
............
...Shao Shen membawa Chu Ran ke kamarnya. mereka berjalan melewati ruang tamu....
...Yuan dan Xiao Li sedang menikmati waktu santai bersama. Melihat Shao Shen bersama Chu Ran, Yuan merasa kesal dalam hatinya. Dia merasa kesal karena di tolak oleh Chu Ran. Betapa dia juga ingin mendapat pelukan hangat dari Chu Ran, namun gadis itu benar-benar enggan sebagai gantinya dia hanya memeluk Shao Shen seperti koala....
...Shao Shen menatap Ayahnya yang masih menunjukan raut kesedihan, sementara Xiao Li tidak mengerti apa yang sudah terjadi. Dia kemudian menggoda Shao Shen....
..."Shen kecil, kau mau membawa Chu Ran kemana,"...
...Shao Shen dan Chu Ran menatap ke arah Xiao Li, "Ibu Chu Ran ingin bermain di kamar bersamaku,"...
...Chu Ran mengangguk setuju dengan ucapan Shao Shen, dia kemudian memegang tangan Shao Shen....
...Xiao Li tersenyum penuh arti menatap kedua anak kecil tersebut. "Aiya....Ibu tidak peka,"...
...Xiao Li kemudian menatap ke arah Chu Ran, "Chu Ran pergilah bermain bersama kakak Shao Shen,"...
...Chu Ran merasa senang, "Tentu Bibi,"...
...Sementara Shao Shen menatap Ibunya dengan wajah keheranan, "Apanya yang tidak peka,"...
...Mereka berdua kemudian berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar Shao Shen....
...Chu Ran menatap kagum kamar Shao Shen, "Kakak Shao Shen, kamar kakak begitu luas, ada sofa dan juga kamar mandi di dalamnya. Chu Ran sangat menyukai kamar kakak Shao Shen,...
...Chu Ran kemudian berjalan kemudian naik ke atas kasur dia mulai melompat-lompat....
...Shao Shen merasa kesal kenapa Chu Ran malah melompat-lompat di kasurnya, dia menghela nafas berat kemudian berkata "Chu Ran jangan melompat nanti kau jatuh,"...
...Chu Ran kemudian berhenti melompat dan duduk di tepi tempat tidur, dia memainkan boneka yang dia bawa. Sementara Shao Shen mengambil sebuah buku dan mulai membaca, "Kakak Shao Shen, apa kakak baca,"Ucapnya....
...Shao Shen menolehkan kepalanya menatap ke arah Chu Ran, "Oh, ini buku yang Chu Ran tidak akan mengerti,"...
..."Kenapa, memangnya itu buku apa," Chu Ran bertanya dengan wajah keheranan dan pipi yang sedikit di kembung kan....
..."Ini buku bahasa asing," Shao Shen menjawabnya dengan malas....
...Chu Ran terlalu banyak bertanya juga terlalu banyak yang dia tidak mengerti, inilah yang membuatnya tidak suka berteman dengan orang bodoh, mereka akan selalu bertanya tentang banyak hal ini membuatnya kesal. Baginya cukuplah saja Xiuhuan yang bodoh kenapa kebodohan itu harus di tambah gadis yang seperti panda berjalan ini....
..............
__ADS_1
Rumah keluarga Xu
...Sementara itu Xu Ming membawa Xu Shilling kembali ke rumah keluarga Xu, dia harus membahas prihal Zu Zhang yang menemuinya di sekolah Xu Shilling. Xu Mung menjadi sangat gelisah pasalnya Zu Zhang sudah tau keberadaan dirinya. Juga dia sudah melihat Xu Shilling....
...Jika Zu Zhang membawanya ke pengadilan atas hak asuh anak, Xu Ming takut dia tidak bisa memenangkan perkara. Keluarganya sudah bukan yang dulu. kekayaannya sudah habis terkuras. Saat ini dia bahkan tidak bisa menyinggung keluarga manapun. Saat ini bahkan dia tidak yakin dimasa depan pun dia tidak akan bisa menyinggung siapapun....
...Jika dia bersama keluarga Feng mungkin semua masalah bisa teratasi. Tidak akan ada yang berani menyinggungnya. Namun dia sudah tidak ada hubungan dengan keluarga Feng setelah dia bercerai dari Feng Yu. Perceraian nya dengan Feng Yu sangat dini. Dia baru saja menikah keesokan harinya bercerai. Tidak ada lelucon yang lebih bagus dari ini....
...Mengingat Feng Yu kembali membuatnya merasa sedih. Dia mengepalkan tangannya, semua ini karena Zu Zhang. Pria itu telah membuat dirinya dan keluarganya menderita hingga ke titik dasar. Sekarang dia memiliki Xu Shilling disisinya dia akan melakukan segala cara agar Xu Shilling tetap berada di sisinya, agar Xu Shilling merasa aman. Dia tidak akan bisa memberikan seluruh dunia kepada Xu Shilling namun dia akan melakukan segalanya agar bisa melindungi Xu Shilling....
