
Dan hari ini Vina akan kembali ke tanah air setelah sekian lama berada di luar negri. Semua media heboh dan berlomba lomba meliput kepulangan putri keluarga Abraham dan Artis yang sedang tenar tenar nya.
Di bandara, semua wartawan berlarian saat melihat Vina turun bersama asisten pribadi nya dan beberapa bodyguar yang berada di depan, belakang serta di samping Vina.
"Selamat datang Nona Vina, bagaimana perasaan anda setelah kembali ke tanah air" para wartawan menghujani Vina beberapa pertanyaan dan dengan kerendahan hati Vina berhenti berjalan dan menjawab semua pertanyaan itu sembari tersenyum.
"Bagaimana dengan Tuan Muda Evan, apakah anda tau jika Tuan Abraham telah mengadakan resepsi pernikahan secara tertutup" para wartawan sepertinya memancing Vina agar berbicara tentang Evan yang telah lama di sembunyikan.
"Ya, aku kembali hanya ingin mengucap kan selamat dan melihat kk ipar, jika bukan karena kak Evan mungkin hingga saat ini aku akan tetap berada di luar negri" jawab Vina sembari berjalan menjauhi para wartawan yang terus mengorek informasi.
Tidak butuh waktu lama para wartawan pun mernerbit kan berita heboh yang menyatakan bahwa Tuan Muda Evan yang buta itu bener telah menikah dan memiliki istri kecil yang berparas cantik dan berita tentang Evan dan Araya menjadi trending topic nomor satu di media.
****
Sore hari yang begitu sejuk karena telah hujan membuat Araya diam di branda kamar sembari melihat pemandangan mansion yang begitu buruk, tidak ada bunga, tidak ada taman yang indah, hanya ada pepohonan di sekitar mansion.
"Nyonya apa yang sedang anda pikirkan? Apakah anda masi memikirkan Tuan Muda?" Lili mencoba mengajak Araya berbincang agar Araya merasa tidak bosan.
Araya hanya diam membisu sembari mengingat kejadian tadi saat berada di meja makan dan suara teriakan beberapa pelayan yang memohon ampun.
__ADS_1
Araya hampir saja terlena dengan ketampatan Evan, Namun saat melihat kejadian tadi Araya menjadi takut.
"Aku ingin berjalan jalan di sekitar mansion" Araya mencoba menenangkan diri nya sendiri dengan mengajak Lili.
"Tentu, Nyonya, anda juga belum melihat seluruh bagian di mansion mewah suami anda" Lili sangat bersemangat ingin mengantar Araya berjalan jalan di sekitar mansion.
.
.
"Apa di sini tidak ada televisi atau yang lain nya"? tanyak Araya yang sedari tadi tidak melihat Tv di dalam mansion
Araya hanya mengangguk heran melihat semua nya, di mansion yang begitu besar dan mewah tidak memiliki tv satu pun.
Saat Araya melewati ruangan pribadi Evan, tanpa sengaja Araya melihat dari ke jauhan Evan yang sedang mengcekik seseorang hanya dengan satu tangan.
"Apa yang Tuan Muda lakukan" tanyak Araya sembari menyipitkan mata nya agar bisa melihat lebih jelas.
Saat melihat begitu jelas, mata Araya terbelalak dengan mulut yang mengaga karna tidak percaya apa yang Araya liat.
__ADS_1
Dengan naluri yang begitu berani, Araya berlari dari pelayan dan menerobos masuk ke dalam ruangan pribadi milik Evan. Sedangkan para pelayan dan pengawal hanya diam membisu sembari melihat kebodohan Araya yang berani masuk.
"Tuan Muda apa yang anda lakukan" teriak Araya saat hampir mendekati Evan. Selama ini tidak ada yang berani berteriak pada Evan kecuali Tuan Abraham dan Nyonya Lusy.
"Anda tidak boleh seperti ini! Anda bisa membunuh nya Tuan" Araya berkata sembari menyentuh lengan Evan yang sedang mencekik pelayan.
"Tamatlah riwayat kita, Nyonya Muda bener bener gila" bisik para pelayan dari kejauhan dan tidak ada seorang pun yang berani masuk.
Evan memutar wajah nya kearah gadis yang kira kira tinggi nya hanya di bawa pundak Evan, Lalu Evan melirik tangan Araya yang sedang menyentuh lengan nya dengan erat, Evan hanya diam membisu.
"Anda tidak boleh seperti ini! Anda bisa membunuh nya! tolong.. lepaskan Tuan" pinta Araya.
"Siapa kau yang berani menyentuh ku" desis Evan dan lebih mengcengkram leher pelayan tadi lebih kuat, membuat Araya menjadi takut.
"Akh.."
"Aku Araya istri anda, aku bahkan punya hak untuk menyentuh anda" jawab Araya. Mendengar jawaban Araya, perlahan lahan tangan Evan melemah dan melepaskan pelayan yang hampir mati di tangan nya.
"Kau istri ku" desis Evan sembari menarik tubuh Araya dan mendekap nya dengan satu tangan sedangkan tangan lain nya berada di bawah dagu Araya.
__ADS_1
"Menunduk" perintah asisten pribadi Evan agar pelayan dan pengawal tidak melihat Araya dan Evan.