
...Xiao Li pulang ke rumahnya bersama Yuan, setibanya di rumah dia melihat begitu banyak kantung belanjaan, hatinya menjadi sedikit asam, dia benar-benar menjadi wanita yang boros. Kemudian dia melihat batu Zamrud dan pertama Ruby yang telah dia beli, hatinya menjadi semakin asam....
..."Kenapa aku membeli bongkahan batu....
...Harganya bahkan tidak masuk akal. Sekarang Xiao Li merasa menyesal....
...Haruskah aku menjualnya kembali, "Pikirnya...
...Yuan yang melihat istri nya belanja begitu banyak, seketika tersenyum. Begitu sulit membuatnya menjadi wanita boros. "Pikirnya....
...Namun Yuan melihat Xiao Li termenung....
...Dia kemudian menghampirinya dan berkata, " Li'er kau kenapa, apa yang terjadi padamu....
..."Yuan apa kau melihat bongkahan batu ini. Xiao Li menyerahkan bongkahan batu kepadanya....
...Hmm..Tentu aku melihatnya ini adalah batu Zamrud, ini benar-benar bagus. "Ucap Yuan....
..."Yuan aku sekarang merasa menyesal, kenapa aku membeli bongkahan batu. Haruskah aku kembalikan. Aku menghabiskan begitu banyak uang mu hanya untuk membeli bongkahan batu. "Ucap Xiao Li...
...Yuan mendengar Xiao Li ingin mengembalikannya menjadi kesal. Baru saja dia bahagia karena Xiao Li menghabiskan uangnya. Kenapa sekarang malah mau mengembalikan nya....
..."Li'er apa maksudmu mengembalikannya. Kau tidak bisa melakukan nya. Bagaimana pun kau adalah Nyonya Muda Yuan, hal seperti mengembalikan barang itu hal yang tidak mungkin....
...Jika kau suka bongkahan batu maka aku akan mencarikan yang lebih banyak. "Ucap Yuan....
..."Tidak..Tidak.. Yuan bongkahan batu ini terlalu mahal. Aku tidak mau membelinya lagi....
...Bagaimana jika bongkahan batu ini di jadikan gelang. Batu Zamrud ini cukup bagus untuk di jadikan gelang, aku akan membuat sisinya di penuhi batu Zamrud. Dan itu permata Rubi tidakkah ini bagus untuk permata sebuah kalung. Bagaimana menurutmu Li'er. "Tanya Yuan....
..."Kau benar Yuan sepertinya terlihat bagus. "Jawab Xiao Li...
..."Kalau begitu besok aku akan menyuruh seseorang untuk membuatnya....
...Baiklah sekarang kau mandi setelah itu kita makan malam, "Ucap Yuan...
...Baiklah, " Ucap Xiao Li....
__ADS_1
...Sementara itu Yun Xie sedang merenung di kamarnya, dia tidak tau harus bagaimana. Sekretaris Mo benar-benar bukan orang sembarangan. Bahkan hanya untuk mengobati luka lebam dia sampai pergi keluar negri. Yun Xie benar-benar menyesal semua ini karena alkohol sehingga dia tidak bisa membedakan orang. Dia berjanji tidak akan meminumnya lagi....
...Disisi lain Sekretaris Mo sedang menyesap kopinya. Dia tau bahwa 100 juta adalah harga yang sedikit keterlaluan. Namun jika di hitung dengan biaya tiket pesawat kemudian biaya Psikologi harga seperti itu seharusnya wajar, "Pikirnya...
...Xiao Li baru saja selesai makan kemudian mereka duduk di sofa, Xiao Li menonton Televisi dan Yuan membaca koran....
...Xiao Li bertanya, "Yuan aku merasa sedikit aneh, beberapa hari ini aku tidak melihat drama yang selalu aku tonton di sore hari. Kenapa mereka tidak menayangkan nya lagi. tidak kah kau berpikir bahwa ini sangat di sayangkan. Drama itu sungguh bagus tiba-tiba saja berhenti di tayangkan....
