
..............
Di rumah Xiao Li
...Pagi-pagi Xiao Li berdiri di depan kamar Shao Shen, dia tidak melihat Shao Shen yang keluar untuk sarapan pagi, Tidak seperti biasanya Shao Shen selalu duduk dan menunggu sarapannya. Mungkin karena ada Chu Ran jadi Shao Shen terbangun lebih siang,"Pikirnya....
...Xiao Li memutar gagang pintu kamar Shao Shen, pandangan yang pertama kali dia lihat adalah dua anak kecil yang sedang berpelukan tertidur pulas. Sinar matahari sudah masuk melalui sela-sela tirai jendela, udara dingin dari AC berhembus dengan lembut....
...Xiao Li tersenyum cerah melihat pemandangan di depannya, tempat tidur besar di tempati dua anak kecil yang sedang berpelukan, sangat manis dan menggemaskan....
...Xiao Li merasa dia harus memotret jadilah dia pergi ke kamarnya dan mengambil sebuah kamera, dia memotret dengan terampil dan dari berbagai sudut yang berbeda. Setelah puas dengan hasil fotonya Xiao Li kembali ke lantai bawah. Dia melihat Yuan yang sudah duduk rapi dengan setelan jas nya....
...Karena kemarin dia tidak pergi ke kantor, hari ini dia memutuskan untuk berangkat jika dia membolos kembali Sekretaris Mo akan kembali mengomelinya seperti gadis yang sedang terkena datang bulan....
...Yuan sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu di rumah namun apa daya pekerjaan menantinya seolah melambai-lambai padanya....
...Yuan melihat ekspresi wajah Xiao Li yang tersenyum aneh, Yuan mengernyitkan dahinya, dia merasa Xiao Li sedikit aneh,...
..."Li'er, apa yang terjadi padamu, apa ada hal yang membuatmu senang?"...
...Xiao Li semakin tersenyum lebar, dia kemudian menunjukkan hasil foto yang dia ambil, dengan perasaan menggebu-gebu Xiao Li berkata, "Lihat ini tidakkah mereka berdua terlihat manis,"...
...Yuan melihatnya sekilas dan mengangguk setuju, "Apa yang kamu rencanakan,"...
...Xiao Li tersenyum penuh arti, "Tidak ada, aku hanya ingin mengabadikan momen ini,"...
...Yuan berdecak, "Ck...Ck..Baiklah apapun yang istriku mau, lakukan saja,"...
...Yuan segera berpamitan tidak lupa dia sedikit mengisi tenaganya dengan kecupan di bibir Xiao Li, Xiao Li tidak menolak dia menarik tengkuk leher Yuan dan memperdalam ciuman mereka. keduanya berhenti ketika merasakan oksigen semakin menipis. Yuan tersenyum lembut kemudian menyeka bibir Xiao Li dengan Ibu jarinya. Setelahnya Yuan mengecup singkat kening Xiao Li kemudian pergi berangkat kerja....
.............
...Shao Shen terbangun dengan wajah lesu dan mata yang masih mengantuk, Chu Ran tidak membiarkannya tidur dengan nyenyak, Setiap kali dia terlelap ada saja ulah Chu Ran yang kembali membuatnya tersadar. Seperti memintanya membacakannya dongeng sebelum tidur....
...Dia ingat tadi malam Chu Ran memaksanya menceritakan tentang kawanan tikus yang pergi bersama dengan seorang penyihir, Shao Shen menceritakannya dengan malas....
__ADS_1
..."Pada suatu hari di gang desa ada seorang penyihir yang memelihara seekor tikus, tikus itu bernama Chu Ran,"...
...Chu Ran mengernyitkan dahinya, "Aku bukan tikus,"...
..."Baiklah, tikus itu bernama Lan Ya.,"...
..."Pada suatu hari ada seorang penyihir di gang gapura membawa seekor tikus bernama Lan Ya,"...
..."Tikus nya banyak kenapa hanya satu ekor,"...
..."Pada suatu hari ada seorang penyihir di gang gapura membawa banyak sekali tikus,"...
...Cerita itu terus di revisi, hingga Shao Shen sudah tidak peduli nampaknya cerita ini akhirnya cerita buatan Chu Ran, dan tidak akan ada hubungan dengan cerita aslinya....
...Mengingat kembali penderitaan yang di alaminya semalam, Shao Shen menghela nafas berat. Kenapa dirinya menjadi pengasuh anak, dia juga masih anak-anak. Bagaimana jika dia memiliki seorang adik, apakah adiknya juga akan seperti ini,"Pikirnya....
...Dia tidak bisa membayangkan jika ada dua gadis bodoh dalam hidupnya. Satu saja sudah melelahkan. Dia masih bersyukur karena Xiuhuan adalah seorang pria juga tidak pernah menginap dirumahnya. Jika Xiuhuan menginap dan bertingkah seperti Chu Ran sudah di pastikan Shao Shen akan segera mengusirnya....
............
...Shao Shen merasa malamnya sangat berat, dia bahkan tidak dibiarkan tidur lelap. Shao Shen merasa semua badannya terasa sakit, dan pegal seperti baru saja berlari maraton....
...Shao Shen dan Chu Ran turun ke lantai bawah dan berjalan ke arah meja makan. Xiao Li tersenyum melihat keduanya. Namun Shao Shen sepertinya terlihat sedikit murung. Xiao Li bertanya, "Shao Shen kau kenapa,"...
