
............
...Shao Shen sampai di rumahnya dia merasa lelah karena berlari begitu cepat, namun semua kekalahannya seakan sirna jika memikirkan nasib Chu Ran. Dia segera mencari keberadaan Ibunya....
...Shao Shen melihat Xiao Li sedang menikmati camilan siang. Dia segera menghampirinya....
..."Ibu, terjadi sesuatu pada Chu Ran," Shao Shen mengatakannya dengan nafas yang tergopoh-gopoh....
...Xiao Li yang sedang memakan camilannya segera berhenti dia menatap Shao Shen, "Apa maksudmu,"...
...Shao Shen berusaha menstabilkan nafasnya, "Chu Ran di culik,"...
..."Apa? Bagaimana bisa Chu Ran di culik, bukankah dia bersamamu,"...
...Shao Shen mengangguk membenarkan, "Aku bersamanya, ini salahku, aku membawanya melewati jalan pintas, seharusnya aku tidak membawanya ke sana," Shao Shen merasa bersalah dan juga merasa sangat khawatir, jika terjadi sesuatu dengan Chu Ran dimasa depan bagaimana dia bisa menatap bibi Zhao....
...Xiao Li juga sangat panik dia pernah di culik dan dia tau bagaimana rasanya, sekarang Chu Ran dalam bahaya dan bukan waktunya untuk menyalahkan, Shao Shen juga tidak salah dia juga tidak tau jika akan terjadi hal seperti ini. Ini masih siang hari dan penculik sudah berkeliaran....
...Xiao Li segera menghubungi Yuan, "Ibu akan menghubungi Ayahmu, kau tidak perlu khawatir semua akan baik-baik saja, Chu Ran juga akan baik-baik saja. Ayahmu pasti bisa menyelamatkan Chu Ran....
...Xiao Li segera mengambil ponselnya dan menelfon nomor pribadi Yuan....
..............
...Saat ini Yuan sedang mengadakan rapat dengan para bawahannya. Dia membahas prihal proyek baru yang akan perusahaan mereka lakukan. Juga membahas kerja sama dengan perusahaan dari jepang. Yuan merasa optimis dia yakin jika proyek barunya akan sukses besar....
...Ketika dia sedang mendengarkan presentasi dari Departemen perencanaan ponsel pribadinya tiba-tiba berbunyi. Yuan melihat panggilan telfon dari istrinya. Dia tersenyum senang. Dia mengangkat telfon di sela-sela rapat pentingnya....
..."Halo,"...
...Semua orang menatap ke arah Yuan, mereka sepertinya sudah menebak siapa yang bisa memanggil singa ganas di sela-sela rapat pentingnya dan membuatnya tersenyum aneh selain Nyonya Mudanya. Mereka menghela nafas lega setidaknya mereka bisa bernafas selama Yuan mengangkat telfonnya....
...Di sela-sela helaan nafas lega para bawahan, mereka tiba-tiba di kejutkan dengan sebuah suara gebrakan meja, mereka melonjak kaget, tiba-tiba Yuan menggebrak meja dengan sangat kuat. Nafas lega yang sempat mereka hirup tiba-tiba seolah pergi dari pusat pernafasannya. Mereka saling melirik dengan wajah ketakutan. 'Apa yang terjadi' mereka saling menerka-nerka dalam hatinya....
..."Aku segera pulang,"Ucap Yuan...
...Semua orang kembali saling menatap, ini adalah pertama kalinya Presdir Yuan pergi di tengah-tengah rapat yang penting, dan apa tadi katanya 'pulang' mereka seolah melihat oase di Padang pasir, jika Presdir Yuan pulang lebih cepat maka hidup mereka bisa damai setidaknya sampai pulang kerja. Tapi apa yang menyebabkan Presdir Yuan begitu panik dan bergegas untuk pulang, apakah Nyonya Muda jatuh sakit, ataukah Tuan Muda Shao Shen mengalami kesulitan. Mereka tidak tau apapun alasannya mereka hanya berdoa semoga tidak terjadi hal-hal buruk, karena bagaimanapun jika hal buruk terjadi sudah di pastikan kehidupan di kantor akan terasa seperti di tempat penyiksaan....
