Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 4


__ADS_3

Deg.. Deg.. Deg..


Jantung Araya terasa ingin berhenti karena terus berdebar debar melihat Varrel berdiri di hadapan nya. Mata Araya bahkan membola penuh dengan mulut yang sedikit menganga.


Ini adalah pertemuan kedua mereka namun Varrel lupa jika Araya perna bertemu dengan nya di rumah sakit karena penampilan Araya saat di rumah sakit dan saat ini sangatlah berbeda.


"Apa kau akan terus duduk di situ" Varrel mengangkat sebelah alis nya. Dan dengan cepat Araya berdiri dan tersenyum pada Varrel.


"Kau tidak apa-apa kan" Tanyak Varrel sekali lagi dan Araya hanya mengangguk sembari tersenyum.


"Baiklah, aku permisi dulu" Varrel pun berlalu pergi meninggalkan Araya dengan terburu buru.


Desiran angin berhembus begitu cepat, Araya diam mematung di tempat hingga kedatangan bibi Asma membuyarkan lamunan Araya.


"Araya, apa yang kau lakukan di sini? Ayo masuk tuan Abraham ingin bertemu dengan mu" Ajak Asma sembari menarik tangan Araya mununtun nya masuk kedalam mansion.


Araya masuk dengan senyuman terukir jelas di bibir mungil Araya dan duduk dengan cepat di sofa mewah.


Eddy yang melihat nya pun mengernyitkan dahi nya dengan kebingungan melihat tingkah Araya yang berubah 180 derajat.


Melihat Araya yang terus tersenyum membuat Eddy sangat senang. Sementara Tuan Abraham menatap Araya dengan wajah serius yang ramah dan juga tenang.

__ADS_1


"Ini Araya, keponakan aku yang paling cantik" Ucap Eddy membanggakan Araya.


"Yaa, sangat cantik" puji Tuan Abraham saat melihat senyuman manis Araya dengan gigi yg putih dan bersih, apalagi Araya memiliki gigi ginsul membuat senyuman Araya semakin cantik.


"bagaimana, Tuan Eddy apakah Araya setuju kalau.." belum sempat Tuan Abraham melanjutkan perkataan nya, Araya dengan cepat menyela ucapan tuan Abraham


"Ya, Aku setuju"


Sontak semua orang menatap Araya, begitu pun dengan Asma yang begitu kaget mendengar jawaban lucas dari bibir manis Araya.


Eddy menatap Araya dengan wajah yang susah di artikan. Entah apakah Eddy harus bahagia atau curiga karena Araya mendadak saja menerima perjodohan ini walaupun Eddy tau kemarin Araya sangat menolak perjodohan ini.


"Waahhh.. hahaha!! Ponakan Tuan Eddy sangat manis. Kalau begitu, kita bisa bicara kan pernikahan ini secepat nya" Ucap Tuan Abraham dengan tersenyum.


"Baiklah" jawab Araya cepat dan segera menanda tangani surat itu tanpa membaca nya terlebih dahulu "Selesai" ucap Araya sembari menutup pulpen dan menyodorkan kembali surat itu ke depan Tuan Abraham.


"Kamu sangat bersemangat, hingga tidak membaca perjanjian nya terlebih dahulu, apakah kamu tidak akan menyesali nya" tanyak Tuan Abraham sembari mengernyitkan dahi nya.


"Dia tidak akan menyesali nya, sebab dengan menikahi putra ku yang tidak berguna itu dia bisa terkenal sebagai Nona Muda keluarga Abraham" Seringai tipis terukir di wajah Nyonya Lusy  dan memandang rendah keluarga Araya.


Suasana menjadi begitu tegang dan hening saat Nyonya Lusy datang dan duduk di samping Tuan Abraham sembari menuangkan jus yang telah di siap kan oleh para pelayan.

__ADS_1


"Jadi kapan kamu akan menemui putra ku" tanyak Tuan Abraham memecahkan keheningan.


"Tidak perlu Tuan, aku sudah melihat nya saat masuk kedalam mansion tadi" Araya berkata sembari tersenyum mengingat sosok Varrel yang sangah gagah.


Seketika raut wajah Tuan Abraham berubah, mengernyitkan dahi nya dan menatap Araya dengan bingung.


"Hahaa... Aku tau kau pasti sudah melihat putra ku yang tampan itu kan" Nyonya Lusy tertawa meledek namun Araya hanya tersenyum dan menggangguk pelan.


"Jangan bermimpi terlalu tinggi, dia adalah pewaris kekayaan keluarga Abraham tidak akan perna sepadan dengan mu, Paham" Nyonya Lusi berbisik dan menekan kata² ini hingga Araya hanya bisa diam mematung.


"Seperti nya ada kesalah fahaman di sini, Mungkin saja kamu baru bertemu dengan putra bungsu ku Varrel Abraham" Jelas Tuan Abraham membuat Araya melongo.


Entah bagaikan di sambar petir di pagi hari, Seketika senyuman Araya luntur dan hanya bisa diam membisu dan menatap Tuan Abraham tanpa berkedip dengan mulut yang sedikit menganga.


Ibarat perjanjian Araya telah meletakkan stempel persetujuan di atas materai dengan tanda tangan. Araya tidak mungkin bisa menolak atau membatalkan perjanjian.


"Tadi Araya sudah menyetujui nya Tuan, berarti pernikahan akan segera di lakukan" Eddy dengan cepat mengakatan ini, takut Araya akan membatalkan atau memberotak lagi.


"Bagus lah, kami kesulitan mencarikan pasangan buat putra ku yang satu itu. Aku mempercayai kalian menjaga rahasia ini karena aku tidak bisa mempercayakan putra ku dengan orang lain" Setelah mengatakan ini Tuan Abraham menuangkan teh ke dalam cangkir porselin yang mewah.


"Aku sudah menjaga nama baik keluarga ini sejak lama, aku tidak ingin ada orang yang tahu tentang putra ku yang buta tapi percaya lah putra ku itu sangat baik dan pernikahan ini akan dilakukan tertutup, hanya kerabat dekat yang di undang" Lanjut Tuan Abraham

__ADS_1


Seberapa keras pun Tuan Abraham memuji Evan Abraham, Araya tetap tidak akan mempercayai nya karena gosip dan rumor tentang nya yang begitu dingin dan Arrogant tersebar luas.


__ADS_2