Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 29


__ADS_3

Uhuk!


Uhuk!


Evan terus saja terbatuk tanpa henti lalu dengan cepat Araya menghampiri Evan dan menyodorkan segelas susu. "Minumlah susu ini Tuan agar anda merasa lebih baik" tanpa pikir panjang Evan meraih gelas susu itu lalu meneguk nya hingga habis


Ruang dan waktu terasa hanya milik mereka berdua saat kesunyiaan menyapa satu sama lain di antara mereka berdua.


"Aku sudah kenyang" Evan berdiri berjalan menuju tepi jendela lalu duduk di atas sofa sembari membelakangi Araya.


Wajah Evan yang tampan, rahang yang kuat, mata tajam yang mengagumkan, hidung nya yang mancung dan cara nya tersenyum membuat Araya terpesona tiap kali menatap Evan apalagi saat ini Evan terlihat seperti kucing jantan yang sedang malu-malu.


Araya diam-diam tersenyum di belakang Evan. Jantung Araya seakan ingin keluar dari tempat nya karena terus berdebar sejak tadi.


"Keluarlah"


Mendengar ucapan Evan membuat Araya dengan cepat menggeleng menepis semua pikiran nya lalu mengambil obat dan berjalan ke belangkan Evan. "Anda harus minum obat dulu". tanpa sadar tangan Araya memegang pundak Evan dan tangan yang satu nya menyodor kan sebuah obat ke hadapan Evan.


Evan bergetar saat merasakan sentuhan istri kecil nya di pundak nya. "Singkirkan tangan mu".


"Ah iya, maaf" dengan cepat Araya menarik tangan nya dari pundak Evan tapi tangan yang satu nya tetap mengulurkan obat untuk Evan.


"Aku sudah meminum nya, pergilah" Evan lagi-lagi mengusir Araya dari kamar nya tanpa menoleh ke arah Araya. Namun gadis nakal itu tetap tidak mau beranjak dari tempat nya dan terus menatap Evan dari samping.

__ADS_1


"Gadis bodoh"


"Hah!" Araya terperanjak saat suara jantan Evan menusuk indra pendengaran nya.


Evan lalu berdiri menghadap pada Araya yang juga duduk di sofa bagian sebelah. Perlahan lahan Evan membuka kancing kemeja nya tanpa rasa malu di hadapan Araya.


Mata Araya langsung tertuju pada tubuh Evan yang sangat luar biasa tanpa berkedip. "Jangan menatap ku seperti itu bodoh". Araya terkejut saat kemeja wangi milik Evan mendarat di wajah nya.


Dengan cepat Araya menggeleng lalu mengambil kemeja itu dan berbalik menatap Evan. "Apa yang anda lakukan" tanyak Araya panik saat melihat Evan sedang membuka kedua pengait yang melekat pada ujung resleting celana nya.


"Membuka celana" jawab Evan membuat Araya kembali membalik kan badan agar tidak melihat pemandangan yang akan merusak mata nya.


"Mengapa berbalik"


Evan menarik lengan Araya dengan kasar menghadap kan tubuh nya pada tubuh Evan. "Aku sudah menyuruh mu untuk pergi, mengapa kau tidak pergi juga dari sini" genggaman Evan terlalu kuat hingga membuat Araya meringis kesakitan.


"Aaww"


Mendengar Araya meringis kesakitan dengan cepat Evan melepas kan genggaman di lengan Araya. "Apakah itu sakit" tanyak Evan seolah merasa khawatir. Awal nya Evan melakukan ini agar Araya merasa takut pada nya namun di luar dugaan.


Araya melongo melihat tingkah Evan yang tiba-tiba saja lembut dan perhatian. Padahal selama ini yang Araya tahu jika Evan adalah pria dingin, angkuh dan sangat arrogant.


"Aku baik-baik saja Tuan" jawab Araya dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja" kata Evan lembut sembari mengusap lengan Araya yang sakit.


Araya hanya mengangguk. Entah mengapa Araya merasa jika Evan begitu khawatir pada nya.


"Syukurlah" setelah memastikan jika Araya baik-baik saja Evan pun perlahan lahan mundur ke kebelakang dan meninggalkan Araya yang sedang diam mematung.


Araya terus menatap Evan yang sedang berjalan menuju kamar mandi dengan perasaan takut dan gugup serta jantung yang terus berdebar karena sikap Evan yang tidak menentu.


Brukk..


"Akh.."


"Tuan" Araya spontan berlari menghampiri Evan yang tiba-tiba saja terjatuh di depan kamar mandi. "Anda baik-baik saja kan" tanyak Araya tanpa sadar saat ini ia sedang menggengam lengan yang penuh dengan otot-otot milik sang suami.


Evan yang kesakitan mengarahkan tatapan pada istri kecil nya yang terlihat perhatian. "Aku ingin mandi, pergilah" Evan lalu berdiri dan melangkah ke kamar mandi dengan sempoyongan.


Araya yang merasa khawatir dengan keadaan Evan dengan lancang ikut masuk ke dalam kamar mandi walaupun jantung nya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2