
............
...Feng Yu keluar dari restoran dengan langkah yang terburu-buru, dia kemudian masuk ke dalam mobilnya. Dia merenung sejenak, "Apa yang sedang aku lakukan,"...
...Feng Yu merasa frustasi sudah beberapa tahun namun dia belum bisa melupakan Xiao Li, sedangkan hidup terus berlanjut, dan waktu terus berjalan dan tidak menunggu dia. Dia juga membutuhkan pewaris, kedua orang tuanya terus saja mendesaknya. Menghela nafas gusar, Feng Yu akhirnya pergi....
...Wanita yang di tinggalkan sendiri di restoran oleh Feng Yu, hanya bisa menahan kekesalannya....
...Feng Yu kembali ke rumah, Orang tua Feng Yu terus saja mengomelinya, karena lagi-lagi Feng Yu menghancurkan acara kencan buta yang mereka siapkan, Feng Yu selalu kabur dan selalu memiliki banyak alasan....
............
...Sementara itu Shao Shen sedang membaca buku di perpustakaan mini di rumahnya. Yuan sengaja membuat sebuah perpustakaan yang terhubung dengan ruang kerjanya. Xiao Li juga terkadang membaca ketika dia merasa bosan, namun hanya untuk mengisi waktu luangnya....
..."Shao Shen kecil waktunya makan,"Teriak Xiao Li dari lantai bawah....
...Shao Shen kemudian menutup bukunya dan mengembalikannya ke dalam rak. Dia kemudian berjalan menuruni tangga, Shao Shen memakai kemeja dan juga sebuah dasi kupu-kupu, dia terlihat sangat imut namun juga tampan di saat yang bersamaan. Xiao Li merasa senang karena Shao Shen menuruni gen dari Ayahnya, Sehingga ketampanan Yuan setidaknya menular padanya....
...Shao Shen duduk di meja makan, dia melihat banyak hidangan di depannya. Shao Shen sangat suka masakan Xiao Li, baginya masakan Ibunya adalah yang terbaik....
...Dia melihat banyak sayuran, seperti anak-anak pada umumnya dia tidak terlalu menyukai sayuran, Shao Shen mengerutkan keningnya....
..."Ibu, apakah Ibu tidak bisa menyingkirkan mereka semua," Tunjuk nya pada semua sayuran di hadapannya....
...Xiao Li menggeleng keras, "Kau di larang pilih-pilih makanan. Semua yang Ibu masak adalah yang terbaik untuk pertumbuhan mu, bukankah kau ingin tumbuh seperti Ayahmu, Dan juga sepintar Ayahmu, biar Ibu beritahu sebuah rahasia yang di miliki Ayahmu,"...
...Shao Shen sedikit tertarik, "Apa itu,"Tanyanya....
..."Ayahmu sedari kecil tidak pernah pilih-pilih makanan, jadilah dia sehebat seperti sekarang, Shao Shen kau tidak boleh pilih-pilih makanan. Lihatlah Xiuhuan apa kau ingin seperti dia, kau selalu menyebutnya bodoh, itu karena dia tidak suka makan sayuran," Ucap Xiao Li....
...Shao Shen memanyunkan bibirnya, dia sama sekali tidak suka sayuran, namun dia juga tidak ingin menjadi bodoh seperti Xiuhuan. Akhirnya dengan terpaksa dia memakan semua sayuran yang di berikan Xiao Li kepadanya. Untung saja masakan Xiao Li enak. Jika tidak, sekalipun dia menjadi bodoh, dia tidak ingin memakannya....
...............
...Langit berubah menjadi warna oranye, menandakan hari sudah sore, musim semi telah tiba, semua bunga mulai bermekaran indah. Xiao Li mempunyai pohon persik di rumahnya, hingga ketika pohonnya berbunga terlihat sangat indah untuk di pandangi....
...Yuan pulang ke rumahnya dengan perasaan senang, setelah dia menjadi seorang Ayah, Yuan jarang sekali pulang malam, dia tidak ingin bekerja lembur, dia ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya di rumah....
...Setelah tiba di rumah, dia melihat Xiao Li sedang menonton Televisi, sementara itu Shao Shen kecil sedang bermain puzzle, Yuan melihat kening Shao Shen mengerut dia tampak berpikir dan sepertinya sedikit kesusahan ketika menyatukan semua potongan Puzzle....
__ADS_1
...Yuan diam-diam berjalan sangat pelan, kemudian memeluk Xiao Li dari belakang, Xiao Li yang tidak siap dengan pelukannya hanya bisa mengeluh,...
..."Yuan kau menggangu konsentrasi ku,"Ucap Xiao Li...
...Yuan berdecak kesal. "Li'er sekarang kau mengabaikan aku, kau lebih memilih menonton Televisi dari pada menyambut suamimu pulang, aku benar-benar kecewa,"...
...Xiao Li melepaskan pelukan Yuan kemudian berbalik menatap ke arahnya. "Yuan, sepertinya aku barusan kerasukan, bagaimana bisa Televisi begitu penting, tentu saja kau yang terpenting,"...
...Yuan tersenyum senang harusnya memang seperti ini, "Pikirnya....
...Shao Shen hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi orang tuanya. Kenapa mereka melakukan drama setiap hari,"Pikirnya....
...Yuan kemudian menatap Shao Shen, dia tersenyum lembut kemudian berkata, "Shao Shen kecil, kau tidak ingin memeluk Ayahmu,"...
...Shao Shen menggelengkan kepalanya,"Tidak perlu, sekarang tidak ingin dimasa depan juga tidak ingin,"...
