Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 27


__ADS_3

Duduklah"


Alvin yang baru datang dengan sengaja menarik kursi untuk Araya di depan mereka semua. "Terimakasih tapi saya ingin duduk di samping Tuan Muda" Araya menolak niat baik Alvin lalu berjalan menghampiri Evan yang hanya diam seperti patung.


Tak


Tiba-tiba saja sebuah garpu Evan tancap kan dengan kasar pada potongan daging hingga menghasilkan bunyi dentingan yang nyaring. Araya yang duduk di sebelah suami nya merasa terkejut.


"Ya ampun Araya kau tidak mengambilkan nasi dan lauk untuk suami mu yang buta itu" Nyonya Lusy menatap Araya dengan sinis. "Ah iya pasti kan Evan makan makanan yang rendah kalori".


"Tenang saja semua makanan ini aman untuk Evan" bukan Araya yang menjawab nya melain kan Alvin.


Semua orang menatap Alvin dengan tanda tanya di pikiran nya. Sementara Evan hanya diam namun garpu yang berada di tangan nya tiba-tiba saja bengkok.


Brak..

__ADS_1


Evan lagi lagi mejadi pusat perhatian seluruh kelurga saat mangkuk yang berada di depan nya itu terjatuh.


"Anda ingin makan apa suami ku" Evan yang sedang berusaha untuk mengambil beberapa lauk terkejut mendengar ucapan Araya.


Evan diam sejenak. "Tidak usah! Aku bisa sendiri" kata Evan lalu menyendokan nasi ke atas piring nya sendiri.


"Biarkan aku membantu anda" meski sangat takut tapi Araya memaksakan diri untuk menyentuh tangan sang suami lalu mengambil alih centong nasi yang tadi Evan pegang.


Dengan cekatan Araya mengambilkan beberapa sendok nasi dan lauk untuk Evan. "Anda ingin makan apa" tanyak Araya pada Evan.


"Bagaimana bisa kamu memanggil Evan dengan sebutan 'Anda' seperti itu" kata Alvin.


"Uhuk uhuk"


Varrel dan Vina yang sedari tadi sibuk makan kini tersendak saat mendengar ucapan manis Araya. Tuan Abraham tersenyum melihat tingkah manis menantu nya sedangkan Nyonya Lusy merasa panas mendengar kalimat menjijikan itu.

__ADS_1


Sedangkan Evan yang mendengar kata-kata romantis Araya hanya diam saja tanpa expresi walapun saat ini jantung Evan sedang berdegup sangat kencang.


"Ternyata kau sangat manis" Alvin tertawa sembari menatap Araya dengan insten.


Brakk..


Evan yang berniat mengambil air kini tanpa sengaja menyenggol gelas yang berada di dekat nya. Sontak semua mata kembali tertuju pada Evan yang lagi-lagi menjatuh nya barang di sekitar nya.


"Biar aku ambil kan"


"Tidak usah!" Araya tidak perduli dan tetap mengambil kan segelas air untuk Evan. "Minumlah" Araya menyodorkan air tepat di hadapan Evan namun Evan mengabaikan niat baik Araya.


Tuan Abraham yang melihat Evan pun merasa khawatir. "Evan, apa kau tidak sehat" tanyak Tuan Abraham pada putra nya.


"Aku selalu sehat, apa ayah lupa?" Evan menyindir Tuan Abraham dan seketika raut wajah Tuan Abraham berubah sendu. Ya bagaimana mungkin orang yang sehat harus mengomsumsi obat setiap hari.

__ADS_1


Pandangan Araya terus tertuju pada Evan yang mulai manyantap makanan nya. Gerakan bibir Evan mencuri perhatian Araya membuat detak jantung Araya bertambah dua kali lipat dari sebelum nya.


Berbeda dengan Araya yang sibuk memandangi Evan tanpa sadar ada sepasang mata yang sedari tadi juga menatap nya, siapa lagi kalau bukan Alvin.


__ADS_2