Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 17


__ADS_3

Di sisi lain saat Evan tengah duduk dengan santai nya kini muncul beberapa pria pengusaha muda yang mencoba berbincang pada Evan. "Wahh.. Selamat atas pernikahan anda dan Nona Araya. Maaf karena aku tidak hadir di pernikahan anda" sebenarnya pria itu bukan nya tidak mau hadir hanya saja memang pria itu tidak di undang.


"Kapan pernikahan itu? Aku tidak mendengar berita jika Tuan Muda melangsungkan pernikahan" Ucap salah satu pria. "Yang aku dengar hanya pernikahan seorang putri cantik dengan pria buta saja" lanjut nya dengan tertawa sinis


"Tuan Abraham sangat hebat dalam segala hal termasuk menutup aib kelurga nya"


Perbincangan yang sangat tidak pantas mereka katakan di depan Evan. Mereka terus saja menyindir Evan sembari tertawa sinis dan angkuh melihat Evan. Namun Evan hanya diam saja dan merasa tidak perduli dengan ucapan mereka.


"Selamat malam" Araya tersenyum manis lalu duduk di samping Evan dengan anggun.


"Wah ternyata Nona Araya sangat cantik dan anggun"


"Tapi sayang nya anda menikahi pria buta seperti nya"


"Jika anda merasa bosan pada nya, datang lah pada ku"

__ADS_1


Semua orang terus berbicara buruk pada Evan dan tertawa angkuh. "Tega sekali mereka" Araya hanya membatin tanpa menjawab ucapan mereka.


Nona Araya kapan kalian berencana memiliki anak" tanyak salah satu pengusaha muda yang sedari tadi menghina Evan.


"Mana mungkin Nona Araya ingin memiliki anak dengan pria buta seperti nya" bukan Araya yang menjawab nya malain kan salah satu pria pengusaha lain nya.


Mereka terus menyindir Evan. Araya tidak menjawab ucapan mereka dan mengabaikan nya begitu saja. Araya melihat tidak jauh dari tempat nya duduk. Tuan Abraham sedang berbincang dengan beberapa kolega nya.


"Nona Araya, anda tidak perlu ragu memiliki seorang anak. Jika Ayah nya buta belum tentu anak anda juga ikut buta" Sindiran itu terus saja terucap di mulut kotor ketiga pria itu.


Araya melirik ke arah Evan yang masih stay cool namun tangan Evan terkepal seperti menahan gejolak amarah. Bisa di pastikan jika di balik kacamata hitam yang Evan gunakan malam ini tersimpan amarah yang akan segera meledak


"Tidak! Aku saran kan kalian lebih baik tidak memiliki anak karena aku yakin anak itu pasti akan malu mempunyai ayah yang buta seperti nya" Ketiga pria itu kembali tertawa.


Brak..!!

__ADS_1


Evan yang tersulut emosi menendang sebuah meja yang berada di depan nya. Semua orang menoleh melihat pecahan gelas dan puing-puing berserakan di atas lantai marmer.


"Tutup mulut kotor mu itu atau aku akan merobek nya" suara jantan milik Evan menggema di mansion mewah.


Ruangan yang tadi nya riuh kini menjadi hening. Semua orang menatap Evan dengan tatapan penuh hina. Nyonya Lusy yang melihat nya merasa sangat marah dengan ulah Evan.


Ketiga pria itu pun bungkam setelah melihat kemarahan Evan. Evan lalu berdiri dan dengan sedikit rasa takut Araya membantu Evan untuk melangkah meninggalkan semua orang yang berada di ruangan itu.


Namun sikap arrogant Evan membuat Araya terdiam. "Pergilah dari sini atau kau akan merasa malu" Evan menepis tangan kecil Araya dan melangkah pergi meniggalkan Araya yang masih diam mematung.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2