Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan

Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan
Episode 85


__ADS_3

.............


...Setelah Sekretaris Mo pergi dia duduk bertiga bersama Xiao Li dan juga Shao Shen, Xiao Li seolah menunggu ucapan Yuan. Yuan menghela nafas akhirnya Yuan membuka mulut....


..."Itu adalah ulah dari keluarga Leng, sebenarnya mereka tidak menargetkan Chu Ran, melainkan Shao Shen, aku membiarkan mereka sebelumnya karena mereka belum bertindak apapun. Namun karena sekarang mereka sudah melakukan tindak kejahatan dan menyentuh orang-orang yang berharga untukku, aku tidak akan mengampuninya,"...


...Xiao Li tidak menyangka jika ini adalah ulah dari keluarga Leng, keluarga itu baru saja membantu keluarga Xu dengan mengeluarkan Tuan Xu dari penjara. Dia tidak berpikir bahwa keluarga itu berusaha menyakiti Shao Shennya. Xiao Li merasakan amarah di hatinya. Dia ingin menghancurkan keluarga itu, karena berani merencanakan perbuatan keji....


...Yuan memperhatikan ekspresi wajah Xiao Li, dia kembali melanjutkan...


..."Mereka menyewa pembunuh bayaran, aku dengar dari istrinya, sebelum suaminya pergi dia menerima uang dalam jumlah yang banyak, yang bahkan mereka tidak pernah melihatnya dalam seumur hidup mereka, jadi pembunuh itu secara alami menerimanya,"...


...Xiao Li merasa emosinya naik sampai ke ubun-ubun, "Itu karena mereka bodoh, dia lebih memprioritaskan uang dari pada nyawanya. Dia tidak tau bahwa menyinggung keluarga Yuan maka balasannya adalah kematian,"...


...Yuan mengangguk mengiyakan pria itu memang bodoh karena berani menyakiti keluarganya. Dan akhirnya berakhir dengan kematian. Mereka juga mati dengan membawa bom bunuh diri ke kelurga Leng....


...Yuan mengerti ke khawatiran Xiao Li, Yuan sangat paham karena Xiao Li pernah mengalami penculikan. Yuan juga merasa sedih, dia membawa Xiao Li ke rumahnya beberapa tahun lalu untuk membuatnya bahagia, dia menikahinya dengan penuh cinta, namun dia malah mengalami hal mengenaskan, bahkan sekarang hal itu terjadi kembali, meski bukan dia sendiri yang mengalami tapi Xiao Li sudah menganggap Chu Ran sebagai anaknya sendiri....


..."Li'er, kau tidak perlu cemas, aku akan membalas semua perbuatannya. Aku sudah membunuh kedua penculik itu dan mengirimkan mayatnya ke rumah keluarga Leng, ini sebagai hadiah juga suatu bentuk peringatan. Mereka akan merasakan hal yang lebih parah dari kedua orang itu, Jika mereka cukup pintar mereka akan berhenti disini. Juga sepertinya mereka tidak bertindak sendiri. Ada keluarga lain yang membantunya. Mereka ingin keluarga kita di gulingkan. Namun mereka salah karena keluarga Yuan kita masih akan sangat berkuasa bahkan setelah beberapa dekade ke depan,"...


...Xiao Li mendengarkan ucapan Yuan dia memang bermaksud untuk membalas keluarga itu, dia mengerti bagaimana rasanya di culik, karena dia sudah pernah mengalaminya, saat itupun dia merasa begitu takut dia berharap bahwa Yuan akan datang menyelamatkannya. Apalagi Chu Ran yang masih kecil, dia pasti merasa trauma. Dan ternyata yang mereka targetkan adalah Shao Shennya. Xiao Li merasa semakin marah....


...Xiao Li mengangguk mengerti, mungkin Yuan sudah menyiapkan rencana. Dia hanya akan menunggu berita duka dari keluarga Leng, juga kehancuran keluarga lainnya....


...Shao Shen terdiam mendengar ucapan Ayahnya, perasaan bersalah semakin menyelimutinya. Yang mereka targetkan bukanlah Chu Ran melainkan dirinya. Namun karena dirinya Chu Ran jadi mengalami hal yang menakutkan. Shao Shen merasa seperti ingin menguburkan kepalanya. Dia benar-benar harus menjaga Chu Ran dimasa depan, ini juga bisa di bilang suatu bentuk kompensasi. Dia harus menebusnya untuk seumur hidupnya....