...Yuan menatap tidak percaya bagaimana bisa anaknya begitu menyebalkan, jika dia tidak melihat saat Xiao Li melahirkan, mungkin dia akan meragukan Shao Shen sebagai anaknya. Maksudnya bukan meragukan Xiao Li bersama pria lain, namun lebih kepada anaknya sepertinya tertukar....
...Yuan kemudian berkata, "Li'er, siapa anak ini, kenapa dia berada di rumah kita, kenapa dia begitu menyebalkan," tunjuk Yuan kepada Shao Shen,...
...Xiao Li melotot tajam ke arah Yuan, "Apa maksudmu, kau meragukan Shao Shen,"...
...Yuan menggeleng keras, "Aku berpikir, sepertinya anak kita tertukar di rumah sakit, bagaimana mungkin anakku begitu menyebalkan....
...Yuan berkata, "Tidak, aku tidak menyebalkan seperti itu, sewaktu kecil aku seorang yang penurut, juga tentu saja aku sangat jenius, hal-hal seperti menyatukan puzzle adalah hal mudah, bahkan ketika usia ku lebih kecil dari Shao Shen aku sudah bisa melakukannya. Aku membutuhkan waktu kira-kira satu hari untuk meyelesaikan puzzle raksasa ini....
...Tapi kau coba lihat dia, dia sudah melakukannya selama satu setengah hari, namun masih belum selesai, aku rasa dia sedikit bodoh,"...
...Shao Shen merasa kesal karena Ayahnya mengatainya bodoh, dia kemudian berkata, "Aku akan menyelesaikannya sekarang,"...
...Yuan mengangguk, "Cepat selesaikan, setelah makan malam kau temui Ayah di ruang kerja, Ayah ingin tau sejauh mana kau sudah memahami setiap buku yang Ayah berikan,"...
...Xiao Li menatap tidak percaya ke arah Yuan, "Kau jangan membebaninya, dia masih kecil, bagaimana bisa dia membaca tumpukan buku itu selama satu hari. Kau jangan merenggut masa kanak-kanaknya,"...
...Yuan menggeleng, "Aku tidak merebut masa kanak-kanaknya, aku melakukan ini juga demi kebaikannya....
...Dia sudah di berikan banyak waktu untuk bermain, dan sudah waktunya dia belajar, justru sebaliknya kamu Li'er jangan terlalu memanjakannya, jika dia terus bermain sepanjang hari maka dia akan seperti Xiuhuan yang bodoh,"...
...Shao Shen kemudian berkomentar, "Tidak masalah Ibu, ini memang waktunya aku untuk belajar,"...
__ADS_1
...Xiao Li akhirnya menyerah, "Terserah saja,"...
.............
...Malam hari seperti yang sudah di janjikan Shao Shen masuk ke ruang kerja Yuan, dia membawa tumpukan buku di dekapannya....
...Yuan duduk di kursinya dia menatap Shao Shen yang berjalan ke arahnya....
...Shao Shen kemudian duduk di hadapan Yuan....
...Yuan bertanya,."Apa yang kamu pelajari hari ini,"...
...Shao Shen menyerahkan buku yang dia bawa, Yuan kemudian mengambilnya, dia kemudian berkata, "Kau sudah membaca ini,"...
...Shao Shen mengangguk, "Aku sudah membaca semuanya, namun aku sedikit tidak mengerti pada bagian akhir, jadi aku sengaja menandainya....
...Yuan mengangguk puas, "Bagus, Ayah bangga padamu," Ayah akan menjelaskan bagian yang tidak kau mengerti,"...
...Kemudian Yuan menjelaskan semuanya, Shao Shen mengangguk, "Aku sudah paham,"ucapnya....
............
...Setelah selesai dari acara belajarnya, Shao Shen duduk di sofa dia memakan camilan kesukaannya yang dibuatkan oleh Xiao Li, tiba-tiba terdengar seseorang yang menekan bel rumahnya....
...Xiao Li segera berjalan keluar, dia melihat seorang wanita bersama seorang gadis kecil yang umurnya di bawah Shao Shen....
..."Halo, saya tetangga baru disini, saya ingin menyapa, ini ada sedikit makanan untuk Nyonya Xiao, "Ucap Nyonya Zhao....
...Xiao Li tersenyum ramah, "Mari masuk,"Ucapnya....
...kemudian mereka berdua masuk ke rumah Xiao Li, Xiao Li memperkenalkan keduanya kepada Yuan dan Shao Shen. Nyonya Zhao kemudian berkata, "Chu Ran ucapkan Halo kepada kakak Shao Shen,"...
...Chu Ran kemudian berkata, "Halo kakak Shao Shen,"...
...Shao Shen hanya mengangguk menimpali, dia menatap gadis kecil di hadapannya, seorang gadis dengan mata bulat dan pipi yang berisi, dia terlihat seperti panda berjalan, Shao Shen ingin sekali tertawa namun dia tau itu tidak sopan, jadi dia menahannya. gadis ini sepertinya usianya lebih muda darinya....
...Seorang gadis, dia tidak pernah dekat dengan lawan jenis, Shao Shen tersenyum tipis, saking tipisnya tidak akan ada yang tau jika dia tersenyum kecuali jika di perhatikan baik-baik....
...Xiao Li kemudian berkata,"Ini anakku Shao Shen, dia sepertinya lebih tua dari Chu Ran, namun mereka bisa menjadi teman yang baik. Chu Ran mempunyai kepribadian yang ceria, itu bagus untuk Shao Shen yang kaku,"...
__ADS_1
...Shao Shen terdiam kemudian dia berkata,"Sebelum berteman denganku, aku ingin menanyakan satu hal. Apakah dia bodoh seperti Xiuhuan,"...
...Semua orang menjadi terdiam, Xiao Li seperti ingin menguburkan kepalanya, dia ingin berpura-pura jika Shao Shen bukan anaknya....