
.............
...Yuan menatap tajam ke arah Shao Shen, sedangkan Shao Shen hanya mengangkat bahunya tidak peduli, dan dengan suara khas cemprengnya dia berkata, "Aku hanya tidak ingin mataku ternoda oleh hal-hal yang tidak senonoh,"...
...Yuan semakin merasa kesal dia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya. Xiao Li hanya menggeleng melihat tingkah laku Yuan. Shao Shen memang benar dia masih kecil tidak pantas baginya melihat hal-hal yang tidak seharusnya dia lihat. Harusnya Yuan bisa menahan dirinya....
...Shao Shen melanjutkan memakan kuenya, dia seolah tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya. Dia merasa tidak ada urusan dengan aktifitas Ayah dan Ibunya selama mereka tidak melakukannya di hadapan Shao Shen. Dia akan merasa baik-baik saja...
...Xiao Li menyusul kepergian Yuan, dia masuk ke kamarnya dan tidak melihat Yuan di sana, namun dia mendengar suara gemericik air. Xiao Li tau Yuan pasti sedang mandi, Xiao Li kemudian mengambil set baju untuk Yuan, dia melipatnya dan meletakkannya di atas tempat tidur, sembari menunggu Yuan Xiao Li membaca sebuah buku....
...Tidak lama kemudian pintu terbuka, Xiao Li melihat Yuan yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah, Yuan memiliki otot dan bentuk tubuh yang bisa di bilang sempurna, Yuan sering sekali berolahraga untuk tetap menjaga kesehatan dan bentuk tubuhnya....
...Yuan berjalan menghampiri Xiao Li, rambutnya masih sedikit basah, tetesan air berjatuhan melalui lehernya. Xiao Li menelan Saliva nya, Yuan begitu menggoda. Xiao Li merasakan pipinya memerah kemudian dia mengalihkan pandangannya....
...Yuan menaikkan sedikit sudut bibirnya, Xiao Li terlihat malu-malu, kenapa harus malu, "Pikirnya....
...Xiao Li sudah melihat segalanya dari Yuan dari ujung kaki hingga ujung kepala, bagian mana yang tidak pernah dia sentuh, tapi Xiao Li masih saja terlihat malu....
...Yuan semakin mendekat ke arah Xiao Li kemudian berkata, "Li'er, sepertinya kau belum mandi, jadi bagaimana jika kita mandi bersama," Yuan mengatakannya sembari memainkan rambut Xiao Li dengan jarinya....
...Xiao Li merasa wajahnya semakin panas dia mendongak menatap Yuan, "Kau sudah mandi, untuk apa mandi lagi,"...
...Yuan segera berkata, "Tapi kau belum mandi,"...
...Xiao Li buru-buru berdiri, "Aku akan mandi kalau begitu,"...
...Xiao Li hendak melangkah namun Yuan buru-buru merangkulnya dia kemudian berbisik ditelinga Xiao Li, "Li'er, aku merasa kesal karena Shao Shen mengganggu kesenanganku. Bukankah kau harus bertanggung jawab,"...
...Xiao Li menjadi gugup, "Aku harus pergi mandi dulu,"...
__ADS_1
...Yuan segera menyela, "Kita akan mandi bersama, aku tidak masalah jika harus mandi kembali selama itu bersamamu," Yuan mengatakannya dengan tersenyum genit kearah Xiao Li....
...Yuan tidak membiarkan Xiao Li membalas ucapannya, dia segera menggendong Xiao Li seperti putri dan membawa Xiao Li ke kamar mandi. Yuan kemudian berbisik, "Kita harus melanjutkan hal yang tertunda,"...
...Xiao Li tidak bisa menolak Yuan adalah suaminya, Xiao Li merasa bahwa setelah ini pinggangnya akan terasa sakit....
............
...Yuan menggendong Xiao Li dan menahan Xiao Li di bawah guyuran air. Mereka bergumul dan saling menempelkan tubuh masing-masing. Xiao Li merasa kakinya menjadi lemas, Yuan begitu mendominasi bahkan tidak membiarkan Xiao Li bernafas dengan benar. Xiao Li merasa kepalanya sedikit pusing, Dia segera mencengkram bahu Yuan seolah meminta pijakan....
...Setelah beberapa waktu mereka akhirnya keluar dari kamar mandi, Yuan menggendong Xiao Li dan menempatkannya di atas tempat tidur, Yuan tersenyum puas ke arah Xiao Li. Dia kemudian berkata, "Li'er, kita harus mencoba beberapa posisi baru,"...
...Xiao Li melotot tajam ke arah Yuan, "Aku sudah lelah, aku sudah tidak bisa, "Ucapnya....
...Yuan sedikit cemberut namun dia melihat wajah kelelahan istrinya, Yuan segera menyahut, "Baiklah...Kau istirahatlah, aku akan mengeringkan rambutmu, aku tidak ingin jika kau terkena Flu, hal-hal yang tertunda hari ini kita bisa lakukan esok hari,"...
...Xiao Li melihat Yuan seperti seekor serigala yang lapar. Dia baru saja bisa bernafas lega namun ternyata Yuan tidak berniat melepaskannya. Jika dia tidak bisa melakukannya lagi sekarang maka Yuan akan menagihnya esok hari....