...Yuan menutup telfonnya dan segera keluar dari ruang rapat tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sekretaris Mo mengekor di belakangnya, dia juga tidak tau apa yang terjadi hingga membuat Yuan keluar di tengah-tengah rapat pentingnya. Dia tidak bisa memikirkan kemungkinan lain selain Nyonya Muda dan Tuan Muda Shao Shen....
...Yuan berjalan memasuki ruangannya dia mengambil Jas dan juga tas kerjanya. Sekretaris Mo masih mengekor di belakangnya hingga ikut masuk ke ruangan Yuan. Setelah berada di ruangan Yuan Sekretaris Mo tidak bisa menahan rasa penasarannya....
..."Presdir Yuan ada apa,"Tanyanya....
...Yuan menatap ke arah Sekretaris Mo, "Chu Ran di culik, aku harus segera pulang, kau selidiki siapa dalang di baliknya dan apa motifnya. Nyonya Zhao adalah tetangga baru di komplek kami. Dan suaminya juga seorang tentara. Suaminya mungkin tidak pulang karena dia sedang bertugas. Dan Chu Ran sering kali di titipkan di rumah kami, dia juga selalu bermain dengan Shao Shen, aku tidak mengerti kenapa mereka menargetkan Chu Ran, apakah Nyonya Zhao memiliki masalah pribadi dengan seseorang, namun siapa yang berani ketika suaminya seorang tentara yang membela keamanan negara,"...
...Sekretaris Mo mengerti dengan penjelasan Yuan yang padat dan juga jelas. Jadi yang di culik adalah temannya Shao Shen sekaligus tetangganya. Namun Sekretaris Mo juga tidak mengerti kenapa seseorang menargetkan anak seorang tentara tidakkah mereka takut jika dia bisa saja diburu seluruh anggota tentara di Beijing....
...Sekretaris Mo segera berkata "Aku mengerti, aku akan segera menyelidiki,"...
...Yuan mengangguk mengerti, "Aku akan memberitahumu prihal tempat kejadiannya ketika aku tiba di rumah, karena aku juga harus bertanya kepada Shao Shen dan segera memberitahu Nyonya Zhao, kau lanjutkan pekerjaan yang aku tinggalkan pastikan rapat berjalan lancar, setelah itu selidiki semuanya,"...
...Sekretaris Mo mengangguk mengerti, dia harus menyelesaikan rapat yang tertunda karena dia juga tiba-tiba saja keluar di tengah-tengah rapat pasti para orang tua itu mencibirnya dalam hati mereka....
...Yuan berjalan keluar sebelah tangannya memegang tas dan sebelahnya lagi memegang kunci mobil. Dia bergegas ke parkiran dan mengambil mobilnya. Dia segera melesat dengan kecepatan tinggi. Pikirannya di penuhi Chu Ran dan Shao Shen. Dia harus segera tiba di rumahnya....
............
Rumah Yuan
...Setelah tiba di rumah Yuan segera memarkirkan mobilnya, dia bergegas masuk ke rumahnya. Ternyata di rumahnya sudah ada Nyonya Zhao yang sedang menangis dan Xiao Li yang berusaha menenangkannya. Sementara Shao Shen sedang duduk dan tatapannya terlihat kosong. Tidak ada telfon dari pihak penculik juga mereka sudah menelfon pihak berwajib. Nyonya Zhao merasa semakin panik dan sedih, suaminya sedang bertugas menjaga perbatasan negara sedangkan anaknya sendiri di culik dan berada dalam bahaya....
...Dia tidak bisa menghubungi suaminya dan memintanya untuk pulang, tugas negara selalu lebih penting dari apapun. Saat ini dia hanya bisa bergantung pada keluarga Yuan, bagaimanapun dia mendengar bahwa keluarga Yuan sangat berkuasa. Mereka pasti bisa membawa Chu Rannya kembali dengan selamat....
