Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan

Istri Kesayangan Tuan Muda Yuan
Episode 82


__ADS_3

..............


...Keesokan harinya...


...Yuan berangkat ke kantornya. Hari ini tidak seperti biasa, Yuan berangkat kerja dengan amarah di hatinya. kemarin dia menerima laporan dari Sekretaris Mo, bahwa orang yang mengeluarkan Tuan Xu dari penjara adalah keluarga Leng, Kelurga Leng berada di kota E, pantas saja dia berani menantang keluarganya. Pada dasarnya dia juga tidak menyukai keluarga Leng, selama beberapa dekade keluarga Leng berada di bawah kekuasaan keluarga Yuan, mereka tidak bisa menentang keluarga Yuan, namun tampaknya keluarga itu mulai bangkit berdiri, Yuan berpikir bahwa sepertinya selama beberapa tahun ini dia terlalu berbaik hati, karena tidak ada yang berani menyinggungnya setelah kehancuran keluarga Wang, namun sepertinya banyak keluarga yang mulai mempersiapkan kekuatannya untuk menggulingkan kekuasaan keluarga Yuan....


...Yuan duduk di hadapan Sekretaris Mo, "Mo Jun, sepertinya aku terlalu baik selama beberapa tahun ini, nampaknya keluarga Leng menentang ku secara terang-terangan, namun mereka tidak cukup pintar, kejatuhan keluarga Wang sepertinya tidak mereka jadikan pelajaran,"...


...Sekretaris Mo juga mengetahui tentang berita yang menggemparkan kota X beberapa waktu lalu, dia juga tidak habis pikir bahwa masih ada keluarga yang berani menentang Yuan. Padahal keluarga Yuan selalu menghancurkan keluarga yang berani menyinggungnya....


..."Apakah aku perlu bertindak," Sekretaris Mo menatap serius ke arah Yuan, dia mengerti tempramen Yuan, Yuan tidak akan membiarkan siapapun mengganggu kehidupannya juga menggangu mangsanya. Dalam artian ini keluarga Xu adalah mangsanya. Dan keluarga Leng berani menyentuh mangsanya....


...Yuan berpikir sejenak, "Selama keluarga Leng belum bertindak kita tidak perlu mengeluarkan tenaga, jika keluarga Leng berani menyentuh Xiao Li dan juga Shao Shen, maka aku akan akan memberikan kesengsaraan untuk seumur hidupnya,"...


...Sekretaris Mo mengerti, dia tidak perlu terburu-buru karena keluarga Leng juga sejauh ini masih belum bertindak, namun jika keluarga Leng membahayakan Yuan dia juga tidak akan tinggal diam....


..."Mo Jun, Bukti kejahatan keluarga Leng apa kau sudah mengumpulkannya, juga keterlibatannya dengan bisnis ilegal apa kau sudah mendapatkan buktinya," Yuan berkata sembari bersandar di kursinya dan sesekali menyesap kopinya....


..."Hm, aku masih menyelidikinya, namun terkait bisnis ilegalnya aku sudah mendapatkan informasi. Keluarga Leng terlibat dalam bisnis penjualan obat terlarang dalam skala besar. Mereka sering kali bertransaksi dengan pebisnis dari berbagai negara, polisi bahkan tidak bisa melacak keterlibatannya. Namun kau jangan khawatir aku selalu kompeten dalam hal-hal seperti ini," Sekretaris Mo mengatakannya dengan penuh kebanggaan....


...Yuan menatap puas ke arah Sekretaris Mo, meski terkadang Sekretaris Mo merangkap menjadi pegawai gaji buta, namun ketika dia di hadapkan berbagai masalah maka Sekretaris Mo adalah orang yang paling bisa di andalkan, bahkan polisi saja tidak mampu mendapatkan bukti namun Sekretaris Mo berhasil mendapatkannya....


..."Lanjutkan penyelidikan mu, jika keluarga Leng mengerang kita bisa melemparkan umpan, kita tidak perlu terlibat tapi kita bisa menghancurkan," Yuan tersenyum menyeringai, sudah bertahun-tahun dia hidup dalam kedamaian mungkin sudah saatnya dia sedikit olahraga dengan para mangsanya....


.............