...Sekarang dia tidak peduli jika Ibunya akan datang ke rumah keluarga Zhao dan menyerahkan seserahan maka lakukan saja. Jika dia harus hidup dengan Chu Ran, maka dia akan menghabiskan seluruh hidupnya dengan Chu Ran. Dia mungkin masih belum menyukai Chu Ran namun dimasa depan gadis itu pasti akan tumbuh sedikit lebih baik, dia akan berusaha untuk tidak mempermasalahkannya....


...Yuan menatap ke arah anaknya Shao Shen, dia mengerti bagaimana perasaan Shao Shen, dia mungkin merasa semua ini salahnya, sehingga menyebabkan Chu Ran mengalami hal buruk....


..."Shen kecil, kau tidak perlu khawatir dan merasa bersalah, semua ini bukan salahmu, Chu Ran juga selamat dan baik-baik saja. Ayah sudah pastikan tidak ada luka gores sedikitpun pada tubuhnya. Kau tidak perlu khawatir, istri masa depanmu aman, dan Ayah berjanji kedepannya tidak akan ada hal seperti ini lagi. Kau harus segera tumbuh menjadi pria yang kuat seperti Ayah, agar kedepannya kau bisa menjaga Chu Ran dengan baik,"...


...Shao Shen menatap Ayahnya dia mengangguk mengerti, Ayahnya pasti tau bahwa dia merasa bersalah, jika dirinya yang di culik mungkin Chu Ran tidak perlu mengalami hal mengerikan. Jika saja saat itu dia bisa melindungi Chu Ran, maka semua ini tidak akan terjadi. Rasa bersalah seolah menggerogoti jiwanya. Namun semua orang berkata bahwa itu bukan salahnya, dan juga benar kata Ayahnya bahwa dia harus menjadi lebih kuat agar bisa menjaga Chu Ran kedepannya, dia adalah pewaris keluarga Yuan, dia harus bisa melindungi keluarga dan juga istri masa depannya....


...Tunggu istri masa depannya, Shao Shen tidak percaya pada dirinya sendiri. Baru saja dia mengatakan Chu Ran adalah istri masa depannya. Apakah dia sekarang sudah menerima Chu Ran. Dia menggelengkan kepalanya bagaimanapun dia masih belum terbiasa dengan panggilan istri masa depan....


..............


...Sementara itu di rumah keluarga Leng, Nyonya Leng jatuh pingsan dan keadaan menjadi kacau. Ketika dia membuka pintu rumahnya dia melihat dua orang yang dia kenal sudah tergeletak bersimbah darah. Dia merasa syok dan jatuh pingsan. Semua pekerja juga merasa ketakutan entah siapa yang berani membuang mayat di depan rumah keluarga Leng, apa mereka tidak takut jika keluarga Leng akan menghancurkannya....


...Darah berceceran di lantai, bau khas darah tercium menyengat. Beberapa orang bahkan ada yang muntah dan sebagian pekerja wanita tidak berani menatap mereka ketakutan hingga membuat badan mereka gemetaran....


...Tuan Leng sangat marah siapa yang berani mengirimi mereka mayat di depan rumahnya....


..."Ayah, sepertinya ini adalah ulah dari keluarga Yuan, mereka ingin membalas dendam. Para pekerja menemukan sebuah surat yang terselip di antara mayat-mayat itu,"...


...Anak tertua dari keluarga Leng mengatakannya sembari menyerahkan surat yang sudah tercampur darah. Dia menyerahkannya kepada Ayahnya....


...Tuan Leng mengambilnya kemudian membaca isi surat tersebut,...

__ADS_1


..."Semoga kau menyukai hadiahnya,"...


..."kurang ajar," Tuan Leng mengatakannya sembari menggebrak meja, dia meremas surat yang berada di tangannya. dia tidak menyangka jika keluarga Yuan akan membalasnya secepat ini....


..."Ayah, apa yang harus kita lakukan," Anak tertua Leng juga menjadi cemas, lawan mereka adalah keluarga Yuan. Keluarga Yuan dan keluarganya seperti musuh abadi. Dia harus berpikir dengan matang sebelum bertindak, dia juga tidak ingin berakhir dengan kecerobohan....


...Tuan Leng sangat marah, dia melemparkan vas dan keramik yang berada di atas mejanya ke lantai....


..."Bodoh, semuanya bodoh, kenapa dia menyuruh pembunuh yang tidak kompeten," Dia yang di maksud Tuan Leng adalah Istrinya....


...Tuan Leng semakin ingin menghancurkan keluarga Yuan, dia berencana menculik kemudian membunuh anaknya Yuan, setelah itu ketika Yuan merasa tertekan mereka akan menyerang perusahaannya dan mengakuisisi perusahaan itu. Namun rencananya gagal. Dia memperkerjakan orang yang bodoh. Sekarang keluarga Yuan tau bahwa dia menyerangnya. Ini seperti keluarga Yuan sudah menegaskan peperangan. Dia harus lebih berhati-hati, dia menyusun rencana lain....


