Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan

Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan
Episode 84


__ADS_3

.............


Di rumah Yuan


...Xiao Li menghela nafas lega, setelah Yuan mengabarinya dan mengatakan semua baik-baik saja Xiao Li menjadi tenang. Dia menatap kearah Nyonya Zhao dan berkata bahwa Chu Ran sudah di selamatkan. Nyonya Zhao menghela nafas lega, dia berterimakasih karena sudah menyelamatkan Chu Ran, dia juga tidak mengerti kenapa para penculik itu menargetkan Chu Ran anaknya, padahal dia merasa tidak memiliki konflik dengan siapapun dan dengan keluarga manapun. ....


...Shao Shen juga merasa tenang setelah mendengar ucapan Ibunya, dia merasa bersalah atas apa yang menimpa Chu Ran, jika saja dia tidak mengajak Chu Ran melewati jalan pintas mungkin Chu Ran akan pulang dengan selamat. Meski begitu sekarang dia merasa lega, Ayahnya Yuan memang seorang pria yang bisa di andalkan. Shao Shen juga berharap bahwa dia bisa seperti Ayahnya Yuan, ketika dia tumbuh dewasa. Ayahnya adalah idolanya meski terkadang kata-katanya kejam dan juga sikapnya tegas, namun dia merasa Ayahnya adalah orang yang sangat hebat dia juga hangat kepada keluarganya dan dia juga mengerti bahwa tidak mudah untuk menjadi orang seperti Ayahnya....


...Xiao Li, Nyonya Zhao, dan juga Shao Shen berdiri di depan rumah, mereka menunggu kepulangan Yuan dan juga Chu Ran. Setelah beberapa saat mereka menunggu Yuan akhirnya pulang, mobil para pengawal datang terlebih dulu. mereka mulai memasuki kawasan rumahnya, disusul oleh mobil Yuan dan juga di belakangnya mobil Sekretaris Mo....


...Yuan turun dari mobilnya. Dia tersenyum cerah ke arah Xiao Li. setelah melakukan 'tugas' nya Yuan merasa amarahnya masih belum mereda itu karena keluarga Leng belum dia hancurkan. Namun ketika dia melihat Xiao Li dan juga Shao Shen menunggunya di depan rumah, amarahnya menjadi sedikit membaik....


...Sekretaris Mo turun dari mobilnya dan membawa Chu Ran dalam gendongannya. Dia segera membawa Chu Ran ke hadapan Nyonya Zhao dan menurunkannya. Chu Ran memeluk Ibunya dengan erat. Dia menangis dia merasa sangat takut. Dia kemudian menatap ke arah Shao Shen, buru-buru Chu Ran turun dari gendongan Ibunya dan memeluk erat Shao Shen....


...Kali ini Shao Shen tidak berusaha menolak. Dia membalas pelukan Chu Ran, dia merasa sedih sekaligus senang. Dia sedih karena dirinya Chu Ran mengalami hal menakutkan. Dia senang karena Chu Ran kembali dengan selamat. Chu Ran menangis di pelukan Shao Shen. dan enggan melepaskan pelukannya. Dia menempel pada Shao Shen seperti koala. Dia sepertinya lebih senang berada di pelukan Shao Shen dari pada di pelukan Ibunya....


...Nyonya Zhao hanya bisa menghela nafas menatap Chu Ran yang enggan lepas dari pelukan Shao Shen. Nyonya Zhao sedikit menegur Chu Ran, "Chu Ran, kamu itu berat kakak segera turun dari kakak Shao Shen,"...


..."Chu Ran menggelengkan kepalanya, aku tidak mau berpisah dari kakak Shao Shen, aku begitu takut tidak bisa bertemu kakak Shao Shen lagi, paman-paman itu sungguh menakutkan,"...


...Chu Ran kembali terisak Shao Shen merasa semakin bersalah. Shao Shen membiarkan Chu Ran dalam gendongannya. Nyonya Zhao juga terlihat sangat terpukul, dia berharap orang yang menculik putrinya bisa mendapatkan balasan yang setimpal....


...Yuan berjalan ke arah Xiao Li, dan memeluknya erat, Xiao Li juga khawatir dengan keselamatan Yuan, penculikan tentang dirinya di masa lalu masih membekas, kejadian saat Yuan jatuh ke jurang untuk menyelamatkannya masih terlintas di pikirannya. Di tidak ingin hal serupa terjadi lagi karena Chu Ran di culik, Xiao Li tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika tanpa Yuan....


...Mereka kemudian masuk ke dalam rumah, Chu Ran masih berada dalam gendongan Shao Shen dia enggan berpisah. Sementara Yuan berjalan ke arah ruang kerjanya di susul oleh Sekretaris Mo, sedangkan para pengawal berjaga di luar rumah....


...Xiao Li tidak mengikuti mengikuti mereka karena mungkin mereka akan membicarakan hal yang penting. Nyonya Zhao meminta Chu Ran untuk pulang ke rumah, namun Chu Ran menolak dia ingin tetap bersama Shao Shen. Nyonya Zhao menghela nafas berat, kedepannya juga Nyonya Zhao mungkin akan mengantar jemput Chu Ran, dia merasa sangat khawatir atas keselamatan Chu Ran. Dia adalah orang baru yang tinggal disini, namun sudah mendapatkan kejadian yang mengerikan. Kedepannya dia akan menjaga Chu Ran dengan ketat....


...Yuan duduk di kursi kerjanya. Sementara Sekretaris Mo duduk di depannya. Yuan menceritakan prihal dia membunuh kedua orang itu, juga mengetahui bahwa orang di baliknya adalah Nyonya Leng. Dia juga menceritakan bahwa insiden penculikan ini sebenarnya salah sasaran, mereka menargetkan Shao Shen namun malah menculik Chu Ran. Yuan sangat marah siapapun yang berani menyentuh orang-orangnya maka kematian adalah balasannya....

__ADS_1


...Sekretaris Mo mendengarkan dengan serius, "Yuan, langkah apa yang akan kita lakukan, aku sudah mendapatkan semua bukti yang kita butuhkan. Apa kau akan langsung menghabisinya,"...


...Sekretaris Mo memberikan semua bukti yang dia bawa. "Kau sendiri sudah tau bahwa keluarga Leng yang merencanakan semua ini, tunggu apa lagi kenapa kita tidak menghabisinya saja,"...


...Yuan berpikir sejenak, "Kita hancurkan dulu semua keluarga yang terlibat. Dan ekspos semuanya ke publik. Kita buat skema agar mereka saling menyerang. Setelah puas melihat penderitaan mereka baru kita habisi, lagipula aku sudah menyuruh beberapa orang pengawal untuk membawa kedua mayat itu ke rumah keluarga Leng, ini akan menjadi hadiah pembuka yang bagus untuk mereka," Suara Yuan terdengar sangat merdu namun kata-katanya sangat kejam membuat orang yang mendengarnya merasa menggigil....


...Sekretaris Mo mengangguk mengerti, jika Presdirnya sudah berkata demikian maka itulah yang harus terjadi. Karena dia juga sudah mendapatkan bukti yang kuat dia hanya tinggal mengeksposnya saja. Semua keluarga kaya yang terlibat mereka tinggal menunggu kehancuran keluarganya....


...............


Di sebuah rumah


...Seorang wanita terus meraung dan menangis. Dia memeluk anaknya yang masih kecil, sedangkan anaknya yang sudah dewasa di pukuli habis-habisan. Dia merasa sangat marah bagaimana bisa suaminya menyinggung orang dengan status tinggi seperti ini. Hidupnya sekarang sudah hancur, anaknya di pukuli di depan matanya. Rumahnya juga ikut di hancurkan....


...Suaminya pergi dengan memberikannya uang dalam jumlah yang banyak, dia berkata akan pergi bekerja, setelah itu selama beberapa hari tidak ada kabar lagi yang terdengar, lalu tiba-tiba datang orang-orang berjas, tanpa basa basi mereka menghancurkan rumahnya dan juga memukuli anaknya....


...Dia merasa marah juga sangat menyesal di saat bersamaan, harusnya dia menghentikan suaminya, hal yang tidak ingin dia dengar adalah suaminya sudah tewas mengenaskan karena dia berani menyinggung Tuan Muda Yuan. Dia merasa gemetar di seluruh tubuhnya. Dalam seumur hidupnya dia tidak pernah melihat bagaimana Tuan Muda Yuan itu, dia hanya mendengar desas-desus bahwa Tuan Muda Yuan adalah pria tampan yang kejam, dan juga keluarga itu sangat berkuasa....


...Bank bahkan sudah membekukan kartu kreditnya, dia sekarang tidak memiliki apapun lagi, rumahnya sudah di hancurkan, sekarang dia merasa panik bagaimana dia bisa menghidupi kedua anaknya. Bagaimana bisa suaminya terlibat dengan orang seperti ini....


...Tetangga dan juga kerabatnya terus menerus menyalahkannya karena melibatkan mereka, beberapa pengawal selalu datang setiap hari ke rumah mereka dan membuat keributan. Dia bahkan tidak bisa makan dengan benar, juga tidak memilki tempat tinggal lagi, bagaimana dia bisa memperbaiki rumahnya jika bahkan sepeserpun uang dia tidak memilikinya....


.............


Di rumah Yuan


...Setelah membujuk untuk waktu yang lama akhirnya Chu Ran bersedia untuk pulang, matanya terlihat membengkak, dia pulang dengan enggan. Sementara itu Shao Shen terlihat sangat murung, kejadian ini begitu mendadak, bahkan otaknya yang cerdas pun tidak bisa meresponnya dengan benar. dia masih ingat ketika Chu Ran memberontak dalam gendongan pria tersebut, dan tubuhnya yang masih kecil tidak bisa menyelamatkan Chu Ran. Dia selalu berpikir bahwa dia sudah cukup besar untuk bisa menjaga Chu Ran, namun pada kenyataannya dia masihlah anak kecil dan juga masih lemah....


...Xiao Li tau apa yang di pikirkan putra kesayangannya. Dia pasti merasa bersalah dan juga terpukul, namun ini semua juga bukan salah Shao Shen karena tidak bisa menjaga Chu Ran, dia sudah melakukan hal yang benar dan juga sudah melakukan sebaik yang dia bisa....

__ADS_1


...Xiao Li mendekat ke arah Shao Shen dan menyandarkan kepala Shao Shen ke dadanya, "Shen kecil jangan menyalahkan dirimu, Chu Ran sudah baik-baik saja, ini juga bukan salahmu. Jadi berhentilah murung,"...


...Shao Shen terdiam mendengar ucapan Ibunya, Xiao Li yang tidak mendengar respon Shao Shen segera saja menggodanya. "Shen kecil, karena Chu Ran sudah melewati kejadian mengerikan kau sebagai pria harus bertanggung jawab, Chu Ran pasti mengalami guncangan lebih parahnya dia mungkin trauma terhadap orang asing, jadi dimasa depan kau harus menjaganya dan melindunginya. Berhenti mempertimbangkan dia sebagai pacarmu, kau tidak perlu lagi mempertimbangkannya. Ibu dan Ayah juga menyukai Chu Ran, jadi biarkan dia menjadi pacarmu dan menjadi istri masa depanmu. Tidak masalah jika di sekolah di larang berpacaran. Di rumah tidak ada yang melarang,"...


...Xiao Li mengatakannya dengan antusias. Dia ingin mencairkan suasana agar Shao Shen tidak terus-menerus terlihat murung dan menyalahkan dirinya sendiri. Xiao Li melihat Shao Shen yang masih tetap diam. Dan Shao Shen terlihat sedang berpikir keras. Xiao Li menjadi tidak sabar. Namun tiba-tiba Shao Shen mengatakan satu kalimat, "Dimasa depan aku akan menjaganya dengan benar,"...


...Xiao Li tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, akhirnya Shao Shen mau menerima istri masa depannya. Dia merasa senang. Dia berniat untuk memasak makanan kesukaan Shao Shen hari ini....


..."Bagus, kau mengambil keputusan yang benar, Chu Ran adalah gadis yang imut, dia akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Ibu tidak ingin kau menyesal, dimana lagi kau akan mendapatkan istri masa depan yang begitu menempel padamu. Dia menyukaimu sangat banyak. Jangan biarkan lelaki manapun mendekati Chu Ran kita,"...


...Xiao Li sudah menganggap Chu Ran sebagai keluarganya. Dimasa depan juga Chu Ran akan menjadi menantunya, dia merasa sangat senang. Shao Shen begitu beruntung karena sedari kecil dia sudah bertemu dengan istri masa depannya. Dia tidak perlu repot-repot mencari dan Chu Ran sudah datang padanya seperti berkah yabg di kirimkan langsung padanya....


..."Karena kau sudah setuju untuk menerima Chu Ran sebagai pacar dan juga istri masa depanmu, sepertinya kita harus datang ke rumah keluarga Zhao dan menyiapkan seserahan,"...


...Seketika itu pula Shao Shen menatap ke arah Ibunya, dia tidak menyangka jika Ibunya akan langsung bertindak seperti ini, dia hanya mengatakan bahwa dia akan menjaga dan melindungi Chu Ran dimasa depan, namun bukan berati langsung pergi dan memberikan seserahan, bukankah ini seperti dia melamarnya....


...Shao Shen merasa seperti terkena petir di siang bolong, "Bu, bukankah ini terlalu cepat, aku hanya mengatakan bahwa aku akan menjaganya dimasa depan, kenapa kita harus pergi kerumahnya dan menyerahkan seserahan,"...


...Xiao Li menatap gemas ke arah Shao Shen, "Aiya, apa yang kau katakan, Shen kecil kau tidak mengerti, karena kau sudah memiliki istri dimasa depan maka kita harus datang kerumahnya dan menyerahkan seserahan. Chu Ran begitu imut dan cantik, tidakkah kau takut dia akan di ambil pria lain, sebelum hal seperti itu terjadi kau harus bertindak, dan mengamankan Chu Ran di sisimu,"...


...Shao Shen seperti terkena pukulan berat, sebenarnya dia hanya ingin menjaga Chu Ran, dan dia belum memutuskan untuk menjadikan Chu Ran sebagai pacarnya apalagi istri masa depannya. Namun mengingat kembali kejadian naas yang terjadi, Shao Shen hanya bisa menghela nafas, dia sekarang pasrah saja dengan apapun keputusan Ibunya. Dia harus tumbuh dengan cepat agar bisa melindungi Chu Ran, seperti Ayahnya yang selalu melindungi Ibunya....


...Dia memang belum mengerti perasaan suka dan semacamnya namun dia bisa tau jika perasaan seperti itu bisa di ibaratkan layaknya Ibu dan Ayahnya. Mereka seperti lem perekat, tidak terpisahkan kecuali ajal yang menjemput. Mungkin dimasa depan dirinya dan Chu Ran juga akan seperti itu, dia harus memberitahu Chu Ran bahwa Chu Ran harus memperbaiki kebiasaan tidurnya dan juga harus mau belajar dengan giat. Karena bagaimanapun dia tetap tidak menyukai gadis yang bodoh....


...Xiao Li merasa puas dengan keputusan tepat yang di ambil Shao Shen. Dia juga merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Chu Ran, dan sangat bersyukur karena Chu Ran kembali dengan selamat. Chu Ran adalah gadis yang imut dan juga ceria, Shao Shen yang kaku akan sangat cocok dengannya. Dia sudah merasa bosan dengan suasana rumah yang dingin dan kaku. Dia juga ingin hiburan dan ingin suasana rumah yang hangat, dia membayangkan jika Chu Ran tinggal bersamanya, rumahnya pasti akan terasa hidup....


...........


...Sementara itu Sekretaris Mo keluar dari ruangan Yuan, disusul oleh Yuan di belakangnya, Xiao Li juga ingin bertanya perihal yang terjadi pada Chu Ran, dan bagaimana Yuan menyelesaikannya. Namun dia membiarkan Sekretaris Mo untuk pulang lebih dulu. Setelah dia pulang Xiao Li akan langsung bertanya kepada Yuan....

__ADS_1


...Yuan melihat Xiao Li dan juga Shao Shen, Yuan mengerti arti tatapan Xiao Li bahwa dia ingin meminta penjelasan. Yuan mengangguk ke arah Xiao Li dan membiarkan Sekretaris Mo untuk pergi dan menyelesaikan tugasnya....


__ADS_2