
Kini mereka berdua pun sampai di mansion mewah yang terlihat ramai. Namun saat mobil Evan memasuki area mansion suara yang tadi nya riuh kini menjadi hening.
"Sepertinya itu putra pertama Tuan Abraham"
"Maybe, ternyata gosip nya benar jika Tuan Muda Evan buta"
"Kasian banget yah"
"Percuma ganteng kalau buta, aku yakin istri nya pasti tidak akan bahagia bersama pria buta seperti nya"
Beberapa orang saling berbisik melirik Araya dan Evan yang masih duduk di dalam mobil dengan tatapan penuh hina.
Beberapa pengawal berlarian menyambut kedatangan Evan dan Araya. June turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk kedua majikan nya.
"Wah dia cantik sekali"
"Heran.. Kok dia mau yah menikah dengan pria buta dan kelihatan nya dia masih muda"
"Apapun akan di lakukan demi uang"
__ADS_1
Mereka kembali berbisik dengan tatapan menghina dan Araya dapat mendengar nya dengan jelas.
"Silahkan Nona" June mempersilahkan Araya untuk mendekati sang suami yang masih berdiri di pintu mobil bagian sebelah.
Araya mendekati sang suami dan menggandeng tangan Evan. Araya dapat merasakan bahwa tangan Evan terus bergetar. Entah apa yang di pikirkan oleh Evan.
Sebelum melangkah masuk ke dalam mansion tiba-tiba saja Vina menghampiri Araya dan Evan. "Selamat datang kak Evan" Vina memeluk tubuh Evan begitu erat. "Aku sangat merindukan mu" lanjut Vina.
Vina dengan tubuh indah menggunakan gaun hitam mewah dengan pernak-pernik mutiara menempel di atas permukaan tile lembut. Rambut panjang Vina di gerai lepas begitu saja membuat nya makin cantik dan mempesona.
Evan tidak menjawab ucapan Vina lalu mundur dua langkah untuk menjaga jarak. Evan tidak suka di sentuh bahkan pada adik nya sendiri. "Bagaimana kabar mu kak" tanyak Vina namun di luar dugaan Evan malah pergi tanpa menjawab pertanyaan Vina.
"Apakah dia bisu? Kenapa dia tidak menjawab sapaan adik nya"
"Ck!! Sudah buta belagu pula"
Beberapa orang kembali menghina Evan. Araya sendiri merasa malu dengan tingkah Evan. "Maaf.. Maafkan suami ku" Araya sedikit membungkuk pada Vina.
"Tidak apa-apa" Vina mengulurkan tangan pada Araya. "Vina Abraham" ucap Vina memperkenal kan diri pada kakak ipar nya.
__ADS_1
Araya menyambut hangat uluran tangan Vina sembari tersenyum manis. "Senang bertemu dengan mu. Nama ku Araya". sejenak Araya terpukau melihat kecantikan Vina.
Semua orang yang berada di luar mansion memperhatikan interaksi Vina dan Araya. Mereka semua dia buat penasaran dengan istri kecil Tuan Muda Evan yang buta.
"Ayo masuk, ibu dan ayah sudah menunggu di dalam" Vina menarik tangan Araya dan menuntun nya masuk kedalam mansion mewah. Mau tidak mau pun Araya mengikuti Vina.
Mereka berdua masuk ke sebuah mansion yang sangat mewah. Jantung Araya berdebar semakin kencang saat melihat begitu banyak orang yang hadir di acara malam ini.
Semua orang menatap Araya dengan tatapan yang berbeda beda. Araya menarik nafas panjang lalu kembali berjalan dari pintu utama dengan membusungkan dada agar tidak terlihat gugup.
Araya berjalan sembari mencari sosok sang suami. "Kak Evan di sana". Vina menunjuk Evan yang sedang duduk di sebuah sofa dengan santai nya.
Sedari tadi Vina memperhatikan Araya yang sedang mencari seseorang dan Vina tebak pasti Araya sedang mencari Evan. "Pergilah dan duduk di sebelah suami mu" Ucap Vina melirik Araya.
"Baiklah" Araya tersenyum ramah pada Vina lalu pergi menghampiri Evan yang masih duduk dengan santai nya.
Namun langkah Araya terhenti saat sebuah tangan menggenggam pergelangan tangan nya.
"Bersikap lah dengan baik! Jangan sampai mempermalukan keluarga ku dan perhatikan suami bodoh mu itu agar tidak membuat masalah di sini" bisik Nyonya Lusy di telinga Araya dengan menekan setiap kalimat nya.
__ADS_1