Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan

Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan
Episode 66


__ADS_3

...Zu Zhang, mengamati Xu Ming dari kejauhan. Hari dimana Xu Ming meninggalkan kota Beijing, Zu Zang pergi mengikutinya. Namun dia tidak pernah menampakkan dirinya di hadapan Xu Ming,...


...Zu Zhang melihat ke arah perut Xu Ming, Kini perutnya sudah terlihat membesar. Zu Zhang merasa hatinya berat. Anak itu adalah anaknya. Malam itu saat dia melakukannya bersama Xu Ming. Dia tau jika Xu Ming masih suci. Dia tidak meragukan jika anak yang di kandung Xu Ming adalah anaknya....


...Saat dia tau Xu Ming ingin menggugurkannya Zu Zhang menjadi sangat marah, bagaimanapun itu adalah anaknya. Dia tidak ingin anaknya di bunuh oleh Xu Ming. Jadi dia mengikuti Xu Ming ke negara Adidaya. Dia terus mengawasi Xu Ming dia takut jika Xu Ming bertindak gegabah dan menggugurkan kandungannya....


...Bagaimanapun Zu Zhang butuh anak itu untuk memperkuat posisi di keluarganya. Jika dia membawa anak hasil dari darah dagingnya dia tidak perlu lagi khawatir tentang pewaris. Semua harta akan di serahkan padanya....


...Keputusan Tetua Zu, membuatnya kalang kabut mencari wanita yang mau hamil anaknya dia tidak akan menikahinya. Kebetulan saat itu dia bertemu dengan Xu Ming yang sedang mabuk. Seperti kucing yang diberi ikan. Tentu Zu Zhang tidak menolak Apalagi ketika dia tau jika wanita yang dia tiduri adalah wanita dari keluarga Xu,...


...Walaupun keluarga Xu tidak terlalu kaya, tapi itu cukup sebagai persyaratan untuk menjadi Ibu dari anaknya....


...Namun saat dia menatap Xu Ming dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia mempunyai sedikit rasa terhadap Xu Ming, dia merasa bangga karena saat dia melakukannya dengan Xu Ming, Xu Ming masih dalam keadaan suci. semenjak itulah Zu Zhang melihatnya dengan tatapan berbeda, ada sedikit rasa di sana....


...Saat dia tau Xu Ming akan menikah dengan Feng Yu, Zu Zhang merasa sangat marah, dia menghancurkan pernikahan Xu Ming bukan semata-mata karena dia kesal Xu Ming ingin melenyapkannya. Namun karena dia kesal Xu Ming akan menikahi pria lain....


...Xu Zhang menghela nafas berat. Dia tidak mengerti dengan dirinya sendiri....


...Zu Zhang akhirnya melangkah pergi....


...Xu Ming merasa seperti sedang di awasi namun ketika dia mengamati sekeliling dia tidak melihat apapun. Mungkin perasaannya sedang sensitif, "Pikirnya....


...Langit menjadi gelap, menandakan bahwa hari sudah malam....


...Xu Ming kemudian menutup tokonya, setelah selesai dia bergegas pulang ke apartemennya....


...Apartemen yang di tinggali Xu Ming tidaklah besar, Dia benar-benar menghemat disini. Jauh dari kebiasaannya menjadi Nona Kaya keluarga Xu, Ayah Xu Ming masih di penjara. Dan Ibunya pun kini tidak lagi hidup seperti dulu. Tidak ada lagi citra Nyonya Xu yang elegan....


...Xu Ming selalu mengirimkan uang untuk Ibunya. Namun Ibunya selalu menolak, dia berkata bahwa dia masih mampu membiayai hidupnya sendiri di Beijing. Tetua Xu masih bersikap baik padanya....


...Xu Ming tidak berdaya, akhirnya dia mengikuti keputusan Ibunya....

__ADS_1


...Xu Ming merasa lelah di sekujur tubuhnya, apalagi dengan bayi yang berada di dalam perutnya. Semenjak Xu Ming mengandung dia merasakan tubuhnya menjadi cepat lelah. Juga rasa mual yang selalu dia rasakan membuat tubuhnya lemah....


...Keesokan harinya...


...Xu Ming beraktifitas seperti biasanya tidak ada yang istimewa hari ini. Semua terlihat seperti biasa saja. Namun ketika dia berada di tokonya, dia melihat seorang pria yang memakai topi hitam dengan baju warna hitam masuk ke dalam tokonya....


...Pria tersebut kemudian berjalan ke arah meja dan duduk di sebuah kursi. Xu Ming kemudian menghampiri pria tersebut bermaksud bertanya apakah dia membutuhkan bunga. Namun alangkah terkejutnya Xu Ming ketika Pria tersebut menatap ke arahnya....


...Xu Ming menjatuhkan bunga yang sedang dia pegang, dia terkejut melihat pria di hadapannya. Pria yang tidak ingin lagi dia lihat. Pria yang sudah menghancurkan hidupnya. Ya, Pria itu bernama Zu Zhang....


...Karena keterkejutannya Xu Ming mundur dua langkah. Dia hampir menabrak bunga di belakangnya. Namun Zu Zhang buru-buru menarik tangan Xu Ming, Xu Ming memberontak berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Zu Zhang....


..."Lepaskan, "Ucap Xu Ming....