...Nyonya Zhao melihat kedatangan Yuan dia segera menghampirinya. "Tuan Muda, saya tidak tau harus meminta tolong kepada siapa, suami saya berada di perbatasan dia tidak bisa di hubungi, sedangkan Chu Ran berada dalam bahaya, saya minta tolong agar Tuan Muda mau menyelamatkan Chu Ran," Nyonya Zhao mengatakannya dengan nada gemetar....
__ADS_1
...Yuan menatap ke arah Nyonya Zhao yang terlihat sangat panik dan juga sedih....
..."Nyonya Zhao, kau tenang saja aku akan membawa Chu Ran kembali, dia sudah aku anggap sebagai anakku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, aku akan pastikan bahwa mereka yang terlibat akan merasakan kehidupan yang lebih sengsara dari pada kematian,"...
...Yuan segera menatap ke arah Shao Shen, Dia kemudian menghampiri Shao Shen dan duduk di hadapannya....
..."Shao Shen jelaskan pada Ayah bagaimana kronologi kejadiannya,"...
...Shao Shen menatap ke arah Yuan dia kemudian menceritakan semuanya dan juga memperlihatkan bukti plat nomor yang dia foto dan mungkin akan berguna....
...Yuan mendengarkan ucapan Shao Shen dengan serius dan memuji Shao Shen bahwa dia sudah bertindak dengan tepat....
...Yuan segera menelfon Sekretaris Mo dan memberitahukan semua yang dia dengar dari Shao Shen, termasuk plat nomor mobil penculiknya. Sekretaris Mo mengerti dan menerima perintahnya, dia segera menutup telfon dan mulai menyelidiki....
...Setelah beberapa saat Yuan menerima telfon dari Sekretaris Mo, dia sudah mendapatkan informasi terkait penculiknya. Dia bekerja lebih baik dari pihak kepolisian. Yuan merasa puas dengan kinerja Sekretaris Mo....
..."Presdir, aku sudah menyelidiki mereka adalah penculik bayaran yang di tugaskan oleh seseorang, aku sudah mendapatkan lokasi mereka, apa kita akan langsung ke sana?"...
...Yuan berdiri dari duduknya, "Kirimkan padaku alamatnya, aku akan pergi ke sana, kau menyusul lah dari kantor dan bawa para penjaga,"...
...Sekretaris Mo menerima perintahnya sepertinya hari ini akan ada pertumpahan darah. Sekretaris Mo menyiapkan beberapa senjata api juga tidak lupa lap dan sarung tangan. Yuan cenderung menggunakan sarung tangan ketika dia memegang senjata api, itu karena dia tidak ingin tangannya menjadi kotor....
...Sekretaris Mo segera mengerahkan beberapa orang pengawal yang paling terlatih dalam seni bela diri. Dia segera bergegas pergi ke lokasi yang mereka tuju. Mungkin Yuan sudah berangkat lebih dulu jadi dia harus segera menyusul....
..............
...Sementara itu kedua orang penculik itu duduk dan menatap ke arah Chu Ran yang sudah dia ikat, Chu Ran tidak henti-hentinya menangis dan akhirnya mereka menyumpal mulut Chu Ran....
..."Gadis kecil, kami tidak akan menyakitimu jadi lebih baik kau diam saja dan berhenti menangis, jika kau berhenti menangis paman akan membuka sumpalan di mulutmu dan juga akan membuka ikatan tanganmu,"...
...Chu Ran tidak mendengarkan mereka dia terus saja menangis. Salah satu dari mereka mencoba menelfon orang yang memerintahkannya....
..."Halo, Tuan saya sudah menjalankan tugas yang Tuan berikan, anak itu kini sedang bersama kami, kami juga sudah memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar ketika kami menculiknya,"...
...Nyonya Leng senang karena rencananya berhasil. Dia berencana menculik Shao Shen kemudian membunuhnya, setelah Yuan mengalami kesedihan karena kehilangan anaknya dia akan menyerangnya dengan memanipulasi perusahaanya dan membuat harga sahamnya turun secara drastis. Dia juga tidak akan membiarkan Yuan bernafas barang sedikitpun setelah perusahaanya mengalami penurunan saham, maka dia akan mengakuisisi perusahaan Yuan. Dia yakin rencananya akan berhasil karena dia di bantu beberapa keluarga bangsawan yang juga sudah siap menyerang Yuan, dia juga akan membuat beberapa skandal untuk Yuan karena pada dasarnya semua orang lebih menyukai gosip dari pada fakta, tidak sulit baginya untuk memanipulasi berita....