...Tuan Leng menatap anak tertuanya. Dulu anak tertuanya adalah anak yang cerdas dan cepat mengambil tindakan. Namun sekarang dia melihat anaknya tidak cukup kompeten, setelah dia selalu mendengar bahwa anaknya sering menghabiskan waktu di luar berfoya-foya bersama wanita, kecerdasannya seakan semakin menghilang bersama dengan alkohol yang selalu dia konsumsi. Dia akan berpikir kembali untuk meneruskan bisnis keluarga ke tangan anak tertuanya....


..."Ayah, jangan marah kita pasti punya solusi, jangan sampai kemarahan mu mengganggu kesehatan, jika Ayah sakit ini tidak akan baik untuk keluarga Leng kita,"...


...Tuan Leng mendengarkan ucapan anaknya, dia menghela nafas mencoba menstabilkan amarah di dadanya. Apa yang dikatakan anak tertuanya juga benar, jika dia jatuh sakit maka yang akan rugi adalah keluarga Leng nya....


............


Malam hari Di rumah Yuan


...Xiao Li dan Yuan sudah terlihat rapi dengan pakaiannya. Sementara mereka menunggu Shao Shen turun dari kamarnya. Setelah beberapa saat Shao Shen turun dari kamarnya dia berjalan menuruni tangga. Shao Shen mengenakan dasi kupu-kupu terlihat sangat imut....


...Xiao Li menatap anaknya yang sedikit tidak bertenaga, "Shen kecil, apa kau sudah siap,"...


...Xiao Li dan Yuan berjalan lebih dulu dan Shao Shen berada di belakangnya. Mereka tidak menaiki mobil melainkan memilih berjalan kaki. Shao Shen semakin merasakan perasaan tidak nyaman di hatinya, dia melangkah dengan memikirkan berbagai macam kemungkinan di kepalanya....


...Benar saja kekhawatirannya berubah menjadi kenyataan. Dia sudah berada di rumah calon istri masa depannya. Jarak rumahnya memang tidak jauh karena mereka adalah tetangga....


...Xiao Li dan Yuan menekan bel dengan perasaan senang yang membuncah di hatinya, sedangkan Shao Shen merasa nafasnya seperti tercekat. 'kenapa aku berdiri disini' Shao Shen merasa nyawanya seakan melayang....


...Nyonya Zhao segera keluar ketika mendengar seseorang menekan bel rumahnya. Dia melihat keluarga Yuan berdiri di depan rumahnya. Dia segera membuka gerbang dan mempersilahkan keluarga Yuan untuk memasuki rumahnya. Dia tidak mengerti kenapa malam-malam keluarga Yuan datang kerumahnya dan membawa banyak bingkisan....


...Chu Ran keluar dari kamarnya ketika mendengar suara Xiao Li. Chu Ran kemudian mengedarkan pandangannya dia melihat Shao Shen yang berdiri di samping Xiao Li, Chu Ran tersenyum cerah dia segera berjalan menuruni tangga dan berlari kepelukan Shao Shen. Shao Shen yang tidak siap dengan sebuah pelukan yang tiba-tiba, hampir saja terjungkal ke belakang....


..."Kakak Shao Shen, apa kakak datang untuk bermain bersama," Chu Ran sangat menyukai Shao Shen, dia merasa senang karena Shao Shen berkunjung ke rumahnya....


...Shao Shen hanya berdiri mematung, dia tidak menyangka jika Chu Ran akan langsung menghambur ke pelukannya....


...Xiao Li terkekeh melihat tingkah Chu Ran dan melihat ekspresi wajah Shao Shen, sepertinya Chu Ran akan sedikit kesusahan dimasa depan. Shao Shen begitu kaku dan dingin. Bukankah dia seharusnya memeluk balik Chu Ran bukan hanya berdiri dan mematung....


...Nyonya Zhao hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Chu Ran. "Chu-Er, kau itu seorang gadis, jaga sikapmu, bagaimana bisa kau langsung menghamburkan diri ke pelukan kakak Shao Shen, lihatlah wajah kakak Shao Shen dia menjadi tidak nyaman,"...


...Chu Ran melepas pelukannya dan menatap ke arah Shao Shen, mata bulatnya terlihat cerah dan pipinya sedikit kemerahan. Chu Ran terlihat imut dengan wajah bulatnya. Shao Shen merasa ingin mencubit pipinya namun dia urungkan niatnya....


...Xiao Li melihat ekspresi malu-malu Shao Shen dia hanya bisa menahan tawanya....


