Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 34


__ADS_3

Buk..


Satu pukulan mendarat di wajah tampan Alvin hingga terjatuh bersama kursi nya di lantai. "Kak Alvin" Vina yang panik berlari menghampiri Alvin.


Entah mengapa tubuh Araya tidak bisa bergerak sama sekali sejak tadi. Araya terdiam saat sang suami memberikan bogeman mentah pada adik tiri nya.


Tuan Abraham yang sedari tadi menahan emosi kini menggenggam kemeja Evan dengan tangan yang bergetar juga wajah yang penuh kemurkaan lalu mendorong tubuh Evan hingga terjatuh ke lantai.


"Ayah" teriak Varrel lalu menghampiri Evan.


"Pengawal" teriak Tuan Abraham yang menggelegar di seluruh mansion dan beberapa pengawal pun menghampiri Tuan Abraham.


"Bawa mereka semua pergi dari sini, kecuali Evan" perintah Tuan Abraham dengan tegas.


"Ayah apa yang akan kau lakukan" kata Varrel dengan cemas saat beberapa pengawal menarik nya dengan paksa.


"Lepaskan aku" Vina memberontak.


"Jangan menyentuh ku, aku bisa jalan sendiri" kata Nyonya Lusy lalu membantu Alvin untuk berdiri dan pergi meninggalkan Tuan Abraham bersam Evan.


Sedangkan Araya yang sedari tadi hanya diam kini mulai memberontak saat dua orang pengawal memegang tangan nya dengan paksa lalu menuntun nya kembali ke dalam kamar.


Byurr..

__ADS_1


Tuan Abraham menyiram wajah Evan dengan segelas susu hangat yang barada di atas meja. "Kau pikir kau siapa? Hah!" kata Tuan Abraham lalu kembali menarik kerah kemeja Evan.


Buk..


Buk..


Buk..


Tuan Abraham meninju wajah Evan berkali kali. Jika Evan mau Evan bisa saja membalas pukulan ayah nya berkali kali lipat namun Evan hanya diam saat ayah nya terus menghujani wajah nya dengan pukulan.


Gadis nakal itu menoleh saat suara beberapa barang berjatuhan dan betapa kaget nya Araya saat melihat Tuan Abraham yang sedang memukul Evan tanpa ampun hingga Evan lemas tak berdaya di atas lantai.


Dengan spontan Araya mendorong kedua pengawal itu hingga terjatuh dari tangga lalu menerobos semua pengawal dan pelayan yang berjaga.


"Ya ampun" ucap Nyonya Lusy kaget dengan mata yang membola sempurna.


"Hentikan Tuan"


Buk.


Pukulan yang harus nya untuk Evan kini salah sasaran saat gadis nakal itu berdiri di hadapan Tuan Abraham dan menjadi tameng untuk Evan. Araya yang terkena pukulan lansung tersungkur di samping Evan dengan hidung yang mengeluarkan banyak darah.


"Apa yang dia lakukan" Tuan Abraham tergucang hebat saat menyadari kepada siapa pukulan itu mendarat.

__ADS_1


"Araya" Evan dengan cepat menghampiri sang istri yang tidak jauh dari nya tergeletak lalu meraih tubuh sang istri dan menggendong nya.


Brak.


Evan manabrak Tuan Abraham lalu menggendong sang istri menuju kamar nya. Semua orang sangat kaget hingga tidak bisa melakukan apapun dan hanya diam di tempat memandang Evan yang dengan gagah nya menggendong sang istri.


Padahal baru saja mereka melihat Evan lemas tak berdaya setelah di hantam beberapa kali pukulan oleh Tuan Abraham dan lihat lah kini keajaiban cinta mereka yang mampu mengalah kan rasa sakit itu.


"Pelayan, ambilkan kompres untuk istri ku" teriak Evan menggema lalu membaring kan tubuh Araya dengan sangat lembut di atas ranjang.


Araya yang sebenarnya masih setengah sadar dapat melihat raut wajah Evan yang sangat khawatir dan mendengar suara Evan yang terdengar panik.


Evan meletakan tangan nya di atas hidung Araya mengusap darah yang terus keluar dari hidung Araya menggunakan tisu. "Kenapa kau bodoh sekali" lirih Evan namun Araya masih dapat mendengar nya dengan baik.


Setelah membersihkan darah Araya. Evan lalu menatap Araya cukup lama dan memberikan kecupan agak lama di kening Araya lalu berdiri untuk menghampiri sang ayah di ruang tamu.


Meski mata Araya terpejam dan bibir nya bungkam tanpa suara. Araya dapat merasakan nafas Evan yang mencium kening nya. Lalu setelah itu Araya pun pinsang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2