...Pria itu sedikit tertegun, barusan Nyonya Leng mengatakan anak lelaki. Bukankah seharusnya dia mengatakan anak perempuan. Tunggu, apakah dia salah menculik....
..."Nyonya Leng, bukankah seharusnya anak perempuan,"...
...Nyonya Leng mengernyitkan dahinya, "Apa maksudmu anak perempuan, anak Yuan adalah seorang laki-laki, jangan katakan bahwa kau salah orang," Nyonya Leng mengatakannya dengan nada yang mengancam....
...Pria itu menatap kosong, seolah nyawa baru saja keluar dari raganya. Dia sudah menculik namun sepertinya salah orang, yang dia culik adalah anak perempuan sedangkan Nyonya Leng berkata anak laki-laki. Dia merasa bodoh kenapa dia tidak menelfon Nyonya Leng lebih dulu dan menanyakan apakah yang di culik anak laki-laki atau perempuan. Dia hanya di beri tugas untuk menculik seorang anak dari keluarga Yuan. ketika dia pergi ke sekolahnya temannya yang bertanya siapa anak dari keluarga Yuan, seseorang menunjuk dua anak yang sedang berjalan bergandengan tangan. Tanpa bertanya lagi mereka akhirnya membuntutinya dan berakhir dengan salah sasaran....
...Harusnya dia sendiri yang bertanya, bukan menyuruh temannya yang idiot, dia merasa frustasi setelah ini apa yang harus dia lakukan, haruskah dia mengirim kembali anak ini, dan menyusun rencana lagi....
...Dia menjadi panik. "Nyonya Leng, aku tidak mungkin salah, benar anak laki-laki,"...
...Dia segera menutup telfonnya dan menatap ke arah temannya. "Gawat, sepertinya kita salah orang,"...
..."Apa? apa maksudnya kita salah orang," Pria itu bertanya dengan wajah keheranan....
..."Baru saja aku menelfon Nyonya Leng, dia mengatakan anak laki-laki" Pria itu mengatakannya dengan wajah frustasi....
..."Bos, maksudmu harusnya yang kita culik adalah anak lelaki yang bersamanya," Dia tidak percaya ini adalah pertama kalinya dia salah sasaran....
...Orang yang di panggil Bos itu menatap temannya dengan tatapan tajam, "Dasar idiot, harusnya tadi kau bertanya lebih detail, bagaimana bisa kita salah menculik orang,"...
...Pria itu menjadi gemetar ketakutan. Dia memang sudah bertanya namun dia terlalu ceroboh, dia merasa sangat menyesal....
..."Bos, apa yang harus kita lakukan, haruskah kita mengembalikannya,"...
...Pria yang di panggil Bos itu semakin menatap tajam dia merasa ingin mencekik leher temannya....
..."Kau bodoh, jika kita mengembalikannya dia bisa saja mengadu,*...
__ADS_1
..."Lalu apa yang harus kita lakukan," Pria itu semakin frustasi....
..."Kita akan menyusun rencana kembali, bagaimanapun bukan anak ini yang di inginkan Nyonya Leng, meski merasa kasihan namun sepertinya gadis ini juga harus mati,"...
...Pria itu menatap ke arah Chu Ran yang terus saja menangis....
..............
...Sementara itu Yuan telah tiba di susul oleh Sekretaris Mo, Sekretaris Mo segera menghampiri Yuan, dia menyerahkan sarung tangan dan juga senjata api. Yuan menerimanya kemudian memakainya....
...Dia turun dari mobil dan berjalan ke arah gedung tua di hadapannya. Sayup-sayup dia mendengar suara seseorang di dalam. Dia mendobrak pintunya. Dua orang yang sedang berbincang itu menoleh ketika mendengar suara dobrakan pintu. Mereka menjadi waspada sepertinya mereka sudah ketahuan. Mereka melihat seorang pria berjalan dengan anggun seolah berada di red carpet dan bukan berada di sebuah gedung tua....
