
...Yun Xie membawa sekretaris Mo pulang ke apartemennya. Dia tidak ingin membawa Sekretaris Mo ke rumah keluarga Yun. Yun Xie merasa bahwa dia akan sangat malu....
...Setibanya di apartemen Yun Xie membopong Sekretaris Mo masuk ke dalam rumahnya, kemudian dia membaringkan Sekretaris Mo di tempat tidur. Perlahan Yun Xie melepaskan kacamata Sekretaris Mo, Dia menatap wajah nan rupawan di balik kacamata yang selalu dia pakai....
...Perlahan Yun Xie menyentuh wajah Sekretaris Mo, dari mulai dahi kemudian turun ke hidung mancungnya dan berakhir menyentuh bibirnya. Yun Xie teringat kembali saat Sekretaris Mo mencium bibirnya walau hanya sebatas bersentuhan sekilas. Dia juga tidak tau apakah itu bisa di sebut ciuman....
...Namun pipinya tiba-tiba menjadi merah, Dasar gadis mesum, "Pikirnya....
...Dia segera menepuk-nepuk pipinya guna menyadarkan dirinya, dia merasa malu karena mengingat hal-hal yang tidak seharusnya dia ingat. Dia pasti sudah gila, "Pikirnya....
...Keesokan harinya...
...Sekretaris Mo bangun dengan kepala yang sedikit pusing, dia ingat saat dia makan malam bersama Nona dari keluarga Jing, namun setelah beberapa saat dia merasakan pusing di kepalanya kemudian dia tidak ingat apa yang terjadi....
...Sekretaris Mo menjadi panik, "Apakah aku dan dia melakukan itu, Pikirnya. ...
...Sekretaris Mo tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika dia sampai menyakiti Yun Xie. Dia mengutuk kebodohannya, bisa-bisanya dia bertemu wanita ular itu, harusnya dia tolak. ...
...Sekretaris Mo merasa seperti ingin menangis sekarang, bagaimana dia harus menjelaskannya kepada Yun Xie, ...
...Dalam kepanikannya dia kemudian membuka selimut yang menutupi kakinya. Dia menghela nafas lega, semua bajunya masih utuh. Tapi tunggu bagaimana jika dia memakaikannya kembali saat dia tidak sadar. ...
...Memikirkan ini membuat Sekretaris Mo ingin memukul dirinya sendiri. ...
...Setelah beberapa saat terdengar suara seseorang memasuki rumah, Sekretaris Mo menjadi semakin panik. "Apakah itu Nona dari keluarga Jing, ...
...Ini tidak benar aku harus pergi sekarang, "Ucapnya...
.
...Namun ketika dia hendak melangkah dia melihat Yun Xie berdiri di hadapannya. Sekretaris Mo menjadi semakin panik. Kenapa Yun Xie ada disini,."Pikirnya. ...
...Bagiamana dengan Nona dari keluarga Jing. Apakah aku harus berlutut dan memohon pengampunan sekarang, "Pikirnya. ...
...Sekretaris Mo langsung berlutut di hadapan Yun Xie, "Yun-Er. Ini salahku. Aku bersalah padamu. Tidak seharusnya aku bertemu wanita itu. Aku pantas mati, aku tidak bernafas. Mati... Mati... "Ucap Sekretaris Mo sembari mencekik dirinya sendiri. ...
...Yun Xie terkejut dengan aksi dari Sekretaris Mo, Kemudian dia berjongkok mensejajarkan dirinya dan Sekretaris Mo, ...
..."Mo Jun apa yang kau lakukan....
...Sekretaris Mo berkata, "Yun-Er aku sungguh minta maaf, Aku sadar aku tidak berhak mendapatkan maaf mu. Aku pantas untuk mati. ...
...Yun Xie mengernyitkan dahinya, "Aku tau tau. Aku sudah memaafkanmu....
..."Apa..? Sekretaris Mo terkejut dengan ucapan Yin Xie, ...
...Apakah Yun Xie benar-benar memaafkannya bahkan jika dia telah tidur bersama dengan Nona dari keluarga Jing. ...
...Memikirkannya Sekretaris Mo menjadi semakin merasa bersalah. Yun Xie begitu baik sedangkan dia adalah pria brengsek. ...
...Sekretaris Mo menatap Yun Xie, "Kau memaafkan ku bahkan jika aku telah tidur bersama dengan Nona dari keluarga Jing. ...
