Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 13


__ADS_3

"Bagaimana bisa saya melepas kemeja nya jika tangan nya masih terikat" Araya merasa bingung. "Apa saya lepas aja ikatan nya".


Dengan sedikit keberanian Araya mencoba membuka ikatan Evan. "Akhh..!!" Evan mengerang kesakitan saat satu tali telah berhasil Araya lepas.


Araya lalu berjalan ke sisi lain untuk membuka ikatan tangan Evan namun di luar dugaan Araya, tiba-tiba saja Evan tersadar.


Bruk..!!


Sebuah badan kokoh berhasil menindih tubuh kecil Araya. "Siapa kau yang berani menyentuh ku" suara Evan membuat jantung Araya berdebar begitu kencang dengan nafas yang memburuh.


"Siapa kau yang berani masuk ke dalam kamar ku" Entah mengapa Araya menjadi takut dan enggan menjawab pertanyaan Evan.


"Katakan"


"Saya Araya istri anda Tuan" Araya menjawab nya dengan gugup dan perasaan takut.


Mendengar nama Araya membuat tubuh Evan melemah dan tiba-tiba saja Evan menyentuh kepala Araya dan mengusap rambut panjang milik Araya lalu membawa ujung rambut itu menuju hidung nya.


Evan mengendus rambut Araya membuat Araya makin gusar dengan jantung yang berdebar lebih kencang.


"Gadis bodoh"


Seketika mata Araya melotot lalu samar-samar menatap Evan yang masih menindih tubuh nya. Araya terus menatap Evan tanpa berkedip walaupun tidak begitu jelas karena tidak ada cahaya namun Araya dapat melihat wajah tampan itu.

__ADS_1


Tik


Tik


Tik


Hening.. Mereka berdua hanya diam dengan tatapan mata yang saling bertemu hingga tanpa sadar wajah Evan semakin dekat dan kembali mencium bibir Araya dengan lembut.


Araya yang terbawa suasana juga menikmati kelembutan yang di berikan oleh Evan hingga tanpa sadar Araya memejam kan mata dan menikmati setiap sentuhan Evan.


"Akhh..!!"


Entah mengapa tubuh gagah itu tiba-tiba saja terjatuh tepat di atas tubuh mungil Araya. Wajah Evan berada di atas dada Araya membuat jantung Araya terpacu lebih keras.


"Tuan anda baik-baik saja kan" Araya menepuk pelan pipi Evan namun hasil nya tetap sama, Evan tidak merespon.


Untung nya bibi Gu perna bilang jika Tuan Muda memang sering pinsang tapi akan sadar dengan cepat.


Seumur hidup, baru kali ini Araya dekat dengan seorang pria apalagi memeluk nya di atas ranjang membuat jantung Araya semakin ingin keluar dari tempat nya.


Araya hanya bisa pasrah saja saat tubuh Evan menindih nya. Hingga beberapa menit kemudian Evan tak kunjung sadar kan diri membuat Araya semakin khawatir.


"Tuan" Araya mencoba memanggil Evan sembari menepuk pelan pipi Evan. "Astaga Tuan anda deman" ucap Araya saat merasakan hawa panas saat menyentuh kening Evan.

__ADS_1


Araya mencoba mengeser tubuh Evan kesamping. "Akhh dia berat sakali" keluh Araya.


Sekali lagi Araya mencoba menggeser tubuh Evan. "Jangan pergi" suara Evan membuat Araya terpaku.


"Tuan anda sudah bangun?" tanyak Araya namun Evan tidak menjawab nya. "Tuan anda baik-baik saja kan" tanyak Araya sekali lagi.


Seperti nya Evan belum sepenuh nya sadar, hanya sedang mengigau karena Araya mencoba mengeser nya tadi. "Tuan anda deman" kata Araya sembari menggeser sedikit demi sedikit kepala Evan ke samping.


Dengan susah payah akhir nya Araya berhasil menggeser tubuh Evan kesamping dan segera berdiri untuk mengambil air hangat.


Tidak butuh waktu lama bagi Araya untuk kembali ke samping Evan lalu mengopres kening Evan menggunakan air hangat.


Setelah mengopres kening Evan, kini Araya mulai kembali dengan tujuan pertama nya yaitu membuka kemeja Evan lalu menggantikan nya dengan kemeja lain.


Lima belas menit berlalu, kini Araya sudah membersihkan tubuh Evan lalu mengganti kemeja Evan dengan susah payah. "Akhir nya selesai juga" Araya berdiri berniat ingin mengikat kembali ikatan tangan Evan namun sebuah tangan yang sangat dingin meraih pergelangan tangan Araya.


"Jangan pergi"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2