
..........
...Zu Zhang kembali ke kantornya, beberapa tahun dia habiskan untuk mewarisi perusahaan Zu, setelah hari itu ketika dia kehilangan Xu Ming, dia seperti orang gila, dia mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaannya. Namun setelah beberapa tahun pun Xu Ming masih belum di temukan,...
...Tidak ada wanita bernama Xu Ming yang pergi ke laur negri juga, Xu Ming tidak berada di kota, Zu Zhang pergi ke rumah keluarga Xu, namun juga tidak ada Xu Ming di sana, mereka juga tidak tau Xu Ming berada di mana....
...Zu Zhang selalu bekerja hingga larut malam, hari-harinya dia habiskan untuk bekerja, meski dia masih belum menemukan Xu Ming, namun pencarian nya tidak di hentikan, dia masih mencarinya hingga saat ini....
...Namun hari ini dia merasa sedikit aneh, dia melihat seorang anak yang entah kenapa sedikit mirip dirinya. Zu Zhang berpikir apakah itu anak Xu Ming, namun segera dia enyahkan pikiran itu, Xu Ming tidak berada di kota ini mana mungkin itu anaknya....
...Ketika Zu Zhang sedang termenung tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya....
..."Tuan, Kami sudah mencarinya namun masih belum menemukannya,"...
...Zu Zhang menghela nafas frustasi, sudah bertahun-tahun bahkan tidak ada petunjuk sedikitpun, dia bahkan sudah menggunakan identitas keluarga Zu, namun masih juga belum ada petunjuk, Xu Ming seperti hilang di telan bumi....
..."Sudah bertahun-tahun namun kalian masih juga belum menemukannya. Dia hanya seorang wanita, kenapa begitu sulit mencarinya. Cari terus, temukan petunjuk walau sekecil apapun,"...
..."Baik, saya mengerti," Ucap orang tersebut...
..........
...Sementara itu Xu Ming sedang bergandengan tangan bersama anaknya, dia akan pulang ke rumah keluarga Xu, Xu Ming ingin segera bertemu Ibu nya, dan Ibunya pasti akan menyukai Xu Shilling,...
..."Shilling, ayo kita pergi bertemu nenek,"...
...Xu Shilling mengangguk setuju, "Bagaimana dengan kakek,"...
...Xu Ming sedikit terhenyak, Ayahnya dia tidak tau apakah sudah keluar dari penjara ataukah belum. Xu Ming kemudian berkata,...
..."Yah...Jika kakek ada di rumah bersama nenek."...
..."Memangnya kenapa, apa kakek sangat sibuk,"Ucap Xu Shilling...
...Xu Ming mengangguk membenarkan, "Kakek sangat sibuk bahkan nenek pun sulit bertemu dengannya. Tapi kau jangan berpikir jika kakek adalah pria jahat. Kakek tidak jahat karena dia sangat sibuk, kakek sangat baik dan sangat mencintai nenek juga sangat mencintai Ibu,"...
..."Baiklah, jika Ibu mengatakan dia tidak hajat, maka dia tidak jahat,"Ucap Xu Shilling...
__ADS_1
...Xu Ming tersenyum menatap anaknya, dulu dia berpikir untuk menggugurkan kandungannya. Namun selalu di cegah oleh Ibunya, bagaimanapun anaknya tidak bersalah....
...Sekarang jika dia memikirkan itu dan menatap anaknya dia merasa dia dulu sangat jahat, bagaimana bisa dia berpikir untuk membunuh anak yang seperti malaikat ini, "Pikirnya....
...Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya Xu Ming tiba di rumahnya, dia melihat rumah yang dulu dia tinggikan, rumahnya masih sama Ibunya merawatnya dengan sangat baik,...
...meski saat itu kejatuhan keluarga Xu benar-benar membuat keluarganya ke titik dasar. Namun rumah ini adalah satu-satunya aset yang tidak di sita oleh pihak bank,...
...Karena rumah ini berdiri sebelum Ayahnya menjadi direktur di perusahaan.Xu, dan juga aset-aset berharganya yang lain sudah mencukupi kerugian akibat ulah Ayahnya....
...Xu Ming berdiri cukup lama di depan pintu, dia sangat rindu rumah ini, dulu di rumah ini penuh dengan kehangatan, cat putih yang terlihat polos namun terkesan indah, sekarang cat ini membuat rumah terlihat dingin dan sepi....
...Xu Ming berjalan memasuki pekarangan rumah, dia melihat pintu yang tertutup, Xu Shilling bertanya, "Ibu apakah ini rumah nenek,"...
...Xu Ming mengangguk membenarkan, "Iya, ini rumah nenek dan kakek, ayo kita masuk,"...
...Xu Ming membuka pintu yang tidak terkunci, dia melihat sekeliling rumah, semua masih sama ketika meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu....
...Xu Ming mencari keberadaan Ibu nya, lalu dia menemukan sosok wanita paruh baya sedang berada di dapur....
...Nyonya Xu berdiri mematung dia mendengar suara yang begitu dia rindukan, suara anak kesayangannya Xu Ming....
...Nyonya Xu kemudian membalikan badannya, dia melihat Xu Ming berdiri di sana menggenggam tangan seorang anak kecil....
...Nyonya Xu tidak kuat menahan tangisnya, "Xu Ming kau kah itu nak,"...
...Xu Ming tersenyum melihat Ibunya,."Ibu aku pulang,"Ucapnya....
