Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan

Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan
Episode 88


__ADS_3

............


...Malam ini Xiao Li tidur dengan nyenyak, semua kekhawatirannya seakan melebur dengan udara. Yuan benar-benar sudah menangani semuanya. Sebagai anggota keluarga Yuan Xiao Li mengerti bahwa tidak mudah bertahan dalam keluarga yang penuh dengan musuh, Keluarga Yuan begitu berkuasa namun juga memiliki musuh yang cukup banyak. Asal usul keluarga Yuan dia juga tidak terlalu paham, Yuan juga tidak pernah mengungkitnya....


...Xiao Li terganggu dalam tidurnya ketika merasakan kasurnya sedikit bergoyang, matanya menyipit menyesuaikan dengan cahaya, Xiao Li melihat Yuan yang bangun dari tidurnya dan duduk menerima sebuah telfon....


..."Yuan, Ayah dan Ibu benar-benar merasa khawatir, berita terus menerus menyorot tentang kalian, keluarga Leng benar-benar melakukan hal menakutkan, mereka mengirim penculik untuk menyakiti Shao Shen, dan mereka juga bersekongkol dengan keluarga Zu, untuk berurusan denganmu,"...


...Ibunya adalah wanita yang cerdas dan juga tangguh, dimasa lalu saat keluarga Yuan menjadi target kejahatan keluarga lain, Ibunya selalu memiliki cara meloloskan diri. Dan menjaga keluarga Yuan agar tetsp berjaya....


...Dan Ayahnya kurang lebih seperti dirinya bahkan mungkin lebih kejam. Pada dasarnya Ayahnya bahkan tidak pernah membiarkan seseorang menyinggung keluarganya, jika itu terjadi maka segera saja dia mengirim orang itu untuk bertemu dengan penjaga neraka....


..."Ibu, tidak perlu khawatir, kau menelfon ku di tengah malam untuk mengatakan hal-hal yang sudah aku tangani, aku sudah mengatakan padamu bahwa semua sudah baik-baik saja. Keluarga Leng dan juga keluarga Zu tidak bisa di bandingkan dengan keluarga Yuan kita, mereka seperti semut, dengan mudah bisa aku singkirkan,"...


...Saat mengatakannya mata Yuan bersinar dengan kebencian. Kesalahan keluarga Leng adalah berkomplot dengan keluarga Zu, Yuan juga tidak merasa memiliki konflik yang berarti dengan keluarga Zu, namun keluarga itu tiba-tiba saja menyerangnya. Tentu saja dia tidak akan membiarkan keluarga Zu bernafas dengan lega, jadi dia membiarkan Sekretaris Mo untuk menjalankan aksinya. karenanya dia mengekspos semua bisnis ilegal keluarga itu, tidak peduli apa Yuan akan memusnahkannya, dia juga tidak akan membiarkan keluarga itu untuk bangkit kembali. Yuan selalu menangani semua hingga ke akarnya....


...Bagi Yuan keluarga kecilnya adalah titik lemahnya. Xiao Li dan Shao Shen adalah dua orang yang sangat berharga baginya. Menyakiti mereka maka kehancuran untuk diri mereka sendiri....


...Nyonya Yuan mengerti bahwa anaknya sudah menangani semua dengan baik. Dia akhirnya benar-benar bisa bernafas lega. Sebagai Ibu dia sangat mengerti putranya dengan baik, Yuan menempatkan Xiao Li dan juga Shao Shen di atas segalanya. Dia juga tidak keberatan tentang itu, Suaminya juga melakukan hal yang sama untuk melindunginya. Dia juga sangat puas dengan menantunya dan juga sangat menyukai cucu kesayangannya. Meskipun begitu keluarga Yuan sangatlah besar, dengan sejarah ribuan tahun tidak menutup kemungkinan bahwa banyak keluarga kaya yang menginginkan runtuhnya kelurga Yuan....


...Dia begitu khawatir sesuatu terjadi kepada menantu dan juga cucunya. setelah beberapa kata, telfon akhirnya di tutup....


...Yuan menengok ke arah istrinya yang kini sudah terduduk....


..."Li'er, maaf aku menggangu tidurmu,"...


...Xiao Li segera menggelengkan kepalanya. Yuan adalah suaminya bagaimana bisa dia merasa terganggu meskipun dia harus terbangun di sela-sela tidur nyenyak nya....


