernest.


Ternyata Ernest adalah agen rahasia yang menyamar menjadi mafia. Ia meminta bantuan Ellena untuk bisa menangkap tersangka yang sebenarnya.


Zeeko menggeleng tak percaya dengan kenyataan yang kini diterimanya


"Daddy... Kau... Kau ternyata seburuk ini, Dad. Aku sangat kecewa padamu, Dad..."


Tanpa menghalangi tugas Ernest, Zeeko membiarkan ayahnya yang digelandang ke kantor polisi.


"Maafkan Daddy, Zeeko. Sampaikan maaf Daddy pada mommy-mu."


Zeeko memejamkan matanya. Dadanya begitu sesak karena harus menghadapi kepahitan ini sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2