
.............
...Sementara itu Feng Yu berada di kantornya dia terus mengerjakan hal-hal yang harus dia kerjakan, dia menjawab pertanyaan yang di ajukan Sekretaris nya tanpa mengangkat kepalanya....
..."Lakukan saja semua sesuai rencana awal, Feng Yu merasa kewalahan dengan pekerjaan yang sepertinya tidak ada habisnya. Dia sangat berterimakasih kepada Xiao Li, berkat dirinya perusahaan nya kembali pulih dari keterpurukan. Bahkan sekarang lebih maju dari sebelumnya....
...Sekretaris Feng Yu merasa kasihan dengan Tuannya. Semenjak dia menyesali pilihannya dengan menikahi Xu Ming, Feng Yu seperti menjadi orang yang gila kerja....
...Sekretarisnya mencoba membujuknya, "Tuan Muda Feng, tubuh anda adalah milik anda, tidak masalah meski pekerjaan begitu banyak, anda masih harus memperhatikan kesehatan anda. Hal-hal dimasa lalu tidak bisa di ulang kembali. Meski saya juga menyesali pilihan anda saat itu namun semua sudah berlalu. Anda juga harus bahagia dengan hidup anda,"...
...Feng Yu menjadi terdiam, dia menyandarkan kepalanya ke kursi, matanya terpejam dan jari-jari rampingnya perlahan memijit pepipismya guna menghilangkan ketegangan di kepalanya. Meskipun Feng Yu terlihat lelah namun aura yang di pancarkan nya membuat orang yang melihat tidak ingin mengalihkan pandangannya....
...Hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu dia juga ingin melupakan dan menguburnya....
...Namun bayangan Xiao Li seolah-olah menari dalam bayangannya....
...Keesokan harinya...
.........
...Sinar matahari menembus melalui celah jendela, namun sepasang suami istri ini masih belum juga terbangun dari mimpi indahnya. Xiao Li masih tidur dalam dekapan Yuan. Karena hari ini hari libur Yuan berniat menghabiskan sepanjang hari bersama keluarga kecilnya....
...Sementara Shao Shen sudah bangun dan duduk di meja makan. Dia menatap kosong ke arah meja di depannya. Tidak ada apapun sama sekali. Shao Shen merasa sedikit kesal, pasalnya jika sang Ayah berada di rumah di saat hari libur mereka berdua akan bangun pada siang hari dan melupakan perut kecilnya yang butuh asupan makan....
...Shao Shen pergi ke dapur dia melihat beberapa potong roti kemudian dia mengolesinya dengan mentega dan tidak lupa menambahkan lembaran keju, Shao Shen membuat sesuai seleranya. Dia sudah lapar jika dia menunggu Ibunya bangun kemudian sudah terkapar lemah di lantai....
...Benar saja kita hari beranjak siang, Xiao Li dan Yuan keluar dari kamarnya mereka seolah lupa bahwa ada satu lagi kehidupan kecil di rumahnya....
...Xiao Li melihat bekas roti di atas meja makan. Dia tau bahwa Shao Shen membuat sarapannya sendiri. Dia merasa bersalah, ini semua karena Yuan dia baru bisa tidur menjelang Pajar, Yuan tidak membiarkannya untuk tertidur dengan nyenyak....
__ADS_1
...Dia berpikir Yuan akan bersabar hingga keesokan harinya. Namun siapa sangka ketika malam menjelang Yuan kembali berubah menjadi serigala yang lapar. Xiao Li bahkan merasa sedikit kesulitan berjalan....
...Xiao Li mencari keberadaan Shao Shen, dia memanggil-manggil Shao Shen, Shao Shen mendengar panggilan Ibunya namun dai mengabaikannya. Hingga Xiao Li masuk ke dalam perpustakaan dia melihat Shao Shen sedang fokus membaca. Shao Shen duduk di sudut ruangan sinar matahari masuk dan menerpa wajahnya, dia tidak merasa silau atau pun terganggu....
...Xiao Li memperhatikan wajah Shao Shen, dia mengakui bahwa Shao Shen sangat tampan dia mulai khawatir akan nasib gadis-gadis dimasa depan, dia harus mengajarkan Shao Shen agar tidak menyakiti hati gadis-gadis dimasa depan....
...Xiao Li melangkah mendekati Shao Shen dia kemudian berkata, "Aiya Shao Shen, Ibu memanggilmu berkali-kali tapi kau tidak menjawab, apa kau kesal karena Ibu bangun lebih siang,"...
...Shao Shen menatap wajah Xiao Li, "Aku tidak kesal, bukankah setiap Ayah berada di rumah kalian berdua selalu bangun di siang hari,"...
...Xiao Li merasa hatinya tercubit, apa yang di katakan Shao Shen memang benar adanya, dia merasa malu dia akan protes kepada Yuan agar tidak membuatnya tidur menjelang fajar....
...Xiao Li kemudian meminta maaf kepada Shao Shen, "Shao Shen kecil Ibu minta maaf, Ibu berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Xiao Li menunjukan dua jari seperti seseorang yang sedang bersumpah. ...
...Shao Shen menatap dengan tatapan seolah berkata, "Ibu hari minta maaf jika Minggu depan Ayah libur semua pasti terulang kembali,"...
...Xiao Li menatap tatapan anaknya yang tidak percaya padanya akhirnya mengangkat semua jarinya kemudian berkata, "Ibu berjanji sungguh,"...
............