...Saat ini Xu Shilling adalah satu-satunya kebahagiaan yang dia punya. Dia tidak akan membiarkan orang lain merampasnya....
...Xu Ming tiba di keluarga Xu, dia segera bergegas mencari Ibunya. kemudian mereka duduk di ruang tamu Xu Ming segera menjelaskan kronologi kejadian hari ini....
...Nyonya Xu juga menjadi gemetar ketakutan, Ketika Xu Ming pergi dari kota X dan tinggal di luar negri. Dia banyak mendengar hal-hal yang terjadi pada keluarga Zu, termasuk penerus keluarganya yaitu Zu Zhang. Saat itu Zu Zhang pernah menemuinya dia mencari keberadaan Xu Ming, dia bahkan memporak-porandakan seisi rumah. Namun karena Xu Ming tidak berada disini Zu Zhang tidak menemukannya dan segera pergi setelah menggeledah seisi rumah....
...Nyonya Xu tidak bisa tidak ketakutan, hal-hal tentang kesadisan keluarga Zu dia sudah mendengarnya. Saat ini keluarganya sudah tidak memiliki kuasa apapun di kota X, jika mereka berurusan dengan keluarga Zu mereka tidak akan bisa menang. Namun ini menyangkut Xu Shilling, kali ini mereka mencari Xu Ming untuk membawa Xu Shilling. Xu Shilling adalah cucunya meski Zu Zhang adalah Ayah kandungnya. Namun dia tidak bisa merelakan jika Zu Zhang mengambil Xu Shilling dari tangan Xu Ming....
...Xu Ming tidak kalah ketakutannya karena ini menyangkut anaknya. Anak yang dia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya. Anak yang dia besarkan dengan susah payah. Bagiamana bisa dia merelakan Zu Zhang membawa Xu Shilling....
..."Ibu, sepertinya kepulangan ku kali ini terlalu terburu-buru, aku terlalu ceroboh hingga Zu Zhang bisa menemukan kami,"...
...Nyonya Xu melihat wajah ke khawatiran anaknya, dia juga tidak tau harus bagaimana jika keluarga Xu masih berkuasa dia tidak perlu kalut seperti ini....
...Seperri mengerti apa yang di pikirkan Ibunya Xu Ming segera berucap, "Xiao Li tidak akan membantu kita Ibu,"...
...Xu Ming juga pernah berpikir untuk meminta bantuan Xiao Li, namun hubungan dia dengan Xiao Li sudah tidak seperti dulu. Terlebih kelurganya juga di hancurkan oleh kelurga Yuan, meskipun polisi tidak bisa menemukan bukti terkait siapa yang melapor saat itu, namun mereka kaum bangsawan mengerti jika semua ulah keluarga Yuan. Sekalipun polisi tau memangnya mereka bisa apa, yang terkuat adalah yang berkuasa....
...Kekayaan keluarga Xu jika di bandingkan dengan keluarga Yuan saat itu bahkan tidak ada sepersepuluh, keluarga itu terlalu menakutkan. Tidak ada yang tau sampai batas mana kekuasaan keluarga Yuan. Sekalipun para bangsawan bersatu mereka tetap tidak ada apa-apanya jika dibandingkan keluarga Yuan. Xu Ming bahkan tidak memiliki kepercayaan diri untuk dekat dengan Tuan Muda Yuan, tapi Xiao Li bahkan bisa memenangkan hati Tuan Muda Yuan, sampai saat ini Xu Ming masih saja berada di bawah Xiao Li....
...Xu Ming menghela nafas gusar. Dia tidak tau langkah apa yang harus dia ambil, haruskah dia melarikan diri lagi ke luar negri. Namun kali ini Zu Zhang pasti tidak akan membiarkannya....
...Sementara itu Xu Shilling berada di kamarnya. Dia tidak mengerti apa-apa yang terjadi pada keluarganya, juga siapa paman itu, kenapa Ibunya begitu takut. Xu Shilling juga ingin bertanya namun sepertinya ini bukan sesuatu yang anak-anak harus ketahui....
..............
Di Rumah Xiao Li
...Shao Shen sudah menemani Chu Ran bermain juga menemaninya makan, sekarang hari sudah larut. Chu Ran seharusnya sudah pulang, namun panda berjalan itu masih bersandar pada bahunya seraya meminum susu yang berada dalam botol susunya....
...Shao Shen merasa aneh tidakkah bibi Zhao merasa khawatir karena Chu Ran belum kembali....