..."Apa... Apa maksudmu tidur dengannya.. Kau....Yun Xie melotot ke arah Sekretaris Mo. ...
...Sekretaris Mo menjadi gemetaran, "Yun-Er maafkan aku. aku benar-benar tidak sadar. Aku hanya ingat jika aku makan malam bersama dengan Nona dari keluarga Jing. Setelah itu aku meminum anggur dan merasakan pusing padahal aku baru meminum seteguk anggur. Lalu setelah itu aku tidak mengingat apapun....
...Sekretaris Mo hampir menangis mengatakannya. ...
...Yun Xie akhirnya mengerti apa yang di maksud Sekretaris Mo, dia mengira jika saat dia tidak sadar dia bersama dengan Nona Jing, Faktanya adalah Sekretaris Mo bersama dirinya...
__ADS_1
...Yun Xie kemudian berkata,."Aku tau. ...
...Sekretaris Mo merasa semakin kalut. Yun Xie sudah mengetahuinya. lalu apa yang harus dia lakukan sekarang....
...Yun Xie kemudian melanjutkan, "Aku tau semuanya, karena aku yang membawamu kesini. ...
...Sekretaris Mo terbelalak tak percaya, "Yun Xie membawanya ke rumah wanita lain, dan dia tidak keberatan sama sekali. Apakah perasaan Yun Xie padanya hanya sebatas ini. Sekretaris Mo menjadi sangat kecewa. kemudian dengan tatapan sendu dia mengatakan, "Kau tau, lalu kenapa kau masih membawaku kesini. ...
...Yun Xie mengernyitkan dahinya, dia berkata dalam hati "Memang kenapa jika dia membawanya kesini. ...
...Yun Xie kemudian mengatakan, "Lalu aku harus membawamu kemana. Jarak dari hotel ke rumahmu memakan banyak waktu. Juga aku tidak bisa membawamu pulang ke rumah keluarga Yun. Jadi setelah aku pikirkan aku membawamu ke apartemen ku, Aku berpikir itu tidaklah salah. ...
...Yun Xie mengatakannya dengan tenang dan tanpa terburu-buru. ...
...Sekretaris Mo seperti tersadar oleh sesuatu, kemudian dia melihat sekeliling, Benar saja. Mengapa dia begitu bodoh sampai tidak bisa mengenali apartemen calon istrinya ...
...Kenapa dia malah berpikir jika dia pergi bersama Nona dari keluarga Jing. Dan juga dia berpikir jika dia telah melakukannya bersama Nona Jing, dia sungguh bodoh. Alkohol benar-benar hal buruk, dia tidak ingin minum lagi.....
...Yun Xie menatap Sekretaris Mo yang sepertinya tenggelam dalam lamunannya, kemudian dia berkata, "Ada apa, apa kau berharap jika yang membawamu adalah Nona dari keluarga Jing....
...Sekretaris Mo buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak..Tidak mungkin aku seperti itu. Aku hanya takut jika aku melakukan kesalahan ketika aku tidak sadar. ...
...Sekarang aku tau jika kau yang membawaku, aku merasa sangat senang, seolah beban di hatiku terangkat. ...
...Yun Xie menatap raut wajah Sekretaris Mo, dia mengerti, dia juga khawatir jika Sekretaris Mo melakukan sesuatu di belakangnya. Untunglah saat itu dia tiba tepat waktu. Jika dia telat satu langkah jika kemungkinan Sekretaris Mo bukan berbaring di kamarnya, melainkan berbaring di kamar Nona dari keluarga Jing. ...
...Memikirkan kembali wanita itu membuatnya sangat marah...
...Yun Xie kemudian berkata, "Kamu dilarang minum lagi. Jika bukan minum bersamaku ...
...Sekretaris Mo mengangguk setuju, "Aku akan patuh....
...Sekretaris Mo kemudian berdiri dan duduk dimeja makan. Dia kemudian meminum sup yang di berikan Yin Xie,...
...Yun Xie bertanya,."Bagaimana rasanya. ...
...Sekretaris Mo mengacungkan ibu jarinya. "Kau yang terbaik... ...
...Yun Xie senang karena Sekretaris Mo meminum sup dengan lahap. ...