...Nyonya Zhao mempersilahkan Yuan untuk duduk dan bertanya perihal kedatangan mereka....

__ADS_1


...Xiao Li membawa bingkisannya dan menyerahkannya kepada Nyonya Zhao....


...Nyonya Zhao mengerutkan keningnya, "Apa ini,"...


...Xiao Li tersenyum cerah, "Ini adalah bingkisan seserahan, Shao Shen kami sudah memutuskan untuk menjadikan Chu Ran sebagai pacarnya sekaligus istri masa depannya,"...


...Yuan hanya mengangguk membenarkan. Sementara Shao Shen hanya diam dia tidak tau harus berkata apa....


...Nyonya Zhao terperangah, apa maksudnya Xiao Li ingin Chu Ran menjadi menantunya....


..."Ini..," Nyonya Zhao menatap ke arah Shao Shen. Dia juga menyukai Shao Shen, tidak ada yang kurang dari Shao Shen, kecuali sikap dingin dan juga terkadang suka mengatakan hal kejam. Chu Ran juga begitu menyukai Shao Shen. Dimasa depan dia yakin Shao Shen akan menjadi pria yang hebat seperti Ayahnya Yuan, Shao Shen memiliki wajah yang rupawan, dan juga latar belakang yang luar biasa. Dimasa depan mungkin banyak wanita yang akan menyukainya. Apakah saat itu dia masih akan menyukai Chu Ran....


...Nyonya Zhao menatap ke arah anaknya Chu Ran dan membandingkannya dengan Shao Shen. Chu Rannya memang imut namun jika ingin terus berada di sisi Shao Shen dia harus tumbuh menjadi wanita cantik yang anggun, atau Shao Shen akan di rebut oleh gadis lain....


...Nyonya Zhao menghela nafas, dia tidak tau harus menyikapinya seperti apa. Akhirnya dia bertanya kepada Chu Ran....


..."Chu-Er, apa kau menyukai kakak Shao Shen,"...


...Chu Ran mengangguk dengan mantap, "Aku sangat menyukai kakak Shao Shen,"...


..."Apa kau ingin terus bersama kakak Shao Shen," Nyonya Zhao bertanya sembari menatap lekat ke arah Chu Ran....


..."Tentu saja aku ingin terus bersama kakak Shao Shen, kenapa Ibu menanyakan hal itu,"....


..."Kakak Shao Shen akan menjadi suami masa depanmu, bagaimana dengan itu," Nyonya Zhao merasa seperti sedang mengintrogasi terdakwa....


...Chu Ran terdiam dia sebenarnya tidak paham arti dari kata suami, namun gurunya mengatakan bahwa suami adalah pasangan dari Ibunya, suami adalah orang yang menikah dengannya....


...Apa itu artinya Kakak Shao Shen akan menikahinya di masa depan, dan Kakak Shao Shen akan menjadi suaminya....


...Chu Ran tersenyum senang. "Tentu saja aku mau, aku paking suka kakak Shao Shen, kakak Shao Shen akan menjadi suamiku,"...


...Xiao Li tersenyum cerah dia senang karena Chu Ran juga ingin bersama Shao Shen, dan Yuan hanya tersenyum simpul. Sedangkan Shao Shen hanya duduk dengan lesu....


..."Ibu, bukankah Ibu dan Ayah adalah suami istri, jika suami dan istri berarti bisa berpegangan tangan," Chu Ran bertanya dengan perasaan menggebu-gebu....


..."Itu benar, jika menjadi suami istri Chu Ran bisa memegang tangan kakak Shao Shen, bahkan kau bisa menciumnya," Nyonya Zhao menatap putrinya yang terlihat sangat senang....


..."Benarkah, kalau begitu aku ingin mencium kakak Shao Shen,"...


...Chu Ran berjalan ke arah Shao Shen, tanpa sepatah katapun Chu Ran mencium pipi Shao Shen....


...Shao Shen melongo dia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya. Semua orang menatap tidak percaya hanya Xiao Li yang terlihat sangat antusias....


..."Lihatlah, sepertinya Chu Ran sudah tidak sabar untuk menikah denganmu," Xiao Li mengatakannya sembari menatap ke arah Shao Shen....


...Shao Shen hanya bisa menundukkan kepalanya dia begitu malu, bisa-bisanya Chu Ran mencium pipinya....


...Xiao Li melihat ekspresi wajah Shao Shen, wajahnya memerah hingga ke telinganya. Shao Shen terlihat sangat malu. Mereka akhirnya tertawa. Sementara Chu Ran tanpa bersalah duduk di sebelah Shao Shen....

__ADS_1


__ADS_2