..."Aku tidak merasa terganggu, apa Ibumu menelfon kembali,"...


...Yuan mengangguk membernarkan....


..."Dia merasa sangat khawatir padamu dan juga Shao Shen, aku sudah mengatakan bahwa semua sudah baik-baik saja, keluarga Leng bukan tandingan keluarga Yuan, setelah beberapa kata akhirnya Ibuku mengerti,"...


...Xiao Li mengangguk mengerti, dia juga paham setelah kejadian penculikan yang pernah menimpanya Ibu mertuanya menjadi begitu cemas, dia bahkan meminta Xiao Li untuk tinggal bersama mereka, namun saat itu Xiao Li menolak, bagaimanapun dia tidak ingin merepotkan Ibu mertuanya....


...Yuan membelai kepala istrinya dan berkata dengan lembut....


..."Tidurlah lagi hari masih malam, atau kau ingin melakukan sesuatu denganku,"...


...Xiao Li menjadi waspada, dia segera menggeleng....


..."Kita sudah melakukannya, aku merasa tubuhku sangat sakit,"...


...Yuan menatap Xiao Li dengan cemas, dia melihat jejak kelelahan di wajah istrinya, dia juga terus mendengar keluhan Xiao Li tentang betapa pegal badannya karena suaminya begitu ganas. Yuan hanya tersenyum ketika mengingat wajah Xiao Li yang memerah di bawah kungkungan tubuhnya....


..."perlukah aku memanggil dokter,"...


...Yuan serius tentang ini dia merasa kasihan terhadap istrinya, dan juga khawatir tentang kondisi tubuh istrinya....


...Xiao Li menggeleng dengan keras....


..."Kau ingin membuatku malu, mereka mungkin akan mengatakan betapa kuatnya dirimu, atau mungkin mereka akan mengatakan bahwa kita jangan terlalu sering melakukannya, bagaimana dengan itu,"...


...Yuan tidak siap dengan kata-kata terakhir Xiao Li, ketika Xiao Li mengalami haid dia tidak bisa menyentuhnya dan dia harus terus menahan diri selama seminggu. Bagaimana bisa dia menerima jika ada seseorang mengatakan 'jangan terlalu sering melakukannya' dia tidak ingin itu terjadi....


..."Li'er, bagaimana jika aku memijit mu, aku juga akan memesan beberapa botol obat tradisional untukmu,"...

__ADS_1


...Xiao Li tersenyum cerah....


..."Baiklah, mari pijat kakiku hingga aku tertidur,"...


...Yuan menurut dan mendekat ke arahnya....


...Xiao Li menutup matanya dia sangat senang dengan pelayanan Yuan setelah dia melayaninya. Yuan lebih suka melakukan hal-hal seperti memanjakan istrinya. Tentunya dia tidak ingin mengambil resiko dengan kehilangan jatah bulanan nya....


................


Keesokan harinya


Di Kota E


.............


...Anak Tertua dari keluarga Leng pergi ke sebuah pusat perbelanjaan. Meskipun keluarganya sudah bangkrut dia tidak bisa menerima keluarganya menjadi sangat miskin. karenanya dia terus berada di luar rumah dan menekankan bahwa keluarganya masih belum runtuh....


...Seperti saat ini dia membeli beberapa barang bermerek. Ketika dia keluar dari toko, semua orang dalam hati mencemooh ke arahnya. Keluarganya sudah bangkrut namun dia masih ingin berfoya-foya. mereka mulai mempertanyakan dari mana uang itu berasal, apakah dia melakukan kejahatan lain. apakah polisi tidak menyita semua aset keluarganya benar-benar memalukan....


...Sebagian dari mereka ada yang mencemoohnya secara terang-terangan....


..."Aku melihat ada seorang idiot ini yang berkeliaran, apa kau tau dari mana dia berasal,"...


..."Bagaimana mungkin keluarganya yang sudah bangkrut bisa membeli barang-barang mahal,"...


..."Bukankah uangnya seharusnya dia gunakan untuk setidaknya menebus hutang-hutang Ayahnya,"...


..."Aku dengar ketika Ayahnya di masukan ke dalam penjara, beberapa orang datang untuk menagih hutang bahkan barang-barang di rumahnya segera di sita dan di jadikan jaminan,"...


...Anak tertua Leng menahan amarahnya, dia mengepalkan tangannya, meski mereka tidak secara spesifik menyebut keluarganya, namun dia juga tidak bodoh bahwa orang yang di bicarakan mereka adalah dia....