Di sekolah


...Sementara itu Shao Shen fokus mendengarkan materi yang di berikan gurunya. Shao Shen selalu berusaha keras untuk belajar, itu karena dia tidak ingin di remehkan oleh Ayahnya. Yuan selalu ketat tentang pendidikan, Shao Shen mengerti sebagai penerus keluarga Yuan dia harus berusaha keras sedari kecil....


...Setelah pelajaran selesai, Xiuhuan yang duduk sebangku dengan Shao Shen menyenggol lengannya....


..."Shao Shen, aku lihat akhir-akhir ini kau selalu berangkat dan pulang bersama anak perempuan itu, apa yang terjadi padamu kau membiarkan dia berkeliaran di sekitarmu. Apa dia pacarmu,"...


...Shao Shen menatap dingin ke arah Xiuhuan, apa yang di maksudkan oleh Xiuhuan adalah Chu Ran, dia memang setiap hari berangkat dan pulang sekolah bersama Chu Ran, juga dia masih bersama ketika di luar sekolah. Karena dia dan Chu Ran adalah tetangga maka sudah di pastikan setiap hari dia bisa melihat Chu Ran....


...Shao Shen segera menjawab,"Tidak,"...


...Shao Shen menjadi kesal karena pertanyaan Xiuhuan, dia tidak ingin berpacaran dengan Chu Ran, juga dimasa depan pun tidak ingin. Chu Ran selalu membuatnya kesusahan. Bagaimana bisa dia berpacaran dengan Chu Ran, juga di sekolah di larang berpacaran dia masih kecil berpacaran adalah hal-hal yang di lakukan orang dewasa. Namun dia kembali teringat ucapan Ibunya, "Di rumah tidak masalah berpacaran,"...


...Shao Shen menjadi bergidik, Ketika dia tidur bersama Chu Ran dia ingat Chu Ran menempel padanya seperti gurita, dan keesokan harinya dia merasa seluruh badannya remuk seperti baru saja mengikuti lomba lari maraton. Shao Shen tidak bisa membayangkan kehidupan sulit yang akan dia lalui jika dia bersama Chu Ran, segera dia enyahkan pikiran liar itu....


.... Xiuhuan menatap heran ke arah Shao Shen, jika Shao Shen dan Chu Ran tidak berpacaran bukankah dimasa depan Chu Ran bisa menjadi pacarnya, dia bisa memberikan Chu Ran permen dan berbagai makanan enak lainnya, dia juga bisa memberikan separuh uang sakunya kepada Chu Ran. Xiuhuan menjadi bersemangat....


..."Jika kau tidak berpacaran dengan Chu Ran, berarti aku boleh menjadikan Chu Ran sebagai pacarku," Xiuhuan mengatakannya dengan menggebu-gebu....

__ADS_1


...Shao Shen terdiam dia berpikir sejenak kemudian berkata, "Terserah,"...


...Seperti mendapat lampu hijau Xiuhuan segera saja meminta di kenalkan pada Chu Ran sepulang sekolah, karena Chu Ran pasti menunggu Shao Shen untuk pulang bersama, Chu Ran dan Shao Shen adalah tetangga maka Xiuhuan bisa bermain ke rumah Chu Ran dengan Shao Shen. Xiuhuan sangat bersemangat menanti hari-hari indah kedepannya....


...Shao Shen menatap wajah bahagia Xiuhuan, dia tidak mengerti mengapa begitu bahagia hanya dengan berkenalan dengan Chu Ran. Dia hanya belum tau jika Chu Ran bisa menjadi koala di siang hari dan menjadi gurita di malam hari, setelah Xiuhuan mengetahuinya dia juga pasti akan menyesal karena ingin menjadikan Chu Ran pacarnya. Shao Shen berpikir dengan mantap....


............


...Waktu terus berlalu waktu pulang sekolah sudah tiba, Shao Shen segera memasukan semua buku-bukunya dan bergegas untuk pergi, namun dia di hentikan oleh suara Xiuhuan....


..."Shao Shen, kau tidak lupa untuk mengenalkan Chu Ran padaku kan," Xiuhuan mengatakannya sembari membereskan semua barang-barangnya....


...Shao Shen mengangkat sebelah bahunya, "Jika kau tidak ingin tertinggal maka cepatlah,"...


...Shao Shen segera berjalan ke keluar kelas, sementara Xiuhuan segera berlari menyusul Shao Shen....