...Yuan menatap ke arah Chu Ran yang duduk di kursi dengan tangan yang terikat, air matanya terus mengalir, Yuan merasakan sakit di hatinya. Chu Ran menatap ke arah Yuan dan dia berhenti menangis seolah mendapat secercah harapan dan harapannya adalah Yuan....
...Kedua orang itu saling berpandangan mereka mengeluarkan senjata api. Yuan tidak panik sedikitpun dia berjalan dengan para pengawal di belakangnya. Yuan mengangkat tangannya dan para pengawal mulai mengerumuni kedua pria itu, Yuan segera menghampiri Chu Ran dan melepaskan sumpalan dan juga ikatan tangannya. Chu Ran menghamburkan dirinya kepelukan Yuan. Dia menangis tersedu-sedu. Yuan memeluknya erat kemudian berkata, "Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja,"...
...Yuan kemudian menatap Sekretaris Mo seolah mengisyaratkan agar membawa Chu Ran dari sana, dia tidak ingin adegan berdarah nya disaksikan oleh Chu Ran, dan membuat gadis kecil itu trauma....
...Sekretaris Mo mengerti dengan tatapan Yuan dia segera membawa Chu Ran keluar....
...Sementara itu kedua orang yang dikerumuni pengawal menjadi gugup, dia hanya dua orang sedangkan pengawal itu beranggota sekitar sepuluh orang dan masing-masing dari mereka memiliki senjata api....
...Yuan duduk di kursi yang tadi di tempati Chu Ran, dia menyilang kan kakinya. Sebelah tangannya memegang senjata api. Dia duduk seperti seorang raja yang berada di singgasananya. Aura wibawa dan keagungan terpancar dari dirinya. Yuan menatap pemandangan di depannya....
..."Bawa dua orang itu kehadapan ku,"...
...Yuan mengatakan dengan ketegasan dan juga tatapan yang tajam, semua orang merasakan aura dingin di balik punggungnya. Para pengawal mengerti ucapan Tuan mereka. Salah seorang dari mereka menembak dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa di lihat. Sebelum kedua orang itu bisa bereaksi pistol di tangan mereka telah terjatuh. Dan tangan kedua orang yang memegang pistol itu berlumuran darah....
...Meraka tersadar ketika pistol jatuh dari tangannya, dan melihat tangannta yang kini berlumuran darah. Sebelum mereka bisa bereaksi para pengawal langsung melumpuhkan mereka dan membawanya kehadapan Yuan....
...Yuan bermain-main dengan pistol di tangannya. Dia menatap kedua orang yang kini berlutut di hadapannya....
..."Siapa yang mengirim kalian," Yuan mengatakannya dengan tenang. Seolah dia bukan di hadapkan oleh dua penculik....
...Kedua orang itu masih terdiam dia enggan mengatakan siapa yang menyuruhnya. Dia tidak menyangka jika akan di temukan dalam waktu singkat, bahkan hari belum berganti dan langit masih belum sore. Mereka bahkan lebih syok karena yang datang bukan polisi melainkan Tuan Muda Yuan....
...Mereka tidak bisa menahan rasa gugup dan juga rasa sakit pada tangannya. Namun mereka juga enggan membuka mulut....
...Yuan masih memainkan pistol di tangannya. Dia tersenyum menyeringai sepertinya kedua orang ini ingin bermain-main....
...Yuan kemudian menembak bagian sebelah tangan mereka yang belum terkena peluru. Kedua orang itu menjerit kesakitan. Yuan tersenyum senang melihat penderitaan kedua orang itu di hadapannya. Dia kembali menembak bagian kaki mereka, mereka kembali menjerit Yuan tidak menembak di bagian vital, itu karena dia ingin menyiksa mereka lebih dulu sebelum memberikannya kepada malaikat pencabut nyawa....
...Mereka telah menculik calon menantu masa depannya, dan membuat Chu Ran menangis. Juga telah membuat istri dan anaknya khawatir. Bukankah kematian yang cepat terlalu mudah untuk mereka. Yuan ingin menyiksa mereka hingga mereka memohon untuk sebuah kematian....
