Istri Kecil Mr.Arrogant

Istri Kecil Mr.Arrogant
Part 45


__ADS_3

Di sebuah ruangan Alvin yang sedang melamun di buat terkejut atas kedatangan sang ibu. "Apa yang kau fikirkan" tanya Nyonya Lusi setelah sampai di samping Alvin dan duduk di samping nya


"Tidak ada, bu" jawab Alvin dengan tersenyum.


"Alvin, kau sangat pintar dan tampan. Apa kau tidak berniat untuk mencari seorang istri?" Nyonya Lusy tertawa seperti melempar lelucon pada putra nya.


Alvin menyentuh tangan ibu nya lalu tersenyum. "Apakah ibu mengatakan ini karena Evan sudah menikah?" tanya nya.


"Bukan begitu sayang, sebenarnya ibu punya beberapa orang teman dan mereka ingin mengenalkan putri mereka pada mu. Jika kau punya waktu siang ini kita bisa bertemu dengan mereka" kata Nyonya Lusy dengan antusias.


"Baiklah terserah ibu saja" Alvin menatap sang ibu sebentar. "Aku ingin ke rumah sakit, nanti ibu tinggal sherlock lokasi nya dimana dan aku akan menyusul ibu" kata Alvin sembari mencium kening sang ibu lalu beranjak dari sana.


Setelah mendengar kalimat Alvin, dengan cepat Nyonya Lusy meraih ponsel nya yang berada di atas meja lalu mencari nomor kontak seseorang dan dengan antusias menelfon orang tersebut.


Alvin memang anak yang sangat penurut dan sangat menyayangi Nyonya Lusy. Apapun yang Nyonya Lusy pasti akan di kabul kan oleh Alvin.


*****

__ADS_1


Alvin yang baru saja sampai di rumah sakit dengan cepat berjalan menuju ruang nya karena ada beberapa hal yang ingin dia kerja kan. "Dokter Alvin" teriak suster memanggil Alvin yang baru saja ingin membuka pintu ruangan nya.


"Ada apa" tanyak Alvin mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam ruangan.


"Maaf dok, ada seorang gadis berusia sembilan belas tahun jatuh dari tempat tidur. Pergelangan kaki kiri nya cedera, diagnosa awal seperti nya terkiril tapi kebetulan saat ini Dokter Reno sedang menangani pasien lain, bisa tidak Dokter Alvin periksa pasien nya sebentar saja"


Alvin menarik nafas panjang. "Ayo ke sana sus" Alvin berjalan lebih dulu di ikuti oleh suster di belakang nya.


"Tapi nanti dokter yang sabar ya, teriakan gadis itu jauh lebih emergency di banding luka nya" Alvin menanggapi suster itu dengan tersenyum.


Persis seperti yang di katakan oleh suster itu, sesampai nya di ruang IGD Alvin mendengar suara tangisan yang menggema di seluruh ruangan.


Gadis muda yang sebelum nya menutup wajah nya dengan bantal langsung terdiam. Gadis itu terdiam saat melihat wajah Alvin yang sangat tampan. "Pagi juga dokter gan ... teng" jawab gadis tersebut dengan mulut terbuka.


Alvin menaikan sebelah alis nya, dia tersenyum tipis tanpa menanggapi ucapan gadis di depan nya. "Ini terkilir sejak kapan" tanya Alvin yang mulai memeriksa pergelangan kaki gadis itu yang bernama Gisel.


"Tadi pagi Dok"

__ADS_1


"Coba gerakin sedikit kaki nya" pinta Alvin sembari melirik Gisel.


Bukan nya menurut Gisel justru menggelengkan kepala nya kuat-kuat. "Ngak mau dok. Sakit" Gisel kembali merengek "Gimana kalau kaki saya ngak bisa gerak lagi Dok? Apa saya akan di oprasi atau malah di amputasi?" Gisel kembali menangis bahkan tangisan nya lebih kencang di banding sebelum nya.


Alvin dan suster yang di belakang nya saling pandang. Dokter muda itu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena merasa bingung menghadapi gadis yang sedang menangis di depan nya.


Alvin memang salah satu Dokter terbaik di rumah sakit itu, hanya saja Alvin tidak bisa basa basi dan Alvin juga terkenal sedikit ketus tapi Alvin adalah Dokter taletan dan begitu perhatian pada pasien nya.


"Dek, ini hanya keseleo ringan, kamu turuti saja permintaan saya setelah itu kita bisa tahu separah apa kaki mu"


"Jangan panggil aku dek! Aku udah kuliah hanya saja tubuh ku kurang tinggi" protes Gisel tak terima dengan mengerutkan bibir nya.


"Ya, kalau tidak mau di anggap anak kecil maka nya nurut dong, baru gini aja udah nangis kejer" kata Alvin masa bodoh.


"Maksud Dokter apa ya?" tanpa sadar Gisel menggerakan kaki nya menatap Alvin dengan tatapan tajam nya.


Alvin dan suster yang melihat kaki Gisel goyang, tersenyum saat gadis itu tidak sadar menggerakan kaki nya. "Masih bisa di gerakin, berarti ini masih tergolong ringan nanti biar suster balut kaki kamu" Alvin tersenyum pada Gisel "Nanti saya kasi obat antibiotik dan obat bengkak nya"

__ADS_1


Gisel mendengarkan penjelasan Alvin dengan seksama. Bibir gadis itu terus tersenyum menatap Alvin membuat Alvin salah tingkah.


__ADS_2