...Yuan menjadi sedikit gugup pasalnya dialah yang menghentikan tayangan tersebut karena dia berpikir jika Xiao Li marah kepadanya karena melihat drama itu....
..."Hmm aku tidak tau mungkin tidak terlalu banyak yang menontonnya. "Ucap Yuan....
...Xiao Li hanya melihat Yuan sekilas namun tidak mengatakan apa-apa Xiao Li kembali fokus pada tayangan kartun di hadapannya....
...Setelah beberapa saat Xiao Li bertanya, "Yuan bagaimana menurutmu tentang masalah yang di alami Yun Xie....
...Yuan kemudian berpikir, "Itu tidak ada hubungan nya dengan ku, biarkan saja mereka berdua yang menyelesaikan nya....
...Xiao Li mendengarnya menjadi sedikit murung kemudian berkata, "Bagaimana bisa seperti itu Yun Xie adalah temanku, aku sudah berjanji akan membantunya....
...Xiao Li yang melihat Yuan berpikir keras kemudian dia juga ikut berpikir....
...Yuan kemudian mengatakan, "Aku ada ide....
..."Apa..? Bagaimana caranya, " Ucap Xiao Li....
...Tunggu sebentar aku akan mengambil ponselku, "Ucap Yuan....
...Kemudian Yuan kembali dengan ponsel di tangan nya dan duduk di sebelah Xiao Li....
...Xiao Li mengernyitkan dahinya, "Apa yang akan kau lakukan....
...Yuan berkata, "Serahkan saja padaku....
...Kemudian Yuan mencari sebuah kontak dan menelfon nya...
...Setelah telfon nya tersambung Yuan segera berkata,...
__ADS_1
..."Halo. Bibi Mei...
...Terdengar suara dari sebrang...
..."Halo, Yuan, sudah lama sekali kau tidak menelfon Bibi....
...Yuan berkata, "Maaf Bibi Mei akhir-akhir ini aku sedikit sibuk....
...Aiya Bibi mengerti... Bagaimana dengan Mo Jun akhir-akhir ini. Dia sepertinya selalu pulang telat....
..."Ah maaf Bibi perusahaan sedang sibuk. Jadi akhir-akhir ini lebih sering pulang malam. Tapi Bibi sepertinya Mo Jun harus segera memiliki pasangan. "Ucap Yuan...
..."Apa.. ?? Kenapa,? Apa dia melakukan hal yang memalukan "Ucap Bibi Mei...
..."Tidak Bibi hanya saja dia lebih sering dekat dengan saya, Bibi tau kan jika saya sudah menikah. Bagaimana dengan anak dari Direktur Jing, bukankah dia sangat menyukai Mo Jun. "Ucap Yuan...
..."Kau benar Yuan Mo Jun sudah seharusnya mempunyai pasangan, kau saja sudah menikah....
..."Baiklah Bibi akan mengaturnya....
..."Baiklah Terimakasih Bibi Mei....
...Kemudian telfon nya terputus....
...Xiao Li bertanya, "Siapa itu Bibi Mei, ?...
...Dia Ibu nya Sekretaris Mo. "Ucap Yuan...
...Xiao Li tidak mengerti apa hubungannya masalah Yun Xie....
..."Kau tidak tau, Li'er Sekretaris Mo sudah lama di sukai oleh anak dari Direktur Jing. Namun Sekretaris Mo tidak menyukai nya....
...Dia akan memilih tidak menikah dari pada harus menikahi anak dari Direktur Jing....
...Xiao Li semakin tidak mengerti lalu apa hubungan nya dengan masalah Yun Xie....
...Yuan menjadi semakin gemas, lihat saja nanti kau akan tau sendiri. Kau tidak perlu khawatir. "Ucap Yuan...
__ADS_1