Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 41


__ADS_3

Di sebuah mansion utama lebih tepat nya di kamar mewah milik Evan. Dia tetap saja dalam posisi duduk di lantai dengan bersandar di samping ranjang. Evan tidak ingin tidur atau sekedar berbaring di atas ranjang.


Dengan sedikit keberanian June masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Evan yang terlihat menyedihkan. Rambut yang basah menutupi dahi sampai mata tapi June bisa melihat dengan jelas kemarahaan di mata Evan.


"Tuan, aku akan mengatakan ketidak nyamanan ini pada Nona Araya"


"Aku tidak perduli dia mau kemana. Bukan kah lebih baik jika dia pergi saja dari hidup ku?" entah mengapa June merasa kalau Tuan nya saat ini sedang cemburu.


Buk


Buk


Tiba-tiba saja Evan memukul dadanya sendiri karena merasa sesak saat mengingat perlakuan manis Araya pada nya. "Tuan apa yang anda lakukan" June yang cemas mencoba menahan tangan Evan agar tidak menyakiti diri nya.


"Aku.. Aku tidak tahu. Jantung ku.. Jantung ku berdebar kencang sekali. Mengapa ini terasa senang dan sakit bersamaan" lirih Evan dengan wajah yang berkeringat dan jantung yang berdebar hebat.


****


Araya tiba di mansion utama bersama Alvin yang tidak jadi ke rumah sakit karena harus menemani dan mengantar Araya kembali ke mansion.

__ADS_1


Araya turun dari mobil dengan wajah kacau dan meninggal kan Alvin yang masih berada di dalam mobil tanpa pamit atau mengatakan terimakasih. Araya berlari berniat ingin menemui Evan namun langkah nya terhenti saat berpapasan dengan Nyonya Lusy di ruang tamu.


Nyonya Lusy maju beberapa langkah memperhatikan penampilan Araya yang memakai dress mewah dan sepatu mahal lalu sedetik kemudian Nyonya Lusy tersenyum sinis.


"Aku tidak tahu bagian mana yang menarik dari mu hingga mampu membuat anak ku seperti itu" Nyonya Lusy kembali mendekat beberapa ke hadapan Araya.


"Tapi satu hal yang aku tahu jika kau tidak pantas untuk putra ku. Baik itu Alvin atau Evan karena kau hanyalah gadis sewaan" Nyonya Lusy lalu berbisik di telinga kanan Araya.


"Jangan perna bermimpi untuk menggoda Alvin karena akan ku pastikan kau akan hancur, Araya. Jadi jangan melewati batasan mu" setelah mengucup kan kalimat pedas pada Araya, Nyonya Lusi lalu pergi bergitu saja meninggal kan Araya yang terduduk jatuh ke lantai.


Entah mengapa Araya yang biasa nya terlihat ceria dan susah untuk menjatuh kan air mata kini terdengar sedang menangis dengan suara yang nyaring hingga beberapa pelayan yang mendengar tangisan Araya sontak menghampiri Araya dan berusaha menenangkan nya.


Araya tidak sadar masuk ke dalam kamar Evan dengan pikiran kosong dan perasaan hancur. Araya naik ke atas ranjang lalu menekuk kedua lutut nya dan menangis sejadi jadi nya.


"Dasar nenek lampir!! Apa salah ku sampai dia selalu saja menghina ku" Araya mengerutu dengan tangis yang semakin menjadi jadi.


Sampai saat itu Araya tidak menyadari ke hadiran Evan di samping nya yang sedang berdiri dengan tangan yang terkepal kuat menahan amarah. "Tu_tuan" lirih Araya saat sadar Evan sedang menantap nya dengan tatapan tajam nya.


Tatapan mereka bertemu hingga beberapa saat kemudian Evan mengalihkan pandangan nya dan pergi meninggalkan Araya tanpa mengatakan sepatah kata pun.

__ADS_1


Evan pergi keluar kamar menuju kolam renang untuk mereda kan emosi nya yang sempat membakar namun aneh nya saat melihat Araya sedang menangis entah mengapa Evan tidak tega untuk memarahi atau melontar kan kata-kata kasar pada Araya yang telah pergi bersama Alvin barusan.


Alvin yang baru saja masuk dari pintu utama tanpa sengaja melihat Evan yang sedang berdiri di kolam renang lalu segera menyusul Evan.


"Hey, Evan. Senang melihat mu di sini" Evan tersadar dari lamunan nya saat mendengar suara Alvin.


Evan melirik Alvin sebentar lalu membuang pandangan nya lain arah. "Pergilah dari sini" jawab Evan yang berusaha untuk menahan emosi nya.


Alvin tidak mengubris ucapan Evan dan malah mendekati Evan lalu memegang pundak Evan. "Aku ingin memberitahu mu sesuatu.."


Belum sempat Alvin melanjut kan ucapan nya suara Evan malah membuat Alvin tersentak. "Singkirkan tangan mu atau aku akan mematahkan nya" Evan menatap tangan Alvin dengan tajam yang berani menyentuh pundak nya.


Alvin dengan cepat menarik tangan nya dan memasukan nya ke dalam saku celana. "Aku tahu ini sulit untuk mu menikahi gadis yang tidak kau cintai" Alvin menjeda ucapan nya.


"Aku yakin Araya pasti tertekan selama menikah dengan mu karena sikap angkuh dan arrogant mu ini" Alvin berbalik lalu meninggalkan Evan namun langkah nya terhenti saat Evan memegang pundak nya dan menyentak tubuh Alvin hingga hampir saja terjatuh.


Buk


Satu pukulan manis dari Evan akhir nya mendarat tepat di pipi kanan Alvin setelah bertahan lama dalam kesabaran."Tuan Muda apa yang anda lakukan" teriak beberapa asisten yang melihat Evan dan Alvin sedang beradu argumen sontak membuat mereka memekik.

__ADS_1


__ADS_2