...Setibanya di gerbang sekolah seperti biasa Shao Shen berjalan ke arah pos satpam. Dia melihat Chu Ran dengan seragam TK nya sedang duduk sambil mengayunkan kedua kakinya. Shao Shen segera menghampiri Chu Ran....


..."Chu Ran, ayo pulang," Ucapnya....


...Chu Ran yang mendengar suara yang begitu akrab di telinganya segera menolehkan kepalanya, dia melihat Shao Shen berdiri menatapnya. Segera saja Chu Ran berdiri dari duduknya dengan mata berbinar dia segera menghampiri Shao Shen....


..."Kakak Shao Shen, apakah sudah waktunya pulang," Ucap Chu Ran dengan pandangan bertanya-tanya....


...Shao Shen mengangguk membernarkan, "Hm," dia berhenti sejenak ketika ada seseorang yang menyenggol tangannya. Shao Shen menatap ke arah Xiuhuan seperti tersadar....


...Chu Ran menatap polos ke arah Xiuhuan kemudian menatap kembali ke arah Shao Shen, "Kakak Shao Shen, apakah ini kakak Xiuhuan yang selalu kakak bilang orang bodoh,"...


...Shao Shen mengedipkan matanya, "Hm, benar dia orangnya," Shao Shen mengatakannya tanpa rasa bersalah....


...Xiuhuan tercengang dengan ucapan Shao Shen, dia memang sudah terbiasa dengan julukan bodoh yang sering di ucapkan Shao Shen, namun kali ini berbeda, Shao Shen mengatakannya di hadapan gadis incarannya. Tidakkah ini membuatnya malu, kenapa dia harus mengatakan bahwa dirinya bodoh. Xiuhuan menjadi kesal....


..."Itu tidak benar, aku tidak bodoh aku hanya sedikit lamban," Xiuhuan mengucapkannya dengan nada meyakinkan. Dia tidak ingin terlihat seperti orang bodoh di hadapan pacar masa depannya....


...Chu Ran menatap dengan polos, "Bukankah itu sama saja,"...


..."Ppfttt," Shao Shen ingin tertawa mendengar ucapan Chu Ran, dia sepertinya sudah mengajari Chu Ran dengan baik....


...Xiuhuan menjadi semakin kesal, "Itu berbeda,"...


...Xiuhuan segera mengalihkan pembicaraan, "Chu Ran, aku dengar kau tidak sedang berpacaran dengan Shao Shen, bagaimana jika kau menjadi pacarku,"...


...Chu Ran mengerutkan keningnya, bukankah Ibunya juga Bibii Xiao selalu berkata bahwa Chu Ran akan menjadi pacar dan istri masa depan Shao Shen, bagaimana bisa ada seseorang yang ingin menginginkan dia sebagai pacarnya. Chu Ran segera menolak....


..."Aku tidak mau, Ibuku dan Bibi Xiao Li selalu mengatakan bahwa aku akan menjadi pacar Kakak Shao Shen dan juga menjadi istri masa depannya. Aku tidak bisa menerima Kakak Xiuhuan,"...

__ADS_1


...Xiuhuan menggeleng tidak percaya, "Tapi Shao Shen mengatakan bahwa kamu bukan pacarnya,"...


...Chu Ran tidak terlalu mendengarkan ucapan Xiuhuan matanya menatap Shao Shen yang berjalan meninggalkannya. Segera dia berlari mengejarnya....


..."Kakak Shao Shen, tunggu aku,"...


...Xiuhuan menatap kepergian Chu Ran, dia tidak bisa pergi bersama Chu Ran karena arah rumahnya berbeda dia kemudian berteriak, "Chu Ran pikirkan baik-baik, aku akan menunggu jawabanmu,"...


...Chu Ran menengok ke arah Xiuhuan kemudian mengangguk. ...


...Chu Ran memperhatikan Shao Shen yang berjalan di sebelahnya, Chu Ran menggenggam tangannya, "Kakak Shao Shen, apa kakak marah," ...


...Shao Shen berhenti berjalan dia menatap tangannya yang sudah di genggam oleh Chu Ran, "Kenapa harus marah, aku senang jika kau bersama Xiuhuan, itu artinya penderitaan ku akan berakhir. Aku senang karena bisa memberikannya penderitaan yang selama ini aku rasakan,"...


...Chu Ran menatap bingung ke arah Shao Shen, "Baiklah, aku akan mempertimbangkan kakak Xiuhuan,"...