...Yuan kembali menembak sebelah kaki yang masih belum tersentuh peluru. Kedua orang itu merasa sudah tidak kuat. Jika Yuan ingin mereka mati bukankah lebih baik untuk segera membunuhnya bukan menyiksanya seperti ini. kedua orang itu terus meronta-ronta, salah satu dari mereka mulai membuka mulut. "Itu Nyonya Leng,"...
...Yuan semakin menatap tajam ke arah mereka, "Tidak, kami salah sasaran, seharusnya bukan gadis kecil itu seharusnya seorang anak laki-laki,"...
...Yuan merasakan amarah di hatinya. Jadi maksudnya mereka bermaksud menculik Shao Shen. Yuan bahkan masih trauma dengan penculikan yang menimpa Xiao Li, sekarang ada orang yang ingin menculik anaknya Shao Shen, dan itu adalah keluarga Leng....
...Yuan kembali menembaki mereka dengan brutal. hingga mereka menghembuskan nafas terakhirnya....
...Yuan kemudian melepaskan sarung tangannya dan memberikan senjata api yang dia pegang ke salah satu penjaga. Yuan kemudian menyuruh salah satu pengawal untuk mengambil ponsel mereka. Pengawal itu mengerti kemudian mengambil ponsel mereka dan memberikannya kepada Yuan. Yuan mengecek ponsel kedua orang tersebut dan melihat panggilan telfon terakhir mereka. Dan itu berasal dari Nyonya Leng....
...Yuan tersenyum sinis keluarga Leng sudah bergerak, dia berani melakukan penculikan yang di maksudkan kepada anaknya. Walau mereka sudah melihat kejatuhan kelurga Wang, namun sepertinya tidak membuat mereka jera, dan mereka melakukan hal yang sama. Yuan mengepalkan tangannya. Dia akan membuat seluruh orang yang ikut terlibat merasakan hidup yang lebih sakit dari pada kematian. Berani menyentuh orang-orangnya maka kematian yang akan menjemputnya....
...Yuan keluar dari dalam gedung di temani para pengawalnya. Yuan memerintahkan beberapa orang pengawal untuk membawa mayat kedua orang itu dan menaruhnya di rumah keluarga Leng, anggap saja sebagai salam perkenalan dan awal dari permulaan. Dia akan mengirimkan berbagai hadiah menarik kepada keluarga Leng sebagai balasan karena telah menculik Chu Ran. Tentu saja hadiah Yuan tidak pernah hadiah yang biasa-biasa saja. Setelah mengirimkan mayat maka dia akan mengirimkan kebangkrutan deretan keluarga kaya. Dan khusus keluarga Leng, Yuan akan memberikan hadiah yang terbaik....
...Yuan berjalan menghampiri mobilnya dia melihat Chu Ran yang sudah berada di dalam mobil Sekretaris Mo, Yuan tidak ingin menyentuh Chu Ran dengan tangannya yang baru saja membunuh lalat pengganggu. Jadi dia membiarkan Chu Ran bersama Sekretaris Mo....
...Sekretaris Mo melihat Yuan yang sudah memasuki mobilnya, itu artinya pekerjaan Yuan sudah selesai. Dan sekarang waktunya kembali ke rumah keluarga Yuan dan membahas hal yang akan di lakukan selanjutnya....
...Sekretaris Mo melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi, dia tidak ingin membuat Chu Ran semakin takut. Dia sudah menenangkan Chu Ran dengan sebaik yang dia bisa. Ketika tembakan terjadi dia menyumpal telinga Chu Ran dengan musik lewat earphone nya....
...Sementara Yuan segera menghubungi Xiao Li agar istrinya tidak khawatir, dia mengatakan bahwa semua sudah baik-baik saja, dan Chu Ran sudah selamat....
__ADS_1
...Mereka semua akhirnya pergi ke rumah Yuan, sedangkan sebagian pengawalnya di kirim untuk mengirim hadiah ke rumah keluarga Leng....
...............