...Nyonya Xu buru-buru menghampiri Xu Ming, dia menangis melihat anaknya sudah kembali, dia kemudian melihat anak yang berdiri di samping Xu Ming,...
..."Xu-Er apakah ini cucu Ibu,?"...
...Xu Ming mengangguk membenarkan,."Dia Xu Shilling, dia anakku,"...
...Nyonya Xu menatap Xu Shilling kemudian berkata, "Kemari nak, biar nenek melihatmu dari dekat....
...Xu Shilling berjalan mendekat ke arah Nyonya Xu, Nyonya Xu kemudian membelai rambutnya, "Shilling aku adalah nenekmu,"Ucapnya....
__ADS_1
...Shilling mengangguk kemudian berkata,"Salam nenek," Shilling datang mengunjungi nenek,"...
...Nyonya Xu terlihat sangat puas, "Bagus...Bagus... Kau anak yang baik....
...Nyonya Xu kemudian membawa Xu Ming dan Xu Shilling untuk duduk di sofa, Xu Ming menceritakan semua yang dia alami, termasuk ketika Zu Zhang menemukannya di Amerika. Dan bagaimana Zu Zhang mengajaknya untuk menikah, Xu Ming juga menceritakan ketika dia di kejar oleh Zu Zhang, namun dia berhasil lolos dan pergi ke Tokyo....
...Zu Zhang begitu ingin membawa Xu Shilling yang masih dalam kandungannya saat itu, karena itu Xu Ming sampai membuat identitas palsu dan pindah ke negri Sakura. Xu Ming menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi....
...Nyonya Xu sedikit terhenyak, dia sangat sedih atas apa yang terjadi pada Xu Ming, dia sampai harus pergi keluar negri untuk mengindari Zu Zhang, ternyata pria itu masih juga menemukannya....
...Sedangkan Xu Shilling hanya bisa mendengarkan, pada dasarnya dia tidak terlalu mengerti apa yang di bicarakan para orang dewasa, dia hanya mengerti bahwa ada seseorang yang ingin membawanya pergi jauh dari Ibunya. Tentu Xu Shilling tidak ingin pergi meninggalkan Ibunya. Juga seseorang yang mereka bicarakan pastilah orang jahat sehingga membuat Ibunya terus bersembunyi....
...Sekarang dia mengerti kenapa Ibunya selalu melarangnya pergi keluar sendiri, itu karena ada orang yang ingin membawa dirinya, Xu Shilling sangat membenci orang yang ingin membuatnya terpisah dengan orangtuanya. Siapapun orang itu Xu Shilling membencinya....
............
...Disisi lain Feng Yu sedang berada di sebuah restoran, dia duduk dihadapan seorang gadis cantik. Ibunya selalu ingin dia berkencan, dan selalu berkata bahwa dia harus melupakan Xiao Li....
...Feng Yu mengerti kekhawatiran Ibunya, bagaimana pun keluarga Feng membutuhkan seorang pewaris dia juga harus menikah. Namun dia tidak ingin melakukan kesalahan seperti sebelumnya....
...Setiap kali Ibunya memintanya untuk pergi ke acara kencan buta, Feng Yu selalu menyeleksi temen kencannya terlebih dahulu. Dia hanya ingin berkencan dengan seseorang yang terlihat seperti Xiao Li....
...Dia menentukan standarnya, Yaitu kulit yang putih juga rambut yang berwarna coklat alami. Dia juga menginginkan wanita yang punya wajah kecil seperti Xiao Li. Dia terus mencari wanita yang mirip dengan Xiao Li, sekarang Xiao Li bahkan sudah mempunyai anak, namun dia masih tidak bisa melupakannya....
...Bagaimanapun hidup terus berlanjut, jika dia tidak bersama Xiao Li, dia berpikir seseorang yang sedikit mirip Xiao Li juga tidak masalah. Ini adalah kencan yang ke tujuh yang Ibunya siapkan, Feng Yu merasa mual sudah tujuh kali dia pergi ke acara kencan buta, dan tidak ada satupun yang membuat dirinya tertarik....
...Feng Yu menghela nafas berat kemudian berkata, "Aku harus pergi, aku ada rapat,"Ucapnya....
...Wanita yang menjadi teman kencan Feng Yu hanya bisa terbengong, dia baru saja sampai dan baru beberapa detik melihat Feng Yu, baru saja dia merasa Feng Yu adalah pria sempurna yang harus dia miliki, dari wajah dan juga kekayaan tidak perlu di ragukan, meski tidak sehebat Tuan Muda Yuan, namun pria di hadapannya ini bisa menjadi alternatif pilihan untuk menuju kekayaan....
...Namun pria di hadapannya ini sepertinya tidak tertarik padanya. Dia ingin segera pergi padahal dia duduk baru beberapa detik. Dia merasa kesal dia mengepalkan tangannya di bawah meja....
..."Tuan Feng, kita baru saja bertemu, tidakkah kita harus makan dulu, aku sedikit lapar,"Ucapnya....
...Feng Yu hanya berkata,"Pesanlah makanan yang ingin kau makan, aku akan membayarnya, namun aku tidak bisa menemanimu. Aku ada rapat penting sekarang,"Ucap Feng Yu sembari dari kursinya....
...Kemudian Feng Yu mengatakan,"Terimakasih sudah datang, aku harus pergi,"Ucap Feng Yu kemudian berjalan pergi tidak membiarkan wanita itu menjawabnya....
__ADS_1