...Yun Xie kemudian mengatakan,."Aku tidak suka Nona dari keluarga Jing itu, sebaiknya dimasa depan kau jangan lagi menghubunginya....
...Sekretaris Mo mengangguk, "Tidak akan, Tidak akan pernah. ...
.........
...Sementara itu ketika Xiao Li berada di salah satu pusat perbelanjaan, dia bertemu dengan Feng Yu,...
...Dia sudah lama tidak melihatnya terakhir kali dia melihat Feng Yu adalah hari ketika dia mengenalkan mitra bisnisnya. Sejak saat itu dia tidak lagi saling berhubungan atau pun saling berkomunikasi....
...Xiao Li adalah orang yang selalu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Termasuk masa lalu. Bagi dia masa lalu bukan untuk dia ingat apa lagi dia kenang, terlebih jika kenangan itu menyakitkan. Biarkan saja berada dimasa lalu, dimasa depan tidak perlu lagi mengingat hal yang tidak perlu....
...Feng Yu tersenyum ke arah Xiao Li, Kemudian mengajaknya untuk sekedar makan bersama. Xiao Li tidak menolaknya karena dia juga bermaksud untuk pergi mencari makan dan kebetulan bertemu Feng Yu....
...Feng Yu memesan beberapa makanan yang disukai Xiao Li Xiao Li mengerutkan dahinya kemudian berkata, "Feng Yu, aku sudah tidak suka makanan itu....
...Feng Yu terperanjat kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah....Kau benar seiring waktu semua pasti berubah. Mungkin hanya aku yang masih disini. "Ucapnya sarkasme....
...Xiao Li tidak menanggapi maksud dari ucapan Feng Yu, baginya apapun yang berhubungan dengan Feng Yu, sudah tidak ada urusan lagi dengannya....
__ADS_1
...Feng Yu merasakan sedikit asam di hatinya. Xiao Li sudah berubah, segala sesuatu yang dulu dia sukai sekarang dia sudah tidak menyukainya....
...Sebaliknya Feng Yu masih terdiam dengan kenangan masa lalu. Dia tidak ingin melupakan. Juga tidak bisa membenci. Karena dia sama sekali tidak berhak membenci Xiao Li. Dialah yang salah dan dialah yang harus di benci....
...Xiao Li kemudian memesan beberapa makanan yang dia sukai saat bersama Yuan. Dia menyukai karena Yuan juga menyukainya....
...Feng Yu berkata, "Xiao Li, aku mendengar kau mengalami insiden penculikan. Dan kau terjatuh ke jurang....
...Xiao Li mengangguk mengiyakan, "Sekarang aku sudah baik-baik saja....
...Feng Yu menatap Yun Xie, wanita bak porselen yang dia sia-siakan. "Saat aku mendengarnya aku merasa sangat khawatir. Aku bahkan ingin pergi langsung ke kota E....
...Apa yang dikatakan Feng Yu memang benar. Saat dia mendapat kabar penculikan Xiao Li, dan juga saat Xiao Li jatuh ke jurang, dia berniat pergi ke kota E, namun semua orang melarangnya, Dia harus menghadiri pertemuan yang sangat penting....
...Namun ketika dia mendengar bahwa Yuan juga ikut terjatuh ke jurang, dia merasa hatinya seperti tertusuk. Yuan berusaha menyelamatkan Xiao Li meskipun nyawa yang jadi taruhannya....
...Namun Yuan seakan tidak peduli, selama Xiao Li selamat dia akan melakukan apa saja. Sekarang dia mengerti kenapa Xiao Li sangat mencintai Yuan. Pria itu benar-benar bisa membuat Xiao Li bahagia. Tidak seperti dirinya dimasa lalu yang hanya seorang pecundang....
...Namun dia bersumpah jika dia diberi kesempatan lagi, dia juga akan melakukan hal yang sama untuk Xiao Li. Mencintainya seperti Xiao Li yang mencintainya dulu....
...Xiao Li hanya tersenyum mendengarkan ucapan Feng Yu, "Dia bukannya tidak paham maksud dari ucapan Feng Yu, namun seperti yang di bilang, dia sudah tidak peduli. Apapun yang ingin di lakukan Feng Yu sekarang sudah terlambat....
...Setelah selesai makan Xiao Li akhirnya pamit dia berkata bahwa dia harus kembali berkeliling dan membeli beberapa barang lagi, Feng Yu menawarkan untuk menemaninya namun segera di tolak oleh Xiao Li....
