
Ps : Sebenarnya saya sedang malas mengetik. juga malas berpikir ... Namun karena tidak ingin para readers kecewa saya akhirnya tetap update, saya tetap mengetik walau dengan kemalasan yang haqiqi... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
..
Semoga readers tetap suka novel ini, walau penulisan saya dan jalan ceritanya masih sangat kurang .. Saya masih pemula sekali, pemahaman saya masih jauh di bawah, menulis pun belum sampai satu bulan. Jadi mohon di maklum saya sangat berterimakasih jika ada yang memberi saran masukan.
mohon maaf 🙏🙏🙏 untuk basa basi yang tidak perlu ini......... 🤣🤣
...Skip...
...Skip...
...Skip...
...Skip...
...Beberapa hari setelah Yuan membuat lapang pacuan kuda. Xiao Li memandang halaman belakang rumahnya dengan wajah tidak percaya. Halaman itu kini tidak lagi kosong, terdapat kandang kuda di sana. Xiao Li berpikir apakah Yuan akan pindah profesi menjadi peternak kuda, "Batinnya....
...........
...Sementara itu Yuan berada di kantornya. Dia bekerja dengan hati yang riang. Sekretaris Mo duduk di sofa bersandar dengan kaki menyilang. Yuan menatap Sekretaris Mo kemudian mengernyitkan dahinya....
...Yuan membatin, "Kenapa Sekretaris Mo jadi terlihat seperti atasannya. Lalu kenapa dia duduk di kursinya dan mengerjakan dokumen sedangkan Sekertaris Mo duduk di sana dan menganggur. Jadi siapa Bos disini....
..."Hmm....Sepertinya aku harus mengirim dia ke cabang perusahaan di Afrika, "Pikirnya...
...Yuan kemudian menegur, "Sekretaris Mo, apa kerjasama kita dengan perusahaan Leng sudah di sepakati,"...
...Sekretaris Mo yang merasa namanya di panggil kemudian menjawab, "Aku sudah membereskannya,"...
..."Oh, Lalu bagaimana dengan tender kita, apa kau sudah menyiapkan proposal nya,"...
...Sekretaris Mo mengangguk, "Semua sudah beres,"...
..."Ah, jika pekerjaan mu sudah selesai bagaimana jika kau menangani cabang perusahaan kita yang berada di Afrika. Sepertinya cabang perusahaan kita yang di sana membutuhkan Manager baru," Ucap Yuan dengan seringainya....
__ADS_1
...Sekretaris Mo menjadi waspada, dia buru-buru berdiri, "Aduh aku lupa, aku belum selesai mengerjakan dokumen untuk rapat nanti. Aku harus segera kembali ke mejaku....
...Sekretaris Mo buru-buru berbalik dan kabur. Yuan melihatnya hanya menggelengkan kepala. "Untung saja teman," Pikirnya...
...........
...Tak terasa hari sudah menjelang sore, Yuan bersiap-siap untuk pulang, dia sudah tidak sabar ingin bertemu istrinya. Karena Xiao Li sekarang sudah sembuh Yuan berpikir malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk dirinya dan Xiao Li....
... Kebutuhan biologisnya harus terpenuhi, pikiran Yuan menjadi melayang kemana-mana. Yuan berjalan keluar dengan tersenyum cerah....
...........
...Sementara itu Sekretaris Mo telah selesai dengan pekerjaannya. Dia berniat untuk menjemput Yun Xie, biar bagaimanpun dia akan berperan sebagai kekasih yang baik walau semua hanya palsu. Dia tau bahwa ibunya masih mengiriminya mata-mata. Jadi dia harus lebih berhati-hati....
...Sekretaris Mo segera menuju ke parkiran kemudian mengambil mobilnya dan pergi. Sebuah mobil Ferarri melaju dengan kencang di jalanan kota X, Kemudian mobil itu berhenti di depan sebuah gedung Desain Grafis....
...Dia mengirimi Yun Xie pesan...
...To Yun Xie...
..."Aku berada di depan kantormu"...
...Entah kenapa walau hanya dengan sebuah pesan singkat dari Sekretaris Mo hatinya menjadi senang, namun dia juga sedikit kesal. "Bukankah pesannya terlalu singkat, "Pikirnya....
...Yun Xie berjalan ke luar gedung, dia melihat Sekretaris Mo berdiri bersandar pada mobilnya....
...Yun Xie merasa jantungnya berdegup kencang. "Aduh jantung sialan, kenapa berdegup kencang, Yun Xie ingat ketika Sekretaris Mo melepas kacamatanya. pria tampan memang tidak baik untuk kesehatan jantung, "Pikirnya....
...Yun Xie kemudian menghampiri Sekretaris Mo, Sekretaris Mo yang melihat Yun Xie kemudian tersenyum ke arahnya....
...Yun Xie merasa jantungnya seakan mau melompat. Dia takut jika Sekretaris Mo mendengar jantungnya berdegup kencang, jadi dia segera mengalihkan pandangan dan buru-buru masuk ke dalam mobil....
...Sekretaris Mo merasa Yun Xie sedikit aneh, namun dia tidak ingin memikirkannya. Selama perjalanan mereka hanya diam, Yun Xie mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dia tidak ingin menatap Sekretaris Mo, juga dia tidak berani mengajak berbicara dia terlalu gugup....
...Setibanya di apartemen Yun Xie, Yun Xie segera turun dari mobilnya, kemudian di susul oleh Sekretaris Mo. Yun Xie membungkuk dan mengucapkan terimakasih karena sudah mengantar. Sekretaris Mo mengangguk dan berkata, "Tidak masalah....
__ADS_1
...Yun Xie kemudian berjalan hendak memasuki gedung apartemen nya, namun ketika beberapa langkah dia kembali berbalik dan menatap Sekretaris Mo, Sekretaris Mo hanya tersenyum dan belum ada tanda-tanda untuk pergi....
...Yun Xie kembali berjalan satu langkah kemudian menengok kembali kebelakang, Sekretaris Mo masih tetap berdiri di sana....
...Kemudian Yun Xie berjalan dua langkah dan menengok kembali. Sekretaris Mo masih tetap di sana....
...Yun Xie kembali berjalan beberapa langkah, dia menengok dan Sekretaris Mo masih tetap di sana. Begitu seterusnya...
...Akhirnya Yun Xie tidak tahan lagi kemudian berbalik dan berjalan menghampiri Sekretaris Mo....
...Sekretaris Mo menatapnya dan berkata, "Kenapa, Ada apa,"...
...Yun Xie mengumpat dalam hati, "Bukankah harusnya yang bertanya ada apa itu dia, dan kenapa Sekretaris Mo masih belum pergi,"...
...Yun Xie menatap gugup ke arah Sekretaris Mo dan berkata, "Ah...Itu.. Apa kau mau masuk dulu ke apartemen ku." Tanya Yun Xie...
...Yun Xie mengumpat dalam hati, "Ah... Sial kenapa aku malah mengajaknya masuk ke apartemen,"...
... Yun Xie buru-buru menunduk malu....
...Yun Xie berpikir Sekretaris Mo akan menolak jadi dia sedikit merasa tenang. Namun jawaban Sekretaris Mo membuatnya ternganga....
..."Baiklah, ayo kita masuk." Ucapnya....
...Yun Xie menatap tidak percaya, dia menjadi tergagap, dia tidak mengira jika Sekretaris Mo akan setuju dengan usulannya....
...Mereka kemudian berjalan menuju apartemen nya Yun Xie. Yun Xie mengumpat dalam hati, "Kenapa aku malah mengajaknya ke rumahku. Ada apa denganku,"...
...Yin Xie kemudian mengingat sesuatu, dia ingat jika apartemen nya sangat berantakan. Dia bahkan belum mengganti seprai selama dua Minggu....
..."Bagaimana jika Sekretaris Mo ingin tidur di kasurnya, Yun Xie membayangkan Sekretaris Mo yang sedang tidur di kasurnya. Yun Xie tiba-tersenyum cerah. Namun sedetik kemudian Yun Xie menepuk-nepuk pipinya, kenapa akhir-akhir ini pikirannya jadi tidak waras....
...Dia kemudian mengingat sampah yang berada di atas meja. Juga piring kotor yang belum dia cuci. Yun Xie berpikir ini tidak benar. Sekretaris Mo tidak boleh masuk ke rumahnya saat ini....
...Yun Xie menjadi panik sendiri. Dia memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa membersihkan apartemennya terlebih dulu....
__ADS_1
...Sekretaris Mo menatap Yun Xie degan pandangan yang sulit di artikan. Dia tidak mengerti kenapa Yun Xie terlihat gelisah....
... "Apakah dia menyembunyikan pria asing di rumahnya," Pikir Sekretaris Mo. ...