Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 46


__ADS_3

Hampir satu jam lama nya Araya berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya dengan pikirin yang terus tertuju pada Evan. "Apakah benar dia bisa melihat" gumam Araya sembari berjalan menuju lemari.


"Tapi saat di bangunan tua itu, aku melihat jika Tuan Muda memang tidak bisa melihat dan dia bahkan tidak menyadari kehadiran ku di depan nya" Araya benar-benar bingung.


"Oh, jadi kau yang sudah menolong ku waktu itu?" Araya tersentak kala merasakan sebuah tangan kekar yang menyentuh perut nya dari belakang. "Kau sangat lancang mencium kening ku" dengan sekali gerakan Evan mampu membalikan tubuh kecil istri nya agar saling berhadapan dengan jarak yang begitu dekat.


Mata Araya membola dengan sempurna saat melihat wajah tampan Evan begitu dekat di wajah nya bahkan nafas Evan yang wangi menyentuh kulit wajah Araya. "Apa yang anda lakukan" Araya panik saat tangan Evan dengan lancang membuka handuk Araya dan dengan susah payah Araya menahan handuk nya agar tidak melorot.


"Mengapa kau panik? Bukan kah aku sudah melihat semua nya?" ucapan Evan membuat bulu kuduk Araya bergelik ngeri dan reflex mendorong dada Evan dengan kencang hingga Evan mundur satu langkah.


Araya dengan cepat mengambil baju dengan asal lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Evan yang diam-diam tersenyum melihat wajah Araya yang tampak lebih lucu saat sedang panik.


"Dasar gadis bodoh" lirih Evan lalu kembali duduk di sofa dekat jendela. "Seru juga mengerjai gadis bodoh itu" Evan tersenyum namun sedetik kemudian senyuman itu luntur saat Araya keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.


"Gadis bodoh" teriak Evan saat melihat Araya yang baru saja ingin duduk di depan meja rias.


"Anda memanggil ku?" Araya menoleh ke kiri dan kanan memastikan apakah ada orang lain di kamar itu selain diri nya.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan kau"


Araya melotot tidak terima. "Aku punya nama yang bagus, nama ku Araya" Araya menghampiri Evan dengan bibir yang cemberut. "Mengapa anda memanggilku?" tanya Araya saat sudah berada di depan Evan.


"Duduk dan makan lah bersama ku" pinta Evan tanpa menatapa Araya sedikit pun.


Araya yang memang sangat lapar karena dari kemarin belum makan dengan senang hati duduk di depan Evan mengambil beberapa lauk yang tertata rapi di atas meja.


Evan menatap Araya yang sedang makan dengan lahap nya. "Sudah berapa tahun kau tidak makan?" pertanyaan Evan membuat Araya tersendak.


Uhuk


Uhuk


"Aku tersendak karena anda"


"Kau sudah kenyang?" bukan nya membalas ucapan Araya, Evan malah mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


Araya mengangguk. "Sudah" jawab Araya dengan malas.


"Kalau begitu giliran aku yang makan" Evan berdiri dari duduk nya lalu tanpa aba-aba menggendong tubuh Araya menuju ranjang. "Apa yang anda lakukan! Turun kan aku" Araya memberontak memukul dada bidang Evan.


Brak..


Evan menghempaskan tubuh istri kecil nya di atas ranjang yang sangat empuk lalu menindih tubuh mungil itu di bawah kungkungan nya. "I love you, gadis bodoh" Evan yang baru saja merasakan nikmat nya dunia ingin terus melakukan penyatuan pada Araya.


Evan mencium bibir Araya dengan lembut membuat Araya hampir terbuai dan dengan cepat Araya menggeleng. "Hentikan Tuan" Araya menahan tubuh Evan.


Araya yang masih merasakan perih di bagian intim nya rasa nya tak ingin mengulang malam itu. "Jangan lakukan itu" pinta Araya dengan memohon.


Evan berhenti lalu menatap wajah Araya yang ingin menangis. "Pergilah" kata Evan sembari berpindah posisi tidur terlentang di samping Araya dengan wajah yang di tutup dengan lengan nya. Seperti orang putus asa.


Araya segera berdiri berjalan menjauhi Evan namun langkah nya terhenti tepat di balik pintu lalu menoleh menatap Evan yang masih dengan posisi yang sama.


Entah mengapa ada perasaan bersalah saat menolak keinginan Evan, Araya mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan dan kembali ke hadapan Evan untuk memenuhi keingin Evan.

__ADS_1


__ADS_2