...Xiao Li tidak ingin jika orang melihatnya dan menimbulkan salah paham. Bagaimanapun dia sudah mempunyai suami. Berjalan berdua dengan pria lain adalah hal yang tidak boleh di lakukan....
...Akhirnya Feng Yu menyerah kemudian mengucapkan selamat tinggal dan berjalan pergi....
...Feng Yu merasa kecewa dia masih ingin bersama Xiao Li, namun Xiao Li benar-benar menjaga jarak darinya....
.........
...Disisi lain disebuah negara Adidaya. Xu Ming sedang menikmati sarapan paginya. Dia hidup dengan membuka sebuah toko, dia tidak bisa melamar pekerjaan karena dia sedang hamil. dan perutnya sudah semakin membesar....
...Xu Ming mengingat kembali kenangannya dengan Feng Yu, dia juga mengingat Xiao Li, dulu Xiao Li adalah teman baiknya. Xiao Li sangat baik. Namun itulah masalahnya dia terlalu polos dan mudah percaya ucapan orang lain....
...Xiao Li selalu mendapat apapun yang dia inginkan, dengan wajahnya yang cantik dan status keluarga yang bagus dia tidak perlu melakukan apapun, semua orang akan berada di bawah kakinya. Dia tidak perlu menggerakkan jarinya, semua pria akan bertekuk lutut di hadapannya....
...Berbeda dengan dirinya, Setiap dia ingin sesuatu dia harus mencapainya dengan susah payah. Termasuk Feng Yu,...
...Pertama kali dia melihat Feng Yu, hatinya bergetar. Namun setelah beberapa lama Xiao Li mengenalkan pacarnya yang ternyata adalah Feng Yu,...
...Setiap pria yang disukai oleh Xu Ming selalu berakhir dengan menyukai Xiao Li. Xu Ming menjadi sangat cemburu. Setiap Xu Ming menginginkan sesuatu, semua itu sudah dimilki oleh Xiao Li. Kali ini dia menginginkan Feng Yu namun ternyata Feng Yu sudah dimiliki oleh Xiao Li....
...Namun kali ini dia tidak ingin menyerah, Xu Ming berjanji akan merebut Feng Yu dari Xiao Li. Karena itu setiap asa kesempatan dia selalu mendekati Feng Yu, untunglah Feng Yu tidak terlalu mencintai Xiao Li, sehingga dia bisa merebutnya....
...Sekarang jika dia mengingat ini hatinya menjadi pahit. Pada akhirnya Feng Yu masih mencintai Xiao Li, dan dia masih bukan apa-apa. Semua orang mencintai Xiao Li, namun tidak ada yang benar-benar mencintainya....
...Xu Ming tertawa miris. Dia menertawakan dirinya sendiri. Betapa bodohnya dia. Menghela nafas Xu Ming berusaha menghapus semua ingatan tentang masa lalu nya. Semua ingatan tentang Feng Yu dia kubur dalam-dalam....
...Sekarang dia harus fokus untuk membesarkan anaknya. Meskipun dia membenci Zu Zang dan membenci apa yang di lakukan Zu Zang namun anak ini tidak bersalah....
..."Nak, Maafkan Ibu, Dulu Ibu sempat ingin kamu lenyap. Maafkan Ibu tidak bisa memberimu keluarga sepenuhnya. Namun Ibu berjanji, Ibu akan menjadi Ibu sekaligus Ayah yang baik....
...Xu Ming kemudian menghapus air matanya. Dia merasa begitu lelah, dia lelah dengan semuanya. Namun sekarang dia punya kehidupan baru bersamanya. Dan dia masih harus membesarkannya....
...Xu Ming kemudian pergi menuju toko yang dia kelola. Xu Ming membuka sebuah toko bunga, dia sangat suka bunga dan sangat suka jika mencium aroma bunga. Dia hanya mempunyai satu orang karyawan di tokonya....
...Xu Ming sedang merangkai karangan bunga, dia merangkai sesuai dengan pesanan pelanggan. Dia menikmati hidupnya yang baru meski tanpa orang yang dicintainya. Dia masih harus tegar demi anak yang sedang di kandungnya....
__ADS_1
...Namun tanpa sepengetahuan Xu Ming, ada seseorang yang sedari tadi mengamatinya. Seseorang yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan....