
...Xu Ming menoleh ke arah sumber suara, ketika dia melihat seseorang yang memanggilnya Xu Ming merasa seolah membeku, pria ini adalah orang yang paling ingin dihindarinya. bertahun-tahun Xu Ming melarikan diri dari perangkap Zu Zhang, dia tidak menyangka kepulangannya ke Beijing akan membuatnya kembali bertemu Zu Zhang....
...Xu Ming sudah menggunakan identitas palsu, dia kembali dengan identitas palsu, namun ternyata Zu Zhang masih bisa menemukannya....
...Xu Ming segera menyembunyikan Xu Shilling di balik tubuhnya....
..."Shilling dengarkan Ibu, jika Ibu memintamu untuk lari dan bersembunyi maka kau harus segera lari,"...
..."Kenapa begitu, dan siapa paman itu," Ucap Xu Shilling,...
...Xu Shilling tidak mengerti kenapa dia harus lari, dan kenapa Ibunya takut dengan paman itu....
...Xu Ming menatap anaknya dengan pandangan memohon, "Ibu tidak bisa menjelaskannya sekarang, namun jika Ibu memintamu lari maka kamu harus lari,"...
...Xu Shilling mengangguk, "Baiklah, aku mengerti,"...
...Xu Ming kembali menatap Zu Zhang dengan tatapan tajam, Xu Ming begitu membenci Zu Zhang, dia membenci hingga ke tulang-tulangnya. Pria ini adalah pria yang menghancurkan hidup juga menghancurkan kebahagiannya....
...Jika pernikahannya bersama Feng Yu berjalan dengan lancar, hal seperti ini tidak akan terjadi, jika malam itu dia tidak bersama Zu Zhang dia pasti sudah memiliki keluarga yang bahagia bersama Feng Yu....
...Xu Ming mengepalkan tangannya. Dia melotot ke arah Zu Zhang, "Aku tidak memiliki urusan denganmu,"...
...Zu Zhang tertawa sinis, "Urusan kita belum selesai Xu Ming, beraninya kau melarikan diri dariku,"...
...Zu Zhang menatap ke arah belakang Xu Ming, dia kemudian berkata, "Apa yang kau sembunyikan dariku, apa anak lelaki itu anakku,"...
...Zu Zhang berjalan mendekati Xu Ming, Xu Ming menjadi gemetar, Xu Shilling memegang ujung baju Xu Ming dengan begitu erat. Xu Ming kemudian berkata, "Shilling, lari lah jangan menengok ke belakang, lari dan bersembunyi,"...
...Xu Shilling menjadi gemetaran, "Lalu bagaimana dengan Ibu,"...
...Xu Ming dengan ekspresi dingin menatap ke arah Zu Zhang kemudian berkata, "Ibu akan baik-baik saja, Ibu akan menghitung sampai tiga, lari lah sejauh yang kau bisa dan bersembunyi lah,"...
...Zu Zhang semakin mendekat ke arah Xu Ming, Xu Ming menghitung sampai hitungan ke tiga dia kemudian berkata, "Lari,"...
...Xu Shilling mendengar perintah Ibunya kemudian dia berbalik dan melarikan diri, dia berlari terus berlari. Zu Zhang yang melihat Shilling melarikan diri merasa amarah di dadanya semakin memuncak dia kemudian berteriak, "Berhenti di sana,"...
...Xu Shilling tidak mendengarkan Zu Zhang, dia terus berlari, Zu Zhang semakin kesal dia berniat mengejar Xu Shilling, namun Xu Ming segera menghentikannya....
..."Jangan berharap bisa pergi dari sini,"...
...Zu Zhang seperti singa yang akan mengamuk, Xu Ming begitu ketakutan namun dia harus menyelamatkan Shilling, Jika Shilling tertangkap oleh Zu Zhang dia mungkin tidak bisa bersama Shilling lagi....
__ADS_1
...Xu Zhang mengepalkan tangannya dia begitu ingin memukul Xu Ming namun tiba-tiba datang segerombolan orang-orang ke arahnya....
..."Ada apa ini,"Ucap kepala sekolah....
...Zu Zhang berusaha menekan amarahnya. Dia menatap tajam ke arah Xu Ming dan berkata, "Jangan merasa senang dulu, bagaimanapun aku akan merebutnya darimu,"...
...Zu Zhang kemudian berbalik dan pergi...
...Xu Ming merasa kakinya manjadi lemas, dia kemudian jatuh terduduk, kerumunan menjadi panik,...
..."Nyonya apa yang terjadi padamu,"...
..."Apa Nyonya baik-baik saja,"...
...Xu Ming menghela nafas berat, "Aku baik-baik saja,"...
...Xu Ming kemudian berdiri berbalik berjalan menyusuri sekolah dia mencari keberadaan Xu Shilling...
