Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan

Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan
Episode 67


__ADS_3

...Xu Ming menaiki Taxi pergi ke bandara. Sementara itu Zu Zhang mengikutinya dari belakang, dia merasa cemas apa yang akan di lakukan wanita itu, dan mau kemana dia. Apakah dia ingin kabur lagi darinya. "Zu Zhang mengepalkan erat tangannya....


...Setelah tiba di bandara Xu Ming turun dari Taxi, dia berniat untuk pergi ke negara Tokyo. Xu Ming menyadari bahwa sedari tadi dia berada di mobil dia di ikuti oleh seseorang. Xu Ming berpikir bahwa itu pasti Zu Zhang, sehingga dia sengaja meminta supir Taxi untuk berbelok melewati jalan lain....


...Xu Ming berjalan menaiki eskalator. Namun ketika dia hendak melangkah tiba-tiba dia di kejutkan oleh seorang anak yang berlarian dan menabrak dirinya. Xu Ming terjatuh dan memegangi perutnya. Dia merasakan perutnya sedikit sakit. Dia takut jika dia mengalami keguguran....


...Namun Xu Ming sedikit menghela nafas lega, dia melihat adanya darah saat dia terjatuh, itu berarti anaknya masih selamat. Namun dia tidak sepenuhnya merasa lega, setelah tiba di Tokyo dia akan memeriksakan kandungannya....


...Xu Ming di periksa oleh petugas bandara prihal data identitas dan fakta kehamilannya. Karena faktanya seorang ibu hamil hanya bisa menaiki pesawat saat usia kandungannya sudah mencapai 14-27 Minggu....


...Xu Ming berhasil melewati pemeriksaannya karena usia kandungannya sudah sudah berada di tahap kuat ketika menaiki pesawat....


.........


...Sementara itu Zu Zhang terus mengikuti mobil di depannya, dia tidak menyadari jika Taxi yang sedang di ikuti nya bukanlah Taxi yang di naiki oleh Xu Ming. Zu Zhang terus mengikutinya hingga Taxi itu berhenti di sebuah Vila,...


...Zu Zhang merasa ada yang tidak beres. untuk apa Xu Ming pergi begitu jauh dan juga kenapa dia memasuki Vila. Zu Zhang menghentikan mobilnya dan mengamati Taxi yang berada tidak jauh di depannya....


...Zu Zhang terus memperhatikan hingga akhirnya seseorang turun dari Taxi. Namun bukanlah Xu Ming, melainkan seorang pria paruh baya yang menggunakan kursi roda....


...Zu Zhang melebarkan matanya. "Siapa itu, Dimana Xu Ming,...


...Zu Zhang turun dari mobilnya, dia kemudian menghampiri Taxi tersebut. Dia melihat kedalam Taxi dan mencari keberadaan Xu Ming, namun dia tidak menemukannya....


...Sial, "Umpatnya....


...Zu Zhang kemudian masuk kembali kedalam mobilnya, dia kemudian pergi dan berbalik. sepanjang jalan dia terus mengumpat bisa-bisanya dia kehilangan jejak Xu Ming, Zu Zhang kembali ke tempat awal, dia mencari Xu Ming ke segala tempat. Namun dia masih tidak menemukannya....


...Dalam keputusasaaannya dia ingat jika Xu Ming membawa kopernya, "Mungkinkah dia pergi ke bandara, "Ucapnya....


...Zu Zhang segera melajukan mobilnya dengan secepat mungkin. Dia harus segera menemukan Xu Ming....


...Setelah tiba di bandara, Zu Zhang mencari Xu Ming, dia berkeliling mencari seperti orang gila. Hingga dia menemukan fakta bahwa tidak ada seseorang yang pergi ke luar negri dengan identitas Xu Ming, dan juga berkata bahwa pemberangkatan lokal pun tidak ada yang bernama Xu Ming,...


...Zu Zhang menjadi putus asa, dia kehilangan jejak Xu Ming....


...Zu Zhang mengumpat sepanjang jalan, dia tidak tau lagi harus mencari Xu Ming kemana....


...Dia akhirnya meminta bantuan anak buahnya. "Cari seseorang bernama Xu Ming, diamanapun dia kau harus menemukannya....


.........


...Sementara itu di negara Tokyo Xu Ming bertemu dengan temannya, Xu Ming merasa sangat berterimakasih karena temannya telah membantunya membuat identitas palsu....


...Xu Ming berencana untuk tinggal di negri Sakura, hingga anaknya tumbuh dewasa. kemudian kembali lagi ke Beijing ke negara asalnya. Xu Ming ingin menjalani hidup baru yang damai tanpa ada orang yang di kenalnya....


.........