..."Ibu, aku merasa hidupku sangat berat, sejak kedatangan Chu Ran ke rumah juga saat dia tidur bersamaku, aku bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia tidak bisa diam dalam tidurnya. Aku merasa sakit di seluruh tubuhku,"...
...Xiao Li menatapnya kemudian menggelengkan kepalanya, "Itu hal biasa, ketika kau masih seumuran Chu Ran kau juga melakukan hal yang sama,"...
...Shao Shen tidak bisa menerima, "Pokonya aku tidak mau lagi tidur dengan Chu Ran, jika bibi Zhao masih tidak kembali maka Chu Ran tidur saja dengan Ibu,"...
...Xiao Li kemudian menatap ke arah Chu Ran, "Chu Ran apa kamu mau tidur bersama bibi dan paman Yuan,"...
...Chu Ran segera menggeleng keras, "Tidak mau bibi, aku hanya ingin tidur bersama dengan kakak Shao Shen,"...
...Chu Ran memeluk lengan Shao Shen, sedangkan Shao Shen hanya bisa menghela nafas berat....
__ADS_1
...Xiao Li tertawa senang, "Lihatlah, Ibu bukan tidak mau membantumu namun Chu Ran tidak mau dengan Ibu, sudahlah sekarang kita sarapan ini sudah telat,"...
...Chu Ran duduk dengan Shao Shen dan menikmati makanannya, Xiao Li menatap kedua anak kecil tersebut dengan penuh minat, yang satu kaku dan yang satu ceria. Ini akan sangat bagus untuk Shao Shen, Chu Ran sepertinya cocok menjadi pacar Shao Shen....
...Xiao Li kemudian berkata," Shao Shen, kau tidak perlu terlalu kesal, tidak masalah jika Chu Ran ingin tidur bersamamu. Chu Ran bisa menjadi pacarmu, setelah dia dewasa dia akan menjadi istrimu,"...
...Shao Shen segera berhenti mengunyah, "Ibu, aku masih terlalu kecil untuk berpacaran. Juga di sekolah Ibu guru berkata di larang berpacaran,"...
...Xiao Li menggelengkan kepalanya, "Di rumah tidak ada yang melarang, Ibu tidak masalah jika kau berpacaran dengan Chu Ran, Ibu menyukai Chu Ran,"...
...Shao Shen tidak habis pikir dengan Ibunya kenapa dia harus berpacaran dengan Chu Ran dia masih kecil juga untuk menjadikan Chu Ran sebagai istrinya dimasa depan dia harus mempertimbangkannya. Dia tidak ingin setiap hari tidak bisa tidur karena Chu Ran....
..."Aku akan menolak, hidupku sudah terlalu berat dengan adanya Chu Ran, aku tidak suka gadis bodoh juga tidak suka gadis yang tidak bisa tidur dengan diam, dia seperti monster tentakel yang terus melilit tubuhku,"...
...Xiao Li mendecakkan lidahnya, "Ck..Ck...Dasar tidak romanis, Chu Ran itu masih kecil, ketika dia sudah dewasa dia akan tidur dengan baik, Chu Ran juga tidak bodoh dia akan cepat belajar....
...Xiao Li terdiam sejenak kemudian melanjutkan, "Shao Shen apa kau tau berapa banyak manusia di bumi ini, tidak mudah bagi seseorang untuk menemukan jodohnya. Kadang kala ada seseorang yang sudah cukup umur namun masih belum menemukan jodoh, kau harus bersyukur kau tidak perlu repot-repot mencari jodoh, karena jodohmu sudah ada dan sedang duduk di sebelah mu. Istri masa depanmu bahkan sudah tidur denganmu. Kau harus menjaganya dimasa depan. Sebagai laki-laki sejati kau harus bertanggung jawab....
...Shao Shen terdiam mendengarkan ucapan Ibunya yang seperti berpidato hampir satu lembar buku....
...Shao Shen tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa, Ibunya seperti tidak menerima alasan apapun....
...............
...Libur musim semi akan segera berakhir sebentar lagi Shao Shen akan kembali bersekolah, begitu juga Chu Ran....
...Saat ini dia bertingkah seperti seorang gadis yang sedang merajuk. Xiao Li menghela nafas gusar, "Chu Ran, apa kakak Shao Shen mengganggumu,"...
...Chu Ran menoleh ke arah Xiao Li, "Tidak bibi, hanya saja liburan musim semi akan segera berakhir, Chu Ran tidak akan bisa lagi bermain bersama dengan kakak Shao Shen,"...
...Xiao Li membelai pelan rambut Chu Ran, "Kata siapa tidak bisa, Chu Ran bisa bermain sepulang sekolah bersama kakak Shao Shen, juga jarak antara sekolah kakak Shao Shen dan sekolah Chu Ran kan tidak jauh, kalian masih bisa berangkat sekolah bersama,"...
...Mata Chu Ran berbinar senang dia tidak memikirkan jika jarak sekolahnya dengan sekolah kakak Shao Shen begitu dekat, Chu Ran kembali bersemangat, "Kalau begitu aku akan bermain bersama kakak Shao Shen sepulang sekolah,"...
...Xiao Li tersenyum lembut, jika dia memiliki anak perempuan apakah akan menggemaskan seperti Chu Ran, dia juga ingin anak perempuan bukankah akan senang rasanya jika bisa mendandani anak perempuan dan berbelanja bersama. Tapi yang lahir malah anak lelaki yang kaku seperti kayu. Shao Shen benar-benar seperti versi mini Yuan....
__ADS_1
..............