__ADS_1
...Xiao Li melihat Shao Shen yang sepertinya sedang berpikir sesekali tatapannya jatuh pada Chu Ran yang masih setia bersandar pada bahunya, dia mengerti tentang apa yang di pikirkan putranya. Xiao Li kemudian berucap, "Hari ini bibi Zhao tidak bisa pulang kerumahnya, dia masih berada di keluarga Zhao yang berada di luar kota jarak dari kota X ke kotanya membutuhkan waktu beberapa jam, dan penerbangan sedang tidak beroperasi karena cuaca yang buruk....
...Baru saja bibi Zhao menelfon dia menitipkan Chu Ran pada kita malam ini, jadi Chu Ran akan menginap disini, dan akan tidur denganmu malam ini....
...Shao Shen menatap tidak percaya kenapa harus tidur dengannya. Kenapa tidak tidur dengan orang tuanya saja....
...Seperti mengetahui isi kepala Shao Shen, Xiao Li menatap Shao Shen kemudian mengisyaratkan Shao Shen untuk menatap ke arah Yuan....
...Yuan menatap Shao Shen dengan seringai malas di bibirnya. Kemudian seringai itu berubah menjadi tatapan yang dingin. Yuan seperti berkata lewat matanya, "Jika kamu mengganggu ku dan Ibumu malam ini maka habislah kau,"...
...Shao Shen menjadi tidak berdaya Ayahnya sudah memperingatkannya lewat tatapan matanya. Seperti hewan buas yang menjaga teritorinya bahkan dia tidak di ijinkan melangkah melewati batas....
...Shao Shen masih termenung hingga suara seorang gadis cempreng memasuki Indra pendengarannya....
..."Kakak Shao Shen, Chu Ran sedikit mengantuk," Ucapnya dengan mata yang sudah sayu....
...Shao Shen merasa sedikit kasihan akhirnya dia bangkit dari duduknya dan menatap ke arah Chu Ran, kemudian berkata, "Ayo tidur sekarang sudah larut,"...
...Chu Ran kemudian berdiri dan merentangkan tangannya. Shao Shen menatap dengan tatapan tidak mengerti. Sedangkan Xiao Li tersenyum dan menatap penuh makna,...
...Sementara Yuan hanya menaikan salah satu alisnya....
...Shao Shen menatap Chu Ran kemudian berkata, "Apa yang kamu lakukan,"...
...Chu Ran dengan wajah bulatnya kemudian menjawab, "Chu Ran sudah mengantuk kakak Shao Shen,"...
...Chu Ran masih merentangkan tangannya Shao Shen menjadi bingung, Xiao Li segera menyela, "Shao Shen gendong dia ke kamarmu, tidakkah kau lihat matanya sudah sayu,"...
...Shao Shen protes, "Tapi dia bisa berjalan sendiri,"...
...Xiao Li segera menggeleng, "Sebelum dia sampai di kamarmu dia akan terjatuh,"...
...Shao Shen menatap tidak percaya kearah Ibunya, dia kemudian mendekat ke arah Chu Ran dan membiarkan Chu Ran melompat ke arahnya, Chu Ran mengaitkan kakinya ke pinggang Shao Shen dan melingkarkan tangannya di leher Shao Shen, kepalanya dia sandarkan pada bahu Shao Shen, Chu Ran sedikit bergerak-gerak mencari kenyamanan dalam gendongan Shao Shen....
...Xiao Li menatap penuh arti dia tersenyum menatap ke arah putranya. Chu Ran seperti koala yang memeluk erat Shao Shen....
...Shao Shen membawa Chu Ran ke kamarnya. Dia kemudian meletakkan Chu Ran di atas tempat tidurnya. Chu Ran sudah benar-benar mengantuk matanya sudah terpejam, Shao Shen kemudian berjalan ke arah lemari dan mengganti bajunya dengan piyama tidurnya....
...Setelahnya Shao Shen naik ke tempat tidur dan tidur di sebelah Chu Ran....
...Awalnya Shao Shen merasa damai seperti biasa namun tiba-tiba di tengah malam Chu Ran seperti monster. Tidurnya tidak bisa diam, Shao Shen di tendang kemudian tangan Chu Ran mendarat di pipinya, (Plaaakk)...
__ADS_1
...Shao Shen bangun dari tidurnya dengan wajah yang linglung, dia merasa ngantuk namun tamparan Chu Ran membangunkannya. Dia menengok ke arah Chu Ran, Chu Ran sudah berada di pinggir tempat tidur hampir saja jatuh, segera Shao Shen memperbaiki posisi tidur Chu Ran, akibatnya Chu Ran memeluknya sangat erat. Shao Shen merasa hidupnya menjadi berat. Chu Ran benar-benar membuatnya kesal....
...Dia segera memindahkan kaki Chu Ran yang berada di atas tubuhnya, namun hanya beberapa saat sebelum kaki itu kembali menindih tubuhnya. Akhirnya Shao Shen pasrah, Dia sudah sangat mengantuk. Dia mencoba memejamkan matanya, perlahan dia tertidur....