...Yuan tidak membiarkan Xiao Li menutupi wajahnya dia merasa senang menggoda Xiao Li seperti ini. Yuan kemudian bangkit dan mengambil handuk lalu mengambil pengering rambut. Xiao Li duduk di depan Yuan, sedangkan Yuan berada di belakangnya dan dengan hati-hati mengeringkan rambut Xiao Li....
...Xiao Li merasa senang karena Yuan memperlakukannya dengan baik, bukankah wanita sangat menyukai hal-hal sederhana seperti ini. Xiao Li duduk dengan nyaman sesekali kepalnya di pijat oleh Yuan, Xiao Li merasa sedikit mengantuk. Kelembutan dari tangan Yuan masuk ke dalam kepalanya kemudian merambat melalui kelopak matanya membuat matanya ingin segera terpejam....
...Yuan melihat Xiao Li yang sepertinya ingin tidur, namun dia belum selesai mengeringkan rambut Xiao Li, dia tidak akan membiarkan Xiao Li tidur dengan rambut yang masih sedikit basah. Jika Xiao Li sampai sakit maka dialah yang akan tersiksa....
...Yuan merasa setelah bertemu dengan Xiao Li kendali dirinya menjadi semakin lemah, dia dulu hanya memikirkan pekerjaan, baginya wanita hanyalah makhluk yang merepotkan. Jadi dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Jika ada wanita yang ingin dekat dengannya maka dia akan menghancurkan wanita tersebut....
...Namun Xiao Li adalah pengecualian. Dia satu-satunya wanita dalam hidupnya. Xiao Li adalah wanita yang bisa membuatnya hilang kendali. Dia begitu ingin melindungi Xiao Li dan enggan melepaskannya....
...Setelah selesai Yuan membaringkan Xiao Li di tempat tidur. Dia mengecup kening Xiao Li kemudian dia beranjak keluar dari kamarnya menuju ruang kerjanya....
__ADS_1
............
...Sementara itu Shao Shen kembali ke kamarnya, dia mengerjakan PR yang belum dia kerjakan. Dia menghitung dengan cepat, keterampilan menghitungnya tidak perlu di ragukan. Dia benar-benar seorang jenius yang handal....
...Ketika dia mulai menulis sebuah suara tiba-tiba membuat acara menulisnya terhenti, dia mencoret tulisan yang hampir saja selesai. Shao Shen menjadi sedikit kesal....
..."Kakak Shao Shen, apakah kakak sudah tidur," suara itu terus-menerus terdengar di telinganya....
...Shao Shen berjalan ke arah balkon kamarnya, dia melihat seorang anak kecil yang sedang menggendong boneka dengan sebelah tangannya, dan tangan satunya lagi dia gunakan untuk membawa botol susu....
..."Kaka Shao Shen, Aku tau kakak belum tidur,"Ucapnya....
...Shao Shen menatapnya jengah kenapa gadis ini teriak-teriak padanya di malam hari....
...Xiao Li dan Yuan juga mendengar teriakan Chu Ran. Xiao Li merasa terhibur dia bermaksud menggoda Shao Shen, kemudian berteriak kepada Shao Shen, "Shao Shen, pacarmu memanggilmu dengan begitu antusias. Haruskah Ibu menjemputnya ke rumah,"...
...Shao Shen mendengar teriakan Ibunya dan menjadi kesal, "Apanya yang pacar. Chu Ran hanyalah gadis bodoh yang gendut, dia tidak ingin dimasa depan memiliki kekasih seperti Chu Ran, setidaknya pacarnya haruslah seseorang yang pintar seperti dirinya....
...Shao Shen menatap Chu Ran dengan pandangan kesal, sedangkan Chu Ran menatap Shao Shen dengan mata berbinar. "Kakak Shao Shen, aku tidak bisa tidur,"...
...Shao Shen menatapnya sekilas kemudian berkata, "Oh..Aku bisa tuh, selamat malam," Ucapnya kemudian berbalik tidak membiarkan Chu Ran membalas ucapannya....
...Chu Ran menjadi sedih, Nyonya Zhao segera menegur Chu Ran, "Chu Ran dilarang berteriak seperti itu, kakak Shao Shen mungkin sedang tidur dan kau mengganggunya. Ini sudah malam, kau harus segera menghabiskan susumu dan pergi untuk tidur. Kita bisa bermain ke rumah kakak Shao Shen esok hari....
...Chu Ran yang awalnya sedih menjadi berbinar, "Benarkah, besok kita ke rumah kakak Shao Shen,"...
...Nyonya Zhao mengangguk mengiyakan, "Kau bisa pergi besok tapi, sekarang kau harus tidur lebih dulu, jangan lagi mengganggu kakak Shao Shen,"...
...Chu Ran mengangguk mengerti, "Baiklah, aku akan pergi tidur sekarang,"...
__ADS_1
.............
"Terimakasih untuk para pembaca, terus dukung author agar tetap semangat menulis dan bisa memberikan cerita yang lebih baik lagi,"