...Zu Zhang tidak menanggapi dia terus menatap tajam ke arah Xu Ming, Xu Ming merasa ketakutan. Zu Zhang terlihat sangat marah, Ekspresi nya tidak bisa di jelaskan antara marah, benci, dan penyesalan. Xu Ming tidak mengerti apa yang di pikirkan Zu Zhang kenapa pria itu disini....


...Xu Ming berusaha menguatkan dirinya, dia masih berusaha melepaskan genggaman tangan Zu Zhang, hingga akhirnya genggaman itu terlepas, "Apa yang kau lakukan disini....


...Zu Zhang masih terdiam selama beberapa saat kemudian dia berkata, "Menikah denganku, kau tidak perlu lagi seperti ini....


...Xu Ming membenci Zu Zhang bagaimana mungkin dia ingin menikah dengan Zu Zhang, Zu Zhang sudah membuat hidupnya menderita. Karena anak yang di kandungnya dia bercerai dengan Feng Yu,...


...Betapa sakitnya dia , semua orang mencemoohnya. Baru saja menikah namun sudah bercerai. Seluruh kota X mencemoohnya dan mengutuknya. Ini semua karena Zu Zhang, jika saja malam itu dia tidak bertemu Zu Zhang, dia tidak akan mengalami kepahitan dalam hidupnya....


...Zu Zhang menatap dengan dingin ke arah Xu Ming, "Baiklah, jika kau tidak ingin menikah denganku. aku hanya minta anak yang ada dalam kandungan mu....


...Xu Ming semakin melebarkan matanya,."Apa maksudmu. Aku tidak akan memberikan anakku kepada siapapun....


...Zu Zhang berkata,."Aku Ayahnya....


...Xu Ming berkata dengan marah, "Benar kau Ayahnya, kau Ayah dari anak yang berada dalam kandunganku. Benar kau......

__ADS_1


...Kau yang menyebabkan aku seperti ini, kau yang menghancurkan hidupku. Kau menghancurkan pernikahanku. Beraninya kau dengan tidak tau malu memintaku menikah denganmu....


...Aku tidak peduli, ini adalah anakku. Aku yang mengandungnya....


...Zu Zhang menatap tajam ke arahnya. "Jika saat anakmu telah lahir aku akan membawanya. Dia harus tinggal bersamaku di keluarga Zu,...


...Aku tidak ingin jika anakku kesusahan karena hidup dengan wanita sepertimu....


...Xu Ming merasa amarahnya semakin meluap-luap. Namun segera dia tahan, dia tau ini tidak akan baik untuk kandungannya. Xu Ming kemudian berkata,."Pergilah... Kau tidak di terima di sini....


...Xu Ming berbalik dan hendak pergi. Namun baru beberapa langkah tangannya kembali di tarik oleh Xu Zhang....


..."Ingat aku akan membawanya ketika dia sudah lahir....


...Setelah mengatakannya Zu Zhang kemudian melangkah keluar dan pergi....


...Xu Ming tertunduk dilantai. Dia menangis. Dia hanya memiliki anak yang berada dalam kandungannya, dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi dalam hidupnya. Namun anak yang di kandungannya pun masih ingin di ambil orang....


...Xu Ming semakin menangis, kenapa semua orang ingin mengambil yang menjadi miliknya. Kebahagiaannya hanyalah anak yang berada dalam kandungannya. Namun tiba-tiba ada orang yang ingin merebut kebahagiaan nya....


...Xu Ming kembali ke apartemennya dengan keadaan yang menyedihkan. Tatapannya kosong, air matanya terus menetes. Xu Ming tenggelam dalam kesedihannya. Dia membenamkan kepalanya di atas lututnya. Dia duduk di lantai dan terus menangis....


...Xu Ming kemudian berpikir, "Zu Zhang sudah mengetahui tempat tinggalnya. Dia harus segera pergi dari sini. Namun dia bingung dia harus pergi kemana. Apakah dia harus kembali ke Beijing. Namun dia tidak ingin menyusahkan ibunya dengan masalah yang di hadapinya. Ibunya sudah cukup menderita karena dia. Dia tidak ingin menyeret Ibunya kembali....


...Xu Ming terus berpikir, namun dia masih tidak tau harus pergi kemana. Xu Ming akhirnya memutuskan kemanapun itu asal Zu Zhang tidak mengetahui dimana dia berada....


...Xu Ming kemudian mengepak barang-barangnya dia berencana untuk berangkat esok hari. Karana hari sudah malam dia tidak bisa berkeliaran sembarangan dengan perut yang sudah membuncit....


...Sementara itu di tempat lain Zu Zhang sedang mengamati rumah Xu Ming, tanpa Xu Ming sadari Zu Zhang tinggal di apartemen yang sama dengannya....


...Keesokan harinya...

__ADS_1


...Xu Ming keluar dari apartemennya. dia membawa satu buah koper di tangannya. Dia sudah menjual toko bunganya. Dia menjualnya di sebuah situs online. Xu Ming berencana untuk pergi sejauh yang dia bisa agar tidak lagi bertemu dengan Zu Zhang....


...Xu Ming berjalan keluar dari apartemennya. Dia menunggu Taxi untuk mengantarnya ke bandara. Namun Xu Ming tidak menyadari ketika dia keluar dari apartemennya ada sepasang mata yang menatap tajam ke arahnya....


__ADS_2