
...Yuan dengan pikiran yang kalut segera pergi menggunakan helikopter. Dia menuju ke kota E. Tempat dimana Xiao Li berada....
...Sementara itu di kota E Xiao Li duduk dengan tangan terikat. Dia berada di sebuah rumah kosong di tepi jurang. Xiao Li masih belum sadarkan diri. Sedangkan seorang pria di depannya masih terus memandangnya....
...Dia berdecak kesal wanita ini benar-benar menggoda, pantas saja Yuan begitu tergila-gila padanya. Dia memiliki kulit seputih giok, hidung mancung dan bulu mata panjang alami....
...Semakin dilihat semakin menarik, "Pikirnya....
...Yuan akhirnya mendarat di kota E, dia tiba pada malam hari. Dia menatap Sekretaris Mo, "Kau yakin Xiao Li berada disini....
...Sekretaris Mo, "Aku yakin, aku sudah melacaknya. Dia berada disini....
..."Tapi disini dekat jurang aku tidak melihat ada tanda-tanda kehidupan. "Ucap Yuan...
...Sekretaris Mo kemudian menatap sekeliling lalu dia menunjuk ke bagian atas, "Lihat itu Yuan itu terlihat seperti gubuk Mungkin saja Nyonya berada di sana....
...Yuan berlari ke arah gubuk yang di tunjuk oleh Sekertaris Mo, dia berlari dengan perasaan campur aduk, dia tidak tau bagaimana keadaan Xiao Li....
...Sementara itu Xiao Li perlahan membuka matanya. Dia merasakan kepalanya begitu pusing, dia ingin bergerak namun sepertinya tangannya terikat....
...Xiao Li perlahan semakin sadar. Dia menatap sekeliling, "Dimana ini....
...Wang Chu mendengar suara jernih menembus ke Indra pendengarannya, dia kemudian berbalik dan menatap Xiao Li, Xiao Li samar-samar melihat siluet seseorang berdiri tidak jauh darinya, namun dia tidak tau siapa. penerangannya begitu minim....
...Xiao Li sekali lagi berkata,."Kamu siapa, aku dimana....
...Wang Chu perlahan mendekati Xiao Li, "Kamu sudah sadar....
...Xiao Li menatap pria asing di hadapannya kemudian berkata,."Kamu siapa, apa yang kamu lakukan padaku....
...Wang Chu menaikan sudut bibirnya. "Kau tidak perlu tau aku siapa. Aku hanya ingin agar dia merasakan apa yang aku rasa....
...Xiao Li tidak mengerti apa yang Wang Chu maksud, dia kemudian berkata, "Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud, aku tidak mengenalmu, kenapa kau lakukan ini padaku. Cepat lepaskan aku....
...Wang Chu perlahan menyentuh wajah Xiao Li. Wang Chu merasa kelembutan yang belum pernah dia rasakan. dia berkata dalam hati, "Sungguh wanita yang menarik....
...Xiao Li berusaha menjauhkan wajahnya dari Wang Chu. "Brengsek, jangan menyentuhku....
...Wang Chu tertawa, Hahahaha... Kau semakin menarik....
...Wang Chu melepaskan ikatan kaki Xiao Li. dan ikatan yang mengikat ke kursi, namun dia tidak melepaskan ikatan tangannya....
__ADS_1
...Tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat kencang. Braaak..!!...
...Yuan merasa marah melihat Xiao Li terikat. Wang Chu melihat Yuan dengan hawa membunuhnya. Yuan membawa beberapa pengawal bersamanya. Namun Wang Chu cukup cerdik....
...Dia kemudian mengambil pisau yang tergeletak di sebelahnya. kemudian perlahan membawa Xiao Li keluar....
..."Kau jangan berani bergerak jika kau tidak ingin wanita ini mati di hadapanmu....
...Yuan merasa sangat marah. Dia ingin membunuh Wang Chu Namun dia melihat pisau yang mengarah ke leher Xiao Li hatinya menjadi takut. Dia tidak ingin gegabah, karena ini menyangkut nyawa Xiao Li....
...Yuan perlahan berjalan mendekati Xiao Li, namun langkahnya terhenti....
..."Jika kau berani melangkah lagi wanita ini akan aku bunuh....
...Yuan menghentikan langkahnya langkahnya. Dia melihat Xiao Li menangis dan mulutnya tertutup. Yuan merasa hatinya sakit. Dia tidak ingin Xiao Li terluka, namun dia malah menempatkan Xiao Li dalam bahaya....
...Yuan tidak tau jika Wang Chu akan bertindak seperti ini. Jika dia tau ini akan terjadi, dia sudah membunuh Wang Chu dari dulu....
...Wang Chu tertawa mengejek, "Hahahaha Yuan Lihatlah wajah istrimu, ini akan menjadi yang terakhir kalinya kau melihat istrimu. Bagiamana rasanya melihat orang yang kau sayangi mati. Bukankah menyenangkan, aku senang melihat wajah putus asa mu....
...Tiba-tiba beberapa orang datang dari arah belakang Wang Chu kemudian langsung menyerang ke arah Yuan. Para pengawal segera melindungi Yuan, mereka berkelahi satu sama lain....
...Sekretaris Mo melebarkan matanya "Yuan, "Teriaknya....
