Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 15


__ADS_3

Di sebuah mansion mewah yang terletak di pusat kota nampak keluarga Abraham yang sedang menikmati sarapan pagi nya sembari membahas acara yang akan berlangsung malam ini untuk menyambut kedatangan putri kesayangan mereka yaitu Vina Abraham sekaligus memperkenalkan Evan pada beberapa orang sebagai pewaris keluarga Abraham.


"Apakah kak Evan juga akan hadir malam ini?" tanyak Vina dengan raut wajah penuh harap.


"Tentu" jawab Tuan Abraham dengan seulas senyuman.


"Apa!!" pekik Nyonya Lusy membuat seluruh mata menatap nya.


"Tidak bisa!! Evan tidak bisa ikut karena dia hanya akan mempermalukan keluarga kita" Nyonya Lusy sangat menolak kehadiran Evan di acara penyambutan putri kesayangan nya.


Tuan Abraham sempat terdiam menatap sang istri lalu menghela napas. "Kita tidak punya pilihan lain. Semua orang sudah tau jika kita mempunyai putra yang buta dan mau tidak mau Evan akan hadir di acara malam ini sekaligus aku akan memperkenal kan Evan pada beberapa klien agar mereka bisa saling mengenal" jelas Tuan Abraham membuat Nyonya Lusy terbelalak.


"Ayah benar. Lagi pula kak Evan adalah putra pertama keluarga Abraham dan sudah sepantas nya kak Evan mendapatkan hak nya" Jawab Varrel dengan santai.


"Sampai kapan Kak Evan akan di asing kan? Kak Evan juga putra ibu dan sudah kewajiban ibu untuk menerima bagaimana pun kondisi kak Evan" ucap Vina.

__ADS_1


Brak!!


Nyonya Lusy yang merasa terpojokan membanting gelas yang berada di atas meja dengan wajah yang sangat marah. "Terserah kalian!!" Nyonya Lusy berdiri lalu meninggalkan ruang makan dengan perasaan emosi.


****


Kini pagi pun berganti malam yang sangat gelap. Malam ini Araya terlihat sangat cantik dan lebih dewasa menggunakan gaun silver mewah pemberian Evan.


Tap


Tap


Tap


"Nona"

__ADS_1


Araya menoleh saat bibi Gu memanggil nya. "Ada apa" tanyak Araya.


"Maaf Nona, ada beberapa hal yang harus anda lakukan selama berada di pertemuan" Wajah bibi Gu terlihat serius.


"Apa" tanyak Araya menaut kan kedua alis nya.


"Anda di larang berbicara dengan orang lain tapi anda harus tersenyum setiap kali menatap mereka dan anda akan terus berdiri di samping Tuan Muda untuk membantu Tuan Muda dalam segala hal". Bibi Gu menjeda ucapan nya. "Anda tidak boleh ikut campur jika ada yang menyindir atau menghina Tuan Muda" lanjut bibi Gu.


Araya nampak bingung mencerna ucapan bibi Gu dengan aturan yang terakhir. "Terlalu banyak aturan" jawab Araya masa bodoh Lalu berjalan menghampiri Evan yang sudah menunggu nya di dalam mobil sedari tadi.


"Mari Nona" June membuka kan pintu untuk Araya dan mempersilahkan Araya duduk di belakang bersama Evan.


Setelah Araya masuk, June berlari kecil memutari mobil dan duduk di kursi depan karena saat ini June akan menjadi supir mereka.


Hening.. Baik Araya atau pun Evan sama-sama diam hanya suara detak jantung Araya saja yang berdetak lebih kencang saat melihat sang suami duduk di samping nya.

__ADS_1


Kedua tangan Evan bergetar dan tangan kanan Evan memegang sebuah botol obat kecil. Araya tidak perna menyangkah akan menghadiri pesta penyambutan untuk suami nya dan akan hadir di tengah-tengah orang penting.


__ADS_2