...Disisi lain di kota X, Xiao Li semakin sibuk dengan acara resepsi pernikahannya. Yuan yang melihat kelelahan di wajah istrinya menjadi kesal. "Li'er kau jangan memaksakan diri. Serahkan saja semua urusan pernikahan kepada Asisten Jiang. Kau tidak harus kelelahan seperti ini....


...Xiao Li berkata, "Tidak masalah ini adalah pernikahan kita, dan hanya terjadi sekali seumur hidup. Aku ingin segala yang terbaik....


...Yuan tersenyum kearahnya, "Aku tau, aku mengerti namun aku hanya ingin agar kau tidak kelelahan, bagaimana jika pengantin wanita merasa lesu dan lemah. Bukankah hanya akan menjadi lelucon. Bukankah mereka akan berpikir jika kau menikah denganku karena tepaksa....


...Xiao Li melotot ke arah Yuan, "Siapa yang berani berkata seperti itu,...


...Xiao Li kemudian berpikir, "Apa yang di katakan Yuan ada benarnya. Jika pengantin wanita merasa lesu dan lemah, bukankah mereka akan membandingkannya dengan pengantin pria yang gagah dan bugar....


...Dia kemudian berkata, "Baiklah, aku akan menyerahkannya kepada Asisten Jiang....


...Yuan tersenyum senang, istrinya sangat keras kepala, susah untuk membujuknya. Dia harus memakai banyak cara agar Xiao Li mendengarkan ucapannya....


...Ketika mereka berbincang ponsel Xiao Li berbunyi. ternyata telfon dari Yun Xie,...


..."Halo, Yun Xie...


..."Halo Li'er, aku mendengar resepsi pernikahanmu akan segera tiba. Aku ikut senang untukmu. Dan aku juga punya kabar bahagia....


..."Kabar bahagia apa itu, "Tanya Xiao Li....


..."Aku dan Mo Jun akan menikah setelah beberapa hari kau melakukan resepsi. "Jawab Yun Xie....


...Mata Xiao Li berbinar mendengarnya "Wah benarkah, aku tidak menyangka jika hubungan kalian bisa secepat ini....


...Yun Xie tersenyum mengatakan, "Terkadang hubungan seseorang itu tidak perlu waktu yang lama....

__ADS_1


...Xiao Li mengangguk setuju, "Kau benar, aku ikut senang untukmu. Aku sudah menduga jika Sekretaris Mo adalah orang yang bisa di percaya. Dia lelaki yang bisa kau andalkan dimasa depan....


...Yun Xie mengangguk setuju, "Kau benar, Hmm..Aku akan datang dan memberikan hadiah yang bagus untukmu....


...Xiao Li tersenyum cerah, "Baiklah.. Baiklah..Aku mengerti....


.........


...Setelah telfon terputus, Xiao Li kemudian menatap Yuan dan berkata, "Yuan Yun Xie dan Sekretaris Mo akan segera menikah....


...Yuan mengangguk membenarkan, "Aku sudah tau, Mo Jun mengatakannya padaku....


...Xiao Li menatap Yuan tidak percaya,."Kenapa kau tidak mengatakannya....


...Yuan menatap Xiao Li, "Aku berpikir kau sudah tau....


...Xiao Li merasa Yuan menyebalkan, dia berdecak kesal ke arah Yuan....


..........


...Waktu terus berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Xiao Li, Xiao Li terlihat sangat cantik. Dia terlihat seperti seseorang yang baru saja keluar dari lukisan....


...Seluruh keluarga Yuan sudah datang ke kota X, mereka semua menginap di salah satu Vila keluarga....


...Nyonya dan Tuan Yuan terlihat sangat bahagia, Pasangan ini tidak terlihat seperti pasangan pada umumnya. Mereka masih terlihat mesra meskipun usia mereka tidak lagi muda. Juga Nyonya Yuan terlihat lebih muda dari usianya. Terpancar aura ke anggunan dari tubuhnya. Membuat seseorang tanpa sadar menatap kagum dan menghormati dirinya....


....Sementara Tuan Yuan memancarkan aura wibawa dan aura seorang pemimpin. Membuat orang meski sekali saja melihatnya mereka akan tau jika dia adalah seseorang yang berkuasa....


...Yuan dan Xiao Li, seperti pasangan dari dunia yang berbeda, Xiao Li sangat cantik dengan gaun pengantinnya. Begitu pun Yuan sangat tampan dengan balutan jas hitamnya....


...Semua mata memandang ke arahnya, Ini adalah pasangan yang paling penomenal. Tidak ada yang berani mengkritik. Mereka benar-benar pasangan yang sempurna....