...Kemarahan nya membuat urat nadinya mencuat. Dia pergi karena ingin menunjukan bahwa keluarga Leng masih akan berkuasa, namun semua orang mulai mencemoohnya....


...Dengan kekesalan dan juga malu dia berjalan kembali ke toko lain. Dia membeli sebuah jam tangan mewah. Ketika telah selesai memilih dia mencoba membayar dengan tagihan kartu kreditnya....


...Ini adalah kartu kredit yang di kirimkan oleh Tuan Tua Leng, semua kekayaan keluarganya memang sudah habis. Dia sekarang hanya memiliki dukungan dari Tuan Tua Leng, dia menanggap kakeknya sebagai berkah disaat-saat krisisnya....


...Ketika sang kasir menggesek kartunya, kartu itu terus menolak, dia melakukan upaya berkali-kali namun kartu itu masih tetap menolak....


...Sang kasir yang memandang anak tertua Leng yang dulunya kaya menjadi tidak sabar. Dulu dia selalu menjadi pelanggan VIP disini. Semua jam yang baru saja launching, maka anak tertua Leng yang akan mendapatkannya. Namun sekarang bahkan setelah beberapa kali pembayaran masih tidak berhasil. Ternyata keluarga Leng benar-,...


...benar bangkrut. Bukankah seharusnya dia tidak mempermalukan dirinya sendiri dengan berada di sini. Sang kasir semakin tidak sabar....


..."Tuan Muda Leng, kartu anda yang ini juga gagal,"...


...Anak tertua Leng menjadi sangat marah dan malu, pasalnya semua pengunjung menatap ke arahnya....


..."Masih ada beberapa ratus ribu di dalamnya. bagaiamana mungkin bisa gagal, jika aku membeli jam ini, bahkan masih akan tersisa beberapa ribu lagi, bagaimana bisa gagal?, mesin itulah yang bermasalah,"...


...Anak tertua Leng menahan marah dan juga rasa malunya, saat keluarganya di nyatakan bangkrut kini semua orang terang-terangan mencemooh dirinya. Tentu dia tidak bisa membiarkan pandangan menghina itu terus terarah padanya. Harga dirinya merasa terkikis....


...Semua orang tau persis apa yang di alami keluarga Leng dengan berita-berita yang terus bermunculan. Sudah menjadi berkah bahwa Tuan Muda Yuan tidak menjebloskan semua anggota keluarga Leng, namun Tuan Muda Leng ini masih berani untuk sombong dan angkuh. Mereka mulai mempertanyakan dari mana asal kesombongan itu berasal. Mungkinkah itu pengaruh buruk dari obat-obatan terlarang yang mungkin dia konsumsi. Mereka mengutuk keras keluarga Leng dengan semua perbuatannya dan telah menempatkan kebencian di hati mereka untuk keluarga Leng....


...Semua orang juga tau bagaimana keluarga Yuan itu, mereka berkuasa selama beberapa dekade. Jadi bagaimana bisa ada orang dengan bodohnya ingin menyerang keluarga itu, Tuan Muda Yuan sangat memanjakan istri dan juga anaknya. sudah tentu orang yang menyinggungnya akan mendapat masalah....


...Mereka juga mengerti seseorang akan menjadi sangat impulsif ketika di hadapkan dengan orang yang derajatnya lebih tinggi dari mereka. Mereka akan melakukan segala cara untuk memanjat ke atas rantai kekuasaan....

__ADS_1


...anak tertua Leng sangat kesal dengan si kasir, dan juga tatapan mencemooh dari orang-orang, dia melampiaskannya dengan memukul meja kasir....


..."Di dalamnya masih terdapat beberapa ratus ribu, dan aku sudah mengatakan bahwa mesin itu lah yang bermasalah, apakah kau ingin mengatakan bahwa aku tidak bisa membayar dan hanya membual. Apakah kau merasa bahwa keluarga Leng sudah bangkrut tanpa sisa. Cepat panggil bos mu, jika kau tidak ingin lagi bekerja maka keluar saja,"...


...Meskipun nada kata-kata itu sarkasme, sebenarnya dia tidak sepenuhnya mengatakannya kepada si kasir. Namun kepada orang-orang yang menatapnya dengan tatapan penghianaan. Keluarganya memang telah bangkrut namun dia masih memiliki Tetua Leng di belakangnya. Dia tidak akan membiarkan seseorang menginjak-nginjaknya....