...Xiao Li bersenandung riang saat memasak, ini adalah kegemarannya. Dan memasak untuk keluarga kecilnya adalah suatu kenikmatan. Dia senang ketika Yuan menghabiskan masakannya juga ketika Shao Shen tidak pilih-pilih soal makanan. Akhir-akhir ini Yuan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Meskipun dia jarang lembur malam namun ketika dia kembali ke rumah dia akan menghabiskan lebih banyak waktu di ruang kerjanya....
...Pria itu mungkin makan dengan tidak benar di kantornya, namun dia ingin ketika Yuan pulang dia merasakan masakan rumahan yang enak. Memikirkan Yuan yang memakan makanan cepat saji di kantor membuat hatinya menjadi sakit. ...
...Dulu dia memimpikan kehangatan sebuah keluarga bersama Feng Yu, namun yang dia terima adalah tentang kekejaman dunia. Sekarang dia sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia, Xiao Li sangat bersyukur dan menghargai kebahagiaannya....
...Yuan berusaha dan bekerja keras untuk dirinya dan Shao Shen, sedangkan Xiao Li selama ini hanya berdiam di rumah dan menunggu kedatangan Yuan. Dia selama ini selalu menjadi orang yang menerima dari Yuan. Dia juga ingin melakukan sesuatu untuk Yuan....
...........
__ADS_1
...Yuan duduk di sofa dan membaca korannya, sementara Shao Shen baru saja turun dari ruang perpustakaan. Dia berjalan ke arah Yuan dan duduk di sebelah Yuan. Pasangan Ayah dan anak ini benar-benar mirip. Sifat dingin Yuan menurun pada Shao Shen. Memandang mereka berdua Xiao Li hanya bisa menggelengkan kepala. ...
...Setelah selesai memasak Xiao Li menaruhnya di meja makan. Yuan yang sedang membaca mencium aroma makanan dan perutnya menjadi lapar. Dia kemudian berjalan menghampiri Xiao Li dan memeluknya dari belakang. Xiao Li menjadi malu dan berkata, "Apa yang kau lakukan, disini masih ada Shao Shen,"...
...Yuan menatap ke arah Shao Shen, Shao Shen hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Yuan kemudian berkata, "Tidak masalah,"Ucapnya. ...
...Xiao Li menjadi geram, "Kamu yang tidak masalah, jangan menodai mata Shao Shen dengan perilaku yang tidak senonoh,"...
...Yuan menatap Xiao Li dengan lembut,"Jadi jika tidak ada Shao Shen aku bisa memelukmu dengan bebas,"...
...Xiao Li merasa semakin malu, dia kemudian mengatakan, "Tubuhku kotor dengan minyak, aku akan pergi ganti baju dulu,"...
...Jika Xiao Li tidak berganti baju maka baju Yuan akan ikut kotor, Setiap pakaian Yuan adalah yang terbaik, mereka di buat oleh tangan yang handal entah dari jahitan atau pun material semuanya adalah bahan langka. Semua baju Yuan tidak berada di butik terkenal juga tidak memiliki label. Namun sekilas jika seseorang mengerti tentang busana mereka akan tau bahwa satu buah baju Yuan bisa seharga puluhan juta....
...Yuan memperhatikan ekspresi Xiao Li, dia kemudian berkata, "Baiklah, cepat ganti bajumu, aku sudah sangat lapar,"...
...Xiao Li segera kembali kelantai atas dan mengganti bajunya dengan pakaian santai. Harga baju Xiao Li juga tidak termasuk murah semua karena Yuan yang memanggil seorang pengrajin handal khusus untuk membuat baju untuk Xiao Li. Yuan ingin memberikan yang terbaik untuk Xiao Li juga ingin yang terbaik untuk Shao Shen, meskipun Shao Shen selalu mengganggu aktifitasnya bersama Xiao Li....
...Xiao Li kembali turun ke lantai bawah, Yuan dan Shao Shen sudah duduk di meja makan. Xiao Li kemudian mengambil sumpit dan memberikannya kepada Shao Shen. Yuan menerimanya dengan senang hati, Xiao Li kemudian mengambil beberapa potong udang dan menaruhnya di mangkuk Yuan, juga dia mengambil beberapa dan menaruhnya di mangkuk Shao Shen. ...
...Xiao Li menatap Shao Shen kemudian berkata, "Makanlah Shao Shen kecil, ini bagus untuk pertumbuhan mu, tapi jangan memakannya terlalu banyak. Kau harus lebih banyak memakan sayuran. Xiao Li kemudian mengambil beberapa potong sayuran dan mengisi mangkuk Shao Shen dengan sayuran hingga menjulang ke atas....
...Shao Shen merasa mual melihat sayuran yang begitu banyak. Yuan menatap ke arah Shao Shen, dia mengerti bahwa Shao Shen tidak menyukai sayuran, tapi sayuran bagus untuk pertumbuhannya. ...
...Yuan kemudian berkata, "Shao Shen kecil di larang pilih-pilih makanan. Jika kau sudah besar dan merasa muak dengan sayuran kau bisa tidak memakannya. Namun sekarang kau masih kecil dan butuh nutrisi yang banyak. Kau harus tumbuh menjadi pria tampan dan pintar. Jika kau hanya tampan namun bodoh tidak akan ada gunanya. ...
...Shao Shen mendengarkan ucapan Yuan seperti tersihir dia kemudian mengangguk dan memakan semua sayuran tanpa protes sedikitpun....
............
__ADS_1
...Jangan lupa dukung terus author. Agar bisa membuat karya yang lebih baik lagi....