
Seorang gadis dengan senyuman manis yg baru saja pulang sekolah dan membawa map besar dengan bangga nya memperlihat kan nilai yg sangat memuas kan di depan sang paman.
Namun bukan pujian yg iya dapat melaikan sebuah perintah yg harus gadis itu lakukan.
"Aku tidak mau!"
Gadis itu menolak keras perintah sang paman untuk menikahi seorang pria buta yg jauh lebih tua dari nya. walaupun pria itu adalah pria nomor satu dan pewaris kekayaan keluarga Anggara. namun Araya tetap menolak nya mentah².
"Kenapa harus aku!! kenapa bukan kk Aisya, usia kak Aisya jauh lebih matang untuk menikah di banding usia ku" gadis itu tetap bersikeras melawan pernikahan ini.
"Berani sekali kau melawan perintah ku" decak Eddy seraya mengebrak meja dengan keras lalu berdiri berkacak pinggang.
"Kenapa!! kenapa aku tidak bisa melawan" tanyak Araya "ini hidup ku dan masa depan ku" lanjut Araya.
"Kau harus menikah dengan nya, agar ibu mu mendapatkan perawatan terbaik dan bisa secepat nya sembuh seperti sedia kala" ucap sang paman agar Araya mengerti bahwa yg di lakukan paman nya bukan hanya untuk kerja sama semata melainkan demi kepentingan Araya juga.
Deg
__ADS_1
Deg
Mendengar perkataan sang paman Araya pun roboh dari kaki nya yg kokoh, dengan badan yg begitu lemah dan air mata yg terus saja mengalir di pelupuk mata.
Awalnya Araya menentang kemauan sang paman namun akhir nya Araya menerima tawaran sang paman agar ibu nya yg koma di rumah sakit bisa mendapatkan perawatan terbaik.
Araya seorang gadis yang berparas cantik berusia 19 tahun yang baru saja lulus dari pendidikan SMA.
Araya tinggal di rumah sang paman satu bulan yang lalu karena sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa ayah nya dan ibu nya yg masi terbaring lemah dari tidur panjang nya.
***
Dimalam yg begitu gelap, Araya duduk di sebuah beranda kamar dan melihat banyak nya bintang di atas langit.
Seketika air mata Araya jatuh di kalah mengingat kenangan nya bersama ayah dan ibu nya.
Araya di perlakukan bak seorang ratu oleh sang ayah dan ibu bagaimana tidak, Araya adalah gadis yang sangat ceria dan baik hati walaupun agak keras kepala namun Araya tetap menjadi putry kesayangan mereka.
__ADS_1
Lamunan Araya terhenti saat Aisya sepupu Araya mengetuk pintu kamar nya bersama dengan bibi Asma ibu Aisya.
"masuk" kata Araya mempersilahkan Aisya dan bibi Asma masuk ke dalam.
"sedang apa kamu di sana, sini duduk sebentar di samping bibi" sang bibi menepuk ranjang empuk milik Araya.
"angin malam tidak baik untuk kesehatan" lanjut Aisya sepupu Araya yg terpaut 3 tahun lebih tua di banding diri nya.
Kini Araya menghampiri sang bibi dan duduk di samping nya dengan mata yg sembab.
"sudah jangan kamu tangisi takdir mu sayang, bibi yakin pernikahan ini akan memberikan kebahagian buat kamu" sang bibi memberikan semangat untuk Araya agar tetap tegar menghadapi keras nya kehidupan.
"jika ada masalah atau apapun kk akan selalu ada di depan untuk membela mu tapi penuhilah permintaan ayah demi ibu mu yg sedang sakit" pinta Aisya dengan memohon.
Kini air mata Araya kembali jatuh lebih deras di pelukan bibi Asma, begitu pun dengan Aisya yg menangis melihat keterpurukan sang adik.
Aisya adalah seorang desainer muda yg sedang naik daun, semua orang mengenal nama gadis cantik itu dengan kepintaran dan keanggunan yang Aisya miliki dengan usaha nya sendiri.
__ADS_1