...Shao Shen menjadi terdiam dia tidak mengatakan apa-apa, dan kembali berjalan, kedua anak kecil ini berjalan bergandengan tangan, Chu Ran sesekali bernyanyi dalam langkahnya. Dia terlihat senang entah karena ajakan pacaran dari Xiuhuan atau karena hal lain, Shao Shen tidak tau juga tidak ingin memikirkannya. ...


...Shao Shen dan Chu Ran berjalan pulang melewati jalan pintas, entah kenapa Shao Shen memilih jalan ini dari pada melewati jalan biasa yang selalu dia lalui. ...


...Tepat ketika dia melewati belokan dia di kejutkan oleh dua orang pria berbadan besar yang menghalangi jalan mereka. Shao Shen menjadi waspada, dia menempatkan Chu Ran di belakang punggung seolah melindunginya. ...


...Chu Ran juga merasa takut dengan dua orang pria berbadan besar di hadapannya. Dia memegang erat baju Shao Shen. ...


...Dua orang pria itu menatap bergantian ke arah Chu Ran dan juga Shao Shen, mereka mengerutkan kening. ...


..."Bos, yang mana orangnya," Salah satu dari mereka bertanya dengan wajah keheranan. Mereka hanya di suruh menculik seorang anak kecil, namun mereka tidak diberitahu apakah anak itu laki-laki atau perempuan. Merasa bodoh mereka menepuk jidatnya. ...


..."Dasar bodoh mengapa kau tidak bertanya terlebih dulu apakah anak itu laki-laki atau perempuan," Orang yang panggil bos itu berbicara dengan nada kesal. ...


..."Aku rasa perempuan, Tuan Leng mengatakan bahwa dia adalah anak kecil, coba lihat dia, dia tidak terlihat seperti anak kecil." Salah seorang dari mereka mengatakannya dengan menatap kearah Shao Shen. ...


...Orang yang di panggil bos itu mengangguk setuju, yang terlihat seperti anak kecil adalah anak yang memakai seragam TK, sedangkan yang memakai seragam SD terlihat sudah besar. Pasti yang di maksud Tuan Leng adalah anak perempuan ini, "pikirnya. ...


...Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Chu Ran, "Nak, paman tidak ingin menyakitimu, jadi sebaiknya kau pulang ke rumah dan biarkan paman membawa adik kecil itu,"...


...Shao Shen merasa marah, apa maksudnya mereka untuk menyerahkan Chu Ran, dia merasa ada yang tidak beres, paman-paman ini juga tidak terlihat seperti orang baik. ...


..."Siapa kalian,"Ucap Shao Shen ...


..."Paman orang baik, hanya ingin membawa adik perempuan untuk berjalan-jalan,"...


...Shao Shen menggenggam tangan Chu Ran, dia bermaksud membawa Chu Ran untuk kabur. "Aku tidak akan memberikannya kepada orang asing, kalian sudah menyinggung orang yang salah,"...


...Shao Shen menendang kaki salah satu pria tersebut, dan membawa Chu Ran untuk kabur. Namun Shao Shen tetaplah anak SD, dia tidak bisa di bandingkan dengan dua orang yang sudah dewasa. Salah satu dari kedua orang itu menarik paksa Chu Ran dan membawanya. Chu Ran memberontak. Jalan yang mereka lalui cenderung sepi, Shao Shen memilih jalan pintas agar cepat sampai ke rumahnya, namun dia tidak menyangka jika di tengah jalan dia akan di hadapkan kejadian seperti ini. ...

__ADS_1


...Shao Shen juga memberontak namun dia tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan kedua orang itu, Mereka membawa Chu Ran pergi. Untung Shao Shen tidak bodoh ketika mobil yang membawa Chu Ran pergi dia segera memotret nomer plat mobilnya. Shao Shen harus segera mengatakan ini kepada Ibunya dan juga Ayahnya. Keluarganya pasti bisa menyelamatkan Chu Ran. ...


...Shao Shen berlari dengan sekuat tenaga, dia ingin segera sampai kerumahnya. perasaanya di penuhi kekhawatiran juga rasa penyesalan. Dia menyesal karena membawa Chu Ran melewati jalan pintas. Seharusnya dia melewati jalan yang setiap hari dia lalui. Shao Shen seperti ingin menangis bibi Zhao sudah menitipkan Chu Ran padanya, harusnya dia bisa menjaganya. ...


__ADS_2