Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 10


__ADS_3

Dan tiba tiba saja tanpa hujan tanpa badai, Evan mencium bibir Araya yang kering dan pucat.


Araya melotot tajam, saat merasakan jejak jejak bibir hangat dan basah mencium nya dengan liar. Awal nya Araya diam saja lalu tiba tiba Araya memberontak, Namun tubuh nya yang kecil tidak bisa mengalah kan kekuatan Evan.


"Bukankah kau istriku" Bisik Evan di telinga Araya setelah mengakhiri ciuman liarnya.


Setalah berbisik ke telinga Araya, Evan pun melangkah pergi meninggal kan Araya yang hanya diam mematung di tempat, haruskah Araya senang atau Sedih, entah perasaan macam apa ini.


"Nyonya, Anda tidak apa apa kan" tanyak Lili seraya memegang tangan Araya yang sangat dingin.


"Lili" panggil Araya sembari menyentuh bibir nya yang baru saja di cium oleh Evan.


"Ya, Nyonya"


"Aku ingin kembali ke kamar" kata Araya masi dengan wajah syok nya.


Lili menuntun Araya kembali ke kamar namun sebelum sampai di kamar Araya melihat ada beberapa pengawal dan pelayan yang sedang berlari menuju kamar Evan.


"Apa yang terjadi" tanyak Araya saat menghentikan salah satu pelayan yang sedang berlari.

__ADS_1


"Penyakit Tuan Muda kambuh, Nyonya" jawab pelayan itu dengan menundukan kepala nya


.


.


Di sisi lain sebelum penyakit Evan kambuh. Evan berdiri di balik tepi jendela sembari mengelus lengan nya yang tadi di sentuh oleh Araya.


"Minum dulu Tuan" June menyodorkan segelas air dan obat untuk Evan.


Beberapa menit setelah Evan meminum obat itu. Tubuh Evan terasa sakit. "Akhh..!!" Kaki Evan melemah dan terjatuh karena rasa sakit pada kepala nya.


Namun tangan Evan terus bergetar karena menahan rasa sakit yang luar biasa pada kepala nya. "Akhhh!!" Evan mulai memberontak dan melempar semua barang yang berada di atas nakas.


June pun tidak tinggal diam, June dengan cepat mengambil tali yang biasa di gunakan untuk mengikat tangan Tuan Evan jika sedang memberontak dan mengikat nya di pinggir ranjang seperti seorang tahanan.


"Saya ingin masuk!!" Teriak Araya pada beberapa pengawal yang sedang berjaga di depan kamar Evan.


"Tuam Muda sedang kambuh, anda tidak boleh masuk Nona" Ucap pengawal itu dengan berdiri di depan pintu menahan pergerakan tangan Araya.

__ADS_1


"Apa hak kau melarang ku masuk!! Saya istri nya saya berhak masuk!" tanpa rasa takut Araya terus berteriak pada pengawal itu.


"Maaf Nona, ini perintah dari Nyonya Lusy"


Mendengar nama ibu mertua nya membuat nyali Araya menciut untuk masuk karena memang ibu mertua nya terkenal kejam dan angkuh.


Mau tidak mau pun Araya terpaksa kembali ke dalam kamar nya dengan perasaan gelisa dan khawatir.


***


Disisi lain Vina yang baru saja sampai di mansion Abraham mendapatkan amukan dari Nyonya Lusy.


"Kenapa kamu bodoh sekali!! Kenapa kamu membocorkan pernikahan Evan pada media!!" Nyonya Lusy benar-benar sangat marah pada Vina karena secara langsung membenarkan bahwa Evan adalah pewaris kelurga Abraham dan anak dari Tuan Abraham.


"Kenapa ibu sangat marah? Bukan kah seluruh dunia tau jika Kak Evan putra ibu"? Tanyak Vina dengan sinis.


"Dia bukan putra ku!!" Bentak Nyonya Lusi pada putry kesayangan nya.


"Ibu"

__ADS_1


"Ah sudahlah, percuma ibu berdebat dengan mu" Nyonya Lusi yang marah pun memilih pergi meninggal kan Vina dari pada harus berdebat.


__ADS_2