...Desas-desus Yuan yang sangat mencintai istrinya semakin berkembang, Terlebih ketika fakta bahwa Yuan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Xiao Li. Mereka semua hanya bisa berdecak kagum. Ini adalah contoh pria sejati....


...Para wanita menatap iri kearah Xiao Li. Yuan begitu tampan dan kaya. tidak hanya itu dia bahkan mencintai Xiao Li. sampai ketulang-tulangnya. Mereka berharap bisa menemukan pria seperti Yuan....


...Mereka juga mulai mengagumi Xiao Li sebagai wanita top sosialita....


...Sedangkan para pria menatap Xiao Li dengan tatapan memuja. Wanita yang seperti porselen dan kulit seputih giok ini benar-benar sangat cantik. Terlihat seperti bukan berasal dari dunia ini. Bahkan jika mereka hanya bisa menyentuh tangan Xiao Li, mereka berjanji mereka tidak akan mencuci tangannya....


..........


...Feng Yu berjalan ke arah Yuan dan Xiao Li, hatinya sangat sakit. Namun dia paksakan untuk tetap tersenyum. Harusnya dia yang bersanding dengan Xiao Li. Dia masih tidak rela jika Xiao Li bersama pria lain....


...Feng Yu menguatkan langkahnya. Dia kemudian berhenti di hadapan Xiao Li, dengan suara sedikit gemetar dia mengucapkan, "Selamat atas pernikahannya....


...Yuan menggenggam erat jemari Xiao Li, Yuan merasakan perasaan yang tidak enak, dia merasa bahwa Feng Yu masih mencintai Xiao Li....


...Xiao Li kemudian tersenyum ke arah Feng Yu, "Terimakasih kau sudah datang....


...Feng Yu menatap Yuan kemudian berkata,."Yuan Bai, jika kau menyakiti Xiao Li, bersiap-siaplah karena aku akan mengambil Xiao Li darimu....


...Yuan merasa kesal. Dia semakin memegang erat jemari tangan Xiao Li....


...Xiao Li segera menegur Yuan, "Yuan.......


...Yuan tersadar kemudian dia melonggarkan genggaman tangannya....


...Yuan kemudian menatap Feng Yu. Dengan tajam Yuan berkata, "Selama aku hidup. Selama aku masih bernafas. Aku tidak akan pernah melukai istriku, jadi kau jangan bermimpi. bahkan di kehidupan selanjutnya aku masih akan menemui Xiao Li dan masih akan bersamanya serta menikahinyam Aku tidak akan membiarkan kau menemukan Xiao Li...


...Feng Yu tersenyum, dia tau Yuan sangat mencintai Xiao Li. Feng Yu juga tidak bisa memungkiri jika perasaan nya masih ada untuk Xiao Li. namun sekarang dia harus merelakan Xiao Li. Feng Yu merasa hatinya seakan tertimpa batu....


...Kemudian Feng Yu berjalan pergi dan.berbaur bersama kerumunan....


...Xiao Li menatap ke arah Yuan, kemudian berkata, "Aku akan tetap bersamamu meski melewati beberapa kali kehidupan....


...Yuan akhirnya tersenyum cerah, perasaan kesal karena Feng Yu lenyap seketika....


...Sekretaris Mo dan Yun Xie datang bersama. Yun Xie menyunggingkan senyum. "Li'er selamat atas pernikahanmu....


...Xiao Li kemudian tersenyum dan berkata, "Terimakasih....


...........


...Beberapa hari setelah acara pernikahan Xiao Li, Sekretaris Mo dan Yun Xie melangsungkan pernikahannya. Keluarga Jing tidak menampakkan batang hidungnya. Mungkin mereka kecewa atas keputusan keluarga Mo, Juga disisi lain mereka merasa malu, rencananya untuk menjebak Mo Jun sudah ketahuan oleh Yun Xie....

__ADS_1


...Sehingga keluarga Mo pun tau jika Nona dari keluarga Jing berusaha menjebak Mo Jun....


...Mereka sangat marah dan kecewa. Trik murahan seperti itu masih di pergunakan. Mereka berpikir Nona Jing adalah wanita yang baik, dan wanita yang berhati lapang. Jodoh bukanlah mereka yang mengatur, mereka berpikir Nona dari Keluarga Jing akan berpikiran terbuka. Namun siapa sangka hatinya sangat sempit....


...Mereka bersyukur karena wanita seperti itu tidak menjadi menantunya....


.............


...Beberapa tahun kemudian....


...Shao Shen kecil, "Ibu sudah mengatakan padamu, hal-hal seperti ini kau tidak perlu melakukannya...


...Shao Shen menjawab, "Ibu dimasa depan aku adalah pewaris keluarga Yuan. Tentu aku harus belajar dari sekarang....