..."Shilling,"...
..."Shilling,"...
..."Shilling,"...
..."Ibu,"Ucapnya....
...Xu Ming kemudian memeluk Shilling, "Aku senang kau bisa berlari dan bersembunyi,"...
..."Ibu, siapa paman itu, kenapa aku harus bersembunyi darinya,"...
...Xu Ming menatap sedih ke arah Xu Shilling, "Ibu akan menjelaskannya nanti,"...
...Xu Ming kemudian berbalik dan pergi....
..............
Rumah Xiao Li
...Sementara itu di rumah Shao Shen sedang bermain dengan pesawat terbangnya. Dia di temani oleh Yuan. ...
...Hari ini Yuan berencana untuk tidak datang ke kantor dan menemani Shao Shen. Karena dia sudah berjanji bahwa hari ini akan menemani Shao Shen bermain....
__ADS_1
...Dia tiba-tiba menoleh ketika suara seorang gadis cempreng memasuki Indra pendengarannya....
..."Kakak Shao Shen,"...
... "Paman Yuan," Teriaknya....
...Yuan menatap gadis kecil yang kini berlari ke arahnya, Sejujurnya Yuan menyukai anak perempuan meskipun dia sangat menyukai anak laki-laki namun jika memiliki anak perempuan juga hal yang menyenangkan. Dia bisa membayangkan anak perempuannya akan mirip seperti Xiao Li. Yuan semakin tersenyum lebar ke arah Chu Ran. ...
...Yuan merentangkan tangannya bersiap memeluk Chu Ran. Namun dia tidak juga merasakan pelukan hangat dari Chu Ran. Alih-alih berlari ke pelukan Yuan, Chu Ran berlari memeluk Shao Shen. ...
..."Chu Ran, kamu salah jalan,"Ucap Yuan...
...Chu Ran memeluk erat Shao Shen, hampir saja membuat Shao Shen terjungkal ke belakang. ...
..."Kakak Shao Shen, Chu Ran merindukan kakak Shao Shen,"...
...Sementara itu tangan Yuan tetap terulur ke depan, dia berucap, "Mungkin saja angin sepoi-sepoi akan menerima pelukanku,"...
...Shao Shen membatu, dia tidak bisa bereaksi atas pelukan tiba-tiba yang dia terima. Gadis yang seperti panda berjalan ini berlari memeluk dirinya. Shao Shen bahkan bisa mencium aroma shampo strawberry dari rambutnya. ...
...Ketika Shao Shen mendengar ucapan sedih Yuan dia kemudian menatap ke arahnya. Shao Shen menatap wajah hancur Yuan, Yuan berdiri membatu tangan kesepiannya masih terulur ke depan. Kepalanya kemudian menoleh menatap Chu Ran yang masih menggantung seperti koala di tubuh Shao Shen. ...
..."Chu Ran, tidakkah paman harus di dahulukan,"Ucap Yuan dengan pandangan sedih,"...
...Chu Ran kemudian melepaskan pelukan Shao Shen, dia menatap dengan pandangan polos ke arah Yuan, "Paman Yuan, Chu Ran hanya ingin memeluk kakak Shao Shen,"...
...Yuan merasa seperti ada batu memukul belakang kepalanya. Padahal dia menyukai anak perempuan tapi dia langsung di tolak. Ini adalah pertama kalinya Yuan di tolak. Dia merasa hatinya hancur berkeping-keping....
...Sedangkan Shao Shen menatap Yuan dengan pandangan belasungkawa. ...
...Yuan kemudian berbalik dan pergi dengan perasaan sedih di hatinya....
...Chu Ran tidak menghiraukan kesedihan Yuan, dia mengoyang-goyangkan lengan baju Shao Shen,...
... kemudian berkata, "Kakak Shao Shen, Ayo bermain bersama Chu Ran,"...
...Shao Shen merasa semakin tidak berdaya, jika dia menolak dia takut Chu Ran akan menangis, namun dia sendiri tidak terlalu suka bermain dengan anak perempuan. Kebanyakan anak perempuan menyukai bermain boneka sedangkan dia hanya memiliki berbagai mainan anak laki-laki. Dia tidak mungkin mengajak Chu Ran bermain sepak bola. ...
...Akhirnya Shao Shen menyerah dia kemudian berkata, "Apa yang ingin kau mainkan,"...
...Chu Ran berpikir keras, "Kita main di kamar kakak Shao Shen saja, kamar kakak Shao Shen sangat bagus, kakak memiliki tempat tidur yang empuk, Chu Ran sangat suka tempat tidur kakak Shao Shen,"...
__ADS_1
...Shao Shen menatap Chu Ran dengan pandangan aneh namun dia segera mengiyakan ajakan Chu Ran, "Baiklah,"Ucapnya....