...Wanita itu serasa ingin menangis, dia tidak pernah mengalami hal seperti ini, jadi dia tidak tau harus menanggapinya seperti apa....


...Kemudian Bos yang mendengar keributan segera datang....


..."Tuan Muda Leng, apa yang terjadi disini, jika anda merasa tidak puas dengan pelayanannya maka biarkan aku yang menggantikannya,"...


...Segera Bos itu menggantikan si kasir dan mulai menggesek kartu kredit Tuan Muda Leng, namun hal yang sama terus terjadi berulang kali, kartu itu tetap menolak bahkan ketika sang Bos mengganti mesinnya....


..."Tuan Muda Leng, semua kartu anda tidak bisa di gunakan,"...


..."Braak,"...


...Anak tertua Leng kembali memukul meja. Kaki ini bahkan dia mengangkat kerah sang Bos toko. Dia merasa sangat marah. Semua orang yang berada di toko mulai mengambil ponsel dan bermaksud mengabadikan kejadian ini....


...Petugas keamanan yang mendapat kabar keributan kemudian datang ke toko. ...


..."Apa-apaan ini Tuan Muda Leng, jika anda tidak bisa membayar, anda tidak perlu melakukan keributan. Segera tinggalkan toko ini. Jangan membuat masalah disini,"...


...Dia menatap marah ke arah petugas keamanan itu, dia sudah di permalukan dengan kartunya yang gagal melakukan pembayaran, dan sekarang dia di permalukan dengan kedatangan petugas keamanan dan mencoba mengusirnya. Dia benar-benar sudah tidak memiliki wajah. Dia dengan marah kembali memukul meja kemudian pergi dengan langkah terburu-buru. ...


...Orang-orang yang menyaksikan kejadian ini mengabadikannya dalam ponsel mereka. Segera video memalukan itu tersebar lewat situs online. ...


...Semua masyarakat kembali menertawakan keluarga itu, tindakan keluarga Leng sudah membuat hati mereka membencinya, dan sekarang anak tetua Leng secara alami menambah poin kebencian di hati mereka. ...


..."Ini benar-benar memalukan, dia tidak bisa membayar tapi masih berani membeli barang mewah,"...


..."Tidakkah dia ingin mempermalukan dirinya sendiri. Dia tidak bisa membayar dan melampiaskan amarahnya terhadap kasir wanita,"...


..."Tidakkah kau tau, ketika keluarga Leng masih berkuasa Tuan Muda Leng hanya menghabiskan harinya dengan minum-minum dan berfoya-foya, wajar saja jika moralnya sangat buruk,"...


...Warga kota E kembali di hebohkan dengan video online yang beredar. Sekali lagi mereka menertawakan keluarga Leng. ...


..............


Rumah Tetua Leng


...Di rumah Tetua Leng juga melihat video yang beredar, dia sangat malu dan tidak bisa menahan amarahnya. Cucunya benar-benar mempermalukan dirinya. Anaknya sudah masuk ke penjara, sekarang cucunya membuat keributan di sebuah pusat perbelanjaan. Tidakkah ini sangat konyol, Seluruh kota E akan menertawakannya. Dia memijit pelipisnya. ...


..."Kakek, tenanglah jaga amarahmu, ini tidak baik untuk kesehatanmu,"...


... Anak kedua Leng mencoba menenangkan kakeknya. ...


...Tidak seperti anak Tertua Leng, anak keduanya sedikit lebih baik. Dia cukup kompeten jika meneruskan bisnis keluarga Leng, namun sayangnya keluarganya bangkrut. Dia sekarang hanya bertahan dengan dukungan dari kakeknya. ...


..."******** kecil itu selalu membuat masalah, Dia membuatku kehilangan wajah. Apa dia ingin aku agar cepat untuk mati. Bagaimana bisa aku memiliki cucu sepertinya,"...


...Tetua Leng mencoba menahan amarahnya benar yang di katakan cucu keduanya, jika dia jatuh sakit karena hal ini, maka keluarganya sudah tidak memiliki penopang lagi. Tapi cucu pertamanya benar-benar membuatnya murka. Perlahan dia menghembuskan nafasnya dan menstabilkan amarah di hatinya. ...


.............


... ...

__ADS_1


__ADS_2