...Xiao Li menatap tak percaya kearah anaknya. "Kau itu masih sangat muda. Apa yang kau lakukan disini. bermainlah diluar....


...Shao Shen berkata, "Menjadi muda sangat bagus aku akan belajar dengan cepat....


...Xiao Li merasa semakin kesal. Ketika masih bayi Shao Shen kecil sangat imut dan menggemaskan. Namun ketika tumbuh sedikit lebih besar, dia akhirnya tau Shao Shen begitu menyebalkan. Dia sangat dingin bahkan terhadap Ibunya....


...Yuan mempengaruhi pertumbuhan Shao Shen menjadi begitu buruk. Dia yang seharusnya bermain di luar, malah bermain di perpustakaan....


...Xiao Li ingin jika anaknya menikmati masa kanak-kanak yang bahagia, bukan seperti ini,."Pikirnya....


...Yuan hanya tertawa melihat interaksi keduanya. Anaknya memang mirip seperti dirinya. Yuan sangat senang, namun sama seperti Xiao Li, Yuan merasa sedikit khawatir, Shao Shen kecil berpikir lebih dewasa dari umurnya. Dia seperti berbeda dari usia yang seharusnya....


...Shao Shen kecil Ibumu sangat mengkhawatirkan mu. Sekarang kita keluar dari sini. kau tidak perlu lagi belajar. Kita akan pergi ke rumah paman Mo Jun dan bertemu Xiuhuan kecil....


...Shao Shen akhirnya mengangguk, "Baiklah.....


...Setelah memakan waktu 20 menit mereka akhirnya sampai di rumah Mo Jun....


...Xiao Li dan Yun Xie saling berbincang, dan Yuan sedang bermain catur dengan Mo Jun....


...Sementara itu Shao Shen bermain bersama Xiuhuan....


..."Shao Shen aku tidak mengerti bagaimana caranya melakukan ini. Xiuhuan menunjukan mainan yang sedang dia pegang."...


..."Xiuhuan aku tau kau sedikit lambat namun aku tidak Kau jika kau begitu bodoh, hal seperti inipun kau tidak bisa,"...


...Para orang tua saling menatap kearah mereka. Yuan tertawa terbahak-bahak. Sekretaris Mo menatap kesal ke arah Shao Shen. kemudian berkata, "Yuan kau lihat anakmu, bahkan dia mirip sepertimu ketika masih kecil. Aku sering sekali kau sebut bodoh. Kenapa di melakukan hal yang sama kepada anakku....


...Yuan dengan bangga mengatakan, "Dia anakku tentu saja harus seperti aku. Terlebih aku senang karena dia tidak bodoh. Yuan kembali tertawa terbahak-bahak....


............


...Sementara itu di negri sakura, Xu Ming bersiap-siap untuk kembali ke Beijing. Dia pergi bersama anaknya Xu Shilling....


..."Ibu apa kita akan pergi ke Tiongkok. "Tanya Xu Shilling."...


...Xu Ming mengangguk setuju,."Iya kita akan kembali, kita akan bertemu nenek dan kakek mu,"...


...Xu Shilling berkata, "Baiklah,"...


...Mereka melakukan perjalanan selama beberapa jam. Hingga akhirnya mereka tiba di Beijing....


...........


...Mereka kemudian berkeliling, Xu Shilling melihat berbagai macam makanan di jalan. dia berkata, "Ibu aku tidak pernah melihat makanan seperti itu di Jepang, aku mau itu,"...


...Xu Ming menatap ke arah makanan yang di tunjuk Xu Shilling, kemudian berkata, "Kita akan membelinya di restoran....


...Xu Shilling menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku mau mencicipi yang itu,"...


...Xu Ming akhirnya menyerah, "Baiklah tunggu sebentar ibu akan membelikannya,"...


...Xu Ming berjalan ke arah pedagang, sedangkan Xu Shilling mengamatinya dari belakang....


...Sampai tiba-tiba seseorang menabrak Xu Shilling, "Aww..."Ucapnya....


...Zu Zhang menatap Xu Shilling, "Hai nak, apa kau baik-baik saja. Dimana Ibumu. kenapa kau sendiri."...


...Xu Shilling menunjuk wanita yang sedang membeli makanan, "Zu Zhang berkata baiklah kau harus berhati-hati disini banyak pejalan kaki. Tunggulah dekat ibumu....


...Xu Shilling mengangguk mengerti kemudian berjalan ke arah Xu Ming,...

__ADS_1


...Zu Zhang memperhatikannya, dia merasa sedikit familiar. Juga anak itu kenapa sedikit mirip dirinya."Ucapnya....


...Zu Zhang akhirnya masuk ke mobilnya dan pergi....


__ADS_2