...Wang Chu tertawa puas. "Hahahaha akhirnya dendam ku terbalaskan. Yuan mati bersama istrinya, bukankah ini bagus mereka menjadi pasangan sehidup semati....
...Wang Chu melihat beberapa anak buahnya ada yang terluka, namun ini tidak lebih buruk dari pengawalnya Yuan yang lebih banyak terbunuh. Dia tersenyum senang. "Ayo kita kembali. Yuan sudah mati biarkan saja. Jika mereka menemukannya kemungkinan hanya tinggal mayat....
...Sekretaris Mo berteriak, "Cepat cari Yuan....
...Mereka kemudian mencari, namun karena gelap mereka tidak bisa menemukannya. Sekretaris Mo menjadi semakin panik. Jurang ini bahkan tidak tau kedalamannya. Dia memanggil Yuan dan juga Xiao Li namun hanya keheningan yang menyambut....
...Sekretaris Mo memutuskan untuk meminta bantuan tim penyelamat, namun jaraknya cukup jauh, juga jika mereka terus mencari di malam hari. ini hanya akan membahayakan tim penyelamat....
...Akhirnya Sekretaris Mo memutuskan untuk tinggal dan pada pagi hari dia akan segera mencari Yuan dan Xiao Li....
...Sementara itu Xiao Li tersangkut di bibir jurang. Namun Yuan tergeletak di bawahnya. Dia ingin membuka ikatan mulutnya namun dia tidak sanggup, tangan nya masih terikat. Xiao Li menangis melihat Yuan tergeletak tak sadarkan diri. Dia berjuang membuka ikatan tali, namun dia tidak bisa. Dia tidak bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan. Dia sangat takut jika ada binatang buas menuju ke arahnya....
...Dia harus segera membangunkan Yuan namun tidak berdaya. Dalam Hidupnya Xiao Li tidak pernah merasakan putus asa seperti ini. Pria yang dia cintai pria yang selalu melindunginya kini tergeletak tak berdaya. Dia ingin menjangkau Yuan yang berada di bawahnya. Namun sekali lagi dia tidak bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan....
...Dia takut jika dia salah menginjak maka nyawanya akan melayang. Xiao Li terus berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya. Dia menggesek-gesekan nya ke arah dinding jurang yang runcing. Dia terus menangis menatap ke arah Yuan. Xiao Li terus berjuang, walau terkadang gesekan itu menembus kulitnya dan mengeluarkan darah. Dia sudah tidak peduli. Dia hanya peduli terhadap Yuan....
__ADS_1
...Xiao Li terus menggesek hingga akhirnya satu persatu tali itu terputus dari tangannya....
...Xiao Li kemudian membuka ikatan yang menutup mulutnya, Dia perlahan menggeser tubuhnya mengikuti intuisinya, dia perlahan turun ke arah Yuan. Dia turun dengan hati-hati dia hanya berharap bahwa dia tidak salah menginjak yang menyebabkan nya jatuh lebih jauh lagi....
...Dia tidak bisa melihat seberapa dalam jurang ini. Namun dia terus menuruni seolah pria yang berada di sana adalah nyawanya....
...Akhirnya Xiao Li tepat berada di samping Yuan. Dia tidak bisa bergerak lebih luas lagi. Yuan tersangkut di tembok jurang yang tidak akan cukup menampung untuk dua orang yang gemuk. Ketika dia menggoyangkan badan Yuan dia terjatuh kembali bersama Yuan. Namun ternyata dia jatuh ke dasar jurang....
...Dia merasakan tanah yang sedikit basah oleh air hujan....
...Xiao Li kembali mengguncang tubuh Yuan. "Yuan bangun...... Xiao Li terus mengguncang sembari menahan isak tangis....
...Dia mendaratkan jarinya di atas hidung Yuan, "Masih bernafas pikirnya....
...Xiao Li sangat takut dia tidak bisa membayangkan jika Yuan meninggalkannya,...
...Xiao Li terus mengguncang tubuh Yuan namun Yuan masih tidak bisa merespon....
..."Yuan kau bilang akan menemaniku sampai tua, kau berbohong,...
..."Yuan bangun ayo kita punya anak. Kau ingin punya 6 anak, Tidak masalah. Sekarang tidak masalah. Tapi kamu jangan begini....
..."Yuan jangan tinggalkan aku, bagaimana aku hidup tanpa kamu....
..."Yuan mulai sekarang aku akan patuh....
...Xiao Li menahan isak tangisnya. Dia takut mengundang binatang buas. .pergelangan tangannya berdarah dia sudah tidak perduli....
...Xiao Li semakin putus asa...
...Xiao Li terisak kemudian dia berkata, "Yuan jika kita di takdir kan mati disini. Tidak masalah aku mati bersamamu....
...Kau harus ingat jika ada kehidupan selanjutnya meski wajahku tidak lagi sama kau masih harus mengenaliku. Tidak peduli di manapun aku, Kau harus menemukan aku....
...Jika ada kehidupan selanjutnya, Yuan ayo kita bersama lagi....
...Xiao Li duduk di sebelah Yuan, Dia menggenggam tangan Yuan, Xiao Li merasa tubuhnya semakin lemah, dia sudah jatuh berkali-kali. Tubuhnya kini terasa sangat sakit. perlahan dia memejamkan matanya hingga akhirnya kegelapan merenggutnya...
